
arasi yang tidak tahu benda apa itu\, langsung menggunakan skillnya\, ternyata batangan metal itu adalah lean ingot\, “lean\, sepertinya aku pernah mendengar nama itu” pikir arasi\, setalah itu arasi membaca descriptiondari lean ingot\, arasi terkejut ternyata lean ingot terbuat dari inti bintang lean\, dan arasi sangan kebingungan dengan penjelasan itu\, “kenapa inti dari bintang yang ada di salah satu dunia di mt kedua ada di sini di mt kelima\, apa di mt kelima juga pernah ada bintang bernama lean\,......*menghela napas* sudahlah tidak ada gunanya juga memikirkan itu” pikir arasi\, setelah itu arasi menyimpan tumpukan lean ingot itu ke penyimpannya\, dan langsung melanjutkan perjalanannya ke lantai sebelas\, di lantai ke sebelas arasi menemui banyak sekali undead yang bersujud di depannya\, arasi yang kebingungan bertanya kepada undead yang bersujud di depanya “kenapa kalian bersujud di depaku?” tanya arasi\, salah satu undead berdiri dan berkata “kami semua bersujud karna kami ingin meminta tolong kepada Anda untuk membebaskan kami” jawab undaed dengan terbata – bata \, “membebaskan kalian?\, membebaskan kalian dari apa ?” jawab arasi\, “kami semua di sini dulunya adalah kesatria dan penduduk dari desah ravas\, kami di kutuk dan di paksa oleh bos lantai ini untuk membunuh seluru orang yang masuk ke dungeon ini\, tapi kami tidak ingin melakukannya lagi\, kami ingin bebas dari penderitaan ini\, tolong penjelajah\, tolong selamatkan jiwa kami dari bos lantai ini\, agar jiwa kami bisa bersemayam dengan tenang “ jawab undaed yang berdiri di depan arasi\, arasi yang melihat undead tersebut\, langsung mengarahkan telapak tangannya ke depan kepala undead tersebut dan berkata “hell fire”\, seketika dari telapak tangan arasi muncul api hitam\, yang membanjiri lantai sebelas sampai lantai ke sembilan belas\, teriakan dari para undaed yang terbakar secara perlahan bergema di seluruh area dungeon\, “kenapa\, kenap kau melakukan hal kejam seperti ini\, wahai penjelajah?” tanya undaed yang ada di depan arasi\, arasi hanya diam\, dan dengan wajah tanpa emosinya arasi langsung menginjak kepala dari undaed tersebut samai hancur\, setelah itu arasi menggunakan salah satu skillnya untuk membuat sebuah singa sana batu\, arasi pun duduk di singga sana itu dan mendengarkan jeritan para undead yang tubuh dan jiwanya terbakar secara perlahan oleh api suci\, setelah beberapa jam seluruh tubuh dan jiwa mereka sudah terlahap oleh api suci\, dengan wajah tanpa emosi arasi berdiri dari singgasananya dan berjalan menuju bos arena di lantai ke dua puluh.
Setelah perjalanan yang panjang akhirnya arasi sampai ke lantai kedua puluh, arasi yang sudah ada di depan gerbang bos arena lantai ke dua puluh, arasi melihat gerbang besi yang hampir sepenuhnya meleleh karna api suci, arasi pun langsung ingin membuka gerbang tersebut, tiba – tiba saat arasi menyentuh gerbang tersebut, sebuah lingkaran dengan tanda aneh muncul di bawah kaki arasi, tanda itu bersinar sangat terang, arasi langsung ingin menghindari tanda itu, tanpa di sadari arasi sudah ada di ruangan berbeda, “apa – apaan itu tadi, kukira itu sebuah sihir ledakan, baiklah, bagaimanapun juga, di mana aku ini?” pikir arasi, tiba – tiba muncul tanda aneh itu lagi di sekitar arasi, dari tanda itu muncul ribuan moster, yang sepertinya terteleport ke ruangan itu juga, arasi yang melihat itu langsung mengambil posisi menyerang, saat arasi ingin menyerang moster – moster tersebut, terdengar suara seseorang, “salam, penjelajah “, arasi yang mendengar suara itu langsung membantalkan niatnya untuk menyerang, para moster yang ada di depan arasi mulai menepi, dan dari jalan yang dibuka oleh moster tersebut, datang seorang wanita dengan tudung hitam mendekati arasi, arasi yang kebingungan kenapa ada manusia di dalam dungeon, langsung berkata “siapa kau ?” kata arasi, “aku adalah pemilik dari dungeon ini, namaku ladia, anak dari kegelapan” jawab wanita bertudung hitam