A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 24


__ADS_3

“aku tahu” kata arasi\, alfas yang melihat arasi yang menghampiri freya yang terluka\, langsung turun dari kursi penonton\, dan berlarih ke arah arasi\, “*napas yang terengah – engah* tunggu sebentar tuan arasi\, walaupun perbuatannya membuat Anda kesal\, tapi dia tetap ketua kesatria suci” kata alfas\, arasi yang mendengar perkataan alfas cuman diam\, dan mengarahkan telapak tangannya ke arah freya\, “aku tidak bisa melihatnya” pikir alfas sambil memalingkan pandangannya\, “ ‘full healer’\, ‘recoperi’” kata arasi\, setelah itu seluruh tubuh freya bersinar\, dan setelah sinar itu redup terlihat perlengkapan milik freya menjadi seperti baru\, “eh\, eh\, eeeeh!\, tunngu sebentar tuan arasi\, itu tadi skill apa” kata alfas\, “apa yang maksudmu\, itu hanay skill ‘recoperi’ dan skill ‘full healer’\, apa kau tidak pernah melihatnya”  kata arasi\, “tuan\, nama tuan\, arasi kan\, apakah Anda ter” kata salah satu tim medis\, sebelum terhenti karna tatapan alfas\, setelah itu\, tim medis pun pergi\, disisi lain freya pun bangun\, “eh di mana aku\, arasi\, owh\, sepertinya aku kalah yah” kata freya yang baru bangun\, “*menghela napas* sepertinya aku yang terlalu sombong *berdiri* sekali lagi saya mintak maaf karna meremehkan Anda” kata freya\, “pedangmu\, dari mana kau mendapatkannya” kata arasi\, “pedangku?\, owh\, aku mendapatkannya dari ayahku\, kenapa?” kata freya\, “kau hampir membuatku berdarah\, itu menarik\, kau tahu siapa yang membuatnya?” kata arasi\, “mohon maaf\, tapi saya tidak tahu siapa yang membuat pedang ini\, pedang ini sudah di turunkan dari generasi ke generasi\, di keluargaku” kata freya\, “hmmm\, welp\, karna masalah di sini sudah selesai\, apakah aku sudah boleh pulang” kata arasi\, “owh\, ya\, Anda sudah boleh pulang\, sekali lagi saya mintak maaf\, karna sudah menyita waktu Anda” kata freya\, setelah itu arasi pun pulang ke penginapannya\, di perjalanan pulang arasi melihat kedai milik katrin\, yang masih buka\, arasi pun memutuskan untuk mampir ke kedai milik katrin\, “oh tuan arasi\, saya mendengar rumor\, bawah Anda di bawa oleh kesatria suci” kata katrin\, “ya\, ada sedikit masalah tadi\, oi ya\, apa kau masih punya ale” kata arasi\, “ya tentu saja\, *menuangkan gelas ale\, dan memberikannya ke arasi* ini tuan\, satu gelas ale” kata katrin\, “ya\, terima kasi” kata arasi sambil memberikan 4 koin tembaga ke katrin\, “oh\, Anda tidak perlu membayar untuk alenya\, kedai saya juga sudah mau tutup\, jadi Anda tidak perluh membayar” kata katrin sambil menolak\, bayaran arasi\, “aku tidak menerima kebaikan apapun” kata arasi\, “oh maaf kan saya tuan arasi\, ini bukan kebaikan\, anggap saja ini investasi jangka panjang\, agar Anda makan di sini” kata katrin\, “terima kasi” kata arasi\, “ngomong – ngomong\, Anda mendapatkan goresan itu dari mana” kata katrin\, arasi yang mendengar perkataan katrin pun\, melihati katrin\, “eeee\, apa ada yang salah?” tanya katrin\, “kau ‘demon’?\, tidak\, kau setengah ‘demon’\, apa aku benar” kata arasi\, katrin terkejut mendengar perkataan arasi\, “ya\, saya memang setengah ‘demon’\, ibu saya adalah seorang ‘demon’\, sedangkan ayah saya hanyalah manusia” kata katrin sambil\, sedikt tersenyum\, “owh\, welp\, ya aku mendapatkan goresan ini dari freya” kata arasi\, “freya *menggebrak meja* maksud Anda\, ketua pasukan kesatria suci\, lionheart freya” kata katrin\, dengan wajah yang sangat terkejut\, “yap” kata arasi\, arasi pun menyadari bahwa minumannya sudah habis\, “hmm\, sepertinya aku sudah selesai\, terima kasi untuk minumannya” kata arasi\, “owh\, ya\, semoga malam Anda menyenangkan” jawab katrin\, setelah itu arasi pun pergi\, “sepertinya ini waktunya menutup kedai” pikir katrin\, setelah itu katrin mengambil cangkir arasi\, saat katrin mengambil cangkir tersebut\, terlihat ada empat koin tembaga di bawah cangkir itu\, “tidak menerima kebaikan apapun\, ya” pikir katrin sambil tersenyum.


__ADS_2