A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 15


__ADS_3

Setelah arasi meninggalkan gereja itu\, arasi pergi ke guild petualang untuk menjual bangkai moster yang dia dapatkan di hutan tadi\, setelah arasi berjalan cukup lama\, arasi akhirnya sampai di guild petualang\, saat arasi masuk ke guild petualang\, arasi langsung dilihati oleh para petualang di guild itu\, arasi yang melihat para petualang di sana melihatnya dengan tatapan sinis\, hanya berjalan menuju meja resepsionis\, “ada yang bisa saya bantu tuan ?” kata salah satu resepsionis guild\, “aku ingin mendaftar” kata arasi\, “oh\, Anda mau mendaftar ya\, tolong isi formulir ini” kata resepsionis guild\, setelah arasi mengisi formulir yang diberikan oleh resepsionis guild\, arasi langsung memberikannya kepada resepsionis guild itu\, “oh Anda sudah selesai ya\, kalau begitu silakan lewat sini tuan” kata resepsionis guild\, setelah itu\, resepsionis guild itu\, menuntun arasi ke ruang uji\, “silakan berdiri di depan cermin yang ada di sana tuan” kata resepsionis\, setelah arasi berdiri di depan cermin itu\, cermin itu tiba – tiba menjadi hitam kelam dan pecah berkeping keping\, resepsionis itu\, sangat terkejut melihat cermin itu berubah menjadi hitam dan pecah\, “apa hal itu tidak wajar” tanya arasi\, “ya hal itu tidak wajar\, fungsi cermin itu adalah mendeteksi jumlah ‘mana’ seseorang\, saat di sentuh\, mungkin cerminnya rusak” jawab resepsionis\, “menyentuhnya ?\, aku bahkan tidak menyentuhnya\, apa karna aku mengganti inti ‘mana’ milikku ?” pikir arasi\, “tolong tunggu di sini sebentar tuan\, saya mau melaporkan hal ini ke ketua guild” kata resepsionis\, setelah itu resepsionis guild pergi meninggalkan arasi\, setelah beberapa menit arasi menunggu di situ\, resepsionis itu akhirnya kembali\, “tuan bisa tolong ikuti saya ke ruang ketua guild” kata resepsionis\, “ruang ketua guild ?\, kenapa ?” kata arasi\, “ketua guild ingin bicara dengan Anda” kata resepsionis\, “oh” kata arasi\, “tolong lewat sini tuan” kata resepsionis\, setela itu resepsionis dan arasi\, pergi ke ruang ketua guild\, setelah mereka sampai ke depan ruang ketua guild\, resepsionis itu mengetuk pintu ruang ketua guild\, setelah itu terdengar suara yang berkata “masuk”\, setelah itu arasi dan resepsionis itu masuk ke ruang ketua guild\, terlihat seorang wanita elf\, yang duduk di tengah ruangan itu\, “silakan duduk tuan” kata elf tersebut\, setelah itu arasi duduk di kursi yang ada di depan meja elf itu\, “kau sudah boleh pergi\, marin” kata elf\, setelah itu resepsionis yang mengantar arasi\, pergi keluar ruangan ketua guild\, “Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya” kata elf itu\, “ya\, jangan khawatir tentang itu” kata arasi\, “langsung saja ke intinya\, nama saya alfas\, saya adalah ketua guild di sini\, bisa Anda meletakan tangan Anda di atas bola kristal ini” kata alfas\, sambil mengeluarkan bola kristal yang mirip dengan bola kristal yang ada di pos penjaga\, setelah itu arasi meletakan tangannya di bola kristal itu\, setalah arasi meletakan tangannya di atas bola kristal itu\, bola kristal itu menjadi hitam dan pecah\, sama seperti cermin tadi\, alfas sangat terkejut melihat bola kristal itu pecah\, setelah itu alfat menatap arasi dengan tatapan serius\, dan berkata “bisa saya tahu kenapa makhluk seperti Anda\, ada di sini ?” kata alfat\, “apa ?” jawab arasi\, “cermin yang ada di bawah bisa mendeteksi mana seseorang sampai tingkat seorang ‘sage’ melihat bahwa cermin di bawah bisa pecah\, berarti Anda di atas tingkatan itu\, sedangkan kristal ini bisa mendeteksi mana seseorang\, sampai ke tingkat ark anggel\, melihat kristal ini pecah\, berarti ada dua kemungkinan\, kemungkinan pertama\, Anda adalah seorang dewa\, dan kemungkinan kedua\, Anda adalah raja iblis\, dan dari kedua kemungkinan itu\, tidak ada yang menjelaskan kenapa Anda di sini\, jadi\, bisakah Anda jelaskan siapa Anda ?\, dan mengapa Anda ada di sini ?” kata alfas\, “aku bukan dewa ataupun raja iblis\, namaku arasi\, aku karena aku sedang berduka\, karna salah satu saudaraku mati\, karna itu aku ingin mencari kesibukan lain\, salah satu kesibukannya adalah kesini untuk mendaftar menjadi petualang dan menjual bangkai moster yangku bunuh dalam perjalananku” jawab arasi\, alfas yang mendengar jawaban arasi\, menatap arasi dengan wajah yang sangat serius dan berkata “antingan yang saya gunakan di telinga kanan saya ini\, bisa mendeteksi kebohongan” kata alfas\, arasi yang mendengar perkataan alfas\, hanya diam dan tidak menunjukkan emosi sama sekali\, “*menghela napas* antingan saya tidak bisa mendeteksi kebohongan\, tapi kursi yang Anda duduki\, bisa mendeteksi kebohongan\, melihat kursi itu tidak bereaksi dan muka Anda tidak terlihat seperti orang yang sedang berbohong\, sementara saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak berbohong” kata alfas\, setelah itu alfas membuka laci mejanya\, dan mengambil sebuah kartu dan buku saku kecil\, setelah itu alfas memberikannya\, kepada arasi\, “ini adalah kartu petualang Anda\, Anda bisa masuk di kota mana  pun\, tanpa permit\, menggunakan kartu ini\, dan yang ini adalah buku pedoman guild\, seluruh informasi yang perlu Anda ketahui tentang guild petualang\, ada di buku kecil ini\, dan untuk masalah penjualan bangkai moster\, Anda bisa mengikuti saya” kata alfas\, setelah itu arasi mengambil kartu petualangnya dan buku pedomannya\, setelah itu arasi memasukkan kartu dan buku pedomannya  ke inventoriynya\, setelah itu alfas berdiri dari tempat duduknya dan menuntun arasi ke suatu tempat\, setelah itu arasi dibawa oleh alfas ke area luas di pinggir kota\, terlihat banyak sekali gudang yang sangat besar di sana\, “ini adalah tempat penyimpanan dan pengelolaan buruan petualang milik guild\, Anda bisa mengeluarkan semua buruan Anda di lapangan ini” kata alfas\, setelah itu arasi langsung mengeluarkan seluruh bangkai moster yang dia kumpulkan\, terlihat bangkai moster yang arasi keluarkan bari inventorynya\, membentuk tumpukan setinggi kira kira sepuluh meter\, alafa yang melihat arasi tidak berhenti mengeluarkan bangkai moster dari inventornya\, berkata “tunggu sebentar tuan !\, saya tahu Anda memiliki skill inventory\, karna Anda tidak membawa apa pun\, tapi masih berapa banyak lagi bangkai mosternya\, tuan” kata alfas\, arasi yang mendengar perkataan alfas berhenti mengeluarkan bangkai moster dari inventornya\, dan melihat tumpukan bangkai moster yang dia keluarkan\, “hmmm\, kira – kira lima belas tumpukan seperti ini” kata arasi\, “lii lii liii\, lima belas tumpukan lagi !\, *menghela napas panjang* untuk sementara kami hanya bisa membeli satu tumpukan ini saja\, untuk tumpukkan yang lain tolong Anda simpan dulu\, sampai pemberitahuan lebih lanjut dari guild\, dan untuk uangnya kira – kira Anda bisa mengambilnya tujuh hari dari sekarang” kata alfas\, “ok” jawab arasi\, “ngomong – ngomong di mana Anda mengalahkan moster – moster ini ?” tanya alfas\, “di hutan sebelah utara kota ini” jawab arasi\, “eh\, hutan sebelah utara ?” jawab alfas\, “yap” kata arasi\, alfas yang mendengar perkataan arasi langsung pingsan di tempat\, arasi yang melihat alfas pingsan langsung\, langsung mendekati alfas\, dan menggunakan skill bangun\, miliknya\, untuk membangunkan alfas yang pingsan\, “kau tidak apa – apa” kata arasi\, setelah alfas bangun\, “ya saya tidak apa – apa\, Anda bisa pergi sekarang” kata alfas yang baru saja siuman\, setelah itu arasi pun pergi kembali ke guild petualang\, “*menghela napas* hutan di sebalah utara\, berarti moster – moster ini dari hutan terlarang\, setidaknya moster – moster ini berada di tingkat S ke atas *menghela napas*” pikir alfas.


__ADS_2