A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 14


__ADS_3

Setelah arasi duduk di meja nomor enam, lia langsung menghampiri arasi dan berkata “mau makan apa tuan ?” tanya lia, “untuk makan sesuai rekomendasimu, dan untuk minuman ale, kalau tidak ada ale, apa saja yang mengandung alkohol” jawab arasi, “untuk makanannya saya sarankan, sup jamur teriak, dan roti gandum hitam, dan untuk minumannya, kami tidak memiliki ale, tapi kami punya anggur puti, apakah itu cukup” kata lia, “ya itu sudah cukup” jawab arasi, setelah itu lia pergi untuk mengambil pesanan arasi, setelah beberapa saat, lia kembali membawa pesanan arasi, “ini pesanannya tuan, selamat menikmati” kata lia, setelah lia memberikan pesanan arasi, lia pergi meninggalkan arasi, setelah itu arasi langsung menyantap makanannya, setelah arasi selesai menyantap makanannya, lia pergi menghampiri arasi, “bagai mana makanannya tuan” tanya lia, “cukup enak” jawab arasi, “bilah ada yang dibutuhkan lagi, tinggal panggil saya ya” kata lia, setelah itu lia membereskan meja arasi dan hendak pergi, “tunggu sebentar” kata arasi, “iya tuan, apa ada yang bisa saya bantu lagi” jawab lia sambil berbalik ke arah arasi, “apa kau tahu di mana aku bisa menjual bangkai moster” kata arasi, “kalau bangkai moster Anda bisa menjualnya di guild petualang” jawab lia, “petualang ?” kata arasi, “ya, apakah Anda tidak tahu apa itu petualang ?” kata lia, “aku tahu apa itu petualang, tapi aku tidak yakin petualang yang kau maksud, sama dengan petualang yang kutahu” kata arasi, “oh, mungkin Anda berasal dari benua lain ya, di sini petualang itu orang yang membasmi moster atau melakukan hal – hal lain, sesuai misi yang diberikan oleh guild” kata lia, “sepertinya cukup menarik” pikir arasi, “owh, jadi diarah mana guild petualangnya ?” tanya arasi, “dari sini Anda tinggal pergi ke lurus sampai Anda menemukan menara pusat kota, dari sana Anda tinggal belok ke kanan, sampai Anda menemukan bangunan yang memiliki palang berlogo bunga mawar” jawab lia, saat lia sudah menyelesaikan kata – katanya, tiba tiba arasi merasakan sesuatu, dan langsung menoleh ke arah timur, lia yang kebingungan kenapa arasi tiba – tiba menoleh ke belakang, bertanya kepada arasi  “apa ada sesuatu yang salah, tuan ?” tanya lia, “apakah ada gereja di sekitar sini ?” tanya lia, “iya tuan, ada gereja tua, tidak jauh dari sini, memangnya ada apa ya tuan ?”kata lia, “tidak apa – apa, aku hanya mendengar sesuatu, dan juga terima kasi atas informasinya”  jawab arasi, setelah itu arasi langsung pergi dari penginapan itu.

__ADS_1


Tidak di sangkah, ternyata arasi pergi ke gereja tua yang lia katakan tadi, terlihat gereja itu sudah sangat lama di tinggalkan, setelah itu arasi masuk ke gereja itu, setelah arasi masuk ke gereja itu, terlihat ada seorang wanita yang sedang duduk di lantai gereja, sambil berdoa di depan pantung yang sudah rusak, arasi pun langsung menghampiri wanita tersebut dan berdiri di samping kiri wanita itu, “kau berdoa kepada siapa ?” tanya arasi, wanita itu menjawab “aku berdoa kepada pilar keempat, sang penguasa kegelapan” jawab wanita itu tanpa meninggalkan posisi berdoanya, “aku kira hanya demon dan demonia yang berdoa kepadanya” kata arasi, “memang, tapi aku tepat berdoa kepadanya” kata wanita itu, setelah itu arasi memegang pundak wanita itu, saat arasi memegang pundak dari wanita itu arasi melihat kesengsaraan dari wanita itu, bahwa orang tua dari wanita itu mati di bunuh oleh sekelompok orang, saat dia masih kecil, wanita itu yang melihat orang tuanya di bunuh, langsung lari dari rumahnya, setelah itu dia menjadi gelandangan di kota ini, setelah beberapa hari dia tidak memiliki harapan, tiba – tiba dia melihat seorang yang dia kenal menghampirinya, sesaat harapannya kembali, sampai dia tahu bahwa orang itu hanya ingin memperbudaknya, setiap hari dia disiksa dan diperkosa oleh orang itu, di beri makanan yang tidak pantas, dipaksa untuk terus bekerja, siang dan malam tanpa henti , setiap hari hidupnya bagaikan di neraka, wanita itu selalu berpikir berpikir, “kenapa – kenapa aku harus menderita seperti ini, apa dosa yang kuperbuat sampai hidupku menjadi sesengsara ini” pikir wanita itu, setiap hari, dia selalu tersiksa, tidak satu detik pun dari hidupnya, dia tidak menderita.

__ADS_1


“kau berdoa untuk apa, ‘vengeance, or retribution’ ?” kata arasi, wanita itu yang terkejut mendengar perkataan arasi langsung membuka matanya dan melihat wajah arasi, arasi yang melihat itu langsung menghela napasnya dan berkata “satu – satunya yang bisa kutawarkan kepadamu adalah ‘vengeance, retribution, and fall’, jadi yang mana yang kau inginkan” kata arasi, wanita itu yang mendengarkan perkataan dari arasi langsung sedikit tersenyum dan berkata “satu satunya yang kuinginkan adalah ‘mercy’, tuanku” jawab wanita itu, “berarti kau berdoa di sisi yang salah” jawab arasi, wanita itu hanya terdiam mendengar perkataan arasi, arasi yang melihat wanita itu hanya terdiam, langsung mengambil kantong berisi ribuan koin emas dari invetory miliknya dan meletakannya di pangkuan wanita itu dengan tangan kananya, “ubahlah namamu, tempat tinggalmu, dan asal usulmu, tapi jangan mengubah dirimu, carilah hidup yang baru, dan jangan pernah kembali ke kehidupan lamamu” kata arasi, wanita itu menangis mendengar perkataan arasi, setelah itu arasi langsung pergi meninggalkan gereja itu.

__ADS_1


__ADS_2