
setelah itu arasi mencoba merasakan inti ‘mana’ miliknya menggunakan metode dari salah satu buku itu, setelah arasi berhasil merasakan inti ‘mana’ miliknya, arasi melepas satu cincin miliknya, untuk bisa menggunakan kemampuannya, setela arasi menemukan di mana lokasi inti ‘mana’ dunia dan mengetahui bentuk pasti dan cara kerjanya, arasi mengubah volume ruangannya tanpa mengubah bentuk fisiknya, setelah arasi sudah merasa ruangannya cukup besar, arasi membuat inti ‘mana’ miliknya, yang tiga kali lebih besar dari inti ‘mana’ dunia, dengan menggunakan teorinya tadi, setelah arasi berhasil menciptakan inti ‘mana’ yang sesuai dengan keinginannya, arasi mengubah ukuran inti tersebut ke ukuran yang sesuai dengan inti ‘mana’ yang ada di tubuhnya, tanpa mengubah rasio dari inti mana tersebut, setelah itu arasi mengganti inti ‘mana’ miliknya dengan inti ‘mana’ yang baru dia buat, setelah arasi selesai mengganti inti ‘mana’ milinya, arasi menyimpan inti ‘mana’ lamanya ke dalam inventorynya, setelah arasi selesai, arasi langsung mengembalikan ukuran dari ruangannya seperti semula, setelah arasi selesai mengembalikan ruangan seperti semula, arasi langsung memakai cincin yang dia lepaskan tadi, “hem, itu lebih mudah dari pada yang kupikirkan, apa aku selesaikan saja semuanya” pikir arasi, membaca satu persatu seluruh buku yang dia dapatkan dari perpustakaan tadi, tidak perlu waktu yang lama arasi akhirnya selesai mempelajari seluruh buku yang dia dapatkan dari perpustakaan, dan arasi sudah mengetahui siapa pemilik dungeon itu, kenapa dungeon itu berbeda dari dungeon yang lain, tidak hanya itu saja, arasi juga mempelajari skill – skill baru, sebagai contoh, fog control, dry life, awakening magic, soul break, teleport, wind step, lightning step, light step, ark, divine judgment, manipulation magic, explosion magic, inferno, absolute defense, body strengthening, body lightening, healing magic, area healing , full healer, all necromancer magic, tamer magic, slavery magic, creator magic, limit break, mp share, Priest Skills, MagicBlade Skills, Dancer Skills, Twin Slash, triple slash, unlimited slash, Shadowstep, Godspeed, Rampage, Sword Mastery, god sword, Hasso Happa, Zantei Settetsu, Bushido, Kairiki Ranshin, Lion Rage, Ultima Lion Rage, Internal Elixir, Ultima Qi Charge, Ninja Skills, Red Tear, Soul Hunter, Demon Claw, Eternal Nightmare, Minstrel Skills, Sanctuary, Brave Aura , Magic Barrier, Refine Equipment skill, master Blacksmith, God Blacksmith, legendary Refinement Equipment, legendary Customization Equipment, Master's Process Materials, Alchemy Skills, dan masih banyak lagi, yang tidak mungkin saya tulis satu persatu, setelah arasi selesai mempelajari seluruh buku yang ada, arasi mengembalikan buku tersebut ke inventory miliknya, setelah arasi selesai memasukkan seluruh buku yang dia keluarkan, arasi teringat dengan penjaga gerbang yang tiba – tiba menganggap arasi sebagai bangsawan, “ hmm, aku baru ingat, kenapa penjaga gerbang itu menganggap diriku sebagai bangsawan, apa ada sesuatu di permit, yang membuatnya berpikir aku adalah bangsawan” pikir arasi, setelah itu arasi langsung mengambil permit miliknya, dan membacanya, “kenapa nama yang tertera di permit ini ‘abyssalis arasi’, arasi memang namaku, tapi apa itu abyssalis, emmm, oh, aku baru ingat kalau sigil miliku itu ‘----------------’, dan jika di sebutkan dalam bahasa makhluk ciptaan, menjadi ‘abyssalis’, hmm, berarti bola kristal itu cukup hebat juga bisa mengartikan sigil milikku, walaupun sigil miliku di baca dengan bahasa yang tidak terucapkan, kalau tidak salah sigil itu bisa di artikan sebagai nama keluarga, mungkin dia salah mengartikan sigil milikku sebagai nama keluarga, itulah mengapa dia menganggapku sebagai bangsawan” pikir arasi, setelah itu arasi menyimpan kembali permit milinya, setelah arasi penyimpan kembali permit miliknya, tiba – tiba ada seseorang yang menggedor pintu kamarnya, “tuan, ini sudah jam makan siang, apa Anda mau makan di bawah atau saya bawakan ke atas” kata lia, “makan siang ?, aku tidak menyangka, aku butuh sepuluh menit untuk membaca seluruh buku itu” pikir arasi, “aku makan di bawah saja” jawab arasi, “meja Anda meja nomor 6 ya, tuan” kata lia, setelah itu lia kembali ke bawah, setelah lia kembali ke bawa, arasi pun pergi merapikan menajanya, dan pergi ke bawa, ke meja nomor enam.