A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 11


__ADS_3

Setelah arasi berjalan cukup jauh akhirnya arasi tiba di kota tempat manusia tinggal\, saat arasi ingin berjalan masuk ke kota tersebut arasi di hentikan oleh penjaga gerbang\, “*menghela napas* kita mulai lagi” pikir arasi\, “sepertinya Anda seorang pengembara ya\, untuk bisa masuk ke kota ini kau perlu membayar tiga koin tembaga untuk membuat entry permit” kata penjaga gerbang \,  arasi langsung mengambil satu koin emas yang dia temukan di perpustakaan tadi\, dari inventorynya\, penjaga yang melihat arasi mengeluarkan koin emas dari ketiadaan langsung bertanya kepada arasi “kau memilikin skill inventory ya ?” tanya penjaga gerbang\, “ya\, apakah inventory skill adalah hal yang langkah di sini ?” jawab arasi\, “ya itu sedikit langkah\, hanya sedikit pedagang dan pengembara yang memilikinya” jawab penjaga gerbang\, setelah itu arasi memberikan koin emas itu ke penjaga itu\, “baiklah\, ikuti saya” kata penjaga gerbang\, setelah itu arasi mengikuti penjaga itu ke pos penjaga\, “tolong tunggu di sini sebentar” kata penjaga itu\, setelah itu penjaga itu langsung pergi ke sebuah pintu untuk mengambil sebuah bola kristal\, penjaga itu meletakan bola kristal itu di menaja yang ada di depan arasi\, “tolong letakan tangan Anda di sini “ kata penjaga itu\, “kristal apa ini ?” tanya arasi\, “oh ini kristal pengenal\, saat Anda meletakan tangan Anda ke atas kristal ini\, kristal secara otomatis akan membuat entry permit untuk Anda” jawab penjaga gerbang\, setelah itu arasi langsung meletakan tangannya di atas bola kristal itu\, setelah arasi meletakan tangannya di aras boleh kristal itu\, bola kristalnya bersinar puti dan dari bawah bola kristal itu keluar sebuah buku saku tipis\, “Anda sudah boleh mengangkat tangan Anda” kata penjaga gerbang\, setelah itu arasi mengangkat tangannya dari bola kristal itu\, setelah itu penjaga gerbang\, mengambil buku saku itu\, dan mengecek isinya\, dan terkejut\, “Anda adalah seorang bangsawan ya\, tuan arasi ?” tanya\, “bangsawan\, emmm\, kalau tidak salah bangsawan itu orang yang sangat penting di suatu negara\, ya bisa di bilang aku termasuk seorang bangsawan” pikir arasi\, “ya bisa dibilang begitu” jawab arasi\, setelah itu penjaga itu membukukan badannya dan berkata “tolong maafkan saya atas ketidaksopanan saya” kata penjaga itu\, “tidak apa – apa\, aku tidak terlalu peduli tentang itu” jawab arasi\, setelah itu penjaga itu mengambil cap\, dan mengecap entry permit arasi\, “ini tuan arasi\, entry permit dan uang kembaliannya” kata penjaga sambil memberikan arasi permit dan kantong kulit\, setelah arasi mengambil permit dan uang kembaliannya\, arasi langsung memasukkan uang dan permitnya ke inventorynya\, “semoga hari Anda menyenangkan” kata penjaga gerbang sambil membungkuk\, setelah itu arasi langsung meninggalkan pos penjaga\, setelah arasi meninggalkan pos penjaga\, arasi akhirnya tiba di kota rosatin\, salah satu kota besar di kerajaan ross\, arasi pun berjalan menyusuri kota tersebut sambil membuka jendela statusnya\, “sembilan puluh sembilan koin perak dan sembilan puluh tuju koin tembaga ya?\, sepertinya 1 koin emas bernilai 100  perak dan satu koin perak bernilai 100 koin tembaga ya” pikir arasi\, setelah itu arasi berhenti sejenak di salah satu kedai makanan yang ada dan duduk di salah satu kursi di sana\, “mau pesan apa tuan ?” tanya sang penjual\, arasi pun melihat menu yang ada\, “tolong dua sayap naga\, dan satu ale” kata arasi\, “baiklah akan saya siapkan\, silakan tunggu sebentar” jawab sang penjual\, arasi yang menunggu makanannya matang\, membuka peta dari kota itu\, dan melihat lihat apa saja yang ada di kota\, ketika arasi sedang melihat map kota\, sang penjual mengantarkan pesanan arasi\, “ini dia tuan\, satu ale\, dan dua sayap naga” kata penjual itu\, “ya” jawab arasi\, arasi yang melihat pesanannya sudah siap\, langsung memakan – makanannya\, “sepertinya Anda baru tiba di kota ini ya?” tanya penjual makanan\, “ya aku baru sampai di kota ini” jawab arasi\, “jika Anda mau\, saya sarankan menginap di penginapan fry\, di sana penginapannya cukup bagus” kata penjual itu\, “ penginapan fry?\, di mana lokasinya ? “ jawab arasi\, “dari sini Anda tinggal lurus saja sampai menemukan bangunan yang memiliki palang bersimbol pohon apel” jawab sang penjual\, “ ya\, terima kasi atas sarannya” jawab arasi\, “tuan sepertinya tidak terlalu banyak bicara ya” kata penjual itu\, arasi yang sedang memegang gelas ale\, terhenti\, dan menurunkan gelas alenya\, “oh maafkan saya\, jika saya menyinggung Anda\, saya hanya merasa bahwa Anda tidak seperti orang yang akan makan di kedai pinggir jalan seperti ini\, oiya nama saya katrin” jawab katrin\, “namaku arasi\, kenapa kau bilang aku tidak terlihat seperti orang yang akan makan di kedai seperti ini ?” tanya arasi\, “bukan apa – apa saya hanya berpikir Anda seperti seorang bangsawan” jawab katrin\, “ya isah dibilang aku seorang bangsawan” jawab arasi\, katrin yang terkejut lang\, “aku tahu yang kau pikirkan\, jadi tolong jangan lakukan\, aku tidak terlalu suka menarik perhatian” kata arasi\, “maaf kan saya tuan arasi\, saya tidak menyangka\, bahwa ada seorang bangsawan yang akan makan di kedai saya” kata katrin\, “kenapa ?\, apakah bangsawan di sini tidak pernah makan di kedai” tanya arasi\, “sebenarnya iya\, bangsawan di kota ini lebih suka makan di rumah mereka atau di restoran berkelas” kata katrin\, “oh” jawab arasi\, setelah itu arasi melanjutkan makannya


__ADS_2