A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume

A Love That Will Never Be Avenged - Spesial Volume
chapter 18


__ADS_3

setelah sampai di lokasi tanaman obatnya\, yuri pun turun dari pundak arasi\, dan langsung muntah\, “*suara muntah* itu tadi apa tuan” tanya yuri\, “oh\, itu salah satu skill milikku” jawab arasi\, setelah itu arasi langsung ingin mengambil tanaman obat yang ada di depannya\, “tunggu sebentar tuan\, menurut saya\, lebih baik Anda menggunakan skill penilaian Anda dan skill penyimpanan Anda sekaligus\, ke arah tanaman itu” kata yuri\, arasi yang mendengar perkataan yuri\, mengurungkan niatnya mengambil tanaman obat itu\, dan berkata “kenapa ?” kata arasi\, “jika Anda menggunakan skill penilaian Anda dan skill penyimpanan Anda\, saat jendela penilaiannya muncul\, di pojok kiri bawah dari jendela itu\, nanti ada simbol tas\, ketika Anda menekan simbol itu\, tanamnya akan langsung masuk ke inventory Anda\, dengan keadaan yang lebih baik\, dari pada Anda memanennya secara manual” jawab yuri\, “kenapa kau tahu aku ada skill penyimpanan ?” kata arasi\, “oh\, itu\, karna aku melihat Anda memasukkan bangkai moster – moster tadi\, dengan hanya mengarakan tangan Anda ke arah bangkai moster itu” jawab yuri\, setelah itu arasi langsung mencoba teori yuri\, dan berhasil\, sesuai dengan perkataan yuri\, tanaman yang arasi panen dengan kedua skillnya\, memiliki seratus persen kelengkapan\, setelah itu arasi dan yuri\, mulai memanen semua tanaman obat yang dia dapatkan\, setelah selesai\, arasi dan yuri langsung berteleport ke kamar arasi di penginapan\, “apa kita di penginapan yang Anda tempati” tanya yuri\, “yap” kata arasi\, setelah itu arasi dan yuri keluar dari kamar itu untuk pergi ke gerbang timur\, saat arasi mau turun ke lantai satu penginapan arasi\, bertemu dengan lia\, “eh\, sejak kapan Anda kembali\, dan dari mana Anda memungut kucing itu” tanya lia\, “aku baru saja kembali\, dan kucing ini adalah seorang bakeneko\, namanya yuri” jawab arasi\, “yap\, namaku yuri\, salam kenal” kata yuri sambil menjulurkan tangannya\, “ehhh\, lucunya” kata lia sambil menjabat tangan yuri\, setelah itu lia akhirnya sadar bahwa dia terlalu dekat dengan arasi dan tiba – tiba menjauh\, dan berkata “saya mintak maaf tuan\, kalau saya terlalu dekat” kata lia dengan muka panik\, “tidak apa” kata arasi\, yuri yang melihat kejadian itu cuman duduk di pundak arasi dengan kebingungan\, “oiya\, kalau yuri adalah seorang bakeneko berati Anda adalah seorang penyihir\, ya?” tanya lia\, “tidak\, aku bukan penyihir\, aku memang bisa menggunakan sihir\, tapi aku lebih sering bertarung jarak dekat\, jadi aku bukan seorang penyihir” jawab arasi\, “owh\, emmm\, ngomong – ngomong\, kita belum berkenalan\, namaku lia” kata lia\, “namaku arasi” kata arasi\, “emmmm\, oiya\, ngomong -ngomong Anda mau ke mana\, padahal Anda baru saja kembali” tanya lia\, “aku mau ke gunung karfas\, karna masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan di sana” jawab arasi\, “oh kalau begitu\, semoga beruntung” kata lia\, “terima kasi?”  kata arasi\, setelah itu arasi dan yuri pergi meninggalkan penginapan untuk pergi ke gerbang timur\, sesampainya arasi di gerbang timur\, arasi di hentikan oleh penjaga gerbang di sana\, “premit” kata penjaga itu\, setelah itu arasi memberikan kartu petualang miliknya\, setelah penjaga memeriksa kartu petualang milik arasi\, penjaga itu memberikan kembali kartu petualang arasi dan berkata “oke\, Anda sudah bisa pergi sekarang” setelah itu arasi mengambil kartu petualangnya\, setelah itu arasi dan yuri pergi\, setelah pergi sekitar 2km dari gerbang kota arasi mengaktifkan skill pendeteksi miliknya\, yuri yang bingung kenapa arasi tiba – tiba berhenti\, bertanya kepada arasi “tuan\, kenapa kita berhenti di sini” tanya yuri\, “aku sedang mencari lokasi pasti dari gunung karfas\, sekaligus mencari lokasi pasti di mana moster yang perlu kuburu” jawab arasi\, “owh” kata yuri\, setelah arasi menemukan lokasi pasti gunung karfas dan lokasi pasti dari moster yang ingin dia buruh\, arasi langsung menggunakan kedua skill miliknya untuk pergi ke gunung itu\, setelah arasi dan yuri\, sampai ke gunung karfas\, arasi langsung menggunakan skill wind step\, untuk mendaki gunung itu\, setelah arasi sampai 10m dari tempat yang ingin dia tujuh\, arasi pun berhenti\, untuk mengintai buruannya\, terlihat sekawanan makhluk yang mirip bison\, tapi memiliki badan sebesar gajah\, dan memiliki tanduk yang berkilau\, ada di padang rumput\, yang berjarak 10m dari tempat arasi berpijak\, “eh\, jadi ini yang namanya harbes\, menurut misinya aku perlu mengulitinya\, sepertinya aku perlu menggunakan soul break” pikir arasi\, setelah itu arasi mengunci pandangannya ke kawanan harbes tersebut\, setelah itu\, arasi langsung menggunakan skillnya\, seketika seluruh kawanan harbes itu mati tanpa terluka sedikit pun\, yuri yang melihat kawanan moster itu tiba – tiba mati\, bertanya kepada arasi\, “tuan\, apakah Anda yang melakukannya” kata yuri\, “yap\, lebih baik kita cepat ke sana dan menguliti mereka” jawab arasi\, setelah itu arasi langsung pergi ke tempat bangkai kawan harbes itu berada


__ADS_2