
Lima puluh triliun tahun yang lalu\, sebelum perang suci ke dua belas alam semesta terjadi\, saat ke dua belas semesta belum terbentuk\, terjadilah sebuah peristiwa yang menyebabkan terbentuknya satu entitas yang di juluki firten\, setelah itu entitas tersebut menciptakan 4 entitas lainnya untuk membantunya menciptakan semesta\, yang dijuluki lima pilar\, setiap pilar mewakili unsur – unsur yang membentuk semesta\, ‘keadilan’\, ‘cahaya’\, ‘akal’\, ‘kegelapan’ serta ‘kematian dan kehidupan’\, kelima pilar tersebut membentuk dua belas ruang hampa\, yang sekarang di sebut mt atau semesta\, setelah parah pilar membentuk ruang hampa tersebut\, pilar kedua menciptakan para ‘kami’ untuk mengatur dan menyeimbangkan kedua belas ruang hampa tersebut\, dilanjutkan pilar ketiga yang menciptakan “human” dan akal pikiran \, setelah itu dilanjutkan pilar keempat yang menciptakan demon dan demonia sebagai simbol kegelapan dan sebagai penyeimbang baik dan buruk\, diikuti pilar kelima yang menciptakan *Shinigami* dan ‘siklus kehidupan dan kematian’\, tidak sampai di sana saja para pilar juga menciptakan ruang hampa lain di antara ke dua belas semesta sebagai pangkalan mereka\, pilar pertama menciptakan the last\, sebagai tempat pengadilan. pilar kedua menciptakan gordest\, sebagai tempat pertemuan para *kami*. pilar ketiga menciptakan perpustakaan abadi\, sebagai tempat penyimpanan buku takdir. pilar keempat menciptakan the void\, sebagai awal kegelapan. dan pilar kelima menciptakan verdest\, sebagai tempat berkumpulnya para jiwa. setelah itu para pilar menciptakan dunia yang tidak terhitung jumlahnya di kedua belas mt sebagai tempat para ciptaan mereka\, waktu pun berjalan hari demi hari tahun demi tahu abat demi abat mereka melihat dari tempat mereka masing – masing\, para ciptaan mereka saling berinteraksi satu sama lain\, sampai suatu saat pilar pertama memanggil para pilar lainya untuk melakukan pertemuan di the last\, ketika keempat pilar terebut sampai di the last\, mereka pun memasuki kastel milik pilar pertama\, setelah mereka memasuki kasti\, terlihat pilar pertama yang sekarat\, duduk di singgasananya\, seketika semua pilar lainya berlari mendekati pilar pertama dengan panik\, “apa yang harus kita lakukan” teriak pilar kedua dengan paniknya\, “diamlah di saat sepeti ini kita tidak boleh panik” jawab pilar ketiga\, sementara itu pilar keempat dan pilar kelima hanya kebingungan melihat pilar kedua dan pilar ketiga kepanikan sepeti bocah yang akan di tinggal pergi oleh ayahnya\, “apa apaan tatapan kalian berdua\, kalian seolah tidak peduli sama sekali apa yang sedang terjadi\, atau jangan – jangan ini rencana kalian” teriak pilar kedua ke arah pilar keempat dan pilar kelima\, “apa maksudmu berkata seperti itu\, tugasku hanya menyeimbangkan antara kegelapan dan cahaya\, bukan untuk panik melihat pilar pertama sekarat” jawab pilar keempat dengan aura membunuhnya ke arah pilar kedua\, “kau!!!” teriak pilar kedua sambil mengarahkan pukulan ke arah pilar keempat yang akhirnya di tahan oleh pilar ketiga\, “cukup\, tenangkan dirimu\, dan untukmu pilar kelima\, aku bisa mentoleransi kenapa kau hanya diam melihat pilar pertama sekarat tapi aku tidak bisa mengerti kenapa kau sangat tenang pilar keempat” kata pilar ketiga sambil menatap ke arah pilar keempat\, “sudah kukatakan\, tugasku hanya menyeimbangkan antara kegelapan dan cahaya\, dengan kata lain\, selain dari itu\, bukan urusanku” jawab pilar keempat\, pilar kedua yang mendengar perkataan pilar keempat\, menjadi semakin ingin memukulnya\, “cukup!\, kalian bertiga” teriak pilar pertama\, seketika semuanya menjadi sunyi\, “dengar perkataanku baik – baik\, tujuanku mengumpulkan kalian semua di sini untuk memberitahu kalian bahwa waktuku telah tiba\, dan sebagai tugas terakhirku aku akan memberi kalian sebuah nama untuk di sandang\, pilar kedua mulai hari ini kau akan dikenal sebagai kagami\, pilar ketiga kau akan dikenal sebagai tanaka\, pilar kelima mulai hari ini kau dikenal sebagai grimzan” kata pilar pertama yang sedang sekarat dan sedikit demi sedikit menghilang\, “maaf sebelumnya menyela kesedihan kalian\, tapi sepertinya giliranku terlewat” kata pilar keempat\, kagami yang mendengar perkataan pilar keempat langsung melayangkan pukulan ke arah pilar keempat sambil berteriak “dasar kau baj***an!” kata kagami sambil melancarkan pukulan ke arah wajah pilar keempat\, kali ini pilar keempat tidak diam saja\, pilar keempat menahan pukulan dari kagami dengan kelingkingnya\, sambil menguap pilar keempat berkata “*menguap* seharusnya kau tahu posisimu\, agar kau tahu saja\, ini mulai membuatku kesal” kata pilar keempat\, “sudah kubilang cukup !!! *batuk*” teriak pilar pertama\, “aku tidak melewatkanmu pilar keempat\, dan untukmu kagami tolong tenanglah” kata pilar pertama\, pilar kedua pun mulai menenangkan dirinya untuk bersikap tenang\, “baiklah karna semuanya sudah tenang aku akan memberikan pesan terakhirku *batuk*\, untuk pilar keempat kau akan menyandang nama arasi sekaligus menyandang gelar pilar pertama dan pilar keempat untuk menggantikan diriku” kata pilar pertama\, setelah pilar pertama menyelesaikan perkataannya\, dirinya pun menutup matanya dan menghilang menjadi partikel cahaya kecil\, kagami yang mendengar perkataan terakhir pilar pertama berkata kepada arasi sambil menarik kerah baju arasi\, “aku tidak akan pernah mengakui dirimu sebagai pilar pertama\, camkan itu di pikiranmu” kata kagami\, “kau kira aku butuh persetujuan darimu” jawab arasi sambil membalas mencengkeram kerah baju kagami\, setelah itu aura di sekitar mereka berdua menjadi dingin\, kagami pun mendorong arasi\, dan dengan cepat mengambil pedangnya dan ingin menebas arasi\, arasi yang melihat kagami ingin menebasnya langsung mengeluarkan sabitnya dan menahan pedang kagami dengan sabitnya\, “kau sudah gila\, aku hampir mati olehmu\, ini sudah tidak lucu lagi untuk sebuah lelucon” kata arasi\, “siapa bilang ini lelucon ha?” jawab kagami dengan tatapan penuh kebencian\, arasi yang melihat muka kagami yang menatapnya dengan penuh kebencian\, menghelakan napasnya dan mendorong pedang kagami dengan sabitnya\, kagami yang ikut terdorong\, terpental ke belakang\, dan menabrak pintu kastel\, setelah arasi menjatuhkan kagami\, dia membentangkan sayapnya dan ingin terbang pergi dari the last\, kagami yang melihat arasi ingin pergi pun berkata “mau ke mana kau pengecut !\, aku belum selesi denganmu” teriak kagami\, arasi pun menjawab “bagiku itu telah selesai\, aku juga tidak terlalu peduli tentang posisi itu\, jadi\, jika kau ingin posisi itu ambil saja\, dan urusi egomu yang besar itu” jawab arasi\, setelah itu arasi pun terbang meninggalkan mereka semua\, kagami yang melihat arasi pergi\, ingin mengejarnya\, tapi sayangnya\, sayapnya ditahan tanaka dari belakang\, “lepaskan aku tanaka\, aku ingin mengejar bedebah itu” teriak kagami\, “kita terlalu banyak menghadapi masalah saat ini\, jadi tenangkan dirimu\, jangan menambah masalah baru lagi” jawab tanaka\, kagami yang mendengar perkataan tanaka pun sadar dan menenangkan dirinya\, tenaka yang melihat kagami telah tenang pun melepaskan sayap kagami\, “ jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan aku ingin kembali ke tempatku” kata kagami\, setelah itu kagami terbang meninggalkan mereka\, “jadi apa aku sudah boleh pulang ?” tanya grimza\, “ya\, kau sudah boleh pergi” jawab tanaka\, setelah itu grimza pun pergi\, “*helaan napas* kenapa harus seperti ini” kata tanaka.