
Hari ini kami sudah mulai masuk sekolah, aku berangkat dengan Bang Noa. Setelah kejadian kemarin aku mulai mencoba untuk mendengarkan penjelasannya dulu dari pada berpikir hal yang tidak tidak.
"Kok ada seragam kita sih di tempat Om Ri?", Tanyaku pada Bang Noa.
"Aku kan sudah bilang. Aku menyuruh Hyunsuk untuk mencarimu, jadi tau kan kenapa aku bisa membawa seragammu ke sana", balasnya.
"Ya ya ya, kau tau semuanya bukan? Dasar tidak adil", balasku sambil memalingkan muka.
"Kamu tambah cantik kalau merajuk begitu", ucap Bang Noa. Jujur aku senyum senyum sendiri.
"Gak usah sok marah dari kaca mobil kelihatan kok kalau lagi seneng. Mana senyum senyum gitu", tambah Bang Noa. Aku mulai panik tetapi tiba tiba tangannya membelai rambutku.
"Udah udah jangan ngambek ya", imbuhnya lagi. Aku cuma mengangguk dan memilih kembali menikmati perjalan kami ke sekolah.
Lima belas menit kami sampai di sekolah. Aku dan Bang Noa turun dari mobil.
"Gila, pasutri baru dateng", ucap Raesung.
"Lah dah sampai aja lu pada?", Ucapku pada Raesung, Mery,Midam, Gon, dan Seunghun.
"Iye, eh si Bokir dimana kok belom nongol?", Tanya Gon.
"Udah di kelas dia mah, yok masuk", balas ku.
Aku dan Bang Noa sama Mery masuk kelas duluan sisanya mereka ke ruang kepala sekolah.
"Duduk sama aku ya?", Ucap Bang Noa.
"Enggak ah sama Mery aja", jawabku gak mau nimbulin kecurigaan warga satu kelas.
"Gw mau duduk sana Raesung lah. Ya kali gw biarin dia duduk sama orang lain", jawab Mery.
"Ah elah posesif amat lu jadi orang", balasku.
"Sama aku aja lah, apa gw jelek jadi gak mau sama aku?", Tanya Bang Noa mulai ngeluarin tingkah yang menurutku bukan dia banget.
"Iya iya, jangan tingkah begitu. Bikin mual tau gak", jawabku sambil muterin bola mata. Sedang Bang Noa cuma senyum senyum aja.
Beberapa menit wali kelas kami membawa dua tiga murid baru. Aku terkejut, dua orang itu adalah Raesung dan Midam. Sedang satu lagi dia adalah Maria. Ya bisa di pastikan akan banyak hal yang membuatku malas untuk sekolah mulai detik ini.
"Anak anak hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan kalian memperkenalkan diri", ucap Wali kelas kami.
"Hai semua, aku Raesung pindahan dari sekolah Bayangan. Mohon bantuannya", ucap Raesung setelah membungkukkan badan.
"Hai. Aku Midam senang bertemu kalian", ucap Midam sambil melambaikan tangan.
"Hai semuanya, nama saya Maria. Saya pindahan dari sekolah Sakura, semoga kita dapat berteman", ucap Maria.
"Nah sekarang kalian duduklah di tempat yang masih kosong", ucap Wali kelas.
"Maaf bu, bisakah saya duduk dengan Noa? Dia teman saya satu satunya Bu", ucap Maria. Yang membuatku langsung membelalakan mataku.
"Ah elah nanti juga akrab sama yang lain. Dulu juga lu masuk TK juga gak kenal siapa siapa", ucapku tiba tiba membuat semua orang yang ada di sana melihatku.
"Nia, kamu gak boleh gitu", kata wali kelasku. Aku hanya diam saja.
"Sudah kamu pindah aja disana si samping Midam", imbuh wali kelasku.
Aku beranjak dari sana, Bang Noa juga gak ada pembelaan apa pun untuk diriku.
"Gitu kok aku gak boleh mikir aneh aneh", ucapku setelah duduk di tempat Midam.
"Udah udah nanti biar aku yang urus", hibur Midam.
__ADS_1
"Gak usah gak papa juga kok", balasku terus tersenyum.
"Kalian belajar sendiri dulu, karena semua guru masih akan mengadakan rapat", kata Wali kelasku lalu meninggalkan kami. Seketika kelas menjadi ramai.
"Gw keluar bentar ya", ucapku pada Midam yang membaca buku, dia menoleh lalu mengangguk.
Aku pun berjalan ke kelas sebelah tepatnya di kelas Bokir, saat aku main nyelonong masuk ke dalam ternyata ada guru di kelas Bokir.
"Eh eh kamu kelas sebelah kan? Kenapa main masuk masuk kesini?" , Tanya guru itu.
Aku menggaruk garuk kepalaku. Aku sedikit malu tapi udah terlanjur masuk.
"Anu bu, mau cari bokir. Eh maksud saya adznan bu", ucapku sambil cengar cengir.
"Ingat ya anak anak tugasnya di kumpulkan minggu depan mengerti?", Tanya guru itu kepada siswa di kelas Bokir dan aku?. Aku masih berdiri di sana tetapi terabaikan.
"Ya sudah sana", ucap Guru itu lalu meninggalkan kelas. Sedang Bokir, Gon dan Seunghun malah ketawa melihatku.
"Aseem, gw pikir gak ada gurunya", ucapku.
"Lagian lu mikirin apaan sih kok sampai segitunya?", Tanya Bokir, aku diam dan melihat dua anak di samping Bokir yang sepertinya tahu apa yang aku alami.
"Ke atap yok, ngapain di sini juga?", Tanyaku ke mereka.
"Boleh, tapi gw ambil rokok dulu", bisik Bokir.
"Gak pakek mau gw bogem lu?", Cegah ku.
"Iye iye, tapi tumbenan lu ngajak kesana? Biasanya baru ada unek unek lu naik ke atap", tanya Bokir.
"Banyak ngomong kali sih", bentakku.
"Iye iye, makin garang aja tekanan batin apa gimana?", Tanya bokir lagi belum sempat aku menjawab.
"Iye iye dah jangan ngomel yok", ucap Bokir jalan duluan.
"Enggak, cuma dia mau duduk sama Bang Noa. Dan gw ke usir deh", jawabku santai.
"Emang tu anak ngajak ribut aja dari dulu", ucap Gon dan membuat otakku berakal sehat dan memiliki ide.
"Emang dia dulu ngapain?", Tanyaku mulai memancing. Gon tipe orang yang enak diajak ngobrol beda sama si Seunghun.
"Ya gimana ya, orang dia aja–",
"Gooon, bisa diem gak?", Ucap Seunghun yang menggagalkanku mencari informasi tentang Maria.
Sesampainya di atap aku lebih memilih memandangi sekitar, berada di ketinggian mungkin lebih menenangkan. Tempat dimana aku selalu menjadikannya pelarian dari apa saja yang aku hadapi.
"Mikirin apa?", Tanya Bang Noa tiba tiba ada di sampingku.
"Enggak ada. Emang mikirin apa?", Aku malah balik nanya ke dia.
"Aku udah tahu kebiasaanmu di sini selama tiga tahun sekolah di sini", jawabnya.
"Apa yang kau pikirkan?", Tanya Bang Noa lagi.
"Aku gak mikirin apa apa", jawabku.
"Niaaa!!", Suaranya mulai tertahan. Aku tau dia marah tapi gak mau marah padaku.
"Kir, lu sama anak anak haus gak? Gw beliin minum ya?", Tanyaku yang di acungi jempol oleh Bokir.
Tanpa pikir panjang aku langsung meninggalkan Bang Noa dan turun ke bawah. Sialnya, aku malah bertemu Maria.
__ADS_1
"Hai Nia", sapanya.
"Hai", balasku hendak melewatinya.
"Tunggu", dia masih menahanku dari tempatku.
"Apa?", Tanyaku entah lah rasanya emosi mulai terpancing.
"Lu sadar gak sih hubungan lu sama Noa gak bakal bisa di terima?", Ucap Maria tiba tiba.
"Hubungan apa? Aku sama Bang Noa–"
"Gw liat Nia. Gw liat semuanya kalau kalian itu saling mencintaikan? Gak usah munafik", ucapnya.
"Kalau iya kamu mau apa?", Tantangku. Dia hendak menamparku tetapi tangannya masih bisa ku tahan.
"Jangan main tangan tau gw buat lu gak punya tangan", kata ku sebagai peringatan buat dia. Dia melepaskan tangannya dan aku melepaskannya naasnya dia malah terjatuh.
"Lah gitu aja udah ambruk", ucapku.
"Niaaa!!", Suara Bang Noa terdengar dingin. Aku menoleh kebelakang ternyata dia sudah tepat di belakangku.
"Kamu apain Maria?", Tanya Bang Noa.
"Aku gak popo kok Noa, mungkin Nia tadi gak sengaja ngedorong aku", Ucap Maria.
"Dasar ratu drama", ucapku sambil memperhatikannya.
"Nia, kamu kenapa sih kaya gini? Maria salah apa? Ayo sekarang minta maaf", ucap Bang Noa, sembari berjalan mendekati Maria dan membantunya berdiri.
"Lah aku gak salah kenapa aku yang minta maaf?", Tanyaku lagi.
"Niaaa!! Minat maaf sekarang!!", Ucap Bang Noa dengan suara mulai terdengar emosi.
"Tapi Bang aku–",
"Minta maaf sekarang!!", Bentaknya. Pertama kali aku melihat Bang Noa membentakku seperti ini.
"Jadi kamu percaya dia apa aku?", Tanyaku padanya.
"Sudah jelas begini, kamu masih mau menyangkal?", Ucapnya yang membuatku benar benar sudah mulai lelah.
"Benar kan, semua yang aku pikirkan. Hubungan kita ini salah, gak seharusnya aku menyukaimu begitu pula sebaliknya", ucapku padanya.
"Apa maksudmu?", tanya Bang Noa.
"Aku sudah mulai belajar untuk lebih percaya dengan apa yang kau jelaskan. Tapi kau tak mau mendebgarkan penjelasanku bukan? Udah lah Bang, kita akhiri aja", jawabku lalu meninggalkan mereka.
Aku berlari menuju kelas dan mengambil tasku.
"Mau kemana?", Tanya Mery.
"Gw mau bolos, bilang aja gw sakit ya minta tolong banget", ucapku lalu meninggalkan sekolahan.
"Cup, jemput gw sekarang", ucapku pada ucup di sebrang sana.
"....."
"Udah cepetan", sambungan ku akhiri.
Dua puluh menit akhirnya dia datang aku langsung masuk ke mobilnya.
"Anterin aku pulang, habis itu anterin aku ke bandara", ucapku setelah masuk ke mobilnya.
__ADS_1
"Hey ada apa?", Tanyanya
"Gw mohon turutin apa yang gw ucapin kali ini. Dan jangan sampai anak anak tau", balasku.