
Noa kembali ke kelasnya bersama dengan Maria. Mery yang menyadari kedatangan mereka hanya menghembuskan nafas kasar dan memilih duduk di bangkunya.
"Kau kenapa hmmm?", Tanya Raesung.
"Entahlah sejak wanita itu datang semuanya menjadi sangat kacau", balas Mery. Sambil melihat kearah Noa dan Maria. Tiba tiba Midam datang kearah Mery dengan tergesa gesa.
"Nia mana?", Tanya Midam.
"Dia balik tadi, katanya ada urusan", balas Mery.
"Sial gw terlambat", balas Midam memukul meja Mery dan Raesung.
"Apaan si gebrak gebrak meja segala?", Teriak Raesung.
"Kita udah telat. Gw denger guru guru tadi ngerapatin pindahnya Nia yang mendadak. Dan mungkin dia tadi ngajak kita kita semua ke atas buat salam perpisahaan", ucap Midam yang terkenal kalem bisa sepanik ini.
"Jadi, si Nia pindah sekolah gitu?", Tanya Mery yang terkejut.
"Gw mau nyusul aja siapa tahu dia masih dirumah", sahut Midam dan mengambil tasnya. Tapi ia melihat Noa lebih dahulu pergi meninggalkan kelas itu. Midam mengurungkan niatnya lalu mulai mendekati Maria.
"Lu kan tersangkanya? Jangan jangan lu adalah mata mata Yoga?", Ucap Midam mengintimidasi Maria.
"Emang gw pelakunya, tapi gw bukan mata mata. Gw cuma mau apa yang jadi milik gw", balas Maria.
"Emang wanita sia–", ucap Midam tertahan setelah mendengar suara tamparan.
Plaaaak. . . .
"Sakit jiwa emang lu ya", ucap Mery setelah menampar Maria.
"Lu tu enak. udah buang di jalan udah di tolong di kasih tumpangan tapi malah ngelunjak", bentak Mery.
"Punya hak apa lu nampar gw hah?", Teriak Mery.
"Bahkan bunuh lu aja gw berhak sialan", teriak Mery mulai tak terkendali. Raesung mulai menenangkan Mery.
"Kita cabut aja kerumah Nia", ucap Bokir di depan pintu.
"Soal siluman satu itu, kita urus nanti", tambahnya dingin. Merekapun meninggalkan Maria dan tatapan anak anak lain yang seakan bertanya tentang apa yang terjadi.
Noa mengendari mobilnya menuju rumahnya. Ia mengabaikan panggilan berkali kali dari Midam dan teman temannya. Ia sangat amat merasa bersalah telah membentak Nia. Hingga berujung begini. Dengan laju mobil yang lumayan kencang. Tak butuh waktu lama ia sampai di rumahnya.
"Niaaa!!", Teriak Noa saat membuka pintu dan melihat kedua orang tuanya tengah duduk di sofa.
"Ma, Nia mana?", Tanya Noa ke pada mamanya. Tapi mamanya hanya diam tak bergeming sedikit pun. Lalu papanya berdiri.
__ADS_1
"Lupain Nia, gak seharusnya kalian begitu", kata sang papa.
"Maksud papa apa sih pa?", Tanya Noa yang mulai bingung kemana arah pembicaraan mereka.
Papanya pun langsung mengeluarkan Hp dari sakunya dan memberikannya pada Noa. Noa terkejut sebentar di sana ada fotonya bersama dengan Nia di ranjang kasur. Serta sebuah video dimana percakapan mereka malam itu terdengar jelas.
"Sudah paham kan? Jadi papa minta jauhi Nia", ucap papanya.
"Maaf pa, tapi ini Noa gak bisa, Noa udah janji bakal terus ada di samping Nia", jawab Noa.
"Noa, tolong sekali ini kamu hargai saya sebagai papa kamu. Kamu dan Nia itu adik kakak gak mungkin kalian menjalin sebuah hubungan seperti itu", jelas Papa Noa.
"Tapi maaf pa, sebuah perasaan yang tumbuh juga gak bisa di kendalikan dengan mudah begitu saja. Dan satu lagi, Noa dan Nia gak ada hubungan darah sama sekali", jawab Noa lalu melangkah pergi.
"Noa!!! Jika kau tetap mencari Nia maka kau harus pergi dari rumah ini. Semua fasilitas kamu juga papa cabut begitu juga Nia", teriak papanya terlihat amarah mulai menguasai laki laki paruh baya itu.
"Noa masih bisa hidup, dan Noa akan tetap mencari Nia", balas Noa lalu melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.
"Noa!!", Teriak mama yang membuat Noa berhenti.
"Apalagi Ma?", Tanya Noa, tetapi ia terkejut melihat Hp Nia berada di tangan mamanya.
"Ini kan?", Ucapnya menggantung.
"Ma, Nia dimana?", Tanya Noa menggenggam tangan mamanya.
"Maafin mama sayang, mama gak bisa kasih tahu. Ini memang yang terbaik buat kalian", jawab mamanya sembari menunduk.
"Baik apanya hah? Setelah mama sama papa misahin kita? Mama sama papa gak tau apa yang terjadi semenjak kalian pergi. Kalian gak tau apa bahaya yang akan terjadi jika Nia sendirian", ucap Noa mulai frustasi.
"Maksud kamu apa? Ada apa?", Tanya mama tetapi tidak di tanggapi oleh Noa. Dia mengambil ponsel Nia dan mulai berlari meninggalkan rumahnya.
"Mengapa aku begitu ceroboh?", Kata Noa pada dirinya sendiri. Ia mengambil ponsel Nia dan mulai membukanya. Dimana terlihat jelas foto mereka berdua di atas bukit terpasang sebagai layar dasar ponselnya. Ia mulai membuka log panggilan dan mendapati bahwa Nia telah menelfon Hyunsuk. Dengan segera ia menelfon Hyunsyuk tapi nomornya tidak aktif.
"Siaaaal!!", Umpatnya. Ia pun melangkahkan kakinya menuju tempat Om Ri.
Sesampainya di rumah Om Ri mata Noa mulai menyala nyala. Raesung dan Gon tahu betul bahwa Noa sedang tidak baik baik saja
"Mana wanita sialan itu?", Tanya Noa pada anak anak di sana. Mereka hanya diam membuat Noa semakin menjadi jadi. Ia masuk kedalam rumah Om Ri di ikuti anak anak yang lain.
"Loh sayang, kamu kena–",
Plaaak. . . .
Satu tamparan keras membungkam mulut Maria.
__ADS_1
"Kau wanita sialan, tak tahu diri" , ucap Noa.
"Maksud kamu apa?", Tanya Maria dengan air mata mulai bercucuran.
"Jangan pikir aku gak tau, siapa lagi yang tahu nomor mama selain kamu? Satu geng di sini saja gak ada yang tau kecuali Nia. Jadi siapa yang harus ku tuduh hah?", Teriaknya Noa mulai mencengkram leher Maria.
Noa akan sangat sulit di kendalikan jika ia benar benar telah marah.
"Noa, lu gila ya? Lu bisa bunuh anak orang", cegah Raesung.
"Sekalian aja gw bunuh aja manusia gak tau terimakasih ini", teriak Noa.
Akhirnya Bokir, Gon , seunghun dan Raesung mencoba untuk melepaskan cengkraman kuat Noa dari leher Maria.
Bugh. . .
Bokir langsung memukul wajah Noa. "Eh setan. Lu bunuh dia juga percuma gak bakal bisa buat baik keadaan", teriak Bokir. Noa pun terlihat lebih kontrol.
"Dam, hubungin semua jaringan buat Nyari Nia. Satu lagi, lacak nomor Hyunsyuk", ucap Noa sambil terduduk di lantai.
"Dan bawa wanita itu ke gudang", ucap Noa yang membuat Mery dengan suka rela membawa Maria ke gudang.
Ponsel Noa berdering panggilan dari Hyunsyuk.
"Halo, lu dimana?", Ucap Noa.
"Santai, selow dulu", jawab Hyunsuk.
"Gimana gw bisa tenang hah? Nia pergi dari rumah", balas Noa sambil mengacak acak rambutnya frustasi.
"Apa kau se frustasi ini sekarang? Lalu kenapa kau tak mempercayainya tadi?", Tanya Hyunsuk yang membuat Noa terdiam.
"Biarkan dia tenang dulu, tunggu waktu yang pas dan aku akan memberi tahu dia ada dimana", jawab Hunsyuk.
"Kenapa kau menyembunyikannya dari ku haah?", Teriak Noa kali ini.
"Aku hanya ingin kau memikirkannya sekali lagi. Dia begitu mencemaskanmu bahkan dia mau pindah karena dirimu. Karena dia merasa tak pantas dan wajib untuk melindungimu", ucap Hyunsuk mulai meninggikan nada bicaranya.
"Jika kau memang tak yakin untuk Nia. Lebih baik jangan pernah bertemu dengannya lagi", tambah Hyunsuk.
"Biarkan dia tenang, jika sudah tiba waktunya aku akan mempertemukan kalian", jawab Hyunsuk mematikan sambungan telepon mereka.
Noa langsung membanting ponselnya dadanya kembang kempis menahan amarah yang luar biasa.
"Jangan salahkan aku, jika aku kembali seperti dulu", ucap Noa membuat semua anak di sama merubah wajah mereka menjadi mengelam.
__ADS_1