Adik Iparku Kekasihku

Adik Iparku Kekasihku
Berbohong Padaku


__ADS_3

Arsen berjalan ke arah balkon kamar lalu menatap langit senja. "Mungkin senja memang selalu jadi perpisahanku dengannya, aku ikhlas jika kau bukan jodohku. Tapi, suatu saat nanti kau harus tahu siapa suamimu sebenarnya, dia tidak seperti yang kau pikirkan, Sha. Rasanya memang sakit, tapi rasa sakit ini bukan untuk pertama kalinya, karena aku berulang kali patah hati, pada wanita yang sama. Dan itu kamu," ucap Arsen sambil tersenyum kecut. Lamunan Arsen pun buyar saat terdengar suara ketukan pintu di kamarnya.


Tok tok tok


"Tuan Arsen!"


"Iya Bi, ada apa?"


"Ada Nona Chelsea."


"Suruh tunggu di bawah, Bi."


"Iya Tuan."


Arsen kemudian keluar dari kamarnya, lalu menemui Chelsea yang sudah menunggunya di sofa ruang tamu. "Arsen!" panggil Chelsea saat Arsen mendekat padanya.


"Ada apa Chelsea?"


"Apa aku menggangumu?"


Arsen lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Tidak, tapi tolong jangan bahas tentang masalah tadi pagi. Seribu kali kau menanyakan itu, jawabanku tetap sama."


"Tidak Arsen, aku datang ke sini hanya untuk berpamitan denganmu. Sekaligus aku mau minta tolong padamu."


"Berpamitan? Kau mau kemana Chelsea? Selama aku bisa, aku akan membantumu."


Chelsea lalu tersenyum. "Kau sudah pergi begitu lama, Arsen. Dan selama kau pergi, aku selalu menunggumu. Kupikir setelah kepergianmu, kau bisa membuka hatimu untukku, tapi ternyata aku salah. Ternyata hatimu tetap untuk wanita itu, cinta pertamamu."


"Maafkan aku, Chelsea."


"Tidak apa-apa, sekarang aku sadar. Cinta memang tidak bisa dipaksakan, Arsen. Jadi, aku memilih untuk pergi dan melupakanmu. Kuharap saat aku hidup di tempat yang baru, aku bisa menemukan kehidupan yang baru, tanpa belenggu masa lalu."

__ADS_1


"Iya Chelsea, semoga saja. Semoga kau bisa membuka hatimu untuk yang lain, dan hidup bahagia dengan orang yang benar-benar mencintaimu."


Chelsea pun tersenyum kecut. "Arsen, maukah kau mengantarku ke Bandara? Hari ini, aku hanya ingin memiliki kenangan indah bersamamu," ucap Chelsea, diiringi air mata yang mulai keluar dari kedua sudut matanya.


"Iya Chelsea, sudah jangan menangis. Kau wanita yang cantik, pintar, dan baik. Kalau kau mau membuka hatimu, kau pasti bisa menemukan laki-laki baik yang mencintaimu dengan tulus."


Chelsea kemudian menganggukkan kepalanya sambil menutup mulutnya, menahan rasa sakit yang begitu dalam di hatinya. Awalnya dia berharap jika kepulangan Arsen, bisa menorehkan kisah yang baru untuk hubungan mereka, tapi nyatanya tidak. Meskipun pada dasarnya, dia dan Arsen sama-sama terbelenggu pada cinta pertama yang sangat sulit mereka lupakan. Bedanya, dia memilih untuk menyerah, sedangkan Arsen memilih untuk tetap memperjuangkan, biarpun resikonya harus menanggung rasa sakit yang tanpa berkesudahan, dan entah sampai kapan ujungnya.


Melihat Chelsea yang masih terisak, Arsen kemudian menarik Chelsea ke dalam pelukannya. "Chelsea, tenangkan dirimu, sekali lagi maafkan aku."


"Iya Arsen, tidak apa. Aku yang sudah salah bersikap seperti ini di depanmu. Aku sudah memilih untuk melupakan, seharusnya aku tidak bersikap seperti ini."


"Tidak apa-apa, Chelsea."


"Terima kasih, Arsen. Kita pergi sekarang ya!"


"Iya Chelsea."


Mereka kemudian bangkit dari atas sofa, lalu keluar dari rumah itu menuju ke bandara. Sementara itu, tanpa mereka tahu di balik tembok yang ada di dekat tangga, sepasang mata tampak mengamati Arsen dan Chelsea saat mereka berpelukan.


Saat masih terpaku, sebuah suara tiba-tiba mengejutkan Shanon. "Nyonya Shanon."


Shanon kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat Bi Ijah yang sudah berdiri di belakangnya. "Oh Bi Ijah, ada apa Bi?"


"Nyonya Shanon nanti malem mau dimasakin apa?"


"Ga usah Bi, biar nanti beli makanan online aja. Arsen juga kayaknya lagi pergi sama Chelsea, mungkin makan malem di luar."


"Oh ya udah, kalau gitu saya permisi pulang dulu, Nyonya Shanon."


"Iya Bi."

__ADS_1


Saat Bi Ijah akan melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, tiba-tiba Shanon memanggilnya. "Bi Ijah!"


Bi Ijah lalu membalikkan tubuhnya kembali. "Iya Nyonya, ada apa?"


"Bi, ngomong-ngomong Bi Ijah sejak kapan mule kerja di sini?"


"Oh kalau itu udah lama, Nyonya. Sejak Almarhumah Mama kandungnya Tuan Arsen masih hidup."


"Mama kandung? Maksud bibi, Mama Larasati?"


"Loh jadi Nyonya Shanon belum tahu kalau Tuan Arsen sama Tuan Ethan itu bukan saudara kandung?"


"Bukan saudara kandung?" ucap Shanon lirih.


"Iya Nyah, mama kandungnya Tuan Arsen meninggal sejak Tuan Arsen berumur 10 tahun. Lalu, dua tahun kemudian, papanya Tuan Arsen, nikah lagi sama Almarhumah Nyonya Larasati, mamanya Tuan Ethan."


DEG


Mendengar perkataan Bi Ijah, jantung Shanon pun seakan berhenti berdetak, yang dia dan orang tuanya tahu, selama ini Ethan adalah anak kandung dari Chandra Bimantara, papa kandung Arsen.


"Nyonya Shanon, memangnya ada apa?"


"Oh nggak apa-apa, Bi. Bibi boleh pulang sekarang."


"Baik Nyonya."


Bi Ijah kemudian meninggalkan Shanon yang masih diam terpaku, dia benar-benar merasa terkejut atas kenyataan yang baru diketahuinya saat ini. Sebenarnya tadi Shanon hanya ingin menanyakan bagaimana hubungan antara Ethan dan Arsen pada Bi Ijah, apakah mereka akur atau pernah bermusuhan. Namun, pertanyaan sederhana dari Shanon ternyata membuka sebuah rahasia yang disembunyikan Ethan selama ini.


"Mas Ethan, kenapa kau berbohong padaku? Apa yang sebenarnya kau tutupi dariku? Apakah ini artinya kata-kata Arsen itu benar, kalau kau tidaklah sebaik yang kupikirkan?"


NOTE:

__ADS_1


Mampir juga ya ke novelnya Kak SyaSyi dijamin keren banget deh 😍😘



__ADS_2