
Setelah kepergian Ethan, Arsen kemudian keluar dari ruangannya, lalu menghampiri Zian yang saat ini terlihat sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Arsen pun menunjukkan senyum sinisnya, saat duduk di depan Zian.
"Ada apa Tuan Arsen? Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Menurutmu?" balas Arsen.
"Memangnya apa yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Bagaimana kalau kau membantuku menghancurkan Ethan?"
Mendengar perkataan Arsen, Zian pun mengangkat wajahnya lalu menatap Arsen dengan tatapan penuh tanda tanya. "Cih aku pikir anda orang baik, Tuan Arsen, tapi ternyata dugaanku salah."
"Hahaha.., orang baik? Di dunia ini tidak ada orang baik Zian. Baik buruknya seseorang, itu tergantung pada kondisi yang dihadapi saat ini. Bukankah terkadang kita juga harus menjadi orang jahat untuk mengalahkan kejahatan? Benar kan?"
"Apa sebenarnya maksud anda, Tuan Arsen?"
"Aku hanya mau memberikan penawaran sekaligus mengamati gelangmu. Setelah kuingat-ingat, sepertinya aku pernah melihat gelang itu di rumahku, tepatnya di halaman belakang rumahku," ucap Arsen sambil terkekeh. Mendengar perkataan Arsen, Zian pun menghela nafasnya dengan kasar.
"Apa maksud anda? Sebenarnya anda sedang menyindir saya kan? Anda sudah tahu apa yang saya lakukan di rumah anda kan?"
__ADS_1
"Apa maksudmu Zian, aku sungguh benar-benar tidak mengerti yang kau katakan. Memangnya apa yang kau lakukan di rumahku?"
"Sudah cukup Tuan, anda tidak perlu menyindir saya dan bersikap pura-pura bodoh seperti ini! Anda sudah tahu kan kalau saya yang masuk ke dalam rumah anda malam itu!" balas Zian.
Mendengar perkataan Zian, Arsen pun tertawa terbahak-bahak. "Hahahahahaha...., jadi kau pernah datang ke rumahku? Memangnya untuk apa kau datang ke rumahku, Zian? Astaga, aku benar-benar tidak menyangka kalau kau sampai datang ke rumahku. Bahkan kau yang mengatakannya sendiri padaku, hahahaha...."
Arsen pun menjeda perkataannya, saat melihat Zian yang saat ini begitu kesal padanya, dan menikmati gelagat panik yang saat ini ditujukkan oleh Zian.
"Memangnya apa urusanmu datang ke rumahku Zian? Apa kau ingin mengajakku berkencan? Kau salah orang, karena aku masih normal, dan menyukai wanita, hahhahahahaha...," ledek Arsen. Zian pun kini semakin kesal karena Arsen telah berhasil memancing dirinya, untuk mengatakan jika malam itu dia datang ke rumahnya. Tangannya pun tampak mengepal, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain menahan emosi di dalam hatinya. Mengadu pada Ethan pun percuma, karena saat ini dia sudah tidak memiliki kekuasaan apapun.
'Sial! Arsen sudah menjebakku! Dia benar-benar licik, aku harus berhati-hati dengannya!' batin Zian.
Zian pun hanya bisa terdiam. "Dengarkan aku, Zian. Kau telah melakukan kejahatan, yang diakui sendiri olehmu. Tak hanya itu saja, aku juga sudah merekam semua pengakuanmu di ponselku. Jadi, lebih baik kau menuruti semua perkataanku! Sekarang tolong katakan padaku, apa yang sebenarnya masih disembunyikan oleh Kak Ethan, atau kau akan kulaporkan pada polisi. Aku akan melaporkanmu, bukan hanya tentang kedatanganmu ke rumahku saja, Zian. Tapi, juga seluruh kasusmu bersama Kak Ethan. Tidak hanya itu saja, aku juga akan membuatmu hidup dengan begitu menderita di dalam penjara!"
"Dasar kau brengsek, Arsen! Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku? Bukankah kau sudah tahu semua yang terjadi?"
"Ck, ck, ck! Apa yang kuinginkan darimu? Apa kau tuli? Bukankah tadi sudah kukatakan, kalau aku ingin mengajakmu bekerja sama untuk menghancurkan Kak Ethan. Zian, memangnya apa susahnya mengkhianati seorang penjahat seperti Kak Ethan? Cih, astaga aku lupa kalau kau juga sebenarnya seorang penjahat Zian. Hahahahahaha..."
"Dengarkan aku, Zian. Aku hanya tinggal menelepon polisi dan melaporkan kejahatanmu, maka hidupmu akan habis. Dan kau tidak bisa menghidupi keluargamu seperti biasa. Apa kau mau aku melakukan itu? Tapi, kalau kau mau bekerja sama denganku, aku janji akan membuatmu agar kau bisa lepas dari jerat hukum. Apa kau mengerti?"
__ADS_1
Rahang Zian pun kini mengeras, mendengar semua perkataan Arsen. "Apa lagi yang ingin kau ketahui tentang Ethan? Bukankah kau sudah mengetahui semua rahasianya? Bukankah kau sudah tahu kalau Ethan yang membuat perusahaan ini mengalami kemunduran beberapa tahun terakhir. Bukankah kau sudah tahu kalau Ethan yang sudah merebut Shanon darimu? Lalu, apa yang ingin kau tahu tentang Ethan?"
Arsen pun tersenyum sinis. "Jangan berpura-pura bodoh di depanku Zian, aku tahu pasti tidak hanya sebatas itu kecurangan yang Kak Ethan lakukan. Pasti ada hal yang belum kuketahui, iya kan?"
"Memangnya, apa yang ingin kau tahu Arsen? Apa itu tentang tujuan kedatanganku malam itu ke rumahmu? Baiklah akan kuberitahu kedatanganku ke rumahmu malam itu adalah untuk menyelidiki hubunganmu dengan Shanon. Ethan ingin tahu, apakah kalian sudah menjalin hubungan lagi di belakang Ethan, atau belum."
"Hahaha...., kenapa bukan Kak Ethan yang mencari tahu sendiri tentang hubungan kami?"
"Dia sibuk," balas Zian.
"Sibuk mencari orang untuk menandingiku yang sudah mengobrak-abrik semua akses di perusahaan ini?"
"Kau memang benar-benar brengssek Arsen, kalau kau sudah tahu semuanya. Kenapa kau masih bertanya tentang Ethan padaku?"
"Karena aku yakin masih ada yang belum kuketahui tentang rahasia dari Kak Ethan. Tolong sekarang jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi hingga kedua orang tuaku mengalami kecelakaan?"
Zian pun tersenyum sinis. "Ayahmu masih hidup, Arsen."
NOTE: Mampir juga ya ke karya besti othor, punya Kak Rini Sya, calon bintang di pohon palem yang sangat anggun, merona, dan cetar membahana layaknya Ibu Peri. Kalau kalian baca nopel dia, dijamin ikutan masuk ke dunia peri deh 😅😅😂😂
__ADS_1