Adik Iparku Kekasihku

Adik Iparku Kekasihku
Sebuah Nama


__ADS_3

Mendengar perkataan Arsen, dada Shanon pun berdebar cukup keras, apalagi saat pandangan mereka bertemu. Tak ingin terus dihantam perasaan yang begitu menggelora di dalam dadanya, Shannon kemudian memutuskan kontak mata dengan Arsen. Bagaimanapun juga, saat ini Ethan sedang ada di rumah, dan mereka tidak sepantasnya bermesraan seperti ini. Apapun kesalahan yang telah diperbuat oleh Ethan, berselingkuh di belakang Ethan, tetap saja merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan.


"Tidak Arsen, aku nggak bisa tidur sama kamu. Saat ini, ada Mas Ethan di dalam kamar. Kita nggak bisa kaya gini."


"Bukannya saat ini dia lagi marah sama kamu?"


"Kamu tahu darimana, Arsen?"


"Sudah aku duga sebelumnya, Sha. Aku tahu dia seperti itu karena mood-nya sedang buruk, sebab tadi di kantor aku seakan menelanjangi dia."


"Aku tahu itu, Arsen. Sebaiknya, sekarang aku tidur di kamar tamu aja, aku nggak mau terjadi sesuatu yang nggak diinginkan. Bagaimanapun juga, posisi kita saat ini salah," jawab Shanon. Namun, saat Shanon akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Arsen menarik tangan Shanon kembali yang membuatnya terkejut setengah mati.


"Udah aku bilang, kamu di sini aja, Sha!"


Shanon hanya terdiam, sambil menatap wajah Arsen. 'Apa dia udah gila? Bisa-bisanya dia bersikap seperti ini saat ada Mas Ethan di rumah,' batin Shanon.


"Tapi Arsen...," ucap Shanon mencoba menolak, namun percuma saja karena Arsen buru-buru membungkamnya dengan ciuman panas seperti biasanya.


Arsen sama sekali tidak memberikan kesempatan Shanon untuk menolak. Bahkan saat ini, dalam hitungan detik, Shanon sudah dalam keadaan nyaris telanjang tanpa pelindung tubuh. Ya, Arsen sudah menanggalkan paksa baju tidur yang tadinya dikenakan olehnya, serta menyisakan pakaian dalamnya saja.


Arsen terus mellumat bibir Shanon tanpa ampun, sedangkan kedua tangannya kini bergerak liar menjamah seluruh permukaan kulit tubuh Shanon.


"Ahhhhh..., Arsen!" desaah Shanon sambil menjerit tertahan saat jari tangan Arsen mendadak menelusup masuk begitu saja ke dalam inti tubuh Shanon. Lalu Arsen kembali membungkam mulut Shanon dengan ciumannya yang begitu memabukkan, sementara jari tangannya semakin gencar bermain-main di area bawah Shanon.


Arsen kemudian mengangkat tubuh Shanon dan menggendongnya di depan, membuat Shanon refleks mengalungkan kedua tangannya pada leher Arsen tanpa melepaskan ciuman mereka berdua. Arsen lalu berjalan dan membawa masuk Shanon ke dalam kamar mandi, dan menyalakan shower guna meminimalisir suara desahhan mereka berdua.

__ADS_1


Arsen mendudukkan Shanon di atas kloset, setelahnya dia langsung merendahkan tubuhnya dan mengisapp kedua gundukan kenyal milik Shanon yang membuat Shanon seakan menggila sekaligus menggelinjing tak karuan hingga refleks meremmas rambut Arsen.


Arsen kemudian menanggalkan seluruh pakaian yang semula masih melekat di tubuhnya, setelah itu dia menarik Shanon berdiri kemudian mengganti posisi duduk di atas closet dan menyuruhnya duduk di atas tubuhnya. Dessahan mereka berdua kembali terdengar saat tubuh mereka berdua berhasil menyatu dalam posisi itu.


Arsen menggerakan tubuh Shanon perlahan, hingga kian lama kian cepat menciptakan suara kecipak khas akibat pergerakan mereka berdua. Sebisa mungkin, mereka mengontrol suara agar tidak terlalu keras yang bisa saja terdengar oleh Ethan.


Entah berapa lama, mereka saling bergumul di bawah curahan air yang keluar dari shower, hingga akhirnya mereka berdua berhasil mendapatkan pelepasan secara bersamaan saat cairan hangat milik Arsen kembali menyembur ke dalam rahim Shanon, untuk yang kesaktian kalinya. Mereka berdua akhirnya terduduk lemas dengan posisi saling berpelukan di atas lantai kamar mandi.


"Thanks for this night, Sha. I love you," bisik Arsen. Sedangkan Shanon hanya terdiam, sambil menatap Arsen yang saat ini penampilannya begitu kacau, tak jauh berbeda darinya. Dan sialnya saat kondisi Arsen yang seperti itu membuatnya terlihat begitu tampan dan seksi. Dan tentunya Shanon menyukai penampilan itu.


Rasanya malam ini Shanon ingin terus bersamanya, dia pun akhirnya menuruti perintah Arsen untuk tidur bersamanya. Shanon pun tak menolak saat Arsen membawa tubuhnya ala bridal style dan meletakkannya di atas ranjang berukuran besar yang ada di kamar itu.


Arsen kemudian mengambil pakaian milik Shanon yang tercecer di atas lantai, dan memakaikannya pada tubuh Shanon yang saat ini terlihat lemas, akibat permainan panas mereka.


"Sekarang kamu bobo ya, Sha. Jangan pernah pikirin lagi perkataan Kak Ethan. Dia udah sepantasnya mendapatkan balasan, dari apa yang telah dia lakukan. Kamu ngerti kan, Sha?"


****


Keesokan Harinya...


Shanon membuka mata, dan entah untuk kesekian kalinya dia tidur dalam dekapan adik iparnya. Dia kemudian membalikkan tubuhnya, lalu menatap wajah tampan yang masih tertidur dengan begitu lelap lalu mengecup keningnya.


"Thanks for everything, Arsen. I love you," ucap Shanon, lalu bangkit dari atas ranjang milik Arsen dan kembali ke kamarnya.


Saat Shanon masuk ke dalam kamar itu, untungnya Ethan masih terlelap. Shanon kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar itu untuk membersihkan tubuhnya, sekaligus membersihkan cairan kental milik Arsen setelah pergumulan panas dirinya dengan Arsen tadi malam.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar mandi, Shanon pun terkejut ketika melihat Ethan yang sudah terbangun. Awalnya Shanon takut kalau Ethan masih marah, tapi kemudian rasa takut itu sirna takkala melihat senyum di bibir Ethan.


Ethan mendekat ke arah Shanon, yang saat ini hanya diam terpaku. Sebenarnya Shanon merasa begitu takut, dia takut kalau Ethan tahu saat ini dia telah berselingkuh dengan Arsen.


"Sha, aku mau minta maaf," ucap Ethan sembari menarik pinggang Shanon, lantas memeluk tubuh Shanon begitu saja. Hal itu, tentu membuat Shanon tertegun.


"Sha, tolong maafin aku," ucap Ethan kembali sambil memeluk dan menumpukan dagunya pada bahu Shanon.


"Mas, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Shanon. Detik berikutnya, kemudian terdengar suara helaan nafas pelan dari Ethan.


"Aku nggak apa-apa, Sha. Maaf atas sikap kasar tadi malam, aku cuma lagi pusing banyak kerjaan dan kecapean," jawab Ethan.


"Iya gapapa, Mas."


"Sekali lagi, maafin aku, Sha. Kamu mau kan maafin aku?"


Shanon pun menganggukkan kepalanya. "Makasih banyak, Sha. You are my princes, and always together."


Shanon pun tersenyum mendengar perkataan Ethan. "Ya udah, kalo gitu aku mau mandi dulu ya, Sha. Badanku lengket, tadi malem aku nggak mandi."


"Iya Mas."


Ethan lalu berjalan ke kamar mandi. Sedangkan Shanon berjalan ke arah meja riasnya, namun tiba-tiba atensinya tertuju pada suara ponsel Ethan yang berdering. Karena dihinggapi rasa penasaran, Shanon pun mengambil ponsel Ethan yang ada di atas nakas.


"Jepit Rambut Kupu-kupu?" gumam Shanon saat melihat sebuah nama yang saat ini menghubungi ponsel suaminya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2