
"Astaga, jadi Kak Ethan menyukai dia? Kenapa aku baru tahu ini?" ucap Arsen sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ya, nanti kuberikan alamatnya padamu tempat dia disekap oleh Ethan."
"Dia disekap Kak Ethan? Tapi bagaimana mungkin?" gumam Arsen kembali, yang kini juga terlihat frustasi.
"Ya, Ethan menyukai dia sejak dulu. Sejak kalian masih kecil, dan dia tahu kalau Phoe menyukaimu, itulah sebabnya dia menyembunyikan semua ini darimu karena dia tidak mau seolah-olah selalu kalah darimu."
"Selalu kalah dariku? Apa maksudnya? Aku benar-benar tak mengerti."
"Asal kau tahu, Arsen. Sejak Nyonya Larasati dan Tuan Candra menikah, Ethan merasa jika dia telah kehilangan kasih sayang Nyonya Larasati. Dia merasa kalau Nyonya Larasati dan Tuan Candra lebih menyayangimu dibandingkan dirinya."
"Astaga, itu tidak benar. Papa dan Mama selalu memperlakukan kami sama, tidak ada yang dibeda-bedakan."
"Entahlah kalau itu aku tidak tahu, yang jelas sejak dulu Ethan memang acap kali terlihat frustasi saat menceritakanmu. Apalagi, nilai akademikmu yang jauh darinya, hingga membuatnya sering merasa tersaingi, dan marah karena Tuan Candra dan Nyonya Larasati selalu memujimu di depannya."
__ADS_1
"Astaga, Kak Ethan. Kenapa dia berfikir seperti itu? Padahal sejak dulu, aku selalu menganggapnya sebagai kakak kandungku sendiri."
"Tapi, tidak dengannya Arsen. Sejak dulu dia membencimu, sejak kecil dia sudah tidak suka padamu. Dan, hal itu berawal dari cinta pertama itu."
"Astaga, jadi sampai saat ini Kak Ethan masih menyukai cinta pertamanya itu?"
"Ya."
"Lalu, dia menikahi Shanon untuk membalas dendam padaku?"
"Astaga, kenapa dia sampai mengorbankan perasaan tidak berdosa seperti Shanon?" Arsen pun tampak mengepalkan tangannya, rasa emosi di dalam hatinya sudah tidak lagi terelakkan. Rasanya saat ini dia ingin membunuh Ethan atas semua yang dia lakukan. Wajah Arsen pun tampak memerah. Menahan amarah yang ada di dalam dadanya.
"Arsen, maaf jika semua ini begitu menyakitkan bagimu."
"Aku memang harus tahu tentang semua ini, Zian. Selama ini ternyata Kak Ethan sudah begitu banyak mempermain diriku. Ya, dulu aku memang bercerita pada Kak Ethan kalau aku menyukai seorang gadis. Tapi, aku tidak pernah mengatakan pada Kak Ethan siapa gadis itu. Jadi, saat Kak Ethan menikahi Shanon, aku mengikhlaskannya, karena kupikir itu bukanlah ketidaksengajaan. Aku pikir mereka bertemu dan saling mencintai satu sama lain."
__ADS_1
"Tidak Arsen, Ethan yang sudah merancang semua ini."
"Apa itu termasuk kecelakaan Shanon saat kami masih SMA?"
"Tidak, kecelakaan yang dialami oleh Shanon itu adalah murni kecelakaan. Dan, dia tidak tahu menahu tentang itu. Ethan secara tidak sengaja menemukan Shanon saat kami melakukan perjalanan bisnis ke Jepang. Saat itu, secara tidak sengaja, kami bertemu di rumah makan setelah lelang tender. Setelah tahu kalau wanita yang duduk tidak jauh dari kami itu adalah Shanon, Ethan menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki tentang kehidupan Shanon dan keluarganya di Jepang. Karena setelah kau pergi ke luar negeri, Ethan memang bermaksud mencari tahu siapa cinta pertamamu itu, dan dia mengetahui itu saat bertemu dengan salah seorang teman SMA-mu."
Perkataan Zian pun terhenti sejenak. "Apa apa, Zian? Apa ada hal.yang buruk? Teruskan saja, aku siap mendengarnya."
"Ethan lah yang membuat bangkrut perusahaan milik orang tua Shanon, dengan memanipulasi beberapa tender. Hingga membuat kepercayaan rekan bisnis orang tua Shanon hilang."
"Apa?Jadi Kak Ethan yang membuat perusahaan orang tua Shanon bangkrut?"
"Ya. Dan dia membuat perusahaan orang tua Shanon bangkrut dengan menggunakan uang perusahaan milik papamu."
"BRENGSEK!"
__ADS_1
Bersambung....