Adik Iparku Kekasihku

Adik Iparku Kekasihku
Terlambat Menyadari


__ADS_3

"Kak Ethan? Kau ada di sini? Kupikir kau pergi ke Finlandia, Kak."


"Ya, seminggu yang lalu aku memang di Finlandia, tapi urusanku di Finlandia sudah selesai, dan sekarang aku tinggal menyelesaikan urusan bisnisku di sini. Dan kau?"


Chelsea tersenyum tipis. "Mungkin aku akan melanjutkan study di sini."


"Mungkin? Kenapa mungkin Chelsea? Apa kau belum yakin?"


Chelsea pun tersenyum kecut. "Kau sebenarnya kenapa, Chelsea? Lalu bagaimana hubunganmu dengan Arsen?"


Chelsea pun mengulaskan senyum tipisnya, tak menjawab sepatah katapun pertanyaan Ethan, rasanya memang masih sangat sakit, saat penantiannya selama ini selalu berujung penolakan. Tapi dia bisa apa? Cinta memang tidak bisa dipaksakan, dan mungkin ini kesalahannya yang sudah terlalu banyak berharap pada Arsen. Melihat Chelsea yang sepertinya kurang nyaman dengan pertanyaannya, Ethan pun mengalihkan perhatian Chelsea.


"Maafkan aku, Chelsea."


"Tidak apa-apa, Kak. Aku yang seharusnya minta maaf karena tidak menjawab pertanyaanmu."


"Arsen memang keras kepala, Chelsea. Jadi dia masih belum bisa menerimamu?"


Chelsea kembali terdiam, Ethan pun merasa bersalah telah mengungkit tentang Arsen kembali pada Chelsea. "Maafkan aku Chelsea, maaf aku tidak sengaja mengungkit namanya lagi. Hei, bukankah kau datang ke sini untuk bersenang-senang? Bagaimana kalau kita makan malam saja, Chelsea?"


"Makan malam?"


"Ya, makan malam."


"Sepertinya itu bukan ide yang buruk, lalu apa istrimu tidak cemburu padaku kalau aku makan malam dengan suaminya?"


"Bukankah istriku juga mengenalmu? Kau teman masa kecilku dan Arsen, untuk apa cemburu padamu."


"Baiklah, Kak Ethan."


Mereka kemudian pergi ke sebuah rumah makan yang ada di pusat Kota Cambridge.


***


Sementara itu, Shanon yang baru saja menutup panggilan telepon dari Ethan tampak memelototkan matanya pada Arsen. "Arsen, apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau Mas Ethan tahu kalau aku sedang bersamamu."


"Hahahahaha..., biarkan saja. Apa kau takut?"

__ADS_1


Shanon terdiam. "Tapi ini hal yang tidak pantas, Arsen. Bagaimana kalau Mas Ethan tahu? Dia pasti akan sangat marah padaku. Emh, tidak hanya aku.., tapi juga pasti pada kedua orang tuaku. Aku tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka kalau sampai ada sesuatu yang terjadi pada pernikahanku dan Mas Ethan."


"Sesuatu terjadi pada mereka? Apa maksudmu, Sha?"


"Arsen, awalnya aku menikah dengan Mas Ethan itu karena permintaan kedua orang tuaku. Memang mereka tidak memaksaku untuk menikah dengan Mas Ethan, tapi aku kasihan dengan Papa karena saat itu dia sedang membutuhkan bantuan investasi dari Mas Ethan, dan kupikir Mas Ethan sosok yang baik, jadi aku tidak menolak waktu Papa menjodohkanku dengan Mas Ethan."


"Sha, maaf kalo aku bertanya seperti ini padamu. Apakah kepindahanmu ke Indonesia karena usaha orang tuamu di Jepang mengalami kebangkrutan?"


"Iya Arsen, usaha orang tuaku bangkrut. Lalu, kami pindah ke Indonesia, awalnya dengan sisa uang yang dimiliki, Papa hanya berniat menginvestasikan uang itu dalam bursa saham. Tapi tiba-tiba Papa berkenalan dengan Mas Ethan pada suatu acara, hingga membicarakan bisnis, dan mereka akhirnya menjalankan bisnis bersama. Dua bulan kemudian, Mas Ethan datang ke rumahku kemudian meminta ijin pada Papa untuk menikahiku. Papa memang berniat menjodohkanku dengannya, tapi perjodohan itu, bukanlah sebuah tekanan, karena aku berhak memilih. Tapi aku ingin usaha Papa berjalan lancar, dan kupikir Mas Ethan itu orang yang baik, jadi aku bersedia menikah dengannya."


Mendengar perkataan Shanon, Arsen pun tersenyum kecut. "Kenapa kau tersenyum seperti itu, Arsen? Apa kepulanganmu ke Indonesia karena ada hubungannya dengan semua ini?"


"Dengan semua ini, apa maksudmu, Sha? Bukankah di matamu Kak Ethan itu orang yang baik?"


Shanon pun tersenyum tipis, disertai tatapan mata yang terlihat kosong. "Sha, kok kamu diem?"


"Kamu emang benar, Arsen. Aku sudah salah menilai tentang Mas Ethan."


"Jadi?"


"Maaf aku terlambat menyadari," jawab Shanon.


"Kau benar, Mas Ethan itu tidak sebaik yang kupikirkan, aku sudah salah menilai. Dulu, aku memang terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Aku memutuskan menikah begitu saja dengan Mas Ethan tanpa mencari tahu dulu bagaimana sifat dan latar belakanya. Dan saat ini aku baru tahu ternyata dia telah melakukan banyak kebohongan padaku."


"Kebohongan? Kebohongan apa, Sha?"


"Arsen, Mas Ethan mengatakan kalau dia adalah anak kandung dari ayahmu, Chandra Bimantara."


"APA?"


"Iya Arsen, dia mengatakan seperti itu padaku dan kedua orang tuaku. Dan aku baru tahu fakta yang sesungguhnya dari Bi Ijah kemarin kalau kalian adalah saudara tiri."


"Jadi, selama ini dia membohongimu dan kedua orang tuamu?"


Shanon pun menganggukkan kepalanya. "Dasar brengsekkkk! Apa maksudnya dia berkata seperti itu?"


***

__ADS_1


Ethan tampak berjalan di sebuah koridor panjang pada bangun megah seperti kastil. Langkahnya kemudian terhenti di depan sebuah pintu kokoh berwarna cokelat.


TOK TOK TOK


"Masuk.."


Ethan lalu masuk ke dalam ruangan itu. "Selamat pagi Profesor Charlotte."


"Selamat pagi, anda yang bernama Tuan Ethan?"


"Iya Prof, maaf kedatangan saya sudah menggangu anda."


"Tidak Tuan, saya tidak sedang sibuk. Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Oh begini Profesor, sebenarnya kedatangan saya ke sini untuk meminta bantuan. Akhir-akhir ini, perusahaan saya sedang mengalami sedikit masalah, karena ada beberapa data perusahaan yang dibobol oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.


"Astaga, ini sangat berbahaya Tuan Ethan."


"Ya, karena itulah saya datang ke sini untuk meminta bantuan anda karena saya pernah mendengar ada seseorang dari Cambridge yang begitu hebat dalam bidang programmer komputer."


Profesor Charlotte pun menarik sudut bibirnya. "Iya anda benar, dia sangat jenius tapi sayangnya anda terlambat, karena saat ini dia sudah pulang ke negaranya."


"Pulang ke negaranya? Jadi, dia bukan warga negara U.K?"


"Bukan, dia berkewarganegaraan Indonesia, sama seperti anda."


"Apa? Jadi dia orang Indonesia? Siapa namanya? Barang kali saya bisa mencarinya."


"Oh, namanya Arsen. Arsenio Chandra Bimantara."


Ethan pun begitu terkejut mendengar nama Arsen yang terlontar dari pria yang ada di hadapannya.


"BRENGSEKKKK!"


Bersambung...


NOTE:

__ADS_1


Perbedaan waktu Inggris dan Indonesia 7 jam ya, jadi adegan kemarin sama hari ini, kalau di Indonesia udah pagi sekitar pukul 05.30 saat Shanon dan Arsen baru bangun, di sana pukul 10.30 pm. Jadi Ethan mengajak Chelsea makan malam.


__ADS_2