
Tidak tahan menahan penasaran, Sarah pun memutuskan untuk membuka pintu kamar Clara, saat ia melihat Dimas dan Clara tergulung dalam selimut yang sama, membuat hatinya terasa sakit, ia mengira Dimas dan Clara sudah melakukan hubungan suami-istri.
"Tahan Sarah, ini hanya sementara, setelah Clara hamil dan melahirkan, maka tidak akan ada yang berani menyentuh apapun milikmu," gumamnya dalam hati. Ia seakan menunjukkan sifatnya yang asli, dimana ia tidak suka membagi apa yang sudah menjadi miliknya, dan tidak suka membiarkan seseorang mengambil apa yang diinginkannya.
Tidak tahan melihat Dimas dan Clara, Sarah pun memutuskan untuk kembali ke kamar, ia berusaha membuang pikiran dan perasaannya yang kini bercampur jadi satu.
Semakin pagi, membuat suhu AC di kamar Clara semakin terasa dingin, sebagai lelaki normal, membuat Dimas harus menanggung sesuatu yang biasa laki-laki rasakan pada umumnya.
Dimas berfikir ia tidur dengan Sarah, spontan tangannya langsung memeluk Clara dengan erat.
Mendapat serangan dari Dimas, membuat Clara terbangun dan langsung menyingkirkan tangan Dimas dari perutnya. Terus terang ia sangat terkejut, apalagi ini pertama kali baginya tidur dengan laki-laki, membuat jantungnya berdebar dengan kencang.
__ADS_1
"Kenapa, sayang?" rengek Dimas manja.
"Kak, ini aku Clara," ucap Clara panik, mendengar itu Dimas pun langsung membuka kedua matanya. Namun ia yang masih setengah sadar sama sekali tidak peduli, maupun itu Clara ataupun Sarah, ia hanya ingin menyalurkan hasratnya.
"Tapi kamu juga istriku, kan," sahut Dimas.
Clara sama sekali tidak punya kekuatan menolak, tenaga Dimas jauh dua kali lipat lebih besar darinya.
Clara hanya bisa pasrah, saat Dimas mengatakan ia juga istrinya, membuatnya tidak kuasa untuk menolak permintaan suami tampannya itu.
Saat melihat tubuh Clara, membuat Dimas semakin panas, ia bahkan tidak dapat mengendalikan diri. Dimas pun langsung melepaskan pakaiannya, dan melemparnya ke sembarang tempat.
__ADS_1
"Clara, aku benar-benar sudah tidak tahan!" ucapnya manja.
Clara kini sudah berada di ujung tanduk, perasaan apa ini? Ia sama sekali belum pernah merasakan rasa nikmat seperti ini. Sehingga ia hanya bisa pasrah, dan menunggu serangan lebih lanjut dari Dimas.
Kini Dimas melakukan tanggungjawabnya sebagai suami, ia memberikan nafkah batin untuk Clara, walaupun awalnya ia tidak ingin melakukannya, namun suasana malam itu, seakan memaksanya untuk melakukanya.
Mengetahui Dimas dan Clara sudah melakukannya membuat Sarah menangis, kini nasi sudah menjadi bubur. Ia tidak pernah membayangkan, rasa sakitnya akan seperti yang ia rasakan sekarang.
Setelah selesai, Clara pun langsung berlari ke kamar mandi, ia mengguyur tubuhnya di bawah shower, perasaan takut, sedih seketika berkumpul menjadi satu, walaupun ia sudah menikah, namun perasaan bersalah selalu melekat di hatinya. Apalagi saat ia mengingat wajah Ayah dan Ibunya, membuatnya menangis dan semakin merasa bersalah. Sementara Dimas hanya bisa memperhatikan Clara pergi, ia juga tidak mengerti, kenapa ia bisa melakukan itu.
"Maafkan Clara Yah, Bu," ucap Clara dengan tangis, suara tangisnya bahkan bisa mengalahkan suara air shower, Dimas yang bisa mendengarnya hanya bisa diam, bagaimanapun ia bisa mengerti apa yang Clara rasakan, dan baginya Clara harus sudah siap menanggung semua resiko yang ia dapatkan. Baginya istrinya hanya satu, yaitu Sarah seorang, dan Clara merupakan kesalahan, kesalahan yang tidak akan pernah ia lakukan kembali.
__ADS_1