
Keesokan paginya, Dimas sengaja bangun lebih awal, ia tidak ingin membuat Sarah mencari dirinya. Saat ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 05:00 pagi, Dimas pun langsung beranjak pindah ke kamar Sarah.
Suara alarm membuat Clara terbangun, ia sengaja memasang alarm agar bisa bangun pagi, saat melihat Dimas yang sudah tidak berada di sampingnya, Clara hanya bisa tersenyum. Ia juga tidak mau terlalu ambil pusing, ia tahu apa resikonya jika ia berharap lebih. Clara pun memutuskan untuk bangun, lalu membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Clara langsung bergegas menuju dapur, ia ingin menyiapkan sarapan untuk Dimas dan juga Sarah. Walaupun Sarah sudah melarangnya, namun Clara sama sekali tidak bisa diam, sehingga membuat Sarah tidak bisa untuk melarangnya.
Sarah yang baru bangun langsung membangunkan Dimas, ia sama sekali tidak tahu bahwa malam ini Dimas tidak tidur dengannya. Sarah pun mengelus-elus wajah Dimas, hingga membuat Dimas terbangun.
"Selamat pagi Sayang," sapa Sarah.
"Pagi Sayang, kamu sudah lama bangun?" tanya Dimas, sambil mengucek-ucek matanya.
"Baru saja, kenapa? Apa aku mengganggu kamu?" tanya Sarah lagi.
Dimas pun langsung memeluk Sarah, sambil menciumi seluruh wajah Sarah.
"Sejak kapan istriku yang cantik ini menjadi pengganggu," goda Dimas, hingga membuat Sarah menjerit merasa geli.
__ADS_1
Setelah selesai bercanda, Sarah pun langsung mengungkapkan keinginannya, "Mas, aku akan membuat pengumuman, aku akan mengumumkan kalau aku hamil," ucapnya, mendengar itu membuat Dimas terkejut, ia sama sekali tidak mengerti apa maksud Sarah.
"Hamil? Maksud kamu hamil gimana sayang?" tanya Dimas.
"Hamil palsu, aku akan berpura-pura hamil sampai Clara melahirkan, ini semua demi rencana yang sudah kita atur mas," jawab Sarah. Dimas hanya bisa diam, bagaimanapun ia tidak bisa melarang keinginan Sarah, karena kebahagiaan Sarah merupakan hal yang utama untuknya.
"Apa kamu yakin?" tanya Dimas memastikan. Dengan bangga Sarah pun mengganguk, membuat Dimas sama sekali tidak bisa berkata apa-apa.
Setelah selesai beberes, Dimas dan Sarah pun langsung turun menuju meja makan, aroma masakan Clara langsung tercium di hidung mereka. Saat melihat Clara yang tengah sibuk menyiapkan sarapan di meja makan, membuat Dimas merasa tidak tega, namun ia juga tidak bisa melakukan apa-apa.
"Apa ini Kak?" tanya Clara, seumur-umur ia belum pernah melihat tespek dan tidak tahu apa fungsinya.
"Tespek. Pergi ke kamar mandi, tes urin kamu dengan alat itu," jawab Sarah.
"Tapi aku tidak tahu caranya," ucap Clara lagi, membuat Sarah menepuk jidat. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti anak yang lahir dari rahim Clara, ia tidak ingin kebodohan Clara menurun kepada anak Dimas.
"Tampung urin kamu, setelah itu masukkan tespeknya ke dalam urin kamu, setelah itu bawa tespeknya ke sini, hari ini aku akan menunjukkan bukti ini untuk orang tua Dimas dan keluargaku, aku akan mengaku hamil sampai kamu melahirkan, aku mohon kerjasamanya Clara, lakukan yang terbaik, kamu harus bisa menjaga kandungan kamu," jawab Sarah.
__ADS_1
Sambil menatap tespek yang ada di tangannya, Clara pun pergi menuju kamarnya, ia melakukan sesuai instruksi Sarah, dan kembali membawanya ke meja makan.
Melihat hasil tespeknya membuat Sarah tersenyum, sementara Dimas hanya fokus melahap nasi goreng buatan Clara. Dimas seakan sudah terbiasa untuk masak masakan Clara.
Setelah selesai sarapan, Sarah dan Dimas pun hendak pergi ke rumah orang tua Dimas, namun hari ini Clara ingin mengirimkan uang untuk orangtuanya, dengan perasaan ragu, Clara pun terpaksa meminta sisa bayaran yang akan ia peroleh dari Sarah.
"Kak Sarah," panggil Clara.
"Iya Clara," jawab Sarah, padahal Clara hanya memanggil Sarah, namun dengan cepat Dimas juga langsung menoleh.
"Aku mau mengirim uang untuk orangtuaku, apa boleh aku meminta sisa dari upah yang akan aku dapatkan," ucap Clara malu, ia bahkan tidak sanggup menatap wajah Sarah dan Dimas.
"Aku tidak pegang uang cash, nanti aku akan transfer ke kamu," jawab Sarah.
"Terimakasih, kak," ucap Clara.
"Hem, sama-sama," jawab Sarah. Setelah itu, ia dan Dimas pun langsung pergi.
__ADS_1