After Wedding Agreement

After Wedding Agreement
Mulai Mencari Kandidat


__ADS_3

Sarah juga tidak asal pilih, ia melihat asal usul dari kandidat yang sudah ada di tangannya.


"Sarah, apa kamu yakin akan melakukan ini?" tanya Dita. Dita merupakan sahabat baik Sarah. Mereka sudah bersahabat lama, apa pun itu, Dita orang yang selalu mengetahui dan membantu Sarah ketika memiliki masalah.


"Iya, Dit. Aku mohon, tolong kamu rahasiakan masalah ini ya, aku tidak ingin siapapun, mengetahuinya," pinta Sarah.


"Iya, Sarah. Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah merusak kepercayaan kamu," jawab Dita, mendengar itu Sarah pun tersenyum. Ia selalu mempercayai Dita, itu sebabnya apapun masalahnya, ia tidak sungkan-sungkan untuk menceritakan kepada Dita.


Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka. Dita merupakan seorang dosen di salah satu universitas yang terkenal di kota itu, ia juga merupakan dosen pembimbing, jadi ia tahu banyak mahasiswa perempuannya yang memiliki masalah keuangan, namun ia juga tidak yakin, apa ia harus menawarkan mahasiswanya untuk Sarah.


"Kamu kenapa bingung begitu?" tanya Sarah, yang tidak sengaja memergoki Dita sedang melamun.

__ADS_1


"Aku ada kandidat, tapi aku tidak yakin sih, apa dia setuju atau tidak. Tapi yang aku tahu, dia wanita baik, cantik, dan juga mungkin lagi butuh uang," ucap Dita. Mata Sarah pun langsung berbinar saat mendengar itu, ia tahu, Dita tidak akan pernah mengecewakannya.


"Siapa dia?" tanya Sarah penasaran. Dita pun langsung menunjukkan biodata Clara Diana, mahasiswi semester 4 yang harus berhenti karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah.


"Bawa aku menemui dia," pinta Sarah serius, saat melihat foto Clara, Sarah langsung merasa tertarik dan penasaran dengannya. Dita pun hanya mengangguk, dan meminta waktu untuk menghubungi Clara, dan mempertemukan mereka secepat mungkin.


Tidak butuh waktu lama, Dita pun langsungĀ  menghubungi Clara dan mengajaknya untuk ketemuan. kini, mereka sudah menunggu di sebuah kamar hotel. Sarah sengaja menyuruh Dita untuk membawa Clara ke hotel miliknya.


"Apa yang akan dilakukan Bu Dita di sini?" tanya Clara dalam hati, terus terang ia takut untuk bertanya. Clara merupakan gadis yang sangat polos, sehingga membuat Dita setuju untuk mencalonkan dia sebagai istri siri dari Dimas, karena bagaimanapun, Clara tidak akan banyak menuntut dan akan tutup mulut jika diberikan setumpuk uang.


"Ngomong-ngomong, setelah berhenti kuliah, apa yang kamu lakukan?" tanya Dita memecahkan keheningan.

__ADS_1


"Saya hanya membantu Ibu jualan kerak telor Bu," jawabnya dengan jujur.


"Lalu, bagaimana dengan Ayah kamu?" sambung Dita lagi, sebagai dosennya, Clara merasa wajar jika Dita menanyakan pertanyaan itu.


"Ayah saya kena penyakit stroke Bu, jadi sekarang Ayah hanya bisa berbaring di rumah," jawab Clara jujur, mendengar itu membuat Dita yakin, bahwa Clara akan setuju, bagaimanapun Clara pasti sangat membutuhkan uang.


Tidak lama setelah itu, Sarah pun datang bersama Dimas. Sarah sengaja meminta Dimas untuk ikut melihat Clara secara langsung, awalnya Dimas menolak, namun saat melihat Sarah memohon, membuatnya tidak kuasa untuk menolak.


Sarah dan Dimas pun langsung menuju kamar tempat Dita dan Clara. Dita sudah memberitahunya dari sebuah pesan, sehingga Dita tidak perlu menjemput mereka di lobi.


"Kalau boleh tahu, kenapa Ibu membawa saya ke sini?" tanya Clara memberanikan diri, sedari tadi, Dita terlihat sangat gelisah, seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Clara mulai merasa takut, ia takut Dita akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2