AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
MISI PERTAMA KITA GUSY


__ADS_3

Besok harinya di kamar Zero. Zero dan kawan-kawannya masih tertidur karena lelah membersihkan kamarnya saat malam. ‘THETTT THETTT pisisheradidamdam spela, suara telephone hp Zero, ‘’huhuhhhhhhheehhhhhh.’’ Zero terjatuh dari ranjang atas dan membuat semuanya bangun, ‘DURKK hahh.’ mengangkat hp. ‘’hmmmm iya,’’ masih dalam keadaan beler. ‘’hahhhhh oke-oke ehhhh cepat kita dapat tugas pertama kita ayo-ayo.’’ Zero tiba-tiba jadi segar.


Semua orang bangun dan hanya Zero yang langsung fress tapi Beast masih tidur, Navy langsung pergi ke kamar mandi karena tahu akan ngantri lama sedangkan. Techno sedang loading, ‘‘Beast-Beast ayo, bangun Beast liat tuh jam berapa.’’ Techno sedang mengumpulkan nyawa dan melihati tingkah Zero. ‘‘Beast ayo.’’


‘‘hahhh masih ngantuk. 30 menit lagi.’’ di seret Zero.


‘‘hahhh susah sekali sihh.’’ Pindah ke Zero dan timnnya sedang berjalan ke meja seketaris, ‘’ayo cepat.’’


‘’hiihh lama sekali kalian ini, wahh topi apa itu cocok untuk kamu.’’ ucap Kak Jeremy yang melihat Zero menggunakan topi pesulap.


‘‘ohh ini karena saya dulu guru bahasa Inggris, jadi saya menggunakan topi ini untuk menghibur anak-anak, maaf kak wajarkan habis bersih-bersih semalam.’’ Zero mencari tahu, apakah Kak Jeremy tahu tentang kamar yang kotor.


‘’iya-iya baik misi pertama kalian.’’ Zero menyadari kalau Kak Jeremy tahu pasal tentang kamar yang kotor, tapi ada satu hal yang dia sadari. Zero melihat muka Kak Jeremy yang penuh kemurungan, ‘’kalian harus pergi ke pabrik apel ini.’’


‘‘hmmm ada apa dengan kak Jeremy.’’ Zero berbicara dalam hati.


‘‘pemilik pabrik mengaku kalau ada segerombolan preman yang sering mengambil banyak kotak apel di pabriknya, untuk itu mereka kalian harus tangkap, kata pemilik pabrik itu mereka sering datang pukul 11 ke atas lokasi akan ku kirim ke Navygation.’’


‘’ohh hmm lalu dengan apa kami kesana.’’ Tanya Zero.


‘‘eh itu Komandan bilang karena kalian belum di percaya 100%, dia melarang untuk kalian menaiki kendaraan.’’ Jawab Kak Jeremy dengan senyum bersalah.


‘‘lalu uang ongkos.’’ Zero yang sudah tersenyum apa adanya.


‘’tidak ada juga.’’ Jawab Kak Jeremy enteng.


‘’hehhhh kenapa dengan om gondrong ini.’’ Zero menyindir Komandan Bull.


‘’sabar-sabar ini ujian.’’ Navy menyabarkan Zero yang mukanya sudah jengkel.


‘’lalu di mana alat-alat agentnya.’’ Tanya Techno.


‘’kalian masuk lah ke ruangan weapon di sana,’’ menunjuk tapi tidak ada apa-apa. ‘’eee sebentar,’’ mengirim alamatnya ke hp Navy. ‘’ada tidak.’’


‘’ada.’’


‘’nanti akan ada penjaga yang memberi kalian senjata dan barang-barang yang kalian butuhkan.’’


‘‘okee ohya kak selesai misi main lagi ok.’’ Zero berpaling, lalu sambil tersenyum.


‘‘hehh kalau ada waktu luang ya.’’ Jawab Kak Jeremy dengan agak terkejut.


‘’ayooo kita cepat-cepat selesai kan misi ini.’’ Mereka berjalan menuju ruang weapon.


‘’coba gak usah norak apa.’’ sindir Beast.


‘’ya gimana aku memang seperti ini.’’ Kak Jeremy melihat mereka dan melanjutkan tugasnya lagi.


Sesampainya di dalam ruangan Weapon. Sebuah tempat putih besar, yang di beri banyak cctv, tempat itu memilik lorong panjang kedepan. Zero dan timnya terus berjalan menuluseri ruangan. Di dindingnya terpasang lampu bulat biru dan pot bunga yang di susun rapih. Mereka sampai di ujung ruangan, dan bertemu sebuah pintu canggih, di sebelahnya tepat beberapa tombol untuk bisa membukanya.


‘’hmmm apa ini,’’ Zero menunjuk label-label bergambar anggota tubuh. ‘’oke ini mata, ini gigi, ini jari dan yang terakhir mulut. ‘’okeee.’’ Zero mengusap tangannya, lalu dia memulainya. Saat bagian mata, sebuah cahaya SERAP/terang dari pertengahan antara pengecek mata, menyilaukan Zero. ‘’HAHHHHH.’’ Karena ke silauan, Zero menutup matanya sambil cengir/senyum, membuat pengecek gigi dan mulut. Zero keperihan, menutup matanya dengan tangan kiri, lalu tangan kanannya menyentuh pengecek jari. ‘’hahhhh hess busett apa ini silau banget.’’


Dari awal Beast Techno dan Navy tertawa melihat Zero.


Selesai, Zero dan timnya memasuki ruangan dan bertemu penjaga yang sangat jantan, kekar dan pemberani, tapi kebalikannya. ‘‘salam hormat para Agent perkenalkan namaku Bottle.’’ merperkenalkan diri dengan sopan.


‘‘kayak tidak jelas ini orang.’’ Zero berbisik kecil.


‘’aku sebagai security di sini, jadi class dan peringkat apa kalian.’’ Tanya Bottlel


‘’eeee C 14.’’ Jawab Zero.


Bottle yang tersenyum tiba-tiba berubah menjadi murung, yang beradab baik sekarang tidak beradab. ‘’huhhhh kukira A, masuk saja sana ambil barang di Class kalian tapi jangan masuk ke ruangan lain.’’ Bottle pergi ke bangku kerjanya, merebahkan kakinya di atas meja, memakai headsheet dan melanjutkan membaca novel bucin.


Zero dan timnya hanya sinis melihat tingkah laku seorang pria jantan ini. Mereka masuk ke ruang C dan melihat pemindai data Agent. ‘’sumpah kesel ingin ku tinju mukanya. Kaya kamu’’ Ucap Beast.


‘‘hmmm itukan novel yang lagi banyak orang baca, aku harus meminjamnya.’’ Techno berfikir dengan memegang dagunya.


‘’hmmm oke, jadi tinggal tekan tombol ya.’’ Zero menekan tombol lalu terlihat dari atas tombol atas itu, sebuah layar kecil yang menunjukan sandi C 14. Mereka measuki tempat itu. Dan mondar-mandir mencari barang mereka.


‘‘malah mikirin novel lagi, Zero di mana barang nya.’’ Tanya Navy ke Zero yang lagi mundar-mandir.


‘’eeini benar yang ini class C,’’ saat mereka melihat senjata dan barang mereka. ‘’ya Allah pelit banget.’’ Ucap Zero.


‘’lahhh yang benar saja.’’ Navy yang agak jengkel karena melihat bendanya.


‘‘APA INIIIIII BODOHH.’’ Beast berteriak membuat Bottle mengarahkan kepalanya ke pintu, lalu membaca lagi.


‘’maksudnya apa ini cehh.’’ Techno sok stay cool.


‘‘gini amat ya jadi Agent C 14, pistol biasa 12 ee apa ini peluru, 4 benda apa lagi ini, apa ini tas , isinya laptop oke lahh, Techno ambil laptopnya aku akan bawa benda ini. Nih kubagi satu-satu.’’ setelah merapikan barang mereka keluar dari ruangan. Saaat di meja si penjaga, Bottle tidak ada di tempat.


‘’wihh novelnya di tinggal.’’ Ucap Techno senyum kesenengan.


Zero menasehati Techno dengan sesat.


‘’hehhh anda tidak boleh seperti itu Techno, anda kan teknologi ngambil,’’ ambil novelnya, masukin ke tas. ‘’anda pasti pintar.dan tidak boleh mencuri.’’


‘’hehahahhahah. Ro jangan roo dosa.’’ Techno Menolak dengan mau.


‘’yowess kalau gak mau mahh.’’ Zero mengembalikan bukunya ke atas meja.


‘’eee iya-iya Ro.’’ Techno menghentikan Zero dengan menarik rompi belakangnya, dan dia memberikan bukunya.


Techno dan Beast hanya tertawa melihat itu tapi berbeda dengan Navy. ‘’ehhh terus bagaimana itu aku khawatirnya ketahuan.’’ Khawatir Navy memberitahu tim sesat nya.


‘‘udah sih biarin aja, lagi pula itu orang bikin kesel orang lain mulu.’’ Ucap Beast mendukung Zero.


‘’gak ikutan ya aku takut dosa.’’ Balas Navy.


‘’hmmm aha.’’ Zero merobek kertas di buku yang ada meja dan menulis dengan tulisan, ’maaf pak Bottle ini gak apa-apa di buang bukunya, ini ada di tempat sampah ya sudah kalau tidak mau buat saya saja’ ‘’hahaahhha.’’ Ketawa jahat Zero.


‘’memang bisa.’’ Tanya Navy yang masih ragu.


‘’pasti bisa pertama, dia tidak tahu ini ulah siapa hmmm aha aku ada ide kalian pergi duluan.’’ Balas Zero memberi usulan.


‘’kenapa.’’ Tanya lagi Navy membuat Beast menarik rompinya.


‘‘udah ikut aja nanya mulu.’’


‘’ada saja sudah tunggu di luar ayo cepat.’’


‘’Rooo.’’ Techno memberi jempol.


Setelah semua orang pergi, Zero masuk kembali keruangan namun dia menemukan sebuah botol minum, ‘‘hmmmm ger..ra..tis..0ke tahnk you.’’ aslinya tidak ada bacaan gratis padahal itu hanya botol minum aqua. [otak agent].


Zero masuk kedalam dan melihat sekeliling lalu dia berjalan kearah pintu class A dan melihat kalau di depan pintunya ada kode yang sama seperti di depan pintu Class C. Zero memperhatikan tombol itu sambil berusaha membuka tutup botol yang masih tertutup, ‘‘ehhh ee eeh susah banget ini eeeeaa hehhhehhhh.’’ karena terlalu kencang air yang di dalam botol muncrat dan mengenai tombol kode itu, alhasil satu gedung PHAS konslet dan mati lampu, ‘’heheheh.’’


Setelah mati lampu ternyata pintu class A membuka sedikit celah di tengahnya, Zero masuk kedalam, di dalam Zero agak kesulitan untuk melihat. Tapi dia membawa senter kecil, saat menyalakan dia melihat sebuah tempat senjata yang bertulisan. ‘SARUNG TANGAN GRAVITASI’ Zero melihat sekeliling. Mencoba mengambil benda itu, karena khawatir dia mengangkat sedikit demi sedikit, khawatir alrm berbunyi. Zero membawa sarung tangan itu. langsung keluar dari ruangan itu. Hmm bentuknya warna hitam di pundak tangannya ada benda kotak warna biru, gak tahu tiu apa yang jelas kalau di aktifin kepala rasanya ngefly.


‘’heyy kamu,’’ Komandan Bull menarik kerah Bottle, saat dia sedang berjalan menuju suatu tempat. ‘’kok bisa mati lampu ini heyy.’’ Di waktu itu Komanda Bull hanya menggunakan handuk dan kaos dalam.


‘’ee saya tidak tahu komandan saya habis buang air besar.’’ Bottle sambil mengangkat tangan kirinya, membuat Komandan Bull sinis.


‘’kamu tidak liat saya belum selesai mandi.’’ Banyak sisa sabun dan sampo yang belum terbilas. Whait sampo!


‘’ee komandan bukannya sekarang pagi memang ada apa kalau mati ada hantu kah.’’ Tanya Bottle.

__ADS_1


‘’hantu-hantu, bukan!!,’’ air liurnya muncrat ke muka Bottle. ‘’tidak ada air panas cepat nyalakan listrknya.’’


‘‘baik komandan.’’ ‘Bottle langsung berlari, komandan Bull menunggu sebentar.


‘’ada apa dengan orang-orang di jaman ini.’’ Komandan Bull melihat lampu gedung sudah menyala lalu langsung menutup pintu.


Zero menghampiri timnya yang dari tadi menunggu. ‘’hehh lama amat ngapain sih tadi mati lampu.’’ Ucap Navy.


‘’bagaimana Ro berhasil.’’ Beast tak tahu apa yang Zero lakukan tapi dia berkata seperti.


‘’aku tidak tahu.’’ Jawab Zero.


‘’apa itu.’’ Techno melihat Zero menggunakan sarung tangan yang canggih.


‘’ini jadi gini ceritanya aku nemu botol botolnya susah di buka terus muncrat ke pintu Class A dan mati lampu.’’ semuanya tertawa.


‘’terus itu dapat dari mana.’’ Tanya Navy.


‘’ini saat mati lampu pintunya kebuka ya sudah aku ambil.’’ saat Zero memperlihatkan ke pada timnya, tiba-tiba di belakang mereka agak jauh datang Bottle ke Kak Jeremy.


‘’Kak kita kehilangan salah satu benda A yaitu sarung tangan gravitasi.’’


‘’kok bisa hilang.’’ Tanya Kak Jeremy agak kesal karena keteledoran Bottle.


‘’aku tidak tahu, saat tadi aku bab lalu mati lampu saat kembali pintu class A terbuka.’’ Jawab Bottle dengan melas.


‘’hmm kalau begitu ee kalian belum berangkat.’’ Kak Jeremy melihat tim Zero yang mengamati mereka.


‘’lagi mau.’’ jawab Techno. Zero tidak menghadap ke Kak Jeremy karena dia tidak tahu cara melepas sarung tangannya.


‘’Zero? Ada apa.’’ ‘DUKK DUK’ tanya Kak Jeremy membuat jantung Zero berdetak kencang.


‘’gak ada-apa.’’ jawab Zero dengan keringat mengucur di lehernya.


‘’coba kulihat tanganmu,’’ lalu Zero mengendorkan sabuknya dan malik ke Kak Jeremy, namun tangannya tetap di belakang, ‘‘Zero bisa kou berputar.’’ Zero menurut saat dia berputar perlahan ternyata tangannya masuk ke celana belakangnya.


‘’hehe gatal pantat saya.’’ Bottle merasa jijik.


‘’oh kalau begitu semoga kalian berhasil.’’ Ucap Kak Jeremy membrikan jotosnya.


‘’hehehehe.’’ Zero masih tertawa berhasil.


‘’baik.’’ jawab Navy sedangkan Beast dan Techno malah mengfoto Zero sambil tertawa di belakang.


‘’hehhhhhhhh yaa sampai jumpa kak.’’ mereka keluar dari gedung dan Zero berhasil membawa sarung tangannya.


Diperjalanan Zero selalu berexperimen dengan sarung tangannya. Saat di jalan dia membawa batu tapi batunya melayang karena efek dari sarung tangan itu, banyak orang yang melihat, namun Zero tidak peduli, waktu Zero masih melayangkan batu itu ada satu orang yang merekamnya dan karena hal itu Zero memiliki ide, tiba-tiba ada seorang ber jas krim datang ke mereka dengan kelelahan. ‘’halo tuan-tuan huhhh huuh aku Jopt loj aku ingin meminta kamu melakuakan magic sulap atau apalah itu, ini untuk laporan ku ke boss majalah ku.’’


‘’ohhh boleh tapiii..’’ jawab Zero memberikan syarat dengan muka licik.


Zero memulai atraksinya tapi di sini dia memiliki rencana. Zero mencari zona yang tepat, saat sudah menemukan yaitu sebuah lapangan yang memiliki banyak pasir. Zero memulai dengan menarik semua debu di tanah, di buatnya menjadi rasenggan lalu di lempar ke atas. ‘DUBSSSSS’ debu debua yang bertebanagn di atas seperti sebuah ledakan, namun Zero segera merubahnya menajadi bentuk burung besar. Memancing perhatian rakyat, burung itu terbang kesana-kemari.


Dan benar saja tidak menunggu lama, rombongan manusia datang ke tempat itu. Mereka menyaksikan nya dengan seksama. Lalu Zero menjatuh kan burung itu seperti pesawat yang hilang kendali, emnusuk tajam ke bawah. Semua orang menghindari tempat itu, ‘DUBSSSS’ debu-debu yang hancur menyatu menjadi sesosok manusia, mahluk itu menari-nari mengibur masyarakat, intinya nge dance banyak. Dan juga menjadi drama, setelah agak lama menghibur, Zero mengambil topinya lalu melemparnya ke manusia pasir, mahluk itu mengambilnya lalu menggunakannya dan menari ala orang-orang abad lalu. Setelah agak lama barulah mahluk itu memegang ujung topinya, mengembalikannya lalu meminta uang ke para penonto. Semua orang berbong-bondong untuk memberi uang dan mengfoto.


Zero yang mengamati dari jauh, merasa kalau topinya sudah agak penuh oleh uang, lantas dia menghembuskan mahluk pasir itu dan ‘BUSSSHHH’ asap coklat menyelimuti tempat masyarakat.


‘’uhukk uhukk.’’ Intinya semua orang bengek.


Zeo menerbangkan topinya ke atas, lalu memegangnnya, saat di lihat ternyata kabar buruk yang menyelimuti dirinya. ‘’hm nice oke kita lihat AHHHHH,’’ melotot kaget. ‘’lahhh kok jadi nyentuh ujung topi, hmmm pasti ada yang mencuri sebagian besar uangnya.’’ Zero melihat sekeliling, sedangkan area tempat orang-orang bengek masih di selimuti asap. Saat Zero masih mengamati, tiba-tiba dia terdiam melihat seseorang hitam pekat, menggunakan baju hitam. Hmm mungkin itu yang bikin dia terlihat hitam.


Orang itu bediri tegak menghadap Zero entah kenapa, Zero sempat tidak menghiraukannya, tapi setelah dia melihat uang yang banyak di tangan kiri dan kanannya. Zero langsung mengamuk lalu berlari kearahnya. Di waktu ini sebuah hal aneh terjadi. Orang itu tiba-tiba bergerak sangat cepat, sampai-sampai seluruh asap menghilang. Lalu membuat gelombang angin kencang, membuat mereka semua terpental jauh.


‘’terimakasih atas kerja sama nya.’’ Jopt memberi uang yang banyak ke Zero.


’’sama-sama anda sangat baik lain kali lebih banyak yaa huhhh hehh.’’ Zero memakai gaya mikir.


‘’bagus-bagus ada kemajuan.’’ Techno menepak punggung Zero. Mereka berbicara sambil berjalan menuju tempat yang akan sampai tidak jauh lagi.


‘’ro nanti buat beli ayam ya ya enggak.’’ Beast merangkul Zero.


‘’hiihh aku yang usaha, kou pikir di rekam gaya-gaya pesulap itu gampang.’’ Jawab Zero agak egois.


‘’ohhh jadi kamu perhitungan oke aku keluar dari tim mu.’’ Ancam Beast ke Zero.


‘’iya iya.’’ Jawab Zero agak keberatan.


‘’begini cara melawan Zero hahah.’’ memakai gaya mikir ke Zero.


‘’aku masih bingung tadi itu mahluk apa.’’ Zero masih mengelola data.


‘’memang bagaimana sih ceritanya.’’ Techno yang menganggap msalah ini besar.


‘’jadi gini, pas terakhiran tadi, aku kan sudah ngeledakin itu sandman,’’ Techno tertawa.


‘’Nah topi nya aku ambil, eee pas di lihat isinya tinggal dikit.’’


‘’memang banyak yaa.’’ Tanya Navy.


‘’banyak aku lihat dari kejahuan, yasudah aku cari itu maling, saat kulihat sebelah kiri. Ada Thanos.’’


‘’hah Thanos, yang bener kamu.’’ Techno terkejut bukan main.


‘’gak tahu.’’


‘’hehhh bodoh bego.’’ Beast menyindir Zero.


‘’yang jelas itu mahluk bentuknya item, bajunya kaya kamen raider. Terus gerakanya cepet. Sampe-sampe mental gara-gara anginnya.’’


‘’kok bisa mental sama anginya.’’ Navy bertanya ke Zero.


‘’nah kenapa itu Ro.’’ Beast sambil menyender di pundak Zero.


‘’yaaa saking cepatnya.’’jelas singkat padat, dari Zero.


‘’mungkin kabuto kali yaa.’’ Techno berfikir sinis.


‘’kabuto anak siapa.’’ Tanya Zero.


‘’Zero kita sudah sampai.’’ Ucap Navy.


Mereka sudah sampai di sebuah pabrik pengelola apel, yang terbuka tampa ada penjaga sama sekali, bahkan orangpun tidak ada.


‘‘bagaimana tidak ke curian pintu nya saja tidak di jaga hehh.’’ Penilaian Techno ke pabrik apel.


‘‘lahh kok sepi, dia mana semua orang.hmm di mana pencurinya.’’ Tanya Zero dengan mecari-cari keberadaan musuh.


Beast mukul keapala Zero. ‘‘ya belum datanglah mikir coba bodoh banget .’’


‘‘ya ndak tahu.’’ mereka masuk perlahan ke dalam pabrik apel itu, Zero mengendap-endap melalui kotak-kotak.


‘‘hehh Ro jangan norak apa.’’ sindir Beast.


‘’norak apa sih, ini itu agent.’’ Zero melihati sekeliling pabrik.


‘’di mana musuhnya.’’ Tanya Navy.


‘’mungkin belum datang.’’ Jawab Techno sambil mengendap di balik kotak.

__ADS_1


‘’hahh mungkin,’’ Zero berdiri dan mengamati lantai pabrik itu. ‘’hmmm mereka semua keluar,’’ Zero menemukan satu buah peluru yeng tergeletak di ujung kotak apel. ‘’pasti di paksa dengan ini,’’ Zero melihat ke atap dan menunjuknya. ‘’lihat, mereka di paksa keluar di suatu tempat, terus musuh nembak-nembak gak jelas, supaya mereka takut.’’


‘’berarti kita harus mencari orang-orangnya.’’ Navy ikutan berdiri.


‘’hmm berarti ada di suatu tempat di sini.’’ Techno sama berfikiran.


‘’buset sudah kayak apa aja kita ini.’’ Ungkap Beast.


‘’Ayo coba ke sebrang pintu. Khawatirnya mereka di situ.’’ Zero sedang menuju pintu sebrang, mereka menjelajahi dalam pabrik apel itu. Zero mengambil apel. ‘’wihh kesian sekali kamu, ayo ikut aku.’’ ‘Hapkurskkrus’ Zero langsung melahapnya.


‘’baca doa dulu.’’ Navy mengingatkan.


‘’oh yaa.’’ Zero langsung berpose doa.


‘’hehh kena azab baru tahu.’’ Ucap Beast yang mengikuti di belakang.


‘’hmm EHKKKK EHKK EKKK WEEYKKK.’’ Zero tersedak.


‘’hmm MAMMPUS MAPUS MAMPUSSS.’’ Beast menyindir kencang.


‘’hahahah eh kesian itu.’’ Techno memukul-mukul pundak Zero agar keluar setannya.


‘’EEK HUK WEYY WKK EEK HAHH udahhh gak usah, huhh kok bisa kesegrek.’’


‘’makannya doa dulu.’’ Techno mengingatkan Zero.


‘’udah tadi.’’ Zero mengelap bibirnya.


‘’’boong.’’ Sindir Beast.


‘’hmmmm, hah sudah sampai.’’ Mereka melihat pintu sebrang atau gerbang mobil-mobil yang akan mengangkut apelnya.


‘’apa ini tidak ada orang, ya sudah tidur dulu hah.’’ Ucap Zero.


‘‘hee bodoh kalau ada gimana.’’ sindir Beast.


Zero pergi menuju luar gerbang, menengok dan tidak melihat apapun kecuali jalanan kosong, lalu dia berdiri di samping pintu, dan menyindir Beast dengan gaya khabe lame, bahwasannya tidak ada musuh. Zero kembali lalu menjatuhkan kotak berisi banyak apel. ‘’nanti ada suaranya, kalau yang nginjek atau megang, sudah tidur dulu.’’


Zero dan timnya pun tidur di balik tembok, Zero tidur asal, Navy kepinggir ,Beast kepinggir, Techno menyender di tembok, mereka tidur dari jam 9 sampai jam 11, Zero yang sedang tidur nyenyak terbangun oleh suara nyamuk, ‘‘……hehh…..ihhiihh hah ganggu,’’ menampar mukanya sendiri. ‘’aja hmm heh.’’ Zero melihat seorang yang memakai baju seperti ******* serba hitam dan memakai topeng tengkorak, namun orang ini gendut dan topengnya terlepas karena dia sedang makan apel, mukanya tidak menghadap ke Zero karena dia sedang mencoba-coba apel yang bagus. Gak puasa ni orang. Zero yang melihat itu langsung membangungkan timnya, ‘’heh heeh bangun bangun liat tuh.’’ Zero sambil membangunkan timnya.


‘‘itu penjahatnya Cuma satu.’’ Tanya Navy.


‘’hmmm gak mereka lebih dari satu, lihat itu tadi di situ tidak ada kotak yang di susun mungkin dia ingin mencurinya. Dan gak mungkin juga dia membawa itu semua sendiri.’’ Jawab Zero dengan mengamati.


‘‘terus di mana yang lain.’’ Tanya Techno.


‘’mereka lagi menunggu di mobil.’’ Jawab Zero.


‘’memang iya.’’ Sahut Beast.


‘’memang kalau aku masak ikan kamu nunggu di mana. Dapur.’’ Tanya Zero.


‘’ohh ya bener juga tumben kamu pintar.’’ sindir Beast.


‘’sudah ayo, Techno Navy jaga belakang aku dan Beast bikin pingsan orang ini.’’ Zero dan Beast menghampiri musuh itu secara perlahan saat sudah di belakang tepat, Zero mengangkat tangannya ingin memukul orang ini namun Beast menahannya tapi dia menemukan tongkat besi,


Beast dengan bahasa isyarat mulut. ‘‘jangan-jangan ini saja.’’


Zero memblas isyarat. ‘’jangan ini saja panci.’’


Beast membalas lagi isyaratnya. ‘‘oke oke.’’


‘’mereka ngapain sih.’’ Tanya Navy.


‘‘shttttt diam.’’ Balas Techno mengawasi dari belakang, Zero mengangkat tangannya dan langsung menghantam kepala orang gendut itu dengan panci yang Zero bawa. ‘tenggggg’ Skull gendut itu pingsan, namun tak di sangka dugaan Zero benar. Para musuh yang bertopeng kepala tengkorak, kebetulan sedang membawa kotak-kotak apel, serta menahan seluruh buruh pabrik di luar.


ada selrang Skull Kaget dan akan mengecek kedalam, namun Marko mencegahnya. ‘’biar aku saja.’’ Marko berjalan perlahan menuju pintu pabrik, dia menghampiri gerbang besar itu dari sebelah kiri, saat sudah berpaspasan dengan ujung pintu. Keluarlah sepotong apel yang ada bekas gigitan dan menggelinnding.


‘‘ayo ayo cepat cepat.’’ Ucap Zero ke timnya, saat Marko melihat ternyata orang gendut itu sudah di ikat layaknya babi guling dan mulutnya di sumpel apel, Marko yang melihat dengan satu mata kanan hanya kaget karena mata kirinya menggunakan penutup mata, tiba-tiba dari arah samping terdengar suara langkah orang berlari, ‘’DUK DUK DUK TENDANGAN GARUDA.’’


‘‘EEEOHHHHHH.’’ slowmo Marko tertendang.


Zero muncul dari samping pabrik dan menendang Marko sampai ia terpental ke mobil avivi putih yang berisi kotak-kotak apel,


‘’SERANG MEREKA!!!!.’’ adu tembakan pun terjadi dan timnya Zero segera berlindung di balik tembok sisi jalan mereka saling mengadu tembakan ‘DORR DOR DOR’ tembak menembak tapi tidak ada yang terkena.


Zero bawa aku ke serbang. ‘’Ucap Techno di samping Zero.’’


‘’bagaimana caranya.’’ Jawab Zero dalam badai peluru.


‘‘pakai sarung tangan mu.’’ Jawab simple Techno.


‘‘ohhh o,’’ Techno berjalan santay ke sebrang, sedangkan peluru yang menuju Techno di tahan oleh sarung tangan gravitasi jadi semua peluru mereka diam di udara, ‘’hehhh cepet apa jangan santai.’’ saat Techno sampai dia malah menyeduh kopi di sebrang, ‘’kenapa lagi anak ini.’’


‘’Roooo ada orang yang di tahannnn, cari cara, peluruku habis.’’ Teriak Beast di sebrang jalan, akhirnya Zero berfikir. Ya tentu saja dia kaget melihat gerombolan orang sedang di tawan.


Setelah agak lama, dia berjalan ketengah jalan yang lurus itu dan menggunakan sarung tangan nya, sarung tangan itu mengeluarkan cahaya biru terang di kotak yang ada di tempurung tangan, dan Zero menahan peluru itu satu tangan seperti gaya Iron-man.



‘’AYOOOO CEPATTTT.’’ Teriak Zero ke pada gerombolan orang tadi, namun mereka masih takut.


Seluruh peluru tertahan, lalu mengambang di udara. Tim Zero berangkat menuju gerombolan orang tadi. Cuma Beast dan Navy. Mereka berlari menuju musuh, Skull yang menjaga menodongkan pelurunya ke arah Beast Navy, Zero menggunakan tangan yang kiri untuk memberatkan selururh senjata mereka, semua pistol musuh terjatuh ke tanah karena berat tapi ada yang terjepit tangannya. ‘’eeeee tolong tolong.’’


Skull ini masih keras kepala, mereka tetap berlari menuju tawanan. Zero tidak tinggal diam membiarkan timnya ke susahan. Zero menerbangkan seluruh peluru yang tadi di tembakan kembali ke mereka.para Skull menjauh dari tempat itu. Beast dan Navy segera membebaskan para tawanan yang di ikat, seorang Skull yang akan kembali menuju tempat itu di tembaki Zero, sehinga mereka tidak berani dan mundur bersembunyi di balik kotak-kota apel.


‘’baik sudah selesai, ayo kita mulai .WOYYYYYY TECHNO BANTUIN.’’ Teriak Zero ke Techno yang sedang meminum kopi di atas sebuah kotak apel. Dia lagi duduk di atas kotak sambil melipat kakinya.


‘’sruppp ahh nikmat.’’ Techno mengangkat dagunya ke Zero, langsung dia mengeluarkan psitol nya dari saku dan menembak salah satu Skull tepat di kepala, tanpa melihat karena dia focus ke kopinya, lalu mengangkat alisnya ke Zero. HEADSHOOT. Zero melongo dan membiarkan Techno meminum kopinya sampai habis.


Zero menjadi sinis dan senyum. Dia langsung mengeluarkan panci panjangnya dan maju sendirian, Beast yang melihat itu langsung maju dan di susul Navy tapi Techno hanya ngopi dan duduk di sebuah kotak, ‘PETONGG PRTONGGG’ suara panci menggeplak kepala musuh, Beast yang memukul perut musuh dan kepalanya serta datang lagi menggunakan tak tik yang beda, Navy maju namun ada dua orang Skull yang melihat Navy sebagai orang culun, mereka tertawa kalau Navy tidak bisa apa-apa namun salah, karena marah Navy langsung mengeluarkan kuda-kuda kungfunya dalam sekejap dua orang itu terbantai, Techno menghadapi Pero, orang yang jago bela diri namun menggunakan dua penutup mata kanan kiri, Pero hanya meninju lurus ke Techno sedangkan Techno hanya minum kopi dan duduk, tinjuan Pero berada di atas kepala Techno jadi tidak kena.


Di pertarungan ini, Zero Beast dan Navy susah payah menghadapi musuh yang totalnya Sembilan sampai pada akhirnya Zero mengambil sebuah tali tambang dan membawanya lari. Nah yang aneh kenapa Zero tidak memakai sarung tangannya, hmm itu karennaaaaa dia ingin melatih dirinya, Zero tidak ingin memanfaatkan alat sampai-sampai dia jadi lemah. ‘‘Beast kumpulkan mereka di satu tempat.’’ Teriak Zero sambil berlari.


Kerjaan Beast hanya melempar musuh ke arah tujuan dengan kondisi mereka yang seperti mabuk, lalu Zero memberikan ujung tali ke Navy dan mereka berdua memutari musuh dengan arah yang beda, Zero kanan Navy kiri karena itu musuh terikat dan Techno berdiri dari tempatnya dan menarik kotak apel tadi ke belakang lantas Pero berjalan sambil mininju lurus, Pero terus berjalan sampai ketempat musuh terikat dan mereka semua pingsan di tinju Pero, setelah itu Zero duduk di jalan bersama Beast Navy karena lelah.


‘’huhuuhuhu selesai.’’ Zero tidur di jalan.


‘‘eee ro mobilnya pergi.’’ Teriak Navy ke Zero.


Zero langsung bangun. ‘‘ehhh lupa ehhh ehhh ahha.’’ Zero mengambil benda aneh tadi. Yang tadi loh di tempat Class C. dan mengaktifkannya dengan menekan tombol di tengahnya lalu melemparnya ,ternyata benda itu menempel di mobil.


‘‘apa itu.’’ Tanya Navy.


‘‘itu pelacak magnet.’’ Balas Zero duduk kembali di jalan.


‘‘kok bisa tahu.’’


‘‘itu cara ku mencari box makanan Beast.’’ Jawab Zero dengan enteng.


Beast sinis ke Zero dan memukul kepalanya ‘‘pantas saja makan ku suka berkurang.’’


‘‘heee kamu nyuruh orang jangan pelit tapi sendirinya.’’ Zero tidak terima.


‘’nanti itu di makan bareng.’’ Beast agak terbata.


‘’alasan.’’ Zero memberi muka murung.

__ADS_1


‘‘sampai benar bagaimana.’’ Mengancam Zero.’’


__ADS_2