
Di pagi harinya Zero dan timnya membersihkan gedung 1 gedung 2 asrama dan gedung pusat. Saat di gedung 1 Zero dan Navy sedang melihat foto Komandan Bull. ‘‘hahhah parah amat Ro.’’ Ketawa Navy melihat tingkah Zero.
‘’hmmmmm volumenya sama.’’ Ternyata Zero dari tadi sedang mengukur kepala Botak Komandan Bull dengan sebuah telur.
‘’WOYYYY DUO SEJOLY BANTUIN NI NGEPEL UDAH TAHU GAK ADA PELAN HARUS PAKE BAJU AKU JUGA YANG BELUM DI CUCI 3 HARI.’’ Teriak Beast ke arah mereka.
‘’hihhh Techno aja kagak ngeluh.’’ Balas Navy. Zero mengangguk.
‘’huhh kayaknya aku harus ngopi dulu.’’ Ucap Techno, sembari merapikan rambutnya. Zero sinis.
Beast membanting pelannya ke lantai. ‘’tuhh gantian pengen istirahat aku.’’ Beast jengkel dan pergi bersama Techno.
‘’eeeee yyaaa waktunya kerja, ini telor kemanain lumayan buat makan yaa aha.’’ Zero menyimpannya di bawah foto.
‘’memang kamu dapet itu dari mana.’’ Tanya Navy.
‘’eeee itu.’’ Terlihat Komandan Bull yang sedang mencari sesuatu di area penerimaan tugas. ‘’huhh dimana dia dimana dia.’’ Kak Jeremy datang menghampiri karena khawatir.
‘’ada apa komandan, apa ada masalah besar.’’ Tanya dia dengan khawatir.
‘’Jeremy apa kamu melihat telur ayam inggris di sekitar sini.’’ Komandan Bull terlihat stress.
‘’eee untuk apa telur Komandan, di makan.’’ Kak Jeremy yang merasa sedih, di pikirnya Komanda Bull stress karena kalah. Kena mental.
‘’hahhh ada saja hehh siapa kalian.’’ Komandan Bull menghentikan beberapa Agent yang akan lewat.
‘’itu Komandan salam hormat kami CLASS C peringkat 8 9 7 dan 6 ada yang bisa kami bantu Komandan.’’ Sangat berwibawa kali ni orang.
‘’eeee kou beruntung aku yang memberimu tugas, carilah sebuah telur inggris, ee betuknya seperti,’’ Komandan Bull melihat ke lantai yang kinclong dan menunjuknya, Nampak wajah seseorang dengan diagram bulat. ‘’hahhh seperti kepala orang ini, tunggu dulu,’’ menyadari sesuatu. ‘’hahh intinya telur bulat oke.’’ Kak Jeremy mulai khawatir atas kondisi Komandan Bull.
‘’wahh tugas dari Komanda langsung, baik kami akan segera membawanya ke anda.’’ Para Agent itu pergi dengan berlari.
‘’ehhh apa kou sakit Komandan.’’ tanya Kak Jeremy.
‘’jangan meremehkan ku yaa aku hanya kurang stamina untuk itu aku butuh telurnya.’’ Menegakan dadanya.
Terlihat di depan ruangan Komandan Bull, Navy mengepel dengan gaya orang jepang. Iya yang di dorng. Lantara tidak kelihat karena dia melihat kebawah dia menabrak dindingnya. ’BRUKK’ ‘’HADUH.’’ Tak lama di susul Zero tapi dengan srodotan di atas kainnya. Karena tidak bisa berhenti dan Zero berada di garis tepat depan pintu ruangan Komandan Bull, dannnn dia masuk ke dalam ruangan. ‘’wihhhhhhEEEEEEETOLONGGG.’’
Di dalam ruangan ternyata Zero menabrak foto besar yang ada di depan meja sampai hilang kepalanya, mungkin itu baru jadi dan di kirim. Navy memasuki ruangan, membuat Zero berteriak kaget. ‘’AHHHHHihhh kirain siapa.’’ Zero panik tapi dia segera mencari cara, Zero memanggil Navy. ‘’heh tolong-tolong ambilin telor tadi.’’
‘’hah emang kenapa.’’ Navy ingin mengintip dan terlihat foto Komandan Bull yang hilang kepalanya. ‘’hehhh kenapa itu, kita ketahuan bahaya.’’ Dengan nada panik.
‘’yaudah makannya ambil telor aku ada ide.’’ balas Zero dangan panik.
__ADS_1
‘’oke-oke.’’ Navy segera keluar.
Ternyata telur yang Zero di bawa itu di lakban di antara pertengahan lubang kepala dan di gambar dengan pulpen membentuk wajah. ‘’hahh udahh.’’ Ucap Zero dengan tenang.
‘’Roo yang bener gehh, bahaya nih.’’ Navy masih panic.
‘’yaudah kamu aja yang perbaiki oke.’’ Zero dengan muka malas.
‘’ehhh yaudah kalau ketahuan kamu yang salah ya Ro.’’
‘’hmmmmmm.’’ Zero mulai mengamati sekeliling.
‘’RO.’’
‘’hmmm.’’ Zero melihat sekeliling ruangan Komandan Bull, yaa di dalmnya banyak piala, penghargaan Negara, foto-foto dengan petinggi Negara, tapi ada satu foto yang membuat Zero menjadi sinis melotot kaget bukan main. ‘’orang itu.’’ Zero melihat Komandan Bull bersama 3 orang yang Zero tidak ketahui. Tapi hanya satu dia tahu di antara mereka.
‘’RO RO RO cepat di Komandan Bull akan datang.’’ Tiba-tiba Navy menerobos penghilatan Zero.
‘’ehh kamu dukan ya tahu dari mana.’’ Zero sinis.
‘’tuu cctv sudah ayo.’’ Terlihat dari sebuah layar besar si ruangan itu, Komandan Bull sedang dalam perjalanan menuju ruangannnya.
‘’ohyaa ee bener ayo cepat.’’ Zero cepat-cepat pergi. Tapi kakinya nyangkut sela-sela bawah pintu. ‘’eeeh eeee ee bagaimana ini, sial. Hhiiiyaaaa.’’ Zero menarik kakinya, di tambah Navy menariknya. Usaha mereka tidak sia-sia tapi, Zero terpental masuk dan Navy terpental ke luar ruangan.
‘’haduhhh bagaimana ini, aku harus mencari cara,’’ matanya meraba-raba ruangan. ‘’hmmm, AHA.’’ Zero mendapatkan sebuah ide.
Setelah itu mereka beristirahat ‘’huhhhhhh cape juga.’’ Zero bernafas panjang.
‘’kira-kira kenapa ya komandan Bull bisa menerima kekalahannya.’’ Tanya Navy yang masih memikirkannya.
‘’Komandan,’’ Navy memberikan senyum kepada Komandan Bull, Komandan Bull membalas senyumnya, lalu dia menekan tombol yang berada di sampingnya, namun terhenti karena sebuah hal.
‘’Navygation, apa kamu melihat ada seseorang yang masuk sebelumnya?’’ tanya Komandan Bull memalkan wajahnya ke Navy.
‘’eeee.etidak Komandan, aku tidak melihat apa pun.’’ Navy tersenyum pakasa.
‘’ohhhterima kasih kalau begitu.’’ Balas Komandan Bull.
Komandan Bull memasuki ruangannya, dia memasuki ruangannya dengan keheranan. ‘’ehhh tunggu dulu, dimana foto barunya.’’ Zero sedang bersembunyi, menutup dirinya dengan kain, lalu menyimpan foto yang bolong tadi di sampingnya, Komandan Bull melihat sekeliling. ‘’AHHHHHH bagaimana bisa seperti ini, ini adalah bentuk kekuatan dan ketangkasan’’ Zero sinis mendengarkan itu.
‘’siapa yan melakukan ini, sial jika aku menemukannya, mungkin aku akna menaruh dia di teng’ah lapangan, lalu Pharmy menembakinya,’’ Zero merinding berat di balik kain. ‘’hmm telor ini, akhirnya ketemu juga. Dari mana saja kamu, ayo kumasakan dulu.’’ Komandan Bull menyimpan telur itu di atas meja, dan tidak lama kemudian terdengarlah suara panggilan sebuah telepon.
‘TRETT TERTT TERTT’ ‘’halo, yaa saya Komandan Bull, hmm ada apa. Tentang senjata ku?, untuk apa kamu menanyakan itu? Tidak-tidak! Dimana dia, yaa big kid where are you now, are you finishin your mission, yes yes . yeahhh I like that to, yes yes spirit ok.’’ Komandan Bull menutup teleponnya.
__ADS_1
‘‘Komandan Bull kesurupan jin luar negeri kah?’’ gumam Zero di balik kain.
‘TRETT TERTTTT’ ‘’APA LAGI, HAHHH RAPAT LAGI, BARUSAN KITA SELESAI, YA YA TUNGGU SETELAH AKU MAKAN.’’ Komandan Bull menutup telepnnya. ‘’ada-ada saja mereka ini.’’ Komandan Bull mengambil telurnya, mengaca di sebuah lemari dan merapikan jasnya, dia membuka lemarinya membuat Zero kepo, Zero mengintip sedikit untuk melihat.
‘’apa ituu, sebuah jas hitam dan celana hitam, ehhh tunggu jasnya ada corak garis biru.’’ Zero mengangkat sedikit kainnya.
Komandan Bull merasakn hal aneh, dia dengan cepat memalingkan mukanya ke are, lalu dia melihat ke arah kain Zero. Komandan Bull terus memandanginya, dia berjalan perlahan mengambil telurnya di atas meja, lalu menghampiri kain itu. ‘’jangan kesini-jangan kesini pergila PERGIIII hahhh.’’ Zero bertertiak di hatinya.’’
‘’hmmmm, mungkin itu pakaian kotor.’’ Komandan Bull segera menuju pintu lalu menekan beberapa tombol, pintu terbuka dan keluarlah dia, memberikan senyum keapada Navy, lalu melangkah pergi. Sebelum pintu tertutup, Zero dengan segera lompat seperti harimau dari sampng menuju keluar, saat di luar di terpeleset tangannya karena licin.
‘’AHHHH, ehhhh WADAW, licin sekali, Hhahahha SAYA BERHASIL SEMBUNYI DARI MARKAS GENDERUWU.’’ Zero bergaya seperti pahlawan
‘’kamu memang ngumpet di mana?’’ tanya Navy tersenyum.
‘’jadi gini, di balik tembok ini, tadi ada kain untuk menutup sebuah piala besar, ya sudah ku ambil dan menutupi diriku dengan itu. Dannn naro foto yang bertelur tadi, di sampingku.’’
‘’ohh pantes gak ketahuan, ya udah ayok waktunya istirahat.’’ Balas Navy
‘’eeh memang sekarang jam berapa.’’ Zero melihat ke tangannya yang kosong tidak ada jam.
‘’jam 11, sudah ayok, Beast sama Techno lagi nungguin di kamar.’’ Ajak Navy.
‘’okeeeee.’’
Sesampainya mereka di depan kamar, Beast memulai percakapan. Ohh ya mereka ini Cuma pakai celana hitam dan kaos oblong putih. ‘’Roo kira-kira kalau kita berempat lawan dia sendiri, itu siapa yang menang.
‘’tidak tahu dah.’’ Techno sambil suput kopinya.
‘’gila ya itu kalau lawan dia harus sekuat apa ya.’’ Beast menghalu.
‘’yang jelas kuat banget tapi dia gak kuat cahaya matahari, yaa orang botak bakal pusing kalau kejemur.’’ Jawab Zero. ‘’TRINGGGG TRINGGG.’’ Suara telepon yang berada di dinding samping kamar mereka, Zero mengangkatnya. ‘’halooo.’’
‘’halo ini siapaya??.’’
‘’THETT’’ Zero mematikan teleponnya dan sinis ke teleponnya ‘’whatt thee dia yang nelepon dia yang nanya.’’ Zero kembali ketempatnya.
Semua orang tertawa ‘’parah amat Ro, tadi siapa ohyaa Roo kamu saaat di gedung Blue Jack kemana saja.’’ Tanya Navy.
‘’gak jelas langsung aku matiin aja dia yang nelepon dia yang nanya balik, ohh aku ikut rapa…ee HAH KITA HARUS BERI TAHU.’’ Tiba-tiba Zero panik dan khawatir bukan main.
‘’beri tahu apa.’’ Tanya Navy mulai panik.
‘’MAFIA ITU AKAN MENYERANG DOBS!!’’
__ADS_1