AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
MENYUSUF KE GEDUNG JEKI BUL BUL


__ADS_3

Pindah tempat. Kak Jeremy sedang sinis, melihat foto baru Zero di instragam. Foto nya yaitu, Zero sedang berfoto ala vloger, lalu timnya di belakang bergaya. Yang embuat Kak Jeremy sinis itu bukan gaya mereka, tapi banyak kendaraan yang mengapung di atas mereka. Komandan Bull meghampiri meja Kak Jeremy. ‘’DIMANA KANGKUNG NYA.’’ Komandan Bull yang kalap.


‘’eee sedang dalam perjalanan Komandan.’’ Kak Jeremy yang merinding.


‘’apa itu, berikan sini,’’ Komandan Bull mengambil tablet Kak Jeremy, lalu melihatnya. ‘’hehh.’’ Dia tersenyum lalu pergi, tapi sebelum pergi, Kak Jeremy menyematkan untuk bertanya.


‘’eee Komandan, memang kang-kung untuk apa.’’ Bicara normal. Sekarang berbicara di dalam hati. ‘’ini om-om kenapa yaa, perasaan tadi dia marah-marah, tapi sekarang senyum-senyum sendiri.’’


Komandan Bull memalingkan wajahnya ke belakang, lalu merobek bajuya. Maksudnya narik baju nya terus tiba-tiba sudah pakai baju gym aja, seperti itu, yaaa kayak di flm-flm. Dia maju dengan tegak dan sangar. Komandan Bull berdiri di depan Kak Jeremy. Di mendekatkan kepalanya, lalu menunjuk ototnya dan mengangguk. Komandan Bull mundur, datang seorang Skull memberi jas merahnya, Komandan Bull pergi sambil memakai jas nya. Kak Jeremy hanya diam melongo.


Pindah tempat yang di mana Zero dan timnya masuk ke dalam mobil avivi hitam. Saat sudah masuk mobil ‘’wihhhhhh apa ini canggih.’’ Seru Zero.


‘’padahal avivi tapi di dalamnya kaya ufo.’’ Kagum Navy dengan mobil yang mereka dapati.


‘’hmmm ada mesin air disini aku bisa nyeduh kopi.’’ Tersenyum Techno membuat Zero sinis.


‘’’Roo jangan norak apa.’’sindir Beast.


‘’apaan.’’ Zero menekan tombol di tempat mengemudi dan tidak sengaja mengaktifkan gps untuk ke gedung Blue Jack, ‘’eeee Agent memang harus norakya.’’ Sindir Zero ke Beast.


‘’apa ini map.’’ Tanya Beast sambil memegang bahu Zero.


‘’iya ini map hmmm coba kulihat, ini… menuju gedung Blue Jack??’’ jawab Navy.


‘’Blue Jack? ini yang di omongkan kak Jeremy, nama sebuah hotel.’’ terkejut Zero.


‘’itu nama orang bodoh.’’ Menggeplak kepal Zero.


Techno sambil minum kopi.‘’ lalu bagaimana kita lapor dulu atau mengunjungi tempat itu.’’ Tanya Techno sambil sruput.


‘’wihh ada mesin unik,’’ Zero pindah kebelakang dan mengamati mesinnya. ‘’woww ada air panasnya, wahh apa ini, WOOOW ada air dinginnya bisa keluar es juga.’’


‘’lihat tuh orang norak.’’ Sindir Beast membuat Zero sinis.


‘’hmmm oke kita kegedung saja.’’ Zero langsung memberi usul.


‘’Roo tapi ini sarang musuh,’’ sela Navy dengan tegas.


‘’ohhhhhhmmmm tapi bagaimana.’’ Zero melirik ke Pero dan Marko yang sedang terikat, sambil tersenyum lebar psikopat.


Pindah ke gedung Blue Jack. Di dalam gedung itu/lebih tepatnya di ruangan Boss, Blue Jack sedang mewawancara Om Fury yang sedang terikat di kursi dorong. Kursi kantoran. ‘’BAIKLAH PEMIRSA SELAMAT DATANG DI RAPAT ACARA PELUNCURAN GOJEK KE MARS AAAAA GAGAL LAGI.’’ Blue Jack melempar mick nya dan menembak kameramen nya .bukan orangnya, tapi kamera nya. Di sini Blue Jack sedang mencoba untuk menjadi repoter namun terus gagal. ‘’ini sudah yang ke berapa.’’ ada anak buahnya yang berada di belakang kamera mengambar angka 34.


‘’huhhhh sulit sekali menjadi repoter,’’ Blue Jack lalu beranjak ke kursi ruangannya dengan Om Fury yang duduk di depannya sambil terikat dan di lakban mulutnya. Om Fury hanya sinis melihat itu, Blue Jack berdiri dari kursinya. ‘’hahah jadi bagaiman Fury apa kou sudah merasa putus asa di sini, biar ku beri tahu kamu, PAHS hanya mencari nama bukan untuk melindungi orang lemah.’’ Jack memberi tahu sebuah sudut pandang.


‘’hahahhiahhaihuahmhm.’’ Om Fury berbicara dengan mulut terlakban.


‘’hahh ohh sepertinya kou akan mati, bukakan untuknya.’’ anak buahnya membuka lakbannya.


‘’hahhh kamu tidak tahu apa-apa tentang PAHS, kou hanya sampah pembunuh darah dingin yang hina.’’ Cela Fury ke Jack dengan nada tinggi. Roastingan kerasss.


‘’tidakkkk kou tidak tahu tapi aku tahu,’’ Blue Jack mendekat ke Om Fury, lalu memegang kedua pundak kursinya. ‘’aku lebih mengenal dunia ini dari mu.’’ Ucap Blue Jack dengan nada rendah di depan muka Om Fury sambil memegang kedua bahunya, dan membuat Skull menjadi terpesona.


‘’kou menyimpan masa lalu busukmu dan membuat banyak orang tewas.’’


Blue Jack menahan amarah dan mengambil pistol cangihnya lalu menodongkannya ke Om Fury, tepat di depan jidadnya. ‘’aku Tanya ke padamu sekali lagi, kou tahu apa aku, kou tahu apa tentang masa lalu ku, kou tahu apa atas kejahatanku itu semua hanya memiliki alasan tertentu,’’ Blue Jack menempelkan ujung pistol ke dahi Om Fury. ‘’jadi apa kou bisa tidak mengurusi hidup orang lain.’’ Om Fury melihat kebawah. ‘‘bagus. BAIK KUMPULKAN SEMUA ORANG KITA AKAN MENGADAKAN RAPAT DAN BAWA ORANG INI KE PENJARA LISTRIK.’’ Blue Jack menyuruh Skull yang ada di dalam ruangan.


Pindah ke Zero, di sini Zero dan timnya tertawa di dalam mobil ‘’hhahhahha udah mirip belum hahahhahhah.’‘ tawa Zero di iringi timnya. Ternyata mereka mengambil dan memakai baju Marko dan Pero. Tutup mata Marko di ganti dengan kang-kung kalau Pero dengan ember. ‘’jadi seperti ini rencananya ini dia phsphsphsphs.’’ Zero menjelaskan dengan cepat.


Navy hanya menganga dengan gigi tongosnya mendengar rencananya dan melihat sebuah benda aneh di tangan Zero ‘’apa ini,’’ tanya Navy sambil membawa mobil.


‘’lihatt.’’ Zero menunjukan sebuah benda.


‘’eeee hilang kemana itu,’’ kaget Navy ingin melihat kebelakang, tapi karena membawa mobil, Beast menggeplak kepalanya.


tiba-tiba benda yang di pegang Zero mengilang tak terlihat invicible. ‘’ini namanya kancing hilang jadi.’’ Zero akan menjelaskan.


‘’eee ini.’’ Beast teringat sesuatu karena melihat benda itu.


Terlihat Zero mengendap-endap, kedepan pintu senjata kelas A, dia pelan-pelan menuangkan air botol ke kodenya dan pintu pun konslet lagi, dari ruang gedung terdengar suara teriakan Komandan Bull. ‘’heyyyyyy ada apa ini BOTTLEEEE!!!.’’


‘’seperti itu.’’ Zero menutup cerita.


‘’hahhahhah IDIOT banget ketahuan kita di keluarin lagi. Sini-sini kepalanya suruhmikir dulu.’’ Memukul kepala Zero.


‘’hmmm terus bagaimnan rencananya.’’ Sela Techno sambil sruput di samping Marko.


‘’jadi rencanya aku Beast dan kamu masuk ke dalam sedangkan Navy menjaga di dalam mobil, nihh coba kita lihat aha lihat tuhh ini peta dari gedung Blue Jack, Beast kamu antar Techno ke ruangan Blue Jack untuk mencuri data, kamu yang jaga pintu dan Techno yang mengambil datanya pakai ini,’’ Zero memberi laptop APPLE. Cuma stiker APPLE nya sajaj yang di temple di depan laptop, aslinya lapto murah. Zero memberinya ke Techno dan memberi headsheet untuk masing-masing.


‘’darimana lagi ini.’’ Tanya Beast sinis. Melihat headsheet yang di beri Zero.


terliahat Bottle sedang mencari sesuatu untuk kelas B yang sudah lama menuggu. ‘’haduhh dimanaya apa aku salah taruh.’’ Mengecek kekolong meja nya.


‘’kasihan itu orang.’’ Ucap Techno sok bijak.


‘’sudah biarkan saja kita focus ke rencana kita oke, aku akan mencari informasi di ruangan tertentu, karena orang pecak ini,’’ Zero menunjuk.


‘’heyy aku Marko dusun dia.’’ Sela Marko.


‘’ohh baiklah Marko, karena orang ini mungkin kapten meraka pasti mereka akan menurut,’’ Zero dengan gaya sok bener membuat Beast mengantuk.


‘’oke kita sudah sampai.’’ Ucap Navy.


‘’wow besar sekali, gak lebih besar PHAS, oke parkir di situ Navy jaga mobil ini,’’ Zero mengintip di kaca. ‘’oke, hmmm hotel mutiara. Nama pasaaran.’’


Zero Beast dan Techno keluar dari mobil DENGAN STAY COOL, Techno menggunakan alat yang barusan Zero tunjukan di dasinya, dia langsung menghilang, Zero dan timnya tidak di periksa sama sekali di pintu masuk yang di jaga banyak Skull ‘’SELAMAT DATANG KAPTEN.’’ hormat dari para Skull membuat Zero tersanjung dan di gepplak kepalanya oleh Beast. ‘’heee tunggu aku tak bisa melihat apa-apa,’’ ungkap Beast. Karena di sini Beast memakai penutup mata Pero yang dua.


‘’eehh Techno Techno.’’ Bisik Zero dengan suara rendah.


Techno menoel Zero, ‘’hahhhHHH,’’ semua orang melihat ke arah Zero, ‘’ee apa liat-liat HAH PENGEN DI KASIH MAKAN BROKOLI!!’ ,semua orang lansung berdiri tegak, ‘’coba kamu bawa Beast ke ruangan Blue Jack.’’


‘’bagaimana caranya.’’ Tanya Techno yang tidak terlihat seperti ulti natadecoco.


‘’dorong di belakangnya.’’ Balas Zero berbisisk.


‘’ehhh dimana itu orang, hehhh kenapa ini.’’ Beast terkejut karena tiba-tiba ada yang mendorongnya dari belakang.


‘’shtttt.’’ Techno yang tak terlihat, memberi isyarat.


‘’ohh ok ok.’’ penjaga pintu yang melihat itu hanya bingung dan Zero berfikir agar tidak di curigai ‘’aha …..apa lihat-lihat di mana yang lain.’’ Ancam Zero.


‘’ehhh mereka sedang rapat dengan boss pak,’’ Skull itu memberi hormat.


‘’dimana.’’ Tanya Zero dengan melotot.


‘’di lantai 3.’’ Gemetar.


‘’ayo Pero.’’ Beast masuk pintu namun menabrak penjaganya.


‘’apa kou tidak apa-apa tuan.’’ Beast membalasnya dengan bahasa isyarat tangan oke oke.


‘’dorongnya pelan-pelan apa.’’ Kesal Beast ke pendorongnya.


Mereka memasuki gedung itu dengan banyak orang yang memegang senjata dan menunduk ketika, Zero lewat, karena dia memakai baju Marko, ’’heyyy kamu kemari,’’memanggil satu orang. ‘’bawa Pero keruangan boss.’’ Perintah Zero dengan nada tinggi.


‘’BAIK KAPTEN.’’ Zero dengan bahasa isyarat untuk menyuruh Beast dan Techno pergi. Skull itu menutun Beast ke ruangan Boss.


Zero memulai perjalanannya di delam gedung. Dia sedang berjalan di dalam lororng yang banyak belokan. Merasa sudah aman dia membuang nafas dengan lega. ‘’HUUUU HAHHHHH HETTT NAHHHH aku harus mencari sesuatu di tempat ini. Ini pertama kalinya aku berurusan dengan orang yang memegang senjata.’’ Zero terus berjalan sampai dia melihat sbuah pintu besi seperti lift, bertuliskan ruang rapat.


Pindah ke Navy yang sedang ngadem di ac mobil dengan menggunakan kacamata dan kaos dalem. Marko yang terus berisik, membuat Navy marah, lalu Navy menggeplak kepalanya dengan panci Zero ’STANGGG EEE’ Marko langsung pingsan. ‘’nah tenang baru, panas banget di sini.’’ saat Navy sedang ngaca, di kaca mobil depan, dia melihat seorang Skull yang mendatangi mobilnya, lewat kaca spion mobil dari sebelah kiri, dia yang tahu itu langsung mematikan mobilnya dan menutup Marko dan Pero dengan sayuran, lalu keluar dari pintu kanan.


Skull menghampiri dan melihat ke dalam, namun tidak ada orang, lalu masuk ke dalam dan juga tidak ada orang sama sekali melainkan sayuran yang banyak, Skull ini keluar ke kanan dan tidak ada orang dia lihat ke bawah mobil sama juga tidak ada kaki, karena Navy menempel ke mobil, lalu Skull lari ke belakang menuju kiri dan saat di lihat ternyata tidak ada orang. Navy sedang berada di atas mobil, Skull terus mencari walaupun dia itu sebenarnya gabut.


Di lihatkan Zero memasuki sebuah ruangan yang gelap lalu terdengarlah suara seseorang wanita. ‘’mohon untuk para pendatang untuk mengisi tempat duduk yang tersedia.’’ Zero duduk di sebelah orang garang dengan rambut cepak serta pakaian teroristnya. ‘’shtttt.’’ mengangkat alisnya berulang kali, orang garang itu hanya bingung dan di sebelahnya ada Skull yang Zero sama mengangkat alisnya berulangkali, entah untuk apa. Pasti kalian tahu itu siapa, sebelah kirir Shuan dan kanan Boowa.


Tiba-tiba lampu sorot menyala dan mengarah ke atas panggung, tanpa hitung panjang Jack langsung keluar dari kegelapan dengan salto.

__ADS_1



‘’BAIKLAH HADIRIN YANG KU PERCAYAKAN, SEBELUMNYA AKU BERTERIMA KASIH KEPADA KALIAN UNTUK MASUK KE KLOMPOK MAFIA KU INI, SEGALA WAKTU KITA MANFAATKAN DENGAN BAIK,’’


‘’tinggal bilang intinya apa susahnya.’’ Sela Zero sambil ngupil dan orang di sampingnya melihatinya.


‘’KITA MENCURI TEKNOLOGI,’’ tepuk tangan dari penonton Skull. ‘‘MENCURI UANG,’’ tepuk tangan lagi. ‘‘MELAKUKAN PENYERANGAN.’’


‘’apa hebatnya.’’ Sela lagi Zero sambil ngupil dan orang di sampingnya melihainya lagi,


‘’TAPI ITU BUKAN APA-APA,’’


‘’terusss.’’ Orang-orang melihat lagi,


‘’TAPI KALI INI KITA AKAN MENGHANCURKAN DARATAN INI!!’’ Zero melotot dan semua orang berdiri lalu bertepuk tangan, ‘‘AKU SUDAH TAHU TENTANG SEBUAH MONSTER YANG TERKUBUR DI BAWAH KOTA INI, DAN CARA UNTUK MEMBANGUNKANYA LAGI,’’ ,keluarlah cahaya hologaram di panggung Blue Jack berwarna biru, ‘‘INI ADALAH 3 MOBIL AVIVI YANG KURANCANG UNTUK MENJADI BOM REMOT KECUALI YANG HITAM,’’


‘’huhhhh.’’ Yang hitam adalah hasil bajak Zero.


‘’DUA MOBIL INI AKAN MENGANGKUT APEL SERTA IKAN, YANG AKAN DIKIRIM KE PUSAT KEPOLISIAN DAN RUMAH SAKIT DI JAKARTA. KETIKA MEREKA SAMPAI DAN MELEDAK, KITA AKAN LANGSUNG MERAMPOK BANK YANG DI MANA DI DALAMNYA TERDAPAT SEBUAH ARSIP DATA DARI KEBERADAAN BENDA INI, OHHYA AKU LUPA AKU MERANCANG SATU MOBIL DAN KU BERINAMA DIA BIG BOMB, KHUSUS UNTUK MELEDAKAN SUATU TEMPAT YANG SAKRAL NAMUN SEBELUM RENCANA DI MULAI KITA HARUS MENGAMBIL SIDIK JARI ORANG INI,’’ memunculkan gambar seseorang, ‘’DIA ADALAH DOBS HERPA, DIA ADALAH PETINGGI PHAS NAMUN MENJADI PETINGGI BANK BESAR INDONESIA, HANYA DIA YANG MEMILIKI HAK UNTUK MASUK DENGAN SIDIK JARINYA. BESOK JAM 9 KITA AKAN MENYERANG MEREKA DAN MENGAMBIL SIDIK JARINYA.’’ Ucap Blue Jack dengan senyum bengisnya pertanda akan ada suatu kehancuran.


Zero yang mendengar itu langsung mencari cara untuk keluar dari ruangan, Zero mengangkat tangannya, ‘’wahh aku suka seperti ini apa usulan mu Marko.’’ Blue Jack dengan senyum jahatnya.


‘’eee aku INGIN BUANG AIR BESAR.’’ Jawab Zero dengan nada tinggi membuat tempat itu ke pusingan.


‘’eeee yaa aku suka orang seperti tu eee pergilah.’’ Blue Jack bingung ingin berbicara apa.


Zero keluar dari ruangan itu dengan wajah penuh ketakutan, ‘’haaahaaahaaaahaaa,’’ nafas panjang. ‘’sial aku merasa baru saja menjadi seketaris mafia.’’ Zero pergi dari tempat itu dan berkeliling mencari tempat lain. Saat dia lewat sebuah pintu besi berdiritegak, dengan sandi di sampingnya. Dia melihat sebuah spanduk di atas pintu itu, ‘’hmmm service ok.wihh ada sandi, gimana yaa caranya, hmmm aha. Hey kamu kesini.’’ Zero memanggil seorang Skull yang kebetulanlewat.


‘’apa sandi pintu ini?’’ tanya Zero sambil menunjuk.


‘’bukannya kapten kemarin memberi tahu kami?.’’ Skull itu ke heranan.


‘’CEPP, BERISIK CEPAT, aku lupa karena banyak makan angina.’’ Zero dengan melotot. Skull itu buru-buru memasukan sandinya. ‘DHUUSS’ pintu terbuka.


‘’hmm terima kasih,’’ Zero memasuki pintunya tapi keluar lagi. ‘’eee memang apa sandinya?’’


‘’ee itu. ORTO FAMILY. Pakai huruf besar semua Kapten.’’ Ucap Skull itu.


‘’ohh terima kasih yaaa.’’ Zero memasuki ruangannya. ‘DUHSSS’ ointu tertutup, Skull itu menghembuskan nafasnya. ‘’EEEEEE!!!’’ teriak Zero membuat Skull ini terkejut.


Zero masuk ke ruangan itu tapi, dia hanya melihat ruangan kotak yang kecil, tidak ada apa-apa kecuali beberapa mobil jip dan perkakas service. Lalu dia melihat kertas biru di dinding dengan rangkaiian mobil yang besar. ‘’hmmmm tempat apa ini heh apa ini ok ok,’’ Zero melihat sebuah tuas dan menariknya tanpa ada rasa khawatir, ‘’gak ada apa-apa.’’ Lalu saat dia akan melanjutkan untuk melihat gambar tadi.


Ternyata tuas yang dia Tarik itu mengaktifkan mesin las yang berada di dinding besar di depannya. Yaa jadi di ruangan itu memang kelihatan kecil, karena tertutup sepersembilannya oleh dinding besar, jadi ada ruangan lain di dalam nya. Tanpa sadar sebuah mobil besar berukuran 4 tank, memiliki banyak pelindung besi di sekitarnya. Bentuk ban nya sama seperti tank, tapi ini lebih besar. mesin itu keluar dari bawah tanah, yang awalnya lantai tertutup lalu terbelah dan naiklah mobil itu.


Dari balik dinding mesin las beroprasi, tapi karena tidak ada arahan, mesin itu hanya mengelas di satu titik di mobil besar itu. Tidak salah lagi dia adalah BIG BOM. Mobil khusus Blue Jack untuk menghancurkan sebuah tempat. Masin itu terus mengelas sampai besi dari mobil BIG BOM memerah dan meleleh. Di luar Zero hanya mengamati rangkaiian mobil itu dan tidak lama dia mendengar suara las yang berasal di balik dinding besi besar di depannya. Lalu Zero menghampiri dinding besar itu melewati tangga turun di sampingnya.


Tempat ini lebih seperti garasi di bawah tanah PASH tapi lebih besar. Zero menempelkan telinganya lalu mendengarkan nya, ‘’hah hmmm pasti ada tuas di mana dia aha eeee,’’ ‘dukkk’ saat tuas turun, betepa terkejutnya dia melihat benda besar dengan semua isi, luarnya terbuat dari besi. Keluar dari dinding besar yang menurun dan di sororti oleh lampu.


Lalu di melihat las yang sedang membolongi dari tadi, Zero langsung kembali ke atas dan mengangkat tuas yang pertama, las nya pun berhenti, Zero menengok di bekas las tersebut, ternyata sudah ada lubang sebesar kepala manusia, tapi jika lebih dalam, ukuran lubang menjadi mengecil. Beasi-besi di sekelilingnya meleleh, hingga memperlihatkan sebuah bom besar di dalam nya, yang sedang menunggu untuk di aktifkan. Karena khawatir ada orang, Zero langsung menutupnya kembali dan keluar dari ruangan itu.


Techno dan Beast sudah sampai di depan ruangan Blue Jack, di karenakan di antar oleh Skull suruhan Zero, mereka mencari cara untuk mengusirnya. Lalu Techno menyuruh Beast untuk menggunakan bahasa isyarat, Beast menunjuk skull ‘’ada yang saya bisa lakukan.’’ Skull dengan gaya babu istana, Beast menunjuk ke atas dan memutar kedua tangannya lalu menunjuk kebawah ke atas dan menunjuk ke lift, ‘’eee apa ya tuan saya tidak paham.’’ Seperti kebingungan.


Beast memukul kepalanya ’PLAKKK’ ‘’bodoh banget pergi dari sini,’’ ucap Beast dengan gaya kesal.


‘’ee awww iya tuan.’’ Skull tadi langsung lari terbirit-birirt.


‘’hahahha bagus-bagus ada kemajuan,’’ ucap Techno di balik tak terlihat.


‘’sudah cepet masuk aku jaga di luar, itu orang kaya si Agen bodoh lagi.’’ Blue Jack yang sudah selesai dalam rapat dan berjalan menuju ruangannya, di temani pasukannya, tanpa sengaja dia berpaspasan dengan skull yang lari ketakutan, ‘’ada apa dengan skull itu,’’ ucap Blue Jack di dalam hatinya. Saat Blue Jack sudah sampai di depan pintu dan menyuruh Pero [Beast] untuk membuka pintunya. ‘’buka pintunya.’’ Perintah dia dengan halus.


‘’tidak,’’ jawab Beast, membuat semua orang kaget dan ada Skull yang ingin melawan namun di tahan oleh Shuan. Shuan adalah salah satu kapten tertinggi di komplotan mafia Blue Jack, dia berambisi untuk mengambil tahta Marko, di sini Shuan menahan Skull yang akan maju karena dia tahu betapa hebatnya Pero dalam bela diri. ‘’kamu Pero kan tolong buka pintunya,’’ pinta Blue Jack seperti mengurus anak.


‘’tdiak mau.’’ Jawab Beast Dengan tegas.


Blue Jack menutup mata dan buka lagi mengeraskan rahangnya ‘’kenapa tidak mau.’’ Menahan marah.


‘’kamu siapa.’’ Jawab Beast dengan bodo amat.


‘’aku ….., Blue Jack dan tolong buka pintunya.’’ Perintah dia agak kesal.


‘’di mana buktinya.’’


Setelah selesai, dia mengetok pintunya. ‘’ayolahhh Pero lihatlah aku, aku ini boss mu,’’ pinta Blue Jack dengan gaya seperti berdoa. Beast membuka penutup matanya. Itu adalah moment terlangka, yang dimana pertama kali Shuan dan Skull yang lain melihat mlangsung mata Pero.


Di dalam lubuk hati Shuan. ‘’ohhh jadi itu, mata yang selama ini kamu sembunyikan Pero, tidak kusangka aku melihat aliran darah petarung dari mata mu.’’ Mengamati dengan menghayati.


Setelah melihat dan melotot kaget Blue Jack, Beast buru-buru memakai penutup matanya, meminggir dan memberi jalan masuk untuk Blue Jack. ‘’ohh silakan tuan.’’ dia langsung memberi jalan membiarkannya masuk bersama pasukannya.


Saat Blue Jack masuk, dia kaget melihat di ruangannya banyak bekas cangkang kopi dan layar komputernya bertulisan SUCCES COPY THE DATA, melihat hal itu Blue Jack langsung berlari keluar pintu dan melihat Beast yang sudah lari terbirit-birirt. ‘’TANGKAP DIAAA!!!.’’ Teriak Blue Jack yang berdiri di samping pintu.


Pasukan Blue Jack langsung mengejar Beast, di saat bersamaan Zero keluar dari ruangan itu dan dia kembali ke jalan ruangan rapat. ‘’hmm,’’ ‘DRUKKK’ ‘’heh kenapa.’’ ada salah satu Skull yang menabrak Zero.


‘’maaf Kapten tapi aku sedang mencari Agent yang menyamar di sini.’’ Jawab dia dengan terburu-buru.


‘’Agent dari mana laporan itu.’’ Tanya Zero dengan melotot kaget.


‘’lantai atas.’’ Menunjuk ke atas.


‘’ohh terima kasih pergilah,’’ Zero berfikir kalau itu Beast, bahwasannya dia sudah tertangkap namun dia percaya Beast adalah orang yang kuat. Saat Zero melewati jalan belok menuju lurus, [perapatan kanan] dia melihat Beast berlari lalu memanggilnya. ‘’BEASTTT BEASTTT SINI,’’ teriak Zero membuat tangannya seperti toa. Beast menghampriri Zero ‘’kok bisa ketahuan.’’


‘’aku tidak tahu huu huu tapi datanya sudah di dapatkan,’’ jawab Beast masih kelelahan dan memegang lututnya.


‘’bagus,’’ mengintip dari balik belokan dinding. ‘’ada orang datang,’’ Zero membawa Beast kejalan belok tadi dan bersembunyi di balik jalan dinding itu,


‘’huuuu capek habis di kejar-kejar tadi, ada ide gak.’’ tanya Beast yang masih kelelahan.


‘’hmmm aha.’’ para Skull sudah datang dengan senjata di jalan lurus tadi dan di pimpin orang garang yang duduk di sebelah Zero. Yaaa itu adalah Shuan. ‘’di mana Agent sialan itu, jika ketemu ku patahkan leher mereka.’’ Ucap dia dengan nada amarah.


lalu di ujung jalan yang belok ke kiri terdengar suara Beast dan para Skull langsung maju namun di tahan Shuan. ‘’tunggu dulu.’’ Ucap dia sambil mengangkat tangan kanannya ke samping.


‘’WIHH ADA MONYET, MONYET BAIK MONYET BAIK,’’ ‘HUUUHAH’ suara monyet Zero. ‘’AHA PEGANG PISTOL INI.’’ Beast dengan nada senang.


‘’dia memberi pistol itu ke monyet.’’ Kagum salah satu Skull.


‘’DIAMMM.’’ Balas Shuan dengan tegas.


‘’NI KU FOTO CE KREK HAHAH KEMBALIKAN PISTOL AYO KEMBALIKAN.’’


‘’HUHUHUHU AHAHA,’’ ‘Zero menembak tapi tidak di arahkankan ke Beast, ‘DORR DORR’ ‘’HUAHAHUAHA.’’ ‘DOR DOR’ Suara monyet Zero. Zero menembaki di samping Beast jadi pelurunya tertembak ke dinding.


‘’HEYY TUNGGU AHH HHA AH.’’ tangan Beast jatuh di ujung tembok, jadi hanya terlihat tangannya saja. Para Skull yang mengira Beast mati karena ulah monyet itu langsung merinding. Lalu keluar lah tangan Zero yang memegang pIstol namun hanya tangan nya saja. ‘’huuuu huu huahauhuahuhua,’’ ‘DOR DOR DOR’ semua Skull kabur dari tempat itu, berlari mundur kembali. ‘’hahh nice.’’ adu jotos dengan Beast.


Zero dan Beast berlari di ujung ruangan menuju pintu keluar namun mereka di jegat para skull dengan senjata dan langsung menembaki mereka. ‘’roo bagaimana ini.’’ Tanya Beast sambil berlari.


‘’tenang saja.’’ Zero melebarkan tangannya ke kiri dan kanan lalu memakai sarung tangan gravitasi. Menahan seluruh peluru sambil berlari, peluru yang di kumpulkan di tembak kembali oleh Zero ke para Skull, para Skull semuanya bubar dari jalan itu dan ada yang tertembak.


Saat Zero akan menuju jalan keluar, alias masih di pertengahan. Dia melihat sebuah pintu rahasia, yang measih terbuka. Lalu di ujung dalam ruangan itu. Zero melihat seorang yang taka sing di matanya, seorang yang memberikan mereka jalan untuk menjadi seorang Agent. Dia adalh Om Fury, Om Fury terkurung di dalam sel paling pojok di ruangan itu. Zero hanya melongo lalu melanjtukan larinya bersama Beast.


Semua Skull mencari solusi lain. Mereka membuang semua senjatanya dan menutup jalan. ‘’ganggu saja terbelah lah,’’ lautan manusia itu terbelah dan membentuk jalan keluar menuju pintu kedatangan untuk Zero dan Beast, mereka langsung keluar dari tempat itu sembari di tembak dari belakang. ‘’hahahhhaha.’’ tawa Beast sambil berlari.


Di depan mobil avivi hitam sedang terpakir di atas terik matahari, yang di mana Navy di atas sedang bersembunyi dari Skull yang gabut. Dan si Skull tadi akan naik ke atas melalui tangga yang ada di pintu mobil, Zero langsung berlari dan menendang orang itu. ‘’TENDANGAN GARUDAA!!!.’’ Skull itu terpental, Zero langsung masuk kedalam mobil dan dia yang mengendarai, Navy turun dari atas dengan meraba-raba seperti orang baru siuman. Beast masuk lewat pintu belakang. ‘’huhuh semua ada, di mana Techno?’’ tanya Zero terburu-buru.


‘’haloo.’’ Ternyata Techno tiba-tiba muncul, di pertengahan pertarungan Tecchno sudah ada di mobil, tanpa membantu timnya yang lain, dia sibuk ngopi, Zero sinis. ‘’oke sudah ohh ya.’’ Zero teringat sesuatu.


Mobil itu ngebut dan terlihat Beast membuang Marko dan Pero dalam keadaan terikat, ke luar pintu belakangnya. Semua Skull yang berada di luar gedung, langsung menembaki mobil itu, namun di tahan oleh Zero dengan sarung tangannya, ‘’huuuuhhh huu.’’ Marko dengan mulut di ikat. Zero sudah kabur jauh dari tempat terkutuk itu.


Blue Jack menghampiri mereka. ‘’ohhh jadi ini biang keroknya, mati saja kalau begitu,’’ Blue Jack menodongkan pistolnya ke Marko tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu yang membuat wajahnya penuh amarah dan tidak jadi menembaknya, ‘’10 detik kalian harus hilang dari hadapan ku, 1 2 3 4 5 6!!’’ Marko berusaha berdiri dan membawa Pero pergi dari sana, ‘’7 8 9 10,’’ ‘DORR’ suara tembakan yang mengenai ember yang berada di kepala Pero, namun tidak menembus, karena hal itu Marko dan Pero langsung pergi dari tempat itu dalam keadaan memakai kaos dalam dan celana pendek. Serta kaki, mulut dan tangan yang terikat.


Dari kejahuan, Shuan tersenyum bahagia. Jack mengangkat jarinya, mengisyaratkan agar Shuan datang. Shua berlari lalu mendekatkan telinganya. ‘’BESOK KITA SERANG GEDUNG DOBS,’’ berjalan menuju gedungnya. ‘’kejar mobil itu jangan sampai dia kabur.’’ Blue Jack yang mengamati Marko dan Pero yang sulit berlari. Alias melompat-lompat kaya pocong. Berubah menjadi sangat marah.


Shuan masuk ke gedung dengan bahagia sebentar,garang sebentar, bahagia sebentar. ‘’Yessss Yessss Yesssss,’’ teriak ke Skull di sampingnya.


Di perjalan pulang mereka tertawa puas. ‘’hahhaha tadi nyamar jadi monyet saat mereka datang aku pura tembak Beast ehh mereka semeua kabur.’’ Ucap Zero semangat.


‘’Techno, kenapa itu bisa ketahuan.’’ Tanya Beast.

__ADS_1


‘’hmm mungkin aku lupa membersihkan kopi dan datanya,’’ balas Techno dengan staycool.


‘’pantas saja.’’ Sela Navy. Beast melihat Navy sambil menahan tawa karena tubuhnya belang, ‘’kenapa tawa-tawa.’’ Sorot Navy dengan tajam.


‘’engga Techno sini,’’ bisik-bisik ke kuping Techno.


‘’iya kah,’’ melihat ke Navy, ‘’hahhhaha.’’


‘’ini semua gara-gara kalian lama, aku harus bersembunyi di atas dan terpanggang jadi belang kan.’’ Jawab Navy karena tahu apa yang lucu.


‘’hahha oh ya Techno bagaimana kodenya, eeh data.’’ Tanya Zero dengan pakaian Marko.


‘’aman aku simpan datanya di plashdisk.’’ Techno sruput kopi lalu mengangkat alisnya. Zero sinis.


‘’ooke kita pulang pulang pasti banyak pujian dan kita akan naik peringkat.’’ Ucap Zero dengan senang membuat mobil oleng, dan hampir menabrak tukang baso.


‘’bagus-bagus ada kemajuan.’’ balas Techno ke Zero.


‘’Agent idiot hampir aja ke tabrak.’’ Sindir Beats.


‘’ehhhh, Ro sudah cukup tidak lucu.’’ Navy yang merasa agak terganggu. Mobil hitam itu oleng lagi seperti di hantam sesuatu di sampingnya.


‘’ROOO sudah diam.’’ Bentak Beast.


‘’aku dari tadi diam, apa ini belum cukup.’’ Zero sambil berpegangan dengan kencang, di stir kemudinya.


‘’terus apa itu.’’ Navy sambil berpegangan di tembok mobil.


Zero membenarkan kaca spionnya, lalu dia melihat ke arahnya. Ada tiga mobil jip yang sedang mengejar mereka, satu di antaranya membenturkan diri ke mobil Zero. ‘’AHAAA. Weee musuh mengejar kita, siap-siap aka nada adu tembakan. Beast kamu tembak dari pintu kanan, Navy tolong bawa mobilnya.’’ Zero dengan serius.


‘’yaa bagaimana kamu lagi bawa, ehhhh.’’ Navy duduk di sebelahnya.


‘’yasudah pegang stirnya,’’ Zero berpindah tempat, ke tempat duduk sebelah.


‘’Techno kamu lacak di map, jalan keluar yang bagus dari tempat ini oke.’’ Zero membuka pintu di sebelahnya.


‘’pakai apa?’’ tanya Techno.


‘’laptop.’’


‘’laptop sudah tidak bisa, kepenuhan data jadi lemot.’’


‘’ehhh oh yaa pakai map yang di hp Navy oke.’’ Zero memutuskan obrolan dan menaiki samping’ mobil sebelah kiri. Padahal itu sedang kejar-kejaran. Zero naik kea tap mobil avivi. ‘DRUKKK’ ‘’ehhhh, huh hampir saja.’’ Dia mengaktifkan sarung tangan gravitasynya. Membuat mobil tidak menjadi oleng.


Mobil jip yang di samping tadi menabrakan dirinya ke mobil hitam avivi. ‘DRUKKKKKSSS’ ‘’NAVYYY LAWAN BALIK.’’ Teriak Zero membuat Navy membanting stirnya ke kanan dan mengadukan kekuatan mobilnya. Beast membuka pintu samping kanan mobil itu, dan saat di buka ternyata sudah ada seorang Skull yang siap menembak. Beast mengambil tangannya lalu di ara’hkan ke bawah, peluru yang di tembakan mengarah ke bawah.


‘’Techno tolong buka pintu nya.’’ Pinta Beast, Techno yang sedang kotak-katik di hp Navy, berdiri lalu membuka pintu geser sebelah kanan, lalu duduk lagi. ‘’hahah mamam nihh.’’ Beast menarik Skull itu sekuat tenaga. Melemparkannya keluar pintu geser sebelah kanan. ‘’hahaha mampus,’’ ‘DORR’ ternyata si kemudi menembaki Beats. ‘’ehhh.’’ Beast menggeser pintunya.


Zero yang sedang berdiri di tembaki oleh dua mobil jip yang berada di belakangnya. Zero segera melompat ke mobil jip yang mengadu, mendarat mulus di atapnya. ‘DUKKK’ Skull yang membawa mobil jip itu terkejut alu menembaki atapnya. ‘DOR DOR DOR’ ‘’AHHHHHH.’’ Zero berteriak sambil menghindar.


‘’BELOK KIRI.’’ Ucap Techno ke Navy. Navy membelokan stirnya, membuat mobilnya berbelok dan menggelincirkan mobil jip yang mengadunya. Zero yang berada di atas mobil jip itu ikut berbelok. Karena belakang mobil avivi ini di senggol oleh mobil jip. Lantas dia berupat mengahdap mobil jip.


‘’EHHH BAGAIMANA INI.’’ Navy yang panik bukan main, harus mengemudikan ke belakang, lantas dia membenarkan kaca spionnya dan melihat ke belakang.


‘’awassss.’’ Beats menundukan kepala Navy yang hampir tertembak. ‘’sambil nunduk.’’ Beast membalas tembakan.


‘’tapi bagaimana aku tidak bisa.’’ Navy memegang kepalanya.


‘’Navy pakai ini.’’ Zero melempar sarung tangan gravitasynya sebelah. Tapi Sarung tangannya nyangkut di atas mesin lap kaca mobil. ‘’ehhhh, fisika ku, kurang matang yaaa.’’ Navy membuka pintu sebelah kemudi, berusaha keras dia merah sarung tangan gravitasy itu.


‘’eee. Ayoo sedikit lagiii.’’ ‘DRUSSS’ Beast menembak kaca mobil avivi. Navy melongo terkejut.


‘’otaknya di pakeyaaa.’’ Sindir Beast. Sarung tangan itu jatuh di depan mereka, lantas Navy segera memakainya. Aura biru terpancarkan di sekitar mobil, dan mobil avivi ini terbang menuju belakang kedua mobil jip yang mengejar mereka.


Zero segera bertindak, dia menongol di kaca pengemudi mobil jip dengan senyum lebar, membuat Sjull itu berteriak histeris. ‘’ehhh AHHHHHH.’’ Zero menembak kacanya . ‘Drushhhhh’ Zero membuka pintu mobil itu lalu menarik si Skull itu sampai terbang keluar jalan. Zero memasuki kedalam dan mengambl alih, ‘’hmmmm waktunya berkasi.’’ Zero menancapkan gasnya.


‘STREKK STREKK’ ‘’ahhh peluruku habis, Techno tolong ambil kan stok peluru di tas.’’ Ucap Beast. Techno sudah memperkirakan jalan mana yang aman di map. Dia berdiri mengambil tasnya, dan melempar stok peluru ke pada Beast, dia juga mengambil sebuah pistol.


‘’ini jalan yang paling aman, kamu tinggal ikuti jalan yang berwarna merah.’’ Techno menunjuk hp nya, dan memberikannya ke Navy.


‘’oke.’’


Mobil jip yang berada di depan mengerem’, lantas Techno dan Beast menembaki mereka melalui kaca depan. Peluru yang di tembak, menembus ban belakang kanan, membuat mobil itu oleng dan berputar-putar. Mobil jip itu berputa lalu menghantam depan mobil avivi, kedua mobil saling berciuman. Hah. Salah seorang Skull menembak-nembaki ke depan.


‘’tenang saja.’’ucap Navy, seluruh peluru yang di tembakan mental ke atas, karena efek sarung tangan gravitasy. Saat peluru sudah habis, Skull ini membanting senjatanya lalu melompat, menaiki cup mobil. Skull yang mengemudi memberikan sebuah pitol untuk rekannya, tim Zero menduga kalau Skull ini akan menembak mereka, tapi jawabannya salah, Skull ini menembak kea rah cup mobil avivi, ‘DORRR DORR DORR’ tidak lama kemudia asap hitam muncul dari cup.


‘’AHHHH UHUK UHUK.’’ Seluruh orang yang berada di depan batuk. Techo dengan segera membelokan kemudinya, membuat Skull yang naik tadi terjatuh ke jalan, Beast dengan cepat menembak ke arah Skull yang sedang membawa. ‘DORR’ peluru melesat melewati asap-asap hitam, lalu menembak sebuah bom yang di jadikan hiasan mobil. ‘DUARRRR’ sekejap Mobil jip itu meledak lalu menabrak gedung di deppannya.


‘’UHUK UHUK Navy coba kamu tahan asapnya.’’ Beast yang meronta-ronta.


‘’UHUKK aku juga gak tahu carannya.’’ Balas Navy.


‘’hmm ini pake dulu masker,’’ Techno memberikan masing-masing dari mereka sebuah masker. ‘’nanti biar si Zero yang perbaiki. Ehh ya mana si Zero?’’


‘’gak tahu, tadi itu orang naik kea tap mobil jip yang lain terus hilang.’’ Balas Beast sudah agak mendingan.


‘’bentar-bentar, coba kau cob, hilang kan asap ini.’’ Navy mengulurkan tangannya lalu mencoba menghilangkan asap yang berada di cup, ternyata cara itu ampuh. Saat asap mulai mereda, terlihat sebuah mobil jip sedang melaju kencang ke depan mereka, dan juga para Skull yang membawa mobil itu melompat dari pintu. Sepertonya mereka berencana untuk menabrakan mobilnya.


‘’ehhh apa itu, ehh AHHHHHHH.’’ Teriak Navy.


‘’WEEH PUTER STIRNYAA BODOHHHH.’’ Tambah Techno.


‘’AWASSS AWASSSS.’’ Beast yang lebih panik.


‘DRUKKKSSSS’ slowmo. Sebuah mobil jip muncul dari saping kirir, melesat dengan cepat menghalau tabrakan itu. Mobil itu menabrak mobil jip yang akan menabrak, hingg terpetal berputar. ‘DRUKSS DRUKSS DRUKSS. Saat mobil berhenti, terlihat Zero keluar dari dalam mobil jip yang menghalau tadi dengan senyumnya. ‘’ehhh kalian mau kemana.’’ Zero melihat dua Skull yang akan kabur, lalu memberatkan medan gravitasy mereka.


Terlihat sebuah mobil avivi hitam yang sedang di derek oleh mobil jip. ‘’ohh sip sudah sampai,’’ Zero melihat pucuk ujung gedung PAHS dari kejahuan ‘’hahhh waktunya kalian dapat rumah baruuu.’’ Zero gembira seperti pembunuh, melihat dua orang Skull yang sedang terikat di dalam mobil jip.


‘’sampai apanya ngaco, ohh yaa btw terima kasih sudah nyelamatin tadi Ro.. Ro… woy ROOO.’’ Techno merasa patah semangat.


‘’hahhh.’’ Zero tidak kedengaran, karena Techno sedang berada di mobil avivi.


‘’makasih tadi.’’ Balas Navy. Duduk di sebelahnya.


‘’OHHH oke oke. Itu Beast gak apa-apa tidur samping Skull.’’ Beast memberikanjempolnya ke Zero, sambil menutup mukanya dengan penutup mata Pero, dan rebahan di kursi.


‘’enggakk, ohh yaa itu kamu memang dari mana saja pakai mobilnya?’’ Tanya Navy.


‘’hmmm ituuuu, karena kau belum bisa bawa mobil. Yaaa jadi barbar dulu.’’ Zero dengan wajah penuh dosa. Terlihat Zero yang ke susahan membawa mobil jipnya, dia menabrak toko. Mengagetka orang-orang dan mengejar orang-orang di jalanan.


Saat mereka sampai di depan gedung PAHS, banyak pasukan PAHS yang berbaris di depan gedung sembari memegang senjatanya. Dan kak Jeremy terlihat sangat stress, mengetik-ngetik sesuatu di tabletnya. Tim Zero datang dan di sambut terkejut bukan main oleh Kak Jeremy. ‘’huhhhh ketemu juga, kalian dari mana saja akuuu… kenapa ini, kenapa kalian memakai pakain mafia, lalu ada apa dengan mobil itu.’’ Kak Jeremy memegang kepalanya lalu dudk di aspal. ‘’ tadi ku telepon dari tadi tidak bisa, apa yang sebenarnya terjadi ,…kenapa kamu Zero Beast memakai baju aneh itu.’’ Kak Jeremy yang terlihat stress dan heran.


‘’eee.. seperti ini Kak. Pasti kakak tidak percaya ini, kami mencuri data di markas Blue Jack.’’ Jawab Zero membuat pharmy menjadi tercengang.


‘’benarkah dan kalian selamat ohhh terima kasih tuhannnn, di mana data nya.’’ Balas Kak Jeremy sambil bersyukur dan jatuh dengan lutut.


‘’di mana tadi Techno.’’ Tanya Zero dengan kesenangan.


Techno memberikan plashdicknya ‘’ini dia.’’


Zero memberikanya dengan gaya orang-orang barat. ‘’ini dia walau pun kami hanya berhasil mencuri satu data karena tidak muat. Tapi kami datang dengan selamat dan hasil.’’ Ucap Zero sambil menarik topinya ke bawah berlagak seperti detektif. Semua Pharmy bertepuk tangan.


‘’apa lagi selain itu,’’ tanya Kak Jeremy yang senang dan haus informasi.


‘’ohh iya aku melihat seorang Agent yang di penjara saat aku dan Beast di kejar-kejar musush,’’ jawab Zero sambil melihat ke atas dan berfikir. ‘’kalau tidak salah diaaaaa, itu seperti Om Fury.’’


Kak Jeremy menganga dengan senyum, dan tidak lama kemudian keluarlah air mata. ‘’yang benar,’’ Kak eremy memeluk tim Zero. ‘’terima kasih kalian semua, atas datanya.’’ Jeremy tersenyum dan menangis karena tidak percaya apa yang barusan dia dengar.


‘’eeeee ok tapi apa kita,’’ Zero tersenyum lebar, mengharapkan imbalan.


‘’apa.’’ Kak Jeremy mengelap air matannya.


‘’di naikan peringkat.’’ Zero berbicara dengan senyum yang lebar berharap bisa di terima.


‘’aku akan bilang ke komandan,’’

__ADS_1


‘’yesss yess.’’ Zero ngedance brutal.


‘’wahhh tidak sia sia ya kepanggang.’’ mereka saling adu jotos.


__ADS_2