AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
MELAWAN THE WARIOR PS2


__ADS_3

Zero yang tidak tahu seluk-beluk lantai A itu berada di mana, dia hanya nyasar kesana kemari sampai akhhirnya. ’’eee pengen kencing, di mana ya haduh,’’ Zero melangkah melewati ruanan A1, Zero yang sadar berjalan mundur. ‘’aha ada ruangan eee..e.e A1 hehhh di kirain dimana.’’ Zero masuk dan melihat seorang yang dia kenal sedang menatap kaca dengan katana di tangannya.


‘’jadi kawanku sen…’’ Chisu yang sok bijak.


‘’iya iya bentar aku kencing dulu,’’ Jawab Zero, menyelpekan. Chisu yang kesal memalingkan wajahnya ke Zero yang masuk kamar mandi. ‘’ahhhh lega soo ayo mulai.’’ Zero memegang panci nya dengan gaya samurai.


‘’apa kou tidak kaget di khianatiku.’’ Chisu menatap heran.


‘’ehhh tidak, aku sudah terbiasanya.’’ Zero yang tidak peduli.


‘’sebelumnya namaku Chisu.’’ Dia memperkenalkan diri sebelum bertarung.


‘’oh tisu ayo maju.’’


‘’Chisu bodoh hehe baiklah kamu terlalu bersemangat,’’ mengikuti gaya Blue Jack. ‘’aku jadi bersemangat untuk menghabisi kamu JUGA!!!’’ Chisu berlari maju kedepan, melesat cepat dengan katananya, Zero juga ikut berlari, membawa pancinya yang elegan.


Chisu menebas Zero dari arah kanan melakukan putaran pedang yang akan langsung menebas Zero, tapi Zero menangkisnya dengan memutar pancinya kebawah menuju kiri atas. ‘STRINGGGG’ pedang Chisu terangkat ke atas dan Zero meninju uluh hatinya dengan siku. ‘’huaaaaaa huaaaaa.’’ Chisu ingin muntah. Sedangkan Zero sinis. Karena itu Chisu berubah menjadi marah dan mengejar Zero seperti monyet.


‘’AHHHH HAHHAHAHAHUAH SIALLLL.’’ Menebas pedangnya berkali-kali.


‘’heewhh wehhhh.’’ Zero dapat menghindari seluruh tebasan yang di berikan. Zero berlari kebelakang,mencari tempat yang bagus untuk bersembunyi. Sampai kahirnya dia menemuka ranjang putih, Zero masuk ke bawah ranjang berharap Chisu tidak ketahuan Chisu.


‘’hahh haaa, ehhh dimana orang itu, Zero hadapi aku,’’ Chisu yang mengamuk di berbagai ruangan karena tidak dapat menemukan Zero. Dan suatu ketika dia berpaspasan dengan kasur putih tadi. ‘’ohhh jadi di situ tempat persembunyianmua,’’ Chisu melompat ke atas ranjang dan menusuk nya dengan pedang secepat mungkin berharap Zero mati, tapi Zero bersembunyi di pojok kolong.


Banyak sekalu lubang yang di buat o;eh Chisu di kasur itu, sampai menembus bawah, Zero hanya berteriak melihat katana yang menembus dari atas. ‘’hahhhh hhhaahaaaah haaaaa.’’


‘‘mati kou mati ko mati kou.’’ Zero mengaktifkan sarung tangan gravitasynya, lalu mengangkat Chisu dan melemparnya jauh. ‘’hahhhhh he he aaaaa.’’ Chisu terlempar ke tengah ruangan, Zero keluar dari ranjang dan mengambil barang-barang dengan sarung tangannya, seperti gallon meja kursi, lalu melemparkannya ke Chisu, ‘DRUSKKK RUSSSSK’ tapi semua benda yang di lempar Zero, di tebas oleh Chisu dengan mudah.


Sampai akhirya Zero melempar air yang di satukan menjadi bola. ‘’hhahahha.’’ ‘DRUSSSS’ seluruh tubuh Chisu basah, Chisu sinis. lalu Zero mengambil sebuah kipas angina yang menyala di sampingnya dan menggunting kabelnya. Chisu mengejar Zero dan akan menebasnya di pojok, Zero terjebak di pojok meja yang ada colokan listrik dan memasukan kabel yang tadi di gunting. Chisu menebas Zero, tapi dia menghindar dan pedang nya tersangkut di meja.


‘’eeee eee.’’ Chisu berusaha menarik. Zero yang melihat itu langsung menempelkan kabel yang putus ke tubuh Chisu yang basah dan menyetrumnya. ‘’eeeeee eee.ee.ee. ahhh.’’ Zero menendang Chisu kedepan jendela tapi dia juga ikut tersetrum.


‘’hahh tendangan Ga.a.aa.. hihhh.’’ Zero dan Chisu saling meadu mata, menatap dengan seirus kedua lawan, setelah agak lama diam, mereka berdua berlari kencang membawa senjatanya masing-masing. Chisu menebas lagi ke seblah kanan, Zero menghindar ke tepi kanan dan langsung menghantamkam pancinya dengan tangan kanan ‘PETONGGGG’ Zero menyerang lagi dengan menukar genggamannya dengan tangan kiri lalu menhantam lagi ‘PETONGGGG’ dengan serangan terakhir, Zero melompat dan menyatukan dua tangannya untuk menghantam kepala atas Chisu, tapi Chisu belum mnyerah dia juga menyatukan dua tangannya dengan pedang.


mengangkatnya tajam kearah perut zero yang sedang melempot. ‘’hahah dengan begini mati kamu.’’dalam hati. Seketika dia menjadi terkejut entah karena apa, pedang Chisu malah jatuh kebawah menjadi super berat, di karenakan sarung tangan Zero.


Slowmo. ‘’HAAHAAHAAAHAA.’’ Tawa dia sebelum menghantam kepala Chisu. ‘PETONGGG’ pancinya menghantam dari atas dan seketika Chisu jatuh kebelakang pingsan.


‘’aaaaaa aa aa.’’ ‘DRUKK’


‘’gitu doang terus apa yang kudapat dari ini hahhh ganggu saja,’’ Zero melihat kunci biru yang keluar dari kantong Chisu, lalu mengambilnya dan pergi. ‘’wuuuuu wooow apa ini.’’ Mengamati secara teliti.


‘’di mana ruangannya?’’ tanya Navy ke Beast yang sedang mencari jalan menuju ruangan g4.


‘’ini bukan sih kamu nih, gimana katanya navigation cari ini aja gak becus.’’


‘’nihhh ruangannya.’’ Navy dengan muka judes.


‘’kamu hebat Navy.’’ Om Fury memberi jempol.


‘’hehhhh hem.’’ Navy masuk ke ruangan yang pertama.


‘’hihhhh ku tinju baru tahu.’’ Beast yang merasa risih.


Saat masuk mereka melihat seseorang yang memakai baju Skull dan sedang membawa snack banyak. ‘’langsung saja .’’ Boowa meremas tangannya dan mengumpulkan tenaga di sarung tangan powernya, dari kuning sampai merah. Om Fury yang melihat itu menyuruh mereka semua untuk pergi. ‘’HAH MENYEBARRRR.’’


‘’dia gendut yaaa.’’ Sebuah kata-kata terlarang keluar dari mulut Navy. Seketika Boterdiam, remasan tangannya melemah, dan lampu merahnya menghilang.


‘’sialannnn kamu.’’ Boowa teringat tawa seorang wanita. ‘NGUNGG’ seketika batang lampu yang tadi kosong di tangannya, terisi penuh menjadi merah, itu menandakan Boowa meremas dengan kuat. Boowa berlari menuju Navy sedangkan Om Fury sudah menghindar jauh. tapi di sini Navy menjadi incaran Boowa.


Bukannya menghindar, Navy malah berkuda-kuda untuk melawan Boowa yang datang, ‘KRUGGGG’ tapi dia tertarik-tarik lengannya oleh Om Fury dengan winter hook. Beast berlari menuju Boowa yang akan meninju Navy, Beast menarik tangan kanannya di sertai Boowa juga. ‘BUSHHHHHHHH’ kibasan angina kencang menyapu seluruh ruangan. Boowa dan Beast mengadukan tinjua sarung tangannya, mereka berdua berdiri kokoh. Angina yang kencang membawa barang-barang bertebangan dan menabrak wajah Om Fury.


Setelah selesai Beast memukul perutnya karena saat mengadu dia mengumpulkan tenaga di kiri, boowa terpental, namun dia berhasil menahan serangan itu, Om Fury dan Navy langsung menyusul Beast, Beast berlari ke kirir lalu mengambil meja dan melemparkannya ke Boowa, Bowaa dengan mudah menghancurkan meja itu dengan satu pukulan. ‘BRUKSSS’ Navy datang dan menangkis semua kayu yang bertebangan menuju Beast. ‘STUK STUK STUK’ Om Fury menyusul di belakang dengan mengenderkokan tali winter hook dan menghantamkan ke wajah boowa. ‘SDUK SDUK SDUK SDUK’


Boowa meninju satu kali, ‘KRUGGG’ tangan kanannya di cengkram lalu di tarik winter hook. Navy datang menghantamkan lututnya ke muka Boowa, muka Boowaa terpental ke atas, Navy segera melompat lalu memukul kepalanya dengan double bow. ‘STUKKK’ Bowaa terpental ke samping kanan, dia tidak merasa ke rasa sakit sama sekali. Dia membenarkan lehernya ‘KREKK KREK’ Boowa maju dengan agresif.


Terlihat Techno yang sedang di sambut oleh Red Lip di ruangan P7, Techno memasuki ruangan dan membuat Red Lip yang sedang meditasi menyadari keberadaannya. ‘’ohhh jadi kamu pria tangguh yang datang kesini, baiklah ku puja keberanian mu ehh.’’ Red Lip membuka mata dan menoleh ke belakang, betapa terkejutnya dia melihat Techno membuat sebuah meja dengan hiasan restoran dan ada makanan di atasnya.


‘’hahh mari nona.’’ Red Lip bukannya melawan tapi dia menikmati jamuannya.


‘’heaah ahhh ku pukul kou.’’ Boowa yang sedang berusaha memukul Navy, berada di pojok tembok namun tidak bisa karena tertarik oleh winter hook dari belakang. ‘’ehhh Tarik ehhh dia banteng atau apa.’’ Om Fury yang sedang berusaha menarik winter hooknya.


‘’busetttt badak.’’ Beast juga membantu. Navy yang sedang terpojok sedang berfikir bagaimana cara untuk mengalahkan orang ini, dia teringat kata-kata Zero.


Meihat memorian dia saat berlatih dengan Zero. ‘’mending kamu buncit hahhh hahhh,’’ kelelahan setelah berlari. ‘’dari pada orang gendut kalau lari sudah nyerah.’’ Navy yang mengingat itu langsung menyuruh Om Fury dan Beast untuk melepas hooknya.


‘’OMMM LEPAS TALINYA.’’ Teriak Navy di pojok.

__ADS_1


‘’APA KAMU GILAA, memang kamu punya rencana apa.’’ Balas Om Fury yang susah payah menahan tarikan.


‘’tenang saja.’’


‘’oke ku lepas 1 2 3.’’ Om Fury melepas tarikan dari hooknya, mesin menarik tali besi itu, dan setelah itu terjadi kejar-kejaran dengan Navy dan Boowa, 14 menit berlalu Navy terus berlari sedangkan Boowa sudah terpincang-pincang mengejarnya sambil meninju orang lelah, tapi di sini Beast hanya menonton sedangkan Om Fury. ‘’sudah selesai belum.’’ Suara Om Fury sedang mandi di kamar mandi ruangan itu.


‘’belumm omm lanjutkan saja mandinya.’’ Jawab Beast jongkok.


‘’okeeee.’’ 20 menit berlalu akhirnya boowa sudah lelah dan Om Fury sudah selesai mandi. Buset mandinya lama banget.


‘’huuu huuayooo.’’ Ajak Navy.


Om Fury yang selesai mandi mengendorkan hooknya dan memutarnya seperti scorpion, setelah agak lama Beast juga mengumpulkan tenaganya dan Navy sudah berkuda-kuda.


‘’okeee siap.’’ Jawab Beast.


Om Fury meluncurkan bola besi hooknya itu dan menghantam muka boowa, boowa terdorong ke belakang, sampai depan kaca gedung, tapi belum menjatuhkan dia menembus kaca. Saat Boowa terdorong, Beast dan Navy langsung berlari dan mengeluarkan skillnya, Navy menendang boowa sebelah kiri sedangkan Beast meninju Boowa sebelah kanan. ‘DHUEEE TRESKKKK TESSSS’ suara kaca pecah, Boowaa terjatuh dengan slowmo.


Terlihat kenangan boowa dengan Ibunya saat kecil, tapi mereka berdua menggunakan topeng Skull ‘’Boowa kamu anak yang kuat, ingat jangan lupa makan.’’ Ucap ibunya dala gemerlap ingatan. ‘SHINGGG DRUKKK’


Navy menengok ke bawah dan melihat ke boowa. ‘’apa kou tidak apa-apa.’’ Bowaa memberi jempol ternyata dia jatuh dari lantai dua dan mendarat di atas mobil.


‘’hehh terus apa.’’ Lanjut Beast.


‘’kuncinya heh kuncinya di mana.’’ Om Fury yangsadar, kalu mereka tidak tahu letak kuncinya.


‘’di kantong.’’ Jawab Boowa yang terbaring di atas mobil.


Navy menengok lagi. ‘’bisa bawa kesini gak.’’


Terlihat Zero sampai duluan namun Techno sudah stay dari tadi. Oke kokkk kamu duluan.’’ Zero sinis.


Techno melihat jam. ‘’hih lama.’’ Merapikan rambutnya dengan sisir.


‘’bagaimana kamu mengalahkan musuhnya?’’ Zero yang masih tidak percaya.


‘’hmmm.’’ Techno tersnyum ke Zero. Zero sinis. ‘’saat kami makan-makan minumannya ku beri bius.


‘’makan kokk bisa bagaimana….’’ Zero yang tertahan omongannya.


Techno menutup mulut Zero dengan jari telunjuk. ‘’shtttt shtt.’’


‘’shtttt panjang ceritanya paham.‘‘ Zero terdiam dan bingung sinis, ditambah Beast Navy dan Om Fury yang sudah datang.


‘’huss huss hee om mandi?’’ Zero mengendus bau sabun.


‘’haahah iya tadi lantaran nunggu Navy lama bertarungnya aku mandi dulu.’’


‘’ohh busett sendirian.’’ Zero yang terkagum.


‘’tidak malah dia hampir hilang kepalanya.’’ Beast risih. Dan Navy sinis.


‘’terus di mana kuncinya?’’ tanya Zero.


‘’nihh.’’ Beast memberi kunci hijau.


‘’hehe.’’ Techno memberikan kuncinya, Zero sinis.


‘’okeee ada tiga lubang eeeee om tau gak caranya.’’ Zero mengamati.


‘’coba ohhhh gak tahu.’’


‘’tungggu dulu, tadi kan ada ledakan diatas, terus kenapa ini lantai baik-baik saja.’’ Sesuatu yang menganjal di otak Zero.


‘’eee agk tahu.’’’ Jawab Techno.


‘’hmm ini kalau salah bisa meledak, aku tidak peduli, whait aha coba pegang kunci ini satu-satu coba kita putar bersama oke,’’ Navy Techno dan Zero memegang kunci, mereka bersama-sama akan memasukan kuncinya. ‘’oke 3 2.’’ ‘DUARRRRRRR’


‘’ZEROOO.’’ Ledakan besar terjadi di lantai, semua ruangan terpenuhi oleh asap abu-abu. Di balik itu, pintu menuju uangan Blue Jack hancur bekeping-keping.


‘’hahhh.’’ Dari tebalnya asap, terlihatlah 5 Orang Agent yang sedang di lindungi oleh pelindung tak terlihat. ‘’hehhehheheh berhasil.’’


‘’ahahhahha.’’ Techno memegang perutnya tidak kuat menahan tertawa.


‘’hahah bodoh banget si ROOO biar apa kayak gitu. Sini mikir dulu.’’ Sindir Beast, menjitak Zero.


‘’hahaha ehhh pintunya hancur.’’ Navy ikut tertawa.

__ADS_1


‘’hahaha huntung aku sama kalian.’’ Om Fury yang ikutan tertawa.


‘’eee.e. tapi kok hancur semua.’’ Seketika tawa mereka menghilang, setelah melihat ruangan Blue Jack yang hancur berantakan, kertas berjatuhan, Intinya hancur.


‘’lihattt gara-gara kamu hancur kan, coba mikir dulu.’’ Menjitak Zero.


‘’tidak ini bukan karena Zero.’’ Om Fury langsung menyela, dan berlari menuju kaca yang pecah.


Mereka melihat sebuah helicopter terbang menjauh dari gedung Blue Jack, Zero mengamati lebih jelas, dia melihat seorang yang bergelantungan di tangga helicopter, orang itu melambaikan tangannya ke Zero, Zero hanya kebingungan.


‘’yahhh jadi percuma dong rencana kita.’’ Om Fury mendirikan kursi yang jatuh, lalu duduk.


‘TRENGGG TRENGGG TRENGGG’ bunyi telepon di ruangan Blue Jack. ‘’apa itu?’’ Zero cepat mencari.


‘’telepon, mungkin dari Blue Jack.’’ Balas Techno.


‘’dimana.’’ Navy dan Beast mencoba mendcari.


‘’hmmmm aha.’’ Zero menemukan teleponnya, benda itu tertimbun kertas. ‘’halo ee halo.’’


‘’halo Zero.’’ Dia mendengar suara seseorang yang dia kenal. Suara genderUWU.


‘’Om Bull ada apa?’’


‘’maaf sebelumnya tidak mempercayaimu, baiklah aku sudah tentang misi Blue Jack, kamu tahu tentang mobil ketiga BIG BOM.’’ Komandan Bull sedang di dalam mobilnya.


‘’yaa aku tahu.’’ Zero nelepon sambil ngupil.


‘’baguss.’’ Komandan Bull menelepon sambil melihat sebuah foto.


‘’tapi aku tidak tahu mobil itu akan kemana.’’ Balas Zero menusuk lebih dalam hidungnya.


‘’ehhhh apakah ada Agent class A di sana?’’


‘’eh iya iya ada,ada Om Fury di sini.’’ Om Fury langsung terjungking kaget.


‘’beri telepon ini ke dia.’’


‘’oke ee ini Om.’’


‘’halo ehhh ok ok ya iya siap baik.’’ Om Fury membuang telepon nya ke luar kaca, menimpa perut Boowa yang terbaring di atas mobil.


‘’UHHHHH SIAPA ITUU.’’ Terdengar dari bawah.


‘’…eee.baik anak-anak sepertinya sampai sini aku menemani kalian, aku harus pergi.’’ Om Fury bersalman dengan tim Zero.


‘’kemana om.’’


‘’panjang kamu tidak perlu tahu.’’ Keluar dengan slowmo.


‘’Zero Zero ZEROOO.’’


‘’hahh iya-iya, kukira hpnya dibuang.’’ Zero melihat hpnya di lantai.


‘’Zero aku menugaskan mu untuk mencari mobil ketiga, bagaimanapun caranya oke segitu saja aku harus pergi.’’


‘’oke ee,’’ ’thet thet thet’ ‘’ahhhh kita harus cari mobil ketiga lagi.’’


‘’mobil apa itu?’’ tanya Navy.


‘’itu mobil BIG BOM, mobilnya besarrrrr semua badannya baja, bannya juga tapi dia tidak beri tahu harus kemana ahhhh.’’


Beast memegang pundak Zero. ‘’tenang tenang, Tarik nafas bukan buang tarikk ok ok buang Tarik buang sudah tenanng.’’


‘’oke ahhhhhhh baiklah ini mobil,’’ Zero mengimajinasikan dengan tangan. ‘’bom jalan dan ini gedung setelah itu meledak setelah meledak.’’


‘’kebakaran.’’ Jawab Techno.


‘’aha itu dia kebakaran, Techno coba lihat cctv menuju jalan pemadam kebakaran.’’


Techno membuka tasnya mengambil latop. ‘’oke oke,’’ mulai meretas. ‘’ini dia ada banyak stasiun pamadam ke bakaran, yang mana ini.


‘’hmmm coba pilih paling atas.’’ Usulan Zero.


‘’bentar.’’ Loading.


‘’itu dia.’’ Sebuah penglihatan cctv memperlihatkan, banyak mobil remuk dan jalanan retak, lalu terlihat lah mobil BIG BOM melintas dengan pelan.

__ADS_1


Semuanya lega dan tenang. ‘’tunggu apalagi ayo.’’ Seru Zero. Mereka pergi dari gedung itu dan langsung mengendarai avivi hitamnya.


__ADS_2