
‘’haduhhhh nyeri amat hulu aku.’’ Marko yang sedang menunnging kesakitan, sedangkan Pero tetap berdiri.
‘DURSSSK’ sebuah gerbang besar terbuka kesamping kanan dan kirir. Lalu terlihat empat orang yang sedang berdiri. Di dalam bangunan yang seperti kubuh tentara itu, maksudnya kandang pesawat bandara. Di dalamnya banyak barang-barang, seperti mobil antic, sebuah kargo dan banyak pula rantai-rantai yang bergelantungan. Tempatnya agak luas, seperti di dalam kolam berenang. ‘’di mana benda itu,’’ Red Lip yang sedang melihati mobil-mobil antic. ‘’hmmm aku ingin satu.’’ Dia terpesona dengan mobil merah tua bergaris putih.
‘’di sepan sana.’’ Shuan melihat sebuah pintu besar yang terbuka, dan di dalamnya terdapat kotak kaca dengan kunci yang mereka cari-cari. ‘’tunggu dulu, jangan tergesa-gesa.’’Shuan menahan Chisu yang ingin berlari. Dia mengambil sebuah patung kecil, lalu melemparnya. Patung itu terbelah-belah karena laser.
‘’HAHHHHH.’’ Chisu ketakutan.
‘’Red Lip lakukan sesuatu.’’ Shuan dengan muka datarnya.
‘’kokk aku sih, kamu kan kaptennya,’’ Red Lip melihat muka Shuan yang menyeramkan. ‘’Baiklah.’’ Red Lip, melepas armornya lalu mengikat rambutnya. Dia mulai berlari kencang, lalu masuk kedalam ke garis laser yang membentuk kubus, salto kedepan mengindar dengan berputar, split dan terus-menerus seperti itu sampai akhir. ‘’huhh lumayan.’’ lalu dia berjalan menuju pinggir pintu dan menekannya dengan kepalan tangan bawah.
Mereka semua berhasil melewati laser itu, lalu berjalan menuju pintu besi tebal di depannya. ‘’heyy peralatanku dimana.’’ Red Lip yang meminta dengan dua tangan ke Shuan.
‘’di belakang.’’ Shuan langsung melewati tanpa melihat.
‘’hihhhhh pelit, hehhh Boowa kamu membawakannya untuk ku, terima kasihhh.’’
Shuan memasuki ruangan itu, lalu memecahkan kotak kacanya dengan tameng. Mengambil kuncinya. ‘’akhirnya misi kita selesai.’’ Shuan mengamati kuncinya. Kunci ini sebenarnya hanya berbentuk persegi panjang, memiliki dua tonjolon di ujungnya, seperti kunci biasanya. Namun ada sebuah tombol akses di pegangannya, jadi ketika di masukan harus di pencet dulu, lalu di putar. Jangan ngeres kalian.
‘DORRRR’ sebuah peluru melesat dari belakang mereka, mengincar kepala Shuan. Chisu langsung bertindak mengambil pedangnya lalu. Slowmo ‘HUSSSSSSS STINGGGGG’ peluru itu terbelah dua, karena tebasan lurus oleh Chisu. ‘’mereka masih mengejar.’’ Shuan meemutar penglihatan kea rah Bu Yosi dan Pak Yoso.
‘’mau kemana kalian. Kembalikan benda itu lalu menyerahlah.’’ Ucap Bu Yosi dari kejahuan.
‘’hesssss hahhh, ku incar kou.’’ Chisu menatapi kesal Pak Yoso. Sedangkan dia memberi muka kebingungan.
‘’’baik kuhitang mundur kalian harus meletakan benda itu, 3 2 1, ohh jadi kalian menantangya.’’ Bu Yosi dan Pak Yoso melangkah maju.
‘’mau tidak mau kita harus menghadapi mereka.’’ Shuan memasukan kuncinya di kantong, lalu maju. Timnya ikut menyusul. Mereka semua berlari. Bu Yosi memulaidengan menembak dari jauh ‘DOR DOR DOR’ peluru yang terbang di ambil oleh cambuk Red Lip. Red Lip melesat ke depan sebelah kiri lalu bersleding sambil melontarkan cambuknya, menargetkan kaki Pak Yoso dan Bu Yosi. Pak Yoso respect menusuk lantai lalu megang ujung tombak dan salto ke depan. Bu Yosi melompat berputar, lalu mendarat seperti spiderman, dan menembak ke arah Red Lip.
‘STANKK’ Shuan maju dan melindungi Red Lip dengan tamengnya lalu melempar tamengnya seperti secara horizontal maksudnya lurus mirirng, Bu Yosi menepi dan menembak kearah Shuan, ‘DOR’ slowmo Shuan merunduk seperti pemain bola menghindari tembakan Bu Yosi, dan Red Lip melontarkan cambuknya lagi, membuat peluru itu tertarik. Normal. ‘DOR DOR DOR’ Bu Yosi berputar, menembak dengan tangan kirinya lalu tangan kanannya. Tameng Shuan kembali terbang ke belakang Bu Yosi. Bu Yosi menyadari itu karena pantulan cahaya, dia salto kebelakang membuat tamengnya menembus angin, lalu kembali menembak.
Pak Yoso memulai menyerang dengan menargetkan kaki Chisu, ChIsu melompat tapi serangan tadi belum cukup, Pak Yoso memutar badan nya sambil berdiri, memutar tongkatnya ke kanan lalu memberikan tebasan ke arah Chisu. ‘STREET’ ternyata serangan Pak Yoso di tahan oleh Boowa dari bawah, memegang ujung besi seperti gaya orang hindu berdoa. Pak Yoso berusaha menariknya tapi tidak bisa, tenaga Boowa terlalu besar, tanpa sadar Chisu melesat cepat, menargetkan perut Pak Yoso. Pak yoso melompat sambil memegang tongkatnya, lalu dia menendang muka Boowa.
Boowa melepaskan pegangannya, dia maju lalu berusaha meninju Pak Yoso. Pak Yoso menghindar, lalu menyalakan tongkat listriknya. Chisu maju dengan pedangnya, sekarang dia agresif. ‘’ahhhh mati kouu sialan.’’ ‘STINGGK STINGG STINGG’ Chisu yang tadi hanya bisa berlindung sekarang sudah bisa memberikan serangan.
__ADS_1
‘’gerakannya sudah semakin cepat ,tapi tidak terlalu cepat dengan anak itu. Tapi sebelum itu aku harus mengalahkan orang gendut ini, dia memiliki tenaga yang besar. Hmm tunggu dulu dia memakai sarung tangan itu , dari mana dia mendapatkannya.’’ Ucap Pak Yoso di dalam hatinya, sambil bertarung denga kedua musuhnya. Boowa terpental oleh tendangan Pak Yoso. Lalu dia menoleh ke mobil antic di sebelahnya. ‘STINGKKS’ intinya disini Pak Yoso sama Chisu lagi by one pedang dan tongkat.
‘’ahhh.’’ Chisu sudah ke capean dan sebentar lagi akan pingsan. ‘’eeeaaaa.’’ Terdengar suara teriakan dari seseorang di belakang Chisu, ternyata itu Boowa yang melempar mobil antic merah tua dengan garis putih ke arah Pak Yoso.
Bu Yosi buru-buru berlari ke arah Pak Yoso, dia sampai dengan lompat ke samping, sambil menembaki mobil antic itu. ’DOR DOR DOR DOR DOR DUARR’ mobil itu meledak saat dia masih terbang. Pak Yoso melompat tinggia lalu membelah mobil itu. ‘’apakah kita bisa serius kak?’’ tanya Pak Yosi.
‘’hmmm boleh.’’ Bu Yosi segera menembaki mereka sambil maju. Pak Yoso memutar tongkatnya lalu menyerang Shuan. ‘STANG STANGG’ Shuan berlindung di balik tamengnya, Pak Yoso memberikan satu tebasan lalu di balas lagi satu tembakan ken arah Shuan. Shuan terdorong kencang, hingga dia hampir tertebas kepalanya oleh Pak Yoso. Red Lip menyerang Pak Yoso dengan cambuk, Pak Yoso mengarahkan tongkatnya hingga terlilit dia melakukan itu agar Bu Yosi menembak Red Lip. ‘DRUBKKK’ Boowa meninju lantai membuat guncangan besar.
Membuat dua Agent ini oleng .‘DORRR’ sebuah peluru melesat kencang, Red Lip tidak bisa menghindar, karena guncangan tadi peluru itu meleset. Shuan cepat-cepat memberikan pukulan ke Pak Yosi. Tapi dia menangkisnya dengan tangan kiri. ‘’ett ett gak kena.’’ Buk Yosi menembak Shuan, membuatnya mundur. Chisu maju dengan pedangnya. Bu Yosi menembak ke arah Chisu, lalu Pak Yoso menarik tongkatnya, cambuk Red Lip terlepas lalu dia melontarkan kembali. Bu Yosi menembak cambuknya, serta menembak sebuah tiang-tiang besi. Tiang-tiang itu jatuh umbruk dan akan meninmpa Red Lip.
Boowa berlari kencang dan menahan tiag-tiang besi itu. Red Lip terselamatkan tapi tidak dengan Boowa, Bu Yosi menembak rantai-rantai yang bergelantungan, membuatya jatuh di antara tubuh Boowa. Pak Yoso sedang beradu senjata dengan Chisu. Sampai akhirnya dia menyerang dan membuat pedang Chisu terbang ke atas. Pak Yoso menedang keras Chisu sampai dia terpental di depan sebuah kargo kosong. Pak Yoso mengambil pedangnya lalu melemparnya kea rah Boowa.
Red Lip segera melontarkan cambuknya dan melilit pedang yang sedang terbang. Di kiranya selamat. Yaa emang selamt sih. Pedang itu menancap tepat di depan perut Boowa, Bu Yosi menembak pedang itu membuatnya patah dan jatuh ke rantai-rantai di sekeliling tubuh Boowa.Boowa tersetrum hingga dia lemas dan pingsan. Tiang-tiang besi yang dia tahan jatuh, tapi di sini karena tiang jatuh Bowa tertarik ke atas oleh rantai-rantai di sekelilingnya.
Chisu yang terpental segera masuk kedalam kargo. Di detik-detik saat terjatuh nya tiang besi, Shuan dan Red Lip berlari ke belakang tapi. Slowmo ‘DOR DOR’ Bu Yosi menembak dua kali dengan kedua pistolnya. Pistol kanan dan kiri. Peluru itu menembus celah-celah tiang yang akan jatuh, lalu mengenai punggung dua orang yang akan kabur. ‘’ehh awass.’’ Shuan melindungi Red Lip dengan tamengnya. ‘STANKK’ ‘’huhh hampir sajaeeee.’’ Ada satu peluru yang mengenai punggung Shuan dan pingsan.
‘’hehhh Shuan, hmm ini peluru bius.’’ ‘STUPPPP’ satu peluru lagi mengenai lengan Red Lip lalu dia pun pingsan.
‘’hahhh akhirnya selesai jugaa,’’ Pak Yoso mengakat tangannya dan menguap. ‘’ayo pulang kak.’’ Berjalan keluar dari bangunan itu.
‘’keluarlah BLUEE JACKKK.’’ Teriak Bu Yosi membuat Pak Yoso gemetar. ‘DRUSKK’ tiba-tiba seorang mayat di lempar dari samping gerbang. Membuat mereka berdua terkejut. Ternyata itu adalah Kapten MOryang dengan kondisi tubuh di penuhi lobang peluru dan darah.
Pak Yoso mundur menuju Bu Yosi. ‘’kak jangan bercanda kak, aku masih jomblo.’’
‘’DIAMM, itu Blue Jack sungguhan.
‘DUKB DUKB DUKB DUBK’ terdengarlah suara langkah sepatu pantopel yang runcing, masuk melalui samping dan melangkahi mayat itu. ‘PAK PAK PAK’ suara tepuk tangan. ‘’wahhh aku sangat kagum sekali, kamu bisa melakukan trik hebat seperti itu. Yosi.’’ Blue Jack masuk ke dalam sambil bertepuk tangan.
‘’jangan sebut-sebut namaku dasar iblis.’’ Bantah Bu Yosi.
‘’huhhh jahat sekali kamu ini, padahal aku hanya ingin menyapamu. Ohh siapa itu, wahhh ternyata adek Yoso sudah besar. Aku jadi senang ee.’’ Tiba-tiba Pak Yoso sudah berada di depan Blue Jack dan menghunuskan ujung tongkatnya di depan matanya tepat, Blu Jack dengan cepat menepi ke kiri, membuat terkejut Pak Yoso.
‘’bagaimana bisa ada manusia secepat itu.’’ Blue Jack mengambil tongkatnya lalu menendang sendi lututya dengan kencang, dan terdengarlah bunyi ‘KREKKK’ ‘’AHHHHH.’’ Pak Yoso jatuh berlutut, di tambah uluh hatinya di hantam, Lalu dia di todong pistol oleh Blue Jack. Bu Yosi tidak tinggal diam dia menembak secara brutal. Tapi yang di luar otak manusia adalah, Blue Jack bisa menembak semua peluru itu dengan cepat, sehingga dia dan Pak Yoso tidak terluka. Bu Yosi terus menembak sampai-sampai pelurunya habis
‘KREK KREK’ ‘’ahhh sial.’’ Bu Yosi melempar kedua pistolnya ke arah Blu Jack, lalu mengambil cambuk Red Lip dan melontarkannya, Blue Jack melepaskan Pak Yoso lalu menghindar.
__ADS_1
‘’tidak sopan sekali kalian ini, padahal aku hanya ingin bertemu kalian. Tapi malah di serang, apakah seperti itu cara mu melayani tamu.’’
‘’dengarkan ini, kamu berlari keluar lalu pergilah ke PHAS, aku yang akan mengulur waktu.’’ Bu Yosi berbisik kepada Pak Yoso.
‘’tapi bagaimana dengan kakak.’’ Pak Yoso yang di rangkul oleh Bu Yosi.
‘’diamm, kaki mu patah dan kamu hanya bisa menjadi beban bagiku jika terus-menerus di sini, walau pun aku tahu kamu lebih kuat dari ku, tapi tolong pergilah dari sini, setidaknya aku mati tapi kamu tidak.’’ Ucap Bu Yosi dengan muka prihatin. Pak Yoso sedikit berlenang air mata.
Dengan terpincang-pincang dia berlari keluar dari tempat itu meninggalkan kakaknya seorang diri. ‘’huskkk husk maafkan aku kak.’’
‘’eeh mau kemana kamu.’’ ‘Dorr’ Blue Jack menembak ke arah Pak Yoso, tapi di tahan oleh cambuk listrik Red Lip Yang di pegang oleh Bu Yosi.
Bu Yosi berdiri tegak dengan cambuk di tangan kanannya. ‘’lawanmu adalah aku.’’
‘’hehh. Terserah kamu saja.’’ Blue Jack terseyum dan mulai menembaki. Sedangkan Bu Yosi melontarkan cabuknya terus-menerus.
Pak Yoso diam-diam menyelinap di mobil-mobil jip yang hancur dan terbalik. Dia melihat satu mobil jip yang masih bisa di pakai. Tapi muncul satu Skull Yang menghalangnya. Dengan kondisi kaki yang masijh patah, Pak Yoso mengeluarkan kuda-kuda. Skull ini berlari maju, ‘’hahhhhh.’’ Segala serangan dia pusatkan kepada tangan. Di waktu tertentu, Skull ini akan meninju kepala Pak Yoso. Pak Yoso menangkisnya dengan jurus ular, dan mengeluarkan teknik pukulan yang dia terapkan kepda Zero saat di ujian test.
Dengan cepat Skull itu tumbang dan Pak Yoso melanjutkan kembali jalannya yang pincang menuju mobil jip. ‘DUARRRRRRR’ sebuah ledakan besar terjadi saat Pak Yoso akan pergi dari tempat itu. Dan bisa kalian tahu ledakan tadi berasal dari tempat Bu Yosi. Seketika air mata keluar dari kedua mata Pak Yoso, tapi dia tidak bisa tetap dia mengemudikan mobil jipnya dan pergi meninggalkan tempat itu.
‘’hmmm tak kusangka aku bisa menghancurkan tempat ini, padahal niat ku hanya meminjam kunci, hmm yasudah yang terjadi biarlahah terjadi,’’ Blue Jack mengumpulkan pasukannya di tengah-tengah area yang sudah hancur ludes itu. ‘’selamat anak-anak kita telah berhasil, satu hal lagi yang perlu kita dapatkan, ialah sidik jari Dobs. Marko kerja bagus, karena rencanamu kita berhasil.’’ Blue Jack merapatkan sekeliling dengan senyum iblisnya.
‘’hehe padahal itu dari flm.’’ Ucap Marko di dalam hatinya. Marko tersanjung senang. ‘’terima kasih Boss.’’
Seorang Skull bertanya kepada Blue Jack. ‘’Boss di mana The Warior?.’’
‘’hmmm dimana ya, coba ku ingat,’’ menutup mata dan menunjuk. ‘’hahhh di dalam sana, bawa tubuh mereka, dan juga tubuh seorang wanita berkacamata juga.’’
‘’WOYYYYY BUKA PINTUNYA ATAU KUBUNUH KOU ee.’’ Chisu yang erteriak di dalam kargo, karena pintunya tertahan oleh tiang besi. Setelah keluar dia terkejut karena melihat Bossnya. ‘’ehhh Boss sehat Boss.’’
‘’sehat bagaimana kabarmu.’’ Dengan senyum iblis, membuat Chisu terpukau.
‘’SAYA SEHAT SEHAT SEHAT.’’
__ADS_1
Ternyata Bu Yosi tidak mati di tangan Blue Jack, hanya saja dia pingsan dan ada banyak noda hitam tanah, serta kacamatanya yang hancur, lalu dia di angkat oelh Skull.