
‘’tahu lagi bodoh banget ngebebanin.’’ sindir Beast.
‘’tadi kamu di cari kak Jeremy.’’ Ucap Techno.
‘‘hah yang benar di mana.’’ Kesedihan Zero tiba-tiba sirna.
‘’hmmm ruang seketaris.’’ Jawab Techno.
‘‘ayo-ayo mungkin itu berita bahagia. Atau traktir pizza’’ Zero dan timnya mulai berjalan masuk ke gedung.
‘’enggaklah ngaco.’’ Techno membalas.
‘’ohya kita berada di peringkat atas.’’ Navy memberi tahu.
‘’semoga saja.’’ jawab Techno.
‘‘pastilah.’’ Zero menyakinkan.
‘’heh ini ruangannya yang mana.’’ Tanya Beast.
‘’hmmmm .’’ Zero menjilat tangan dan mengangkatnya ke atas.
‘’apa coba ngapain kayak gitu biar apa.’’ sindir Beast.
‘’shhttt leawat sini.’’ Zero menyipitkan matanya dan melangkah secara waspada.
‘’salah jalan lagi nanti. Tanya ke orang aja dulu.’’ Navy merasa tidak percaya.
‘’tahu lagi, bala bego banget sih.’’ Sindir Beast.
‘’shtt diam aku sedang mengikuti arah angin.
Hmm aha belok sini.’’ Zero berlagak waspada.
‘’sudah ikutin saja.’’ ucap Techno sok dewasa.
‘‘lihat, apa ini pemimpin.’’ sindir Beast.
‘’hmmmmm aha itu dia.’’ Zero berlari, sampai di depan pintu yang berlogo di atasnya seketaris, bahasa inggrisnya saya gak tahu. Dan di susul oleh timnya. ‘‘apa yang kou bilang tadi.’’ Zero menyindir Beast, Techno dan Navy tertawa.
‘’kok bisa tahu Zer.’’ Tanya Navy.
‘‘hehe sebenarnya saya dari kemarin-kemarin itu keliling gedung ini sampai hafal tempatnya.’’ jawab Zero.
‘’ohhhh pantas saja suka ngilang. Eeh gara-gara kamu, Kak Jeremy nyuruh kita harus nyariin. Bodoh banget.’’ Beast menyindir balik.
‘’ohh yaudah ayo masuk.’’ Zero langsung buka pintu perlahan seperti Agent.
‘’ketok dulu apa.’’ Beast memukul kepala Zero, saat di dalam semua orang kaget karena betapa banyak benda canggih dan besar tempat itu, ‘‘woowww.’’ Zero terpana, melihat sekeliling.
‘’ohh jadi kalian sudah datang, kemari ada yang harus ku tanyakan kepada kalian ayo duduk.’‘ ruangan Kak Jeremy besar bulat, di setiap sudut ada layar computer besar dan banyak, ada satu yang paling besar yang berada di samping kanannya.
‘’wihhh tempat apa ini Kak.’’ Zero masih terpana.
‘’ini ruangan vyp ku.’’ Jawab Kak Jeremy dengan memakai kacamata.
‘’wihhhhh keren sekali di sini, weeh itu layar besar sekali, kakak main gamenya di situ dan ini banyak sekali layarnya buat apa ya untuk memantau.’’ Kak Jeremy hanya tersenyum ribet.
‘’wajarin ya kak.’’ Beast menyabarakan Kak Jeremy dengan memutar telunjuknya di samping kepala.
‘’baik agar tidak membuang waktu banyak, biar kutanya kalian, ini untuk mengisi data Agent kalian, semua Agent baru juga melewati tahap ini, jadi yang pertama kalian solo atau tim.’’
‘’tim.’’ Jawab Zero.
‘’oke yang kedua nama kalian.’’ Techno\=saya ………………’
Navy\=saya …………..’
‘’kamu.’’ Kak Jeremy menanyakan ke Beast.
Beast\=aku …………….’ Kak Jeremy mengetik namanya.
‘’aku…’’ Zero tidak jadi berkata. Karena di sela.
‘’Aku sudah tahu, jadi apa nama samaran untuk kalian?.’’ Tanya Jeremy.
‘‘nama biasa, kami.’’ Tanya lagi Zero.
‘’memang kamu memanggilnya mereka dengan sebutan apa.’’ Tanya lagi Kak Jeremy.
‘‘hah kalau orang tinggi dengan sok stay cool di pojok itu adalah Techno.'’ Techno merapikan rambut.
‘’yaa.’’ Kak Jeremy sambil mengetik namanya.
__ADS_1
‘‘kalau orang aneh ini Beast.’’ Beast tersenyum kaku. Kalau yang di samping saya ini Navygation.’’ Zero menjelaskan sambil menunjuk, seperti presentasi.
‘’baik semua data kalian lengkap apa kalian ingin tahu Class Agent kalian.’’ Kak Jeremy sambil tersenyum.
‘’iyaaa.’’ Jawab Zero sambil tersenyum lebar riang.
‘’baik kalian beradaaaaaa diiiiiiiii,’’ Zero terseyum lebar. ‘‘DI CLASS C PERINGKAT 14.’’ Zero langsung sinis.
‘’whatt lahh kok bisa, kita kann dapat nilai tertinggi.’’ Protes Zero.
‘‘huhhhhhhh ini karena Komandan Bull, BELIAU yang menyuruh untuk kalian berada di peringkat 14.’’ Kak Jeremy dengan berat mulut memberitahunya.
‘’ada apa dengan orang yang suka nyisir itu.’’ Zero memasang muka kesal.
‘’jadi mau tidak mau kalian harus menerima, ini keputusan komandan.’’
‘’kenapa aku mearsa seperti budak di sini, liat saja orang itu akan bilang maaf kepada ku, aku janji itu.’’ Zero memandang sinis foto Komandan Bull.
Yang tertempel di tempat itu.
‘’sabar Ro sabar.’’ Beast mengelus pundak Zeo dan menjitak kepalanya.
‘’huhh sebelmunya aku minta maaf atas omongan ku.’’ Kak Jeremy merasa tidak enakan.
‘’tidak apa-apa kak Jeremy kan orang baik tapi tidak tahu dengan orang itu.’’ Menunjuk ke foto tadi.
‘’ohh ya berapa gajinya.’’ Techno menyela.
‘’benar juga, baik tentang gaji kami.’’ lanjut Navy.
‘’ohh hampir saja lupa, gaji kalian di berikan seminggu sekali.’’ Kak Jeremy memberi tahu sambil tesenyum.
‘‘berapa itu.’’ tanya Navy. Dengan berbinar-binar.
‘’hmmm dua juta.’’ Semua tim Zero melotot kaget.
‘’wihhhh yang benar seminggu dua jut,’’ mereka semua senang ada yang saling bersalaman dan Zero dance di luar kursi, Jeremy hanya diam bingung. ‘’akhirnya setelah sekian lama, hmm kecil juga yaa. Tapi tidak apa-apa.’’
‘’syukur, bodoh.’’ Sindir Beast.
‘‘baik Kak kapan kami akan mendapatkan misi.’’ Tanya Zero. Membuat Kak Jeremy kaget.
‘‘kalian ingin langsung mengambil misi,’’ dia mengangkat alisnya.
‘’hmm biasanya orang-orang akan belatih dahulu, tapi tidak apa-apa, tiu bagus untuk kalian. Baik kalian akan dapat misi besok pagi, aku akan menghubungi pemimpin kalian, jadi siapa pemimpinnya.’’ Techno dan Beast saling berbisik.
‘’Zero kamu saja pemimpinnya.’’ Ucap Navy.
‘’hehh aku itu orang pemalas. Kenapa gak Techno yang rajin.’’ Zero mengakali Navy.
‘’hmm betul juga, oke kalau begitu..’’ Navy tersela oleh ucapan serompak, dari Beast dan Techno.
‘’ZERO KAK ZERO KAK.’’ ucap Beast dan Techno yang membuat Zero tersudut.
‘’iya Zero kak.’’ Navy menambah-nambah.
‘’WETT HEHHH KENAPA AKU.’’ Zero yang merasa terbebani.
‘’Zero Kak, orangnya cerdik, pas itu pernah nyelamatin Ibu-Ibu dari ledakan gas lpg,’’ Beast terus mendorong Zero.
‘’hah kamu ingat tidak, yang bikin rencana buat ngebebasin budak kemarin, eee siapa yaa.’’ Techno menambah-nambah, berpura-pura lupa.
Navy menunjuk Techno. ‘’hahh ZEROO.’’
‘’hahh bener itu, cepp ayooo Ro dari dulu kan kamu ingin menjadi Agent.’’ Beast dan techno terus berusaha.
‘’sejak kapan aku pernah ngomong seperti tiu.’’ Zero dengan muka muram dan sinis.
‘’baik pemimpinnya Zero, kalian bertiga silahkan pergi, Zero ada yang pemimpin harus lakukan.’’
‘’byee Roo selamat tinggal.’’ Ucap Beast dengan senyum puas.
‘’jaga diri baik-baik.’’ Techno tersenyum manis membuat muntah.
‘’hahahhahh.’’ Navy metutup pintu sedangkan Zero hanya mengangkat tanganya seperti akan mengambil.
SETENGAH JAM KEMUDIAN. Pukul menunjkan jam 11 malam Saat Zero keluar dari ruangan. ‘’huhhhh banyak banget kewajibannya hehh kok kalian kesini.’’
‘‘ya kita gak tahu mau kemana.’’ Jawab Beast.
‘’ohh ya lupa, ini kak Jeremy ngasih kunci kamar buat kit...’’ Navy langsung merogoh kuncinya.
‘’hah coba lihat.’’ Navy mengamati kuncinya.
__ADS_1
‘‘bagus-bagus ada kemajuan.’’kata-kata aneh Techno. Mereka pun pergi menuju kamarnya.
‘’yang ini mungkin.’’ Ucap Beast.
‘’dimanaaaa wihhh, coba kita lihat C 14 ya, rendah sekali,’’ ‘krek pintu terbuka’
‘’assalamualaikum lahh tempat apa ini.’’ Zero langsing terkejut parah, setelah menyalakn lampu kamar.
‘‘buseet apaan ini bodoh.’’ Beast menyindir kamarnya.
‘’huuhh kayaknya kita harus bersih-bersih dulu malam ini. KECOA-KECOA AAAA.’’ Zero panik melihat se ekor kecoa terbang ke arahnya.
‘’mana-mana hahh cepet keluar-cepet keluar.’’ Beast mencoba keluar walau sulit.
‘’wahhhh wahhhh,’’ mencoba terbang di Navy tapi dia langsung menendangnya. ‘’hahhh, hmm rasakan itu.’’
Sementara itu Techno hanya diam, sntuy di pojokan tapi tidak stay cool. ‘’hihh, ehem, hihhhhh. Ehem.’’ Mencoba menahan rasa jijiknya.
Waktu menunjukan jam 11 tepat, di sebeuah gedung besar. Ee lebih tepatnya hotel besar, dengan memiliki tiga gedung yang berjejer menyatu, yang di tengah paling tinggi, sedangkan sisi kanan dan kiri, hanya seper enam tingginya dari gedung di tengah.
Malam hari seorang MAFIA kelas kakap, duduk dengan sofa putih besar, hanya untuk satu orang. Dia duduk sendirian tidak ada yang menemani, kecuali bulan purnama yang terlihat di kaca besar samping kanannya. Bentuk menja yang sikunya tumpukan, panjang-memanjang sampai pojok, terdapat banyak kursi-kursi mahal yang berjejer di setiap dalam meja, lebih jelasnya seperti meja kerajaan.
Pakaiannya yang sama seperti Komandan Bull, tapi berbeda warna, orang ini serba menggunakan warna biru tua agak terang, yaitu jas, celana, dasi biru, tapi hanya kemejanya saja yang berwarna putih. Dia menyatukan jari-jari tangannya seperti orang berdoa, menempelkannya di area hidung dan mulut. Namun beberapa saat kemudia, yang tadinya ia menunduk ketangannya sekarang lehernya tegak dan tersenyum. Seperti mengetahui sesuatu.
Di malam yang dingin itu, terlihat seorang berpakain kantor, membawa sebuah koper hitam, yaa dia adalah seorang Agent. Gerakannya sangat lincah, melompat kesana-kesini, melewati gang sempit, dan menyelinap. Karena gerakan yang lincah, dia mengendap-endap memasuki sebuah gedung besar, melewati penjaga-penjaga yang sudah beler. Melabuinya dengan uang koin, menyekap mulutnya, membutnya pingsan. lalu Agent ini mengeluarkan sebuah sarung tangan yang dapat menempel di dinding.
Melalui kaca agedung itu, dia berjalan seperti spiderman. Ehhh bukan, seperti cicak. Dengan menggunakan sarung tangan yang bisa merekat di kaca juga, saat akan naik lebih tinggi. Ada yang membuka kaca untuk mendapatkan udara segar, Agent ini ia bersembunyi di sampaing kaca, tepat di mana orang ini, sebut saja dia SKULL. Skull ini merasa aneh, seperti ada yang memperhatikannya, dia mengelus lehernya lalu melihat ke arah kanan saat, Agent turun ke bawah dan pindah ke kaca sebelah kiri. Di kiranya akan aman, Skull ini kembali mengok ke kiri, tapi sebelum itu Agent Class A ini, buru-buru naik ke atas.
Agent ini mencari letak ruangan boss mereka, dia naik-naik lagi hingga akhirnya dia menemukannya dan membuat lobang bulat di kacanya dengan alat yang seperti mangkok, dia menempelkan benda itu di kaca, lalu benda itu mengeluarkan benda panjang di setiap ujungnya. Dan membuat luban masuk bulat.
Agent ini memiliki rencana untuk mengcopy data musuh dengan membawa satu koper, koper hitam yang dia bawa , bukan sembarang koper. Dia sudah ada di dalam ruangan Boss musuh, dan akan memulai rencananya. ‘’hmmmm aha,’’ menyalakan sebuah layar besar yang berada di ruangan itu. ‘’oke baik masukan kodenya, copy,’’ sebuah logo loading pegiriman data, dengan cepat sirna. ‘’tunggu sebentar dan berhasil.’’ Ucap Om Fury dengan hati-hati, dan mengambil kopernya keluar ruangan itu melewati pintu, kenapa tidak lewat kaca saja yaa?. Yaa itu karena dia tidak punya parasut.
Fury adalah agent PHAS Class A PERINGKAT 5, dia datang ke gedung itu untuk mengcopy data rencana musuh, dari sebuah komputer layar lebar, merasa sudah, dia keluar melalui pintu namun ada, keanehan yang dimana ia menulusuri seluruh gedung tapi tidak ada satu pun orang di dalam sana, karena merasa aman di langsung pergi keluar dari gedung itu.
Saat berada di jalan yang sepi, yang dimana tidak ada orang di kota di malam hari, entah karena apa. Tiba-tiba terdengar suara nyarin di arah belakang Om Fury. ‘TENG TENG TENG’ suara itu membuat kakinya bergetar kencang hingga dia berjalan seperti pincang, Om Fury menguatkan diri, saat di lihat kebelakang itu hanya tukang baso, merasa aman dia melanjutkan perjalannya dengan jalan kaki. ‘TEN TENG DURKKSHH’ Om Fury langsung melihat kebelakang, gerobak bakso tadi langsung hancur dan si penjualnya tidak ada di sana.
Tiba-tiba darih arah kanan tempat gerobak hancur itu, keluar lah beberapa orang banyak dengan menggunakan baju set lengkap tentara, tapi mereka menggunakan helm tengkorak. Sebut mereka dengan SKULL. Awalnya hanya satu, Om Fury meremehkannya dan menodongkan senjata, SKULL itu kabur menjauh, namun tidak lama kemudian dia membawa satu teman, Om Fury menembak aspal agar mereka pergi, Skull itu pergi lagi sampai akhirnya membawa gerombolan banyak.
‘’ohh curang.’’ Om Fury langsung berlari mencari jalan pintas, parkour melewati banyak tumpukan yang ada di jalan, melewati gang sempit, sampai akhirnya dia menutup akses jalannya dengan menembak toko yang di samping gang sempit di laluinya tadi, di depannya terdapat mobil losbak yang sedang membawa gas lpg. Om Fury tersenyum dan menembaknya. ‘DUARRRRR’ terlihat dari atas cahaya orange menerangi satu sudut wilayah itu. Merasa sudah aman, dia memalingkan wajahnya kebelakang dannnn. Om Fury mematung kaku dengan sinis tajam di matanya, di pinggir sebuah jalan dia berhenti karena dia sudah di kepung oleh musuh di berbagai sudut, dan di todong senjata ak 47. Di depannya terdapat banyak mobil jip yang berjejer di samping sebuah mobil canggih. Yaitu mobil Boss mereka. ‘’BLUE JACK.’’ Ucap Om Fury dengan kebencian.
Tunggu dulu, mobil canggih Blue Jack memiliki bentuk seperti kereta yang memiliki dua gerbong. Satu paling depan untuk dia mengejar musuh atau bisa di bilang mobil cepatnya, sedangkan yang di belakang itu, tempat the warior, menghack dan mencari jalan pintas atau melihati map, dan di sebut mobil tempur. Karena saking kerasnya dan tidak ada satupun peluru atau misil yang dapat menghancurkannya, kecuali mementalkan nya, serta di senjatai.
‘’WELL WELCOME, heh jadi ini orang yang selalu mengawasi tempat ku, hah, kukira orang seperti mu tidak berani menantang maut tapi berbeda dari pikiran ku, baiklah jadi kou yang akan menghancurkan rencanaku sejak kapan kou tahu itu.’’ Ucap Blue Jack dengan senyum jahat dan nada iblis.
‘‘sejak kou terlahir hina di dunia ini!!!.’’ Jawab Fury dengan kencang.
‘‘wahh sungguh menyakitkan sekali kata-kata mu tiu,’’ Blue Jack membuka pintu mobilnya, yaaa belum tau yaa pintunya ek gimana, pintunya kayak kapal jet, di bukannya ke atas. Hampirr aja, bentuk mobil cepat Blu Jeki itu, runcing segitiga, jadi kalau dia nabrak mobil orang, yang ada mobilnya ke angkat terbang ke atas. ‘’baiklah aku tidak akan membuat orang sepertimu menghancurkan rencana ku, soo ada dua pilihan menyerah atau serangga besi ini akan bersarang padamu.’’ Sambil menunjukan sebuah peluru dengan kedua jarinya.
Om Fury menaruh kopernya di jalan dan mengaktifkan gps yang ada di jam tangannya saat melepas kopernya lalu mengangkat tangannya, seperti di tangkap polisi. ‘’wahhhh keputusan yang bagus, baik anak- anak bawa dia ke markas.’’ saat anak buah Blue Jack ingin menghampiri, tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil hitam yang mengklakson ‘THETT THETT’ karena kode itu Om Fury langsung menekan kaca matanya dan ‘thisssssss’ cipratan cahaya yang menyilaukan keluar dari kaca matanya dan membuat semua orang tidak bisa melihat, setelah itu Om Fury mengambil kopernya dan dia langsung berjalan mundur serta di iringi mobil yang berputar ke arah kiri lalu terbukalah pintu belakangnya, Om Fury pun masuk kedalam mobil tanpa harus menunggu mobil diam dan mobil tancap gas kabur dari tempat itu. Blue Jack yang mengetahui hal itu dia langsung menyuruh pasukannya menangkap Om Fury.
‘’TANGKAP DIA JANGAN SAMPAI DIA LOLOS ATAU KALIAN MATI.’’ teriak Blue Jack membuat semua anak buahnya ketakutan.
kejar-kejaran pun terjadi antara Om Fury dan mereka, ‘’huhh terimakasihya eeee dimana pengemudinya.’’ Kaget Om Fury mengetahui mobil yang dia tumpangi kosong.
‘’di sini.’’ Suara Kak Jeremy terdengar berasal dari radio mobil.
‘’kok bisa.’’ Menggaruk kepalanya.
‘‘iya dong paman kou sudah dapat datanya.’’ Tanya Kak Jeremy,
‘’sudah.’’ Memegang kedua pundak kursi kemudi.
‘’baik sekarang waktunya diriku.’’ Kak Jeremy mengendarai mobilnya di tempat khusus seperti game yang ada di mall-mall, hmmmm kayak vr gitu gimana sih, gak tahu aku nama arcade nya. Tampak di belakang dua motor ninja sedang dalam dan juga beberapa mobil jip, yang dalam perjalanan mengejar mereka. ‘‘wahh sepertinya ada tamu di belakang kita.’’ Kak Jeremy menekan tombol yang dimana tombol itu mengeluarkan cairan licin, dua motor yang mengejarnya jatuh dan satu motornya tergiling mobil sehingga mobil itu menabrak gedung, setelah itu menyusul lah sebuah mobil jip yang di atasnya terdapat orang yang menembaki dengan senjata mesin, mobil itu pindah ke samping dan menembaki mobilnya Om Fury dan membuat mobilnya memiliki banyak lubang. ‘‘aaaaaaaaaa.’’ teriak Om Fury, dia bersembuny di bawah injakan.
‘’maaf paman tapi bisa kou membantu ku, di dalam laci mobil ada sebuah senjata aku akan memberikan arahan,’’ Om Fury mencari senjata. ‘’tembak ban depan sesuai intruksi ku, baiklah tiga dua satu.’’ Om Fury menembak ban mobil itu, dan Kak Jeremy menekan beberapa tombol membuat pintu depan mobil menjadi seperti per, lalu mendorong mobil musuh hingga terjatuh. Di jalan depan mereka, beberapa mobil jip memblok jalan, Jeremy melihat dua buah mobil yang sedang menembaki kaca mobil Om Fury yang anti peluru, dengan terpaksa Jeremy membelokan mobilnya ke kiri dengan tajam ‘nginggggggdusshummmm’ ‘’aahhhh padahal itu jalan tercepet.’’
Di atas mereka, lebih tepatnya di atas gedung, ternyata ada seseorang yang mengawasi jalan mereka dengan teropong. Setelah berbelok mereka di balap dua motor di kanan dan kiri, keduanya menembaki kaca mobil namun tidak pecah, Om Fury hanya bisa berdoa di dalam, lalu Kak Jeremy menekan tombol lagi sehingga pintu depan kanan kiri menjadi per dan mementalkan mereka berdua.
Di depan jalan mereka, ada mobil tempur Blue Jack tapi tidak ada yang cepat, namun mobil itu menutup jalan untuk keluar dari wilayah Blue Jack, Kak Jeremy mencari cara, dia menekan tombol lagi dan cup mobil depan terbelah menjadi dua, Om Fury yang melihat itu kaget. Ternyata keluarlah dua buah rudal, satu rudal di luncurkan dan mengenai mobil itu, lantas si mobil perang/tempur tidak terdapat bekas apapun kecuali hanya membuat celah yang sedikit besar untuk mereka lewati. Kak Jeremy memanfaatkan itu, lalu dia membuat pintu kirinya menjadi per dan di taruh di jalan sehingga itu menjadi penahan agar mobil bisa berjalan miring, tanpa pikir panjang Kak Jeremy langsung membanting stir ke kiri dan membuat mobil berjalan dengan miring, karena usahanya itu dia berhasil melewati jalannya.
Saat mobil taxy itu sudah di depan luar batas wilayah Blue Jack dan di depannya hanya ada satu rute jalan. Tiba-tiba dari sebelah samping muncul Blue Jack dengan mobil cepatnya yang berbentuk seperti lonjong lancip segitiganya, Kak Jermy tecengang melihat itu, lantas mereka berdua saling beradu tancap gas, jika Kak Jeremy bisa lebih cepat maka Om Fury bisa keluar dari wilayah Blue Jack, dan Blue Jack berhenti.
Kak Jeremy yang tahu akan kalah cepat, dia berencana menembak Blue Jack dengan satu misil yang tersisa. ‘’ahh sialll mati kou.’’ Kak Jeremy menekan tombol kendali seperti jet, lalu menekan tombol merah di atasnya. Bukan nya rudal meluncur tapi layar kendali Kak Jeremy yang eror, seperti tv renyek.
Dan di sini Om Fury seribu sayang. ‘DHUUUUUUKSS’ Mobil Om Fury terangkat dan terlempar kearah kanan, lalu menggelinding hancur. ‘DUSK DUSKRUKDUS’ mobil Om Fury terbentur tanah berulang kali dan berputar setelah berhenti ternyata, Om Fury masih selamat walaupun banyak anggota tubuhnya yang berdarah. HUU HUU. Dia keluar dari mobil melalui kaca karena mobilnya terbalik, ‘’eeee heaaahhhhee.’’ gemetar kesakitan.
Blue Jack menghampirinya dengan jalan yang pelan. ‘’hmm jadi hanya seperti ini kekuatan dari kelas A,’’ Kak Jeremy tidak bisa mengeluarkan suaranya di radio tapi hanya bisa mendengar. ‘’ sangat rendah sekali.’’ Blue Jack memandangnya penuh hinaan.
‘‘paman-paman apa kou baik-baik saja paman.’’ Kak Jeremy mulai panik tak terkendali.
‘’hehhh Fury-Fury, kou sangat menyedihkan, rela mengobarkan nyawamu hanya untuk sebuah tulisan bodoh, heh bawa dia ke markas.’’Om Fury di bawa peri oleh beberapa Skull, Blue Jack mundur menjauh dari mobil taxy hitam itu dan mengambil jarak agak yang nyaman, lalu dia berputar badan dan menodongkan pestol dengan senyum penjahat. ‘DORR DORR’ dia menembak dua kali, peluru yang dia tembak menembus mobil, satu peluru mengenai koper yang di berisi data dan satu lagi mengenai rudal yang di dalam tepat, ‘DUAARRRRRR’ Kak Jeremy yang tidak bisa apa-apa hanya bisa berteriak dan menangis mendengar suara ledakan itu.
‘’PAMANNNN PAMANNNNN JAWABBB AKUUEHEHHEHE.’’ Menutup mukanya dengan penuh penyesalan. Lah kok malah jadi ketawa. Dan di akhiri dengan Blue Jack yang melangkah pulang dengan senyum iblis dan di background ledakan.
__ADS_1