
‘’Blue Jack.’’ Balas Zero.
‘’ada apa dengan Blue Blue itu.’’ Techno berusaha menghibur, namun membuat Zero sinis.
‘’dia orang yang membunuh banyak orang…. apa kita harus membiarkan orang seperti itu berkeliaran.’’ Zero masih melamun dalam.
‘’ya gak lahhh dia itu harus di hokum.’’ Techno yang menjawab sesuai otaknya.
‘’bagaimana caranya?’’ Zero menutup mulutnya.
‘’kita saja jadi tukang bersih-bersih di sini mau gimana.’’ Techno pindah ke sofa.
‘’aku tidak peduli aku lelah ingin tidur byee ya.’’ Beast pergi menuju kamar.
‘’tunggu jangan.’’ Zero dengan cepat.
‘’hiih cape nih.’’ Beast yang sudah beler.
‘’Blue Jack akan membangunkan sebuah monster,’’ Zero berdiri dari dudknya. Semua orang terkejut.
‘’monster apa? monster dari laut atau gunung.’’ Tanya Navy tertular Zero.
‘’bukan bodoh gak itu atau ini sama saja bodoh.’’ Sindir Beast.
‘’maksud monster ini aku juga belum tahu pasti, tap yang jelas besok dia akan mengebom tiga tempat pusat di Jakarta. Satu polisi dua rumah sakit ketiganya aku tidak tahu apa.’’ Zero yang agak serius.
‘’kenapa kita tidak lapor.’’ Techno mengamati di sofa.
‘’eeeh tadi saat aku bersih-bersih di area ruangan Om Bull, aku menemukan sebuah surat. Hmm tulisannya, jangan pernah mendengar kata-kata tim Zero dan jangan pernah percaya, yaa seperti itu.’’ Zero menutup matanya.
‘’parah banget itu orang, kalau aku tahu namanya ku hack itu listrik rumahnya. Kan lagi nonton bola bentar lagi goll di matiin listriknya.’’ Techno yang terbawa kesal.
Semua tim Zero tertawa. ‘’pintar-pintar haha.’’
‘’huhh kalau bukan kita masalahnya siapa lagi yang nanganin ini,’’ ‘semua orang diam. ‘’kita harus bergerak malam ini.’’ Seru Zero.
‘’ayo ayo.’’ Techno setuju.
‘’benar kalau bukan kita siapa lagi.’’ Navy bangkit.
‘’gasss lahhhh kita kesana.’’ Beast yang menjadi semangat.
‘’eee iyaaaa, sebelum kita jadi Agent, aku nemu surat pas di klinik.’’ Zero memberitahu.
‘’surat apaan?’’ tanya Navy.
‘’hmm suratnya, isinya sebuah kode. Aku gak tahu apa, ya sudah ayo siap-siap dulu.’’
‘’gatau lagi bodoh banget.’‘ geplak kepala Zero.
‘’ayo cepat.’’
Di adegan ini semua tim Zero memakai pakian Agentnya dan tidak lupa pula Zero memakai topi pesulapnya. Mereka dalam perjalanan mengambil senajata, di dalam lorong Zero berhati-hati di susul timnya, terlihat sebuah kamera cctv merekam gerakan mereka, tapi tidak ada bunyialrm pun yang berbunyi. ‘’ayoo-ayoo.’’ Zero sambil menyelinap di dinding.
‘’kenapa semua orang pada tidur yaaa.’’ Ungkap Beast.
‘’aku tidak tahu. Techno coba kamu akses semua Agent di gedung ini, apa ada yang sedang mengambil mengambil misi?’’ Zero melirik ke cctv.
‘’tunggu sebentar, hanya Class B dan A yang sedang lembur.’’ Balas Techno.
‘’ok.’’ Zero melanjutkan jalan sedikit lalu berhenti. Mebuat timnya di belakang bertabrakan.
‘’kenapa, ada orangkah?’’ tanya Navy.
‘’bukan. Tapi lembur apa?’’ Zero membuat timnya sinis.
‘’BEGGOOO lembur itu kerja tambahan sampai lewat maghrib, gitu aja gak tahu dasal bodoh.’’ Sindir Beast.
‘’ohhhhh ok.’’ Zero melanjutkan langkahnya.
Saat mereka sampai di depan pintu senjata, seluruh tim Zero terhenti karena sesuatu yang berbahaya di depan mereka. ‘’nih kalau gak percaya, Techno ada tisu gak.’’
Techno mengeluarkan satu tisu di kemeja putihnya. ‘’untuk apa,’’ Mengngkatnya tinggi, agar Zero tidak bisa mengambilnya. Zero hanya diam di tempatnya, membuat jarinya menjadi huruf C, lalu terbanglah tisu itu ke Zero karena efek sarung tangan gravitasynya. ‘’ROO ROO jangan ROO, nanti saya ngelap minyaknya pakai apa.’’
‘’yaa kamu masih punya empat juga, aku minta satu doing lohh.’’ Zero sinis lalu kembali ke depan jalan yang tadi dia jahui.
‘’yaa buat cadangan Roo.’’ Alasan Techno.
Zero mendekat ke jalan yang di jahui tadi, dan mengambil beberapa jarak. Dia mengangkat tangannya, meremas tisunya, lalu di lempar. ‘’DHUSSRFFF’ sebuah cahaya merah keluar dari benda bulat hitam di atas pojok dinding. Membakarnya menjadi abu, Zero melotot kaget karena efek cahay tadi. ‘’AAAAAA, silau bangett.’’ Menutup matanya dengan tangan.
__ADS_1
‘’hhuuhhh syukur kita gak keburu lewat. Terus bagaimana ini.’’ Navy menghampiri Zero.
‘’hmm tenang saja kan ada Agent.’’ Beast menunjuk Zero.
‘’ahhhhh silau, coba Techno kamu matikan system keamanan satu gedung ini.’’ Zero menunjuk dengan mata sipit.
‘’satu gedung hahah, yang benar aja.’’ Techno tertawa karena terkejut.
‘’yaaaaa, ayo cepat biar kita bisa lewat.’’ Zero mengusap matanya dengan rompi Navy, tanpa dia sadari.
‘’bentar-bentar.’’ Techno mengehack keamanan di gedung utama. ‘THDESSSSS SHINGGUNG’ tiba-tiba lampu mati dan hidup lagi.
Zero mencoba menyentuh area jalan tadi. ‘’eee.eee,’’ memjukan jarinya. ‘’ehh kok merinding yaa,’’ Beast lari dari belakang dan mendorong Zero. ‘’HEEEEE, WEEE HEEE. Eeee gak apa-apa.’’ Zero menyentuh-sentuh tubuhnya.
‘’berisik apa bego.’’ Sindir Beast.
Mereka terus melanjutkan perjalanan mereka menuju, ruangan senjata. ‘SHIHHHH’ Zero membuka pintu dengan, beberapa kode tunuh. ‘’HAHAHA BAGUS AKU SUDAH TERBIASA DENGAN LASER MATA INI,’’ pintu terbuka, saat tim Zero akan masuk mereka melootot tajam di dalam, ‘’huhhh. Hehh kenapa, ada apa memang?’’ Zero menengok kedala, betapaa terkejutnya dia, melihat salah satu karyawan yang menyebalkan di meja penjaga, yaaa itu adalah bottle.
Bottle menyambut mereka dengan gaya Agent Class menengah. Wowww. ‘’salam hormat para Agent aku sudah menunggu kalian dari waktu yang lama.’’ Ucap dia seperti seorang babu istana.
‘’eeee ini orang kesurupan apa yaa?’’ Zero kebingunggan, dan menunggu di luar.
‘’eee lebih baik kita ambil senjata kita.’’ Ususl Beast.
Mereka masuk kedalam ruangan. ‘’ayoo kita lewatin orang ini dulu.’’ Balas Zero. Dengan kompak, empat orang menyatu di dinding seperti menjaga jarak dari Bottle dan pergi menuju pintu senjata, berjalan perlahan menuju pintu di depan mereka. Bottle hanya berdiri diam di mejanya, dan memberikan senyum yang tulus, kepada tim Zero.
Setelah mereka melewati rintangan yang sulit, dan memasuki pintu-pntu tempat senjata Class C di simpan. Zero masuk ke dalam ruangan sambil terengas-*****. ‘’HUH HUHH kenapa orang itu, aku merasa jiwa ku di Tarik.’’
Navy melihat ke depan sambil melongo. ‘’eee… Roo kayak kamu harus melihat ini.’’
‘’kenapaAAAAAAA.’’ Zero sangat terkejut. Di depan penglihatannya, lebih tepatnya di depan mereka. Seluruh ruangan senjata Class C, di lindungi oleh laser 20 kali lebih banyak dari jalan sebelumnya. ‘’ini bukan mimpi kannnn.’’ Zero yang tidak percaya.
‘’brengsek, kenapa kita penge nyelamatin dunia saja harus di kekang sih.’’ Beast yang kesal.
‘’haduhh bagaimana kalau begini.’’ Navy yang putus asa.
‘’kamu bisa lewat Rooo?’’ tanya Techno.
‘’enggak lahh susah seperti ini,’’ Balas Zero sangat tidak yakin. ‘’huhh, sudah seperti ini saja. Techno kamu minta tolong ke orang aneh tadi, bilang matiin laser keamanan.’’
‘’enggak lah kamu saja, kita kan ngambil misi ini juga bukan dari Komandan.’’ Techno merasa ragu.
‘’yang benerrr,’’ Zero sinis. ‘’iya-iya Rooo.’’ Techno keluar ruanagn.
‘’terus bagaimana.’’ Navy melihat ke Zero.
‘’hmmm sebenarnya kau bisa, hehe coba dulu ahhh.’’ Zero mengaktifkan sarung tangan gravitasynya.
‘’EROOO jangann!!’’ teriak Navy.
‘’tahu lagi bodoh, mati baru tahu. Ehh kalau kamu mati gak bakalkuangkut mayatnya.’’ Beast dengan hampangnya.
Zero melongo kek belakang. ‘’baiklah para AAAAAA, apa yang kamu lakukan jagan melakukan hal bodoh!!!’’ Bottle masuk ke dalam ruangan, dan langsung di beri penglihatan menakutkan. Yang di mana Zero langsung melompat kedalam garis-garis laser.
‘’ROOOO jangan Roo!’’ Teriak Navy.
‘’Hahhahha.’’ Zero melompat ke dalam, melewati garis-garis laser merah, masuk ke bawah, lompat memutar, salto kedepan, dan hampir mengenai matannya. Saat detik-detik terakhir dia menuju tempat senjata timnya. Zero terus melompat-lompat, intinya masukin lubang kaser.
‘’heyyy kamu ngapain, cepat matikan lasernya.’’ Beast dan Navy yang tiba-tiba menjadi super panik.
‘DUKKKK’ Zero mendarat tepat di depan senjata timnya, dia diam sejenak lalu. ‘’WEEEEEEE SAYA BERHASIL.’’ Teriak Zero ke timnya.
‘’GAK PEDULIIIII.’’ Bala Beast, membuat Zero sinis.
Bootle terjatuh dengan lututnya. Lalu keluar lah seterai air mata. Di dalam hati Bottle. ‘’syukurlah kalau dia selamat, jika tidak aku yang kena oleh KomandanBull.’’
‘’hehhh kamu nangis?’’ tanya Navy dengan penasaran.
‘’enggakkkk, itu Cuma katak terbang.’’ Balas Bottle.
‘’HEYYYYY CARA BALIKNYA GIMANAAAA?’’ Zero berteriak dari kejahuan dalam ratusan garis laser merah.
‘’ROO LEMPAR SAJA SENJATANYA, KITA CUMA BUTUH SENJATANYA SAJA, KAM GAK BUTUH.’’ Teriak Beast membuat timya tertawa.
‘’huh baiklah.’’ Bootle berdiri, lalu mengeluarkan sebuah batang besi kecil di kantongnya.
Techno melirik. ‘’hah apa itu?’’
Bottle menarik batangbesi tadi kesamping, dan keluarlah layar biru dari tengahnya. ‘’ini tablet.’’ Balas dia. ‘THET TEHTE THET DUSHHHH’ sebuah suara ketikan di tablet hologram itu. Tidak tunggu lama semua laser yang berada di ruangan itu meredup hilang.
__ADS_1
Zero menghampiri timnya. ‘’nihh, ini Techno,’’ memberikan sebuah tas hitam yang berisi laptop dan beberapa slot peluru. ‘’ini Navy, ini Beast.’’ Zero memberikan dua buah pistol hitam standar, dan beberapa slot peluru. ‘’hahah jangan lupa kamu selalu bersamaku.’’ Zero mencium pancinya, membuat timnya sinis.
Beast memutal telunjuknya di samping kepalanya. ‘’kenapa sih Roo, itu panci, mikir coba mikir udah gede.’’ Sindir Beast.
‘’langsung berangkat ni?’’ Techno bertanya ke timnya.
‘’memang harus kapan.’’ Balas Navy.
‘’sekarang saja, ini sudah jam setengah 3. Yaa sudah kami berangkat dulu, ohyaaa sebelum itu kenapa kamu kamu bisa tahu kalau kami akan berangkat mala mini ke markas Blue Jack.’’ Zero mendekat lalu menunjukya.
‘’eeee..em.. ituuuu,’’ Zero sinis kepada Bottle. Di atas mereka, sedang ada orang yang mengawasi di balik cctv bulat yang tertempel di pojok dinding. Diaa adalah Kak Jeremy di temani popcorn di tangannya.
‘’hmmmmmm,’’ Zero mengamati lebih dalam muka Bottle, membuatnya ketakutan. ‘’yasudah,’’ Bottle membuang nafas. ‘’TAPII!!,’’ nafasnya nyangkut di tenggorokan membuatnya sesak. ‘’jangan beri tahu siapa-siapa oke.’’
Bootle mengangguk iya, dengan suara yang makin lama akan menghilang. ‘’eeee.ee.ee.’’ dia terjatuh lutut.
‘’ayooo.’’ Ajak Zero. Dia pergi melangkah duluan.
‘’eeh terus dia bagaimana?’’ Beast sambil tertawa dan menyusul Zero.
ayooo kita berangkat ‘mereka keluar dari gedung pahs menuju mobil avivi hitam mereka [zero] hah nyalakan mobilnya [navy] oke [zero] GPS [techno] siap [zero] keadaan alat-alat [beast] aman [zero] oke waktunya berangkat.
Tim Zero berjalan keluar meninggalkan Bootle yang sedang ongkek. Kak Jeremy yang mengamati di cctv langsung bertindak, mengambil hpnya di samping meja. ‘THETTT’ Bottle mengangkat telephone. ‘’APAA YANG KAMU LAKUKAN, CEPAT BERIKAN BARANGNYA ATAU AKU ROBEK NOVELMU.’’ Kak Jeremy dudk kembali di kursi yang berpaspasan dengan layar cctv, sambl memegangi sebuah novel bucin. Ohh novel ini yang di ambil sama Techno lalu hilang, itu alasan dia agak menolak untuk meminta bantuan Bottle.
Bottle menutup telephonenya, sambil ongkek-ongkek karena tersedak udara, dia segera bangun dan melangkah keluar ruangan. Tim Zero sudah ada di depan pintu keluar dari ruangan senjata, dan saat Zero akan membuka pintunya. Bootle segera menghampiri mereka. ‘’HEYYY TINGGU, HUH setidaknya kalian bawa koper ini.’’ Ucap dia sambil memberikan sebuah koper hitam ke Zero.
‘’wihhh ini apa. Heh.’’ Bottle langsung terjatuh pingsan. ‘’wihhhhh pingsan.’’
‘’telat bodoh bukannya dari tadi.’’ Balas Techno, lalu Beast menggeplak kepala Zero. Mereka melanjutkan perjalannya menuju garasi bawah tanah, meninggalkan Bottle yang jatuh pingsan.
Kak Jeremy yang dari tadi mengamati sekarang berdiri, dan berputan keluar ruangan. ‘’oke waktunya diriku.’’ Senyum dia sambil mengangkat sebuah plashdisk di tangan kanannya.
Di dalam garasi. ‘’Hmmm masa kita kesana pakai scoopy.’’ Ucap Navy. ‘DUKKK’ Zero menjadi tercengang melotot diam, yaaa karena motor scoopynya di kasih ke Marko. ‘’Ehhh Roo kenapa?’’ Navy yangikut berhenti.
‘’enggaakk, enggak apa-apa.’’ Balas Zero dengan meloto, dan keringat yang mengucur di seluruh tubuhnya.
Techno menghampiri Zero lalu merangkulnya. ‘’ayolahh kawan, cerita-cerita ada apa. Kita kan sahabat.’’ Techno dengan senyum sok stay cool.
‘’kagakkkk, enggak ada apa-apa. Coba lepas bahu.’’ Zero memaksa lepas rangkulan Techno.
Techno diam tercengang. ‘’asalll siree, in parfume perancis loh.’’
‘’ohh yaaa Rooo pas kamu pulang dari pasar, itu lamporghini kamu kemana?’’ tanya Beast. Zero diam seribu bahasa, dia tidakpunya ide lain selain terus berjalan dan menghadap ke depan.
‘’ohhh pantess diemm, motornya hilang.’’ Jawab Navy.
‘’hahhh hilang bagaimana bisa hilang Roo.’’ Techno menjadi gelisah.
Zero di dalam hatinya. ‘’SIALANNNN KOU BEASTTT.’’ Zero yang masih terjebak di dalam lautan pertanyaan, ‘berhenti melangkah. ‘THINGG TRIG TRING’ sebuah kunci terlempar dari belakang mereka dan berhenti tepat di depan Zero. Zero terdiam lalu menunduk dan mengambil kunci itu. ‘’inii…. Ini dari mana.’’ Zero berpaling kebelakang mencari sumber plempar.
‘’apa itu.’’ Tanya Techno, semua timnya mendekat.
‘’ini bukannya kunci mobil avivi hitam kita.’’ Jawa Navy sambil mengamati.
‘’hooh, eeh siapa yang lempar takut aku.’’ Beast bersembunyi di balik Zero.
‘’awas cobaa, hmmm.’’ Zero menekan alrm mobl ‘THETTTT THETT THETT’ terdengar di arah jam 11. ‘’hahh itu dia.’’ Zero segera berlari.
‘’eeh tunggu apa, jangan buru-buru.’’ Techno menyusul.
‘’memang dimana?’’ Navy yang penasaran.
Zero menekan lagi ‘THETTTT THEEET’ ‘’di sini,’’ Zero terus berlari sampai bertemu sebuah mobil besar. ‘’hmmm di samping mobil ini.’’ Zero menekan lagi ‘THETTT THETT’ saat mereka menengok di balik mobil. Betapa terkejutnya mereka melihat mobil avivi hitam yang sembuh sedia kala.
‘’WOWWWW. Itu mobil kita.’’ Zero yang terkagum.
‘’wiidihhh slebeww.’’ Navy mengusap [intu mobil.
‘’busetttt bukannya ancur yaa.’’ Beast yang masih tidak percaya.
‘’hihhh berdebu.’’ Ucap judes Techno.
‘’hahhaha, sudah kuduga tempat ini ada setannya, WAHAY SANG GHOIB TERIMAKASIH TAPI BOONG KARENA MENYURUH TUKANG SERVICE, UTUK MEMPERBAIKI MOBIL KU, DAH GITU AJA.’’ Teriak Zero di dalam garasi.
‘’ngapain coba kaya giitu, biar apa biar apa.’’ Sindir Beast.
Techno menghampiri Zero, lalu menepuk punggungnya. ‘’jangan seperti itu kawanku, musrik, musrik tahu nggak.’’ Penuh kewibawaan.
__ADS_1
‘’hahaha yasudah dari pada buang-buang waktu lebih baik kita berangkat sekarang.’’ Ucap Navy. Mereka semua menaiki mobil dan pergi menuju pintu garasi keluar. Saat semua sudah pergi, Kak Jeremy menghembuskan nafas di balik mobil hitam.