AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
KITA INI AGENT LOHHH


__ADS_3

Ke esokan harinya, Zero dan timnya masih tertidur di dalam kamar, tapi sudah memakai baju dan selesai madi makan. Zero yang bertengger di tangga ranjang untuknaik yang ranjang atas, memasukan tangannya ke dalam lubang tangga. ‘’ehhh heee heeee.’’ Berulang kali kepalanya turun dan naik lagi. ‘THETT THET BISI BERA DI DAMDAM SPELA HIPI DOTAA’ ‘’ehhh HEYYY AYO SEMUANYA BANGUN-BANGUN, KITA PUNYA MISI, ayo cepat bangun heyy.’’ Zero membangunkan timnya.


Mereka sedang dalam perjalan menuju meja Kak Jeremy untuk menerima tugas. ‘‘tumben kalian datang cepat eeekalian tidak begadang kan.’’ Kak [Jeremy melihat muka Zero seperti panda dan Beast yang teller di rangkul Navy.


‘‘enggak nih buktinyaaaaeee,’’ Zero tertidur ‘’EEE apa salah, datang cepat iya iya.’’


‘’eee tidak jadi,’’ Kak Jeremy melihat tablet. Ee ini mudah sih, kalian menerima tugas langsung dari komandan Bull.’’


‘’APAAA!.’’ Zero langsung fress mendengar itu.


‘’tenang saja ini bukan tugas yang berat komandan menyuruh kalian untuk membeli 4 pack kang-kung,’’ Zero sinis. ‘’mendengarkannya ya itu saja.’’


‘’tempatnya di mana kak.’’ Tanya Navy.


‘’di pasar kukirim kordinatnya.’’ Kak Jeremy menekan tabletnya.


‘’hah yang benar saja, kita ini Agent rahasia yang baru, belum mendapatkan senjata canggih dan kendaraan tapi di suruh oleh pria kekar denga gaya rambutnya,’’ semua orang ruangan itu melihat ke arah Zero. ‘’yang elegand untuk beli kang-kung hahh ada apa dengan dunia ini.’’ Zero memeluk dirinya.


‘‘eee kalian sudah mendapatkan kendaraan.’’ Ucap Kak Jeremy dengan muka tidak enakan.


‘’benarkah,’’ semua senang. ‘’di mana kuncinya.’’ Pinta Zero.


‘’ini diaaaaa,’’ dengan gaya gamers. ‘’jaga benda itu sekarang kendaraan itu milik kalian.’’ Kak Jeremy memberikan nya ke Zero.


‘‘wihhhhh akhirnya.’’Zero mengmati kuncinya dengan memutarnya.


‘’eeeee.. wajarin ya kak.’’ Sindir Beast.


‘’ini mahkunci motor.’’ Ucap Techno dengan memegang dahi.


‘’coba lihat iya hahahah.’’ Beast yang tadi teller langsung tertawa.


‘’shtttt pasti ini mobil.’’ Zero mengamati kuncinya.


‘‘hehh susah di bilanginnya.’’ Ucap Techno. Zero dan timnya sedang di dalam garasi bawah tanah yang luas.


‘’hahh di mana kendaraan nya.’’ Tanya Navy.


‘‘eeee……..itu.’’ Kak Jeremy tertegun.


‘‘Ro Ro gak percaya orangnya, itu mah kunci motor lihat coba kecil seperti itu.’’ Beast mencoba menyadarkan Zero.


‘’berisikkk.’’ Zero teta teguhdengan pendiriannya.


‘’kita liat nanti ekspersinya hahahh.’’ Techno dan lainnya tidak sabar melihat Zero nantinya.


Saat Zero menekan remotnya dan terdengarlah bunyi suara dari kendaraannya. ‘THET THET THET’ ‘‘pasti mobil pasti mobil.’’ Zero berbicara sendiri.


‘’awass Roo saya hanya memperingati jangan sampe nyesel.’’ sindir Beast. saat di cari ternyata itu lamporgini, semua orang kaget.


‘’hehe apa yang kou bilang.’’ Zero merasa bangga.


‘’coba pinjam sebentar.’’ Techno menekan lagi dan menekan sambil mendekati ternyata itu berasal dari motor scoopy hitam yang di pojok lamborgini. ‘’Beast coba kesini hhahahhha.’’ Mengajak Beast.


‘‘apa-apa,’’ Beast menghampiri Techno. ‘’ROOOO INI MOBILNYA hahhahha.’’ Beast menyindir Zero sedangkan. Zero langasung menghampiri namun di tahan oleh Techno.


‘’Roo jangan ke sini Ro, nanti kamu nyesel.’’ Melebarkan tangannya, tidak memberi Zero jalan.


Zero masuk lewat kolong Tehno dan ternyata dugaannya salah. Zero hanya melongo tidak bernyawa. ‘’hah eee ahhhaha’.’ Navy ikut kaget serta tertawa.


‘‘ini MR.ZERO ini silakan mobilnya.’’ Zero hanya cemberut dan menaiki motornya.


Pindah di waktu perjalan di mana empat Agent itu saling sempit-sempitan dalam satu motor, Zero membawa, Beast tengah, Techno belakang dan Navy berada di tempat anak kecil depan. ‘’lewat mana lagi.’’ Tanya Zero.


‘’lurus.’’mereka sampai di pasar dan memakirkan motornya,


‘’hmmmm kang-kung di manaya.’’ Zero melihat sekeliling dan terkejut saat melihat Marko dan Pero sedang memperbudak pedagang sayuran, mereka memasukan sayuran nya ke dalam mobil avivi hitam, ‘‘ee sini sini.’’ Mengajak tim nya bersembunyi di balik mobil orang.


‘’kenapa-kenapa.’ Tanya Techno.


‘ituuu.’’ Zero menunjuk ke kerumunan orang yang di mana di ujungnya ada Marko.

__ADS_1


‘‘ini orang pengen masak atau apa sih kemarin apel malam ikan sekarang sayur.’’ sindir Beast.


‘‘gak tahu tapi kita harus menolong mereka.’’ Zero mengmati dengan serius.


‘‘bagaimana caranya, lihat tuh si pecak itu pegang pistol.’’ Tanya Navy.


‘’hmmm aku ada ide 1 2 hah Cuma dua orang oke langsung serbu saja.’’ Seru Zero ke timnya.


Zero dan timnya keluar dari persembunyian dan langsung mengendap-endap menghampiri area Marko, di waktu Zero dan timnya jalan perlahan lewat keramaian pasar, Zero menyenggol ibu-ibu, ‘’hee APA MAKSUDNYA INI MENTANG-MENTANG SAYA BANYAK YANG SUKA SAYA, KAMU ASAL NOEL SAYA.’’ teriak Ibu itu dengan nada keras membuat keramaian terpikat dan melihati mereka berempat, Beast jitak Zero.


‘’Agent bodoh’’ sindir Beast dengan senyum malu. Karena kejadian itu Marko yang ngupil tersadar akan adanya kehadiran Agent, ya tentu saja dia langsung panik sampai kelingkingnya tersodok kedalam hidung terlalu dalam karena kaget.


‘’hehhh orang itu,’’ Panik Marko dan mengambil satu Skull lalu membisikan sesuatu, setelah selesai berbisik Skull yang di perintah langsung mengangkat AK dan menembak ke arah langit, membuat semua orang ketakutan. Tapi yang aneh di sini adalah, bukannya lari tapi mereka malah merapat membuat desakan keramaian yang membuat tim Zero tidak bisa maju ke arah Marko. Di saat itu pertanyaan memenuhi otak Zero ‘’hehh ada apa ini kenapa orang-orang ini tidsk bubsr ada apa,’’ berbicaranormal. ‘’eebu ada apa.’’ si Ibu yang tadi marah-marah, malah menjadi lesu pucat kek mayat, namun tidak menjawab pertanyaan Zero sama sekali.


‘’ROOOO SI PECAK ILANG,’’ teriak Beast ke Zero yang masih bingung.


‘’lalalah dimana tu orang hmm ada yang tidak bener ini hati-hati mungkin ada musuh di dalam kerumunan ini.’’ tim Zero berwaspada mengeluarkan pistol dan berkuda-kuda. ‘’hmmmm,’’ Zero melihat sekeliling, untuk berwaspada. Saat Zero melihat ke arah Navy, dia terkejut dan berteriak ‘’NAVY BELAKANGG!!!’’


Ternyata di belakang Navy ada seorang skull yang memegang sebilah pisau. Karena teriakan Zero, Navy langsung melompat ke arah kiri dengan putaran bersamaan Skull yang maju dan akan menusuk, Navy menendang kepalan Skull itu dengan putaran kebelakang, membuat Skull tadi terpental dan menghantam mobil di sebelahnya ’DUKK TENGG’ ‘’hahhha mampus kou’’ ucap Zero dengan senang.


‘’ADA MASALAH APA ORANG INI.’’ Balas Beast.


lalu datang lah beberapa skull yang terlihat Zero dari keramaian, Zero segera berfikir bagaimana cara mengalahkan mereka dan membuat semua orang-orang ini selamat. ‘’aha BOMMM BOMMM ITUU BOMM,’’ Zero berteriak dan menunjuk sebuah plastic hitam yang di dalamnya ada pisang, namun orang-orang menjadi sinis ‘’brengsek eee ITU PISANG BOM, BIKIN KULIT KELUPAS KAYA PISANG YANG DI MAKAN BAPAK INI.’’ Zero menunjuk Bapak-Bapak yang sedang makan jeruk.


Tapi alhasil usaha nya itu tidak sia-sia, semua orang kabur dari pasar itu dan membuat Marko beserta pasukannya yang total 11 Skull terlihat, 5 orang memegang pistol dan sisanya menggunakan pedang . ‘’eeee,’’ Pero mengusap muka Marko, agar tersadar ‘’hehh SERANG MEREKA’’ perintah marko ke seluruh pasukannya. Skull yang mengunakan pistol\AK menembaki tim Zero, namun Zero berlari kedapan timnya lalu mengaktifkan sarung tangan gravitasinya, membuat seluruh peluru terhenti di udara, Zero menggunakan kesempatan itu dengan maju langsung ke depan, di susul timnya. ’STENG SETNG STENG’ 5 orang Skull itu di hantam oleh Zero Dan Timnya.


Zero MElawan salah satu Skull, Zero Maju mengincar kepala Skull ITU, Tapi dia mengelak ke belakang. Skull itu mengisipelurunya dan menembaki Zero, tapi ‘STANG STANG STANG’ Zero menangkis seluruh peluru yang di tembakan lalu menghantam kepala Skull ini, ‘STANGGGG’ Skull ini pingsan, Zero melihat kea rah timnya yang sedang bertarung. Dia lupa kalau mereka hanya membawa pistol biasa.


Navy sedang mengadu jurursnya dengan ak musuh, setiap musuh akan menembaknya navy menangkis ak nya, Skull itu mengarahjkan ak nya ke bawah lalu Navy mengangkat ak nya ke atas , sehingga dia menembak k etas, Navy menendang perutnya dengan memutar ke belakang dan menendang kepalanya, Skull itu tersungkur jatuh, saat dia berdiri, dia langsung menembaki Navy, namun bukannya peluru itu menembus tapi malah terbang ke samping, sehingga Navy tidak kena. ‘’aaaaaa ee.’’ Navy menutup matanya, tapi karena lama dia menjadi heran dan teryata seluruh peluru tertembak ke samping.


‘’tenang saja, seluruh peluru tidak akan mengenai kalian.’’ Ucap Zero sambil memjukan tangannya seperti menghangatkant.


Saat Navy akan menendang Skull itu, Beast melompat dari samping kiri, meninju kepala Skull itu sampai pingsan. ‘’HIII YAAA.’’


Belum selesai, Skull yang mendekati Techno. Dia sikat dengan pistolnya, ‘DOR’ Techno menembak sekali kea rah depan. ‘DOR’ menembak ke belakang tanpa melihat. Dan satu lagi dengan cara berputar lalu menembak ke kanan. ‘’HUHHH.’’ Techno meniup asap yang keluar dari lobang pelurunya. Membuat Zero sinis.


Seluruh Skull penembak telah tumbang giliran Skull pertarung dengan pedang. Saat semua Skull sudah tumbang di jalanan, Skull-Skull yang berjumlah 4 orang datang dari arah belawanan dengan pedangnya. ‘’BUSETTTT. Merek bawa pedang lohh, eeh kalian cari senjata.’’ Skull-Skull itu mulai mendekat.


‘’yaaa pake sarung tangan kamu, apa susahnya.’’ Beast menunjuk ke sarung tangannya.


‘’hmmm.’’ Techno melihati sekeliling, lalu dia mengambil sebuah tongkat kayu. Beast dan Navy mencari-cari, tapi tidak ketemu.


‘’sudahlah ro, pakai sarung tangan gravitasy aja, gampang ini mah, tinggaldi hantam sudah pingsan mereka.’’ Beast merasa ribet.


‘’iya, sudah tenang saja kami pasti bisa ngalahin mereka.’’ Tambah Navy.


‘’iyaa-iyaa.’’ Zero mengaktifkan sarung tangan Gravitasy nya ke Beast dan Navy, setelahitu cahaya agak kebiruan menerangi sekitar diri mereka, di tambah rambut yang mengambang. Sekarang gerakan mereka menjadi sangat cepat. ‘’AYOOOOO.’’ Zero dan timnya maju di susul dengan ke empat Skull itu, mereka mulai berlari.


Zero mengadukan pancinya dengan pedang. ‘STANGGGGG STANG STING STING’ tidak di sangka Skull ini hebat dalam menggunakan pedang, tapi Zero ti dak putus asa. Dia mengadukan panci, lalu di tahan oleh Skull ini. Zero mengeluarkan pistol di saku ya dnegan tangan kanan,menembak kea rah Skull, Skull itu mundur ke belakang dengan salto kebelakang. ‘DORR’ saat masih salto Zero sudah menembak pahanya. ‘’kamu kira aku sinetron hah, menunggu kamu selesai beraksi lalu serang.’’ Skull itu hanya terbaring knock di aspal sambil memegang pahaya.


Navy dan Beas melesat dengan cepat, menghindari setiap tebasan yang di berikan. Beast akan tertebas ke arah kiri tapi dia menghindar ke arah kanan. Hingga tepian pedang itu menyentuh rambut Beast, Beast menarik tangan kanannya lalu meninju perut Skull ini, dia terpental. Techno memutar tongkatnya seperti Pak Yoso yang sudah menjadi Dokter ngesot.


Dia terus-menerus menyerang Skull di depannya tanpa henti, ketika Skull itu akan menebas kea rah kanan, Techno menahannya denga ke arah kiri lalu menghantam kepala Skull itu dengan tongkat kayu nya, terdorong sedikit, kepalanya gak pusing. Tapi dia belum enyeraj, saat akan mengnghunuskan pedangnya seperti gaya samurai jepang. Dia terdorong oleh Skull yang di lempar oleh Beast, di kesempatan itu, Techno memutar badannya sambil memutar tongkatnya, membuat kecepatan dorongan lalu menghantam leher kiri Skull yang terdorong ini, lalu memutarnya ke atas dan menghantam atas kepala Skull yang terpental oleh Beast. ‘DOUBLE KILL’


Mereka berdua pingsan. Zero berlari ke arah Navy yang sedang ke susahan melawan Skull itu. ‘PUK PUK PUK PUK PUK’ Navy memukul perut Skull ini dengan cepat seusai mengelak serangannya, Navy memukul dagunya, memegang tangan kanannya yang sedang memegang pedang, lalu menendang perut dan menarik belakang kepalanya lalu menghantamkan dengan sikut Navy. Beast dan Zero datang dari belakang, Beast melompat dengan tinggi lalu meninju kepala Skul sampai dia terdorong jauh.


Zero melesat cepat berlari seperti ninja naruto ke depan, Skull masih memegang pedang nya dan berkuda-kuda seperti seorang samurai. Zero dengan cerdik melempar pancinya ke depan, memebuat padang Skull itu patah, Zero berlari mengayunkan tangan nya, lalu menarik pancin nya dengan sarung tangan Gravitasy. Dan dia mengeluarkan jurusnya, menghantamkan panciya ke kepala Skull sebelah kiri, ‘STANGG’ karena tangan kanannya terdorong ke arah kiri, Zero mengoper/memindahkan pegangan panci ke tangan kiri,lalu menghantam lagi kepala Skull sebelah kanan, ‘STANGGG’ Zero melompat tinggi dan menghantamkan kepala atas Skull ini dengan pancinya ke arah bawah. ‘STANGG’


Kalau di jelsakan memang lama, tapi kalau di praktekan sangat sebentar, paling 2 detik musuh langsung mokad. Skull lalu membalas speluru Skull terpental ke arah lain. Tim zero sedang senang karena bisa mengalahkan semua Skull, tiba-tiba merek menjadi panik.


‘’EHH IYA SI PECAK MANAAAA.’’ Dari arah dalam pasar, tampak seseorang yang di temani seseorang, datang dengan senjata mesin, yang memegang senjata itu dua orang. Sebuah senjata mesin hitam besar yaitu M123 cari aja di google. Yaa kayak brendd lah gitu lah males juga aku ngejelasinnya. Dia adalah Marko dan Pero, satu lagi Skull yang ngumpet di awal, datang-datang bawa senjata mesin.


‘’buset, WOYYYY KAMU NGECIT.’’ Teriak Zero.


‘’haduhh bagaimana ini.’’ Navy mulai panik.


‘’dia bawa bren loh, sialan.’’ Beast yang tercengang.


‘’dari pada kita mending lari.’’ Techno yang berbeda jalur fikir.


‘’ohh ya bener-bener, cepet-cepet keburu di nyalain.‘’ Zero yang sudah panik, duluan langsung kabur ngacrit.

__ADS_1


‘’WOYY ROOOO TUNGGUIN.’’ Teriak Beast di belakang.


‘’heeee tunggu.’’ Mereka menyusul Zero.


‘’mau kemana kalian, percuma tidak akan selamat kalau pergi juga, haaa hakan ie. Tembakkk.’’ Marko dan Skull di sampingnya mengaktifkan M123 ‘HINGGGG DRUSSSZZZZ’ senjata mesin itu menembakan banyak peluru ke arah depan, tim Zero terus berlari, berlari menuju tempat yang aman. Mereka berlari ke samping-samping mobil, namun tetap nihil, mobil yang di tempati meledak, terus-menerus seperti itu, mobil-mobil yang terpakir di pinggir jalan harus ela menjadi gosong karena ulah dua orang itu.


Zero mengangkat sebuah mobil dengan sarung tangan Gravitasynya, lalu di lemparkan ke Marko. Marko tidak tinggal diam dia dan Skull yang di sampingnya, menembaki mobil yang di lempar oleh Zero sampai meledak. ‘DUARRRRR’ terlihat Marko dan kedua anak buahnya berdiri di balik kobaran api, melihat rendah ke tim Zero.


‘’huhhhh kenapa gak kepikiran yaaaa.’’ Zero berdiri dari menunduk merapikan topinya.


‘’maksudnya?.’’ Tanya Navy.


Zero tidak berbicara sama sekali, tapi dia memberi senyum keyakinan. Zero melesat berlari menuju Marko, ‘’eee ngapain itu orang, kok aku merasa hal buruk, cepat tembak.’’ Marko dan Skull menembak ke arah Zero sedangkan Pero hanya diam.


‘’ROOOOOO JANGAN BUNUH DIRI BODOH.’’ Teriak Beast.


‘’enggak, dia pasti bisa.’’ Techno membalas.


‘STANG STANG STANG STANG’ suara demi suara terlintas di telinga Zero, pancinya menangkis setiap peluru yang di arahkan kepadanya, Zero berlari sangat cepat karena sarung tangannya, membuat efek gravitasy menghilang di tubuhnya, sehingga dia bisa bergerak dengan cepat melewati dan menagkis setiap peluru. Susah yaa bener kalau saya jelasin. Zero terus melaju sampai membuat Marko ketakutan. ‘’heehehey, kok tidak kena-kena, HEYYY HEYYYY,’’ ‘KREKK KREKK’ suara peluru habis. ‘’ada apa, hahhhhh,’’ Marko membanting senjatanya. ‘’sialan, Pero ayok pergi.’’ Menarik tangan Pero.


‘’kapten bagaimaman dengan ku.’’ Tanya Skull ini yang masih menembaki.


‘’sudah yaa, senang mengenalmu. Semoga berhasil.’’ Marko memberi hormat.


‘’kapten-kapten…oh sial.’’ Sebuah panci sudah terukir di depan mukanya. Tepat 1 detik sebelum kejadian, ‘STANGGG’ Skull itu terpental ke samping kiri, mdan menghantam mobil JNE di sampingnya.


Zero terdiam sebentar, sebelum dia berbicara. Muka terkejut. ‘’WIHHHH hahah ternyata hebat juga aku yaaa, weeee cepat kalian, bawaaa mototrnya, aku kejar si pecak.’’ Zero melambai lalu pergi dengan berlari memegang topinya.


‘’ROOOO tunggu.’’ Beast mengangkat tangannya, berlari di belakang.


‘’ehh kenapa tidak pakai motor saja ya.’’ Techno tersadar.


‘’kenapa gak ke pikiran, ya sudah ayooo.’’ Navy Beast dan Techno berlari balik menuju motor soopy hitam.


Di lihatkan, Marko bersama Pero sedang berlari menuju mobil avivi hitam, mobil itu di parkirkan di samping jalan, bayak mobil yang berlalu lalang. Marko hampir tertabarak, tapi kalau Pero berjalan santuy. ‘THEENNN’ ‘’heyyy awass.’’ ‘THENNN THENNN’ intinya Marko hampir ketabrak.


Sama juga dengan Zero, mereka senasib, Zero berusaha menyusul Marko dan Pero. ‘’hihhh ganggu aja,’’ Zero melebarkan telapak tanannya, lalu di tempelkan ke aspal dengan cepat. Seklias gelombang biru menyusuri aspal, lantas semua mobil dan motor-motor mengambang di udara.


‘’sudah aku bilang taman itu jelek , tidak bagus foto-foto.’’ Seorang perempuan rebut dengan kekasihnya, sedangkan si pria hanya suram dan bertengger di kemudi mototrnya. ‘’hihh kamu gak dengerin ehhh ehh, haaha haha kenapa ini.’’ Tiba-tiba semua orang mengambang di udara.


‘’nahhh baguskan buat foto-foto.’’ Si pria tiba-tiba bersemangat.


‘’hahhhayo cepat foto-foto.’’si wanita tiba-tiba dia merengek.


‘’HAHHA siapa yang ngechit sekarang.’’ Zero langsung mengejar Marko, Marko terkejut akan senjata Zero sampai-sampai dia melongo kaget, tapi itu tidak bertahan lama karena Zero burur-buru mengejarnya.


Marko sudah membuka pintunya tapi, Zero mengarahkan tangannya kepada Marko, lalu menjatuhkannya. Marko tertarik oleh medan Gravitasy yang kuat, sampai-sampai pipinya juga tertarik. ‘’AAAeeaaa Panasseh eeeaa, Beasteeeeeee peeeroo tolooomg eeee,’’ dia tersiksa Karena aspal yang panas. Karena suara yang tidak jelas Pero hanya diam berdiri di sebelahnya, Zero menghampiri mereka berdua ‘’HHAHAHHAHAH MAMPUS KOU.’’ ketawa Zero melihat Marko.


Kawan-kawan Zero menyusul dengan scoopy hitam. ‘’BUSETTTT ROO INI, KOK BISA KAYAK GINI.’’ Beast melihati orang-orang yang mengambang. Ada yang berenang, ada yang ketakutan di dalam mobil, serta ada juga yang foto-foto.


‘’eeeh cepat turunkan nanti marah lagi semuanya.’’ Techno cepat tanggap.


‘’wowwww luar biasa banget.’’ Navy ikut terkagu. Zero menurunkan semua orang secara perlahan dari langit. ‘’Haduhhh kalau ketahuan Komandan Bull bagaimana, eehh cepat masuk-masuk.’’ Zero memegang pipinya.


‘’teru ngapain lagi ini orang eeeee.’’ Beast melihat Pero dan di lihat balik olehnya, membuat Beast merinding dan bersembunyi di balik Zero.


‘’eeee kenapa sih kamu nih,’’ risih Zero.


‘’hahahhah hey bro sudah makan belum,’’ Techno memegang bahu Pero berharap timnya tertawa.


‘’kenapa orang ini.’’ Sinis Zero.


‘’terus gimana lagi nihh apa kita lapor dulu ke kak Jeremy,’’ Zero yang melamun. ‘’RO RO RO woyy,’’ tanya Navy galau karena tidak di jawab.


‘’hmmmm ehh kenapa.’’ Beast mukul kepala Zero.


‘’kita harus gimana lagi .’’ tanya Navy.


‘’kata ku kita lebih baik lapor dulu siapa tau bisa naik pangkat.’’ balas lagi Techno.


‘’hmmmm aku gimanaya.’’ Bingung Zero sambil memegang dagunya.

__ADS_1


‘’Agent bodoh.’’ Beast memukul kepala Zero dari belakang, membuatnya melihat kunci mobil avivi hitam Marko, yang berada di tangannya.


‘’hmmmmm aha.’’ Zero mengancungkan telunjuknya.


__ADS_2