
pindah diamana polisi dan PHAS yang mengurusi penangkapan musuh serta menenagkan korban. Sedangkan Zero dan timnya duduk di tepi jalan Kak Jeremy datang setelah mengurursi para tersangka dan menghampiri tim Zero. ‘’kerja bagus kawan-kawan padahal kalian baru pertama kali melakukan ini tapi sudah membuat hasil.’’ Memberi jempol.
‘’heheh kami sudah terbiasa.’’ Jawab Zero sambil ngupil.
‘’maksudnya.’’ Tanya Kak Jeremy.
‘’yaa kami dulu setiap malam sering ber patroli menangkap pencuri karang sehingga Beast nyemplung, menangkap pencuri pisang dengan cara membuat Navy sebagai umpan kalau itu hantu atau bukan. semuanya tertawa.
Tidak lama dari itu datang seorang pharmy, melapor resultnya. ‘‘ee tuan maaf ini jumlah mereka totalnya 9. Sedangkan dari kamera cctv menayangkan total orang.’’
‘‘hahhh 9 bukannya sebelas ohh yaa dua orang kabur.’’ Kaget Zero dan lanjut ngupil lagi.
‘’bagaimana ciri-ciri mereka.’’ Tanya Zero.
Zero mencoba mengingat. ‘‘hmmm.’’ Sambil ngupil. Mengerut memegangi dahi dan menutup mata. ‘‘si Boss nya pakai satu penutup mata sedangkan yang kedua pakai dua tutup mata.’’
‘‘hmm,’’ Kak Jeremy mencari melalui tablet, lalu menunjukannya. ‘’apa mereka seperti ini.’’
‘‘hahh bener ini si pecak kalau si ini over power.’’ Zero menunjuk kedua foto orang itu, taoi tanpa sengaja dia menekan tabletnya dan terlihat gambar..ee gak usah di ceritain lah, buru-buru dia mengembalikannya.
‘‘mereka adalah anak buah dari Blue Jack.’’ Jawab Kak Jeremy.
‘’Hahh siapa Blue Jack aku belum pernah dengar hmmm oh Jeki Bul-Bul’’ Zero teringat kata-kata si tukang perabotan tadi.
‘’Jeki bul-bul? kamu mungkin salah nama dia Blue Jack, Blue Jack adalah seorang mafi terbesar di dunia dan dia class kakap dia salah satu dari keluarga ORTO FAMILY dan dia…. ‘’ Kak Jeremy mengepal tangan Zero melihatnya.
‘’dia apa kak.’’ Zero aga tidak enakan mennyakan sepolos itu.
‘’tidak apa-apa ayo ikut aku, aku traktir makan.’’ Muka Kak Jeremy di penuhi ke senangan seketika.
‘’yeeee. Terima kasih kak.’’
‘’kata nya mau main.’’ bisik Beast ke Zero.
‘‘ohh iya, kak mainnya bagaimana.’’ Zero bertanya.
‘’habis makan ok.’’ Jawab Kak Jeremy sambil berjalan.
__ADS_1
Pindah ke gedung Blue Jack, Marko dan Pero berdiri di depan pintu ruangan Blue Jack, ‘‘masuklah.’’ Ucap Blue Jack di dalam ruangannya. Marko masuk ke ruangan Blue Jack yang dimana ruangannya seperti tempat rapat dengan meja besar lurus panjang dan banyak kursi di sisinya serta kaca gedung di sampingnya, di depan nya ada sebuah computer dengan layar besar. Bukannya sudah di elasin ya. Blue Jack sedang mengahadap ke kaca yang sudah bolong bekas Om Fury kemarin malam, ‘’ada apa Marko, ada apa sehingga beberapa dari kalian tertangkap.’’ Tanya Blue Jack dengan nada rendah. Mengamati matahari yang berada di atas siang hari.
‘’ee…ee.e begini boss kami di serang oleh Agent dari PHAS.’’ Jawab Marko dengan ketakutan.
‘‘berapa jumlah mereka.’’ Masih dengan nada rendah tapi agak memalingkan wajahnya ke Marko.
‘‘ee empat.’’ Marko sudah gugup total.
‘’empat.. empat..wah empat angka kesukaanku.’’ berjalan perlahan menuju meja nya. ’‘Marko pilihlah dari ketiga ini.’’ ada tiga buah pistol yang di letakan diatas meja. Salah satunya pistol Blue Jack yang di terkenal akan bentuknya yang unik, dan memiliki sebutan menakutkan di eropa bahkan asia yaitu ‘HEAD PIERCE’ atau penembus kepala, pistol ini memiliki kecanggihan yang sangat luar biasa, yang di mana Blue Jack tidak perlu bersusah-susah mencari stok peluru baru, cukup menekan tombol kecil di punggunya. Maksudnya atas pistol. Maka satu buah set peluru masuk ke dalam pistol itu dan tanpa harus di reloud, bisa di bilang ngisi sendiri atau bahasa kerennya gaya magnet. Dan tentu juga peluru yang di tembakan bisa di kendalikan tapi gak bakal saya kasih tahu ‘SPOILER’ nanti aja.
‘’eeee ee.’’ Marko tertahan lidahnya karena khawatir akan di tembak oleh pistol pilihannya.
‘’CEPAT.’’ Bentak Blue Jack, membuat Skull yang menjaga di luar kaget dan ada yang pingsan.
‘’eee tengah Boss.’’ Kulitnya sudah putih pucat.
‘’wow pilihan yang bagus.’’ Jack mengambil pistol yang berada di tengah lalu menodongkan pistolnya, menembak ke arah Marko dan Pero dua kali, Marko yang sudah panik menutup mata dan berteriak ‘’MAKKKKK!!.’’ karena suara tembakan itu Skull yang menguping menjadi keatakutan dan yang siuman pingsan lagi, ternyata dua peluru tadi menembak dua lalat yang terbang di area Marko dan Pero, ‘‘hehhhh masih bisa lihat huhh.’’ Marko mengedipkan matanya.
‘’ada apa kamu kira aku akan menembakmu, tidakkkk aku hanya menyingkirkan lalat yang terbang.’’
‘’tapi.’’
Marko langsung tersedak nafasnya. ‘’ekkk.’’
‘’jika kamu membuat kesalahan kecil dan membuat rencana ku gagal kamu akan seperti lalat itu tapi jika kamu membuat kesalahan besar tapi tidak membuat rencana ku hancur akan kupikir 1000 kali paham,’’ marko mengangguk iya. ’’good keluarlah selesaikan misimu selanjutnya,’’ lalu Blue Jack kembali melihat ke arah kaca yang berlubang tadi. ‘’lihat saja daratan ini akan ku kuasai hahahahahaha ekkkkk,’’ Blue Jack tersedak lalat yang masuk. ‘’hueekkk ekk.’’
Saat Marko dan Pero akan keluar, dia melihat Boss nya dalam kesulitan. ‘’Pero tolong boss.’’ Pero langsung menghampiri Blue Jack mengambilnya dan memukul perutnya serta menendang, ‘’ehhh pero hehh.’’
Di siang harinya tepat jam 12:20 Blue Jack menghampiri Om Fury yang sedang tersudut dalam penjara suatu ruangan bulat besar, di dalamnya banyak sekali penjari. Ada beberapa orang juga yang berada di dalam sana. Tapi aku tidak akan beritahu. Om Fury berada paling bawah, dia tidak bisa membobol besi penjara ini, yaa karena ada listriknya. Saat Blue Jack masuk semua orang sinis kepadanya.
‘’wahh kalian kelihatanyya sangat bahagia, hmm bisa beri tahu aku apa alasannya.’’ Semua orangterdiam sinis melihat kea rah Blue Jack. Bentar-bentar, bentuk penjara ini bulat, jadi setiap sel itu menyusun satu-demi satu hingga akhirnya menjadi bulat, menyisakan ruangan besar di tengahnya.
‘’ahhhhh seperti biasa kalian selalu cuek kepadaku, padahal aku ini baik loh. Heh, menembak kepala pencuri data. Membakar rumah orang yang suka memata-matai, memberi makan kalian dengan uang yang ku ambil di bank, dannnn lain2,’’ ada seorang yang mengeraskan gusinya. ‘DORRRRR’ tepat di suara itu terdengar oleh Blue Jack, dia langsung menembak orang itu tepat di dahinya, tanpa melihat hanya tangan kanannya saja yang bergerak. Blue Jack tersenyum meratapi lantai di depannya.
‘’tidak sopan sekali kamu, padahal aku sudah memberikan kalian rumah yang nyaman, hehhh lagi pula aku tidak butuh dia lagi,’’ Dengan gaya orang tidak tahu. ‘’jadi setelah aku membunuh kalian semua,’’ semua orang tercengang. ‘’aku akan pergi ke jawa timur untuk mengambil kunci brangkas itu, hah kenapa kalian tahu tentang brangkas itu, cehh tentu saja kalian tahu,’’ Blue Jack mengedepankan ke palanya lalu membelakangi tangannya. ‘’tapi kalian tidak ingin aku tahu,’’ tersenyum jahat. ‘’hehe heh hahahahha, lihatlah anjing-anjing ini mereka rela mengorbankan nyawanya demi sebuah data, hahah bukan kah itu gila.’’ Blue Jack yang tertawa sendiri di tengah ruangan itu, sedangkan Skull yang menjaganya ketakutan.
Tiba-tiba bapak-bapak tua berdiri dan membenarkan jawabannya. ‘’KOU SALHHHH.’’
__ADS_1
Blue Jack berhenti tertawa. ‘’hahhhhh. Apa kou bilang.’’ Blue Jack menodongkan pistolnya, namun lansung di sela Bapak badas.
‘’SILAKAN TEMBAK AKU, tapi tolong dengarkan kata-kata ku yang terakhir sebelum aku mati. Walau pun aku tidak tahu siapa diri,u, walaupun aku tidak tahu masa lalumu, tapi apa kou sadar kenapa aku berani berbicara seperti ini sebelum aku mati. Kenapa aku berani bicara sebelum aku mati, yang kulakuan memang hanya mengobarkan nyawa, tapi apa kou tahu berefek kepada siapa sajakah yang kulakukan, dan apa kou tahu berefek kepada siapa sajakah yang kulakukan. Jika ke jahatan tidak pernah ada, aku mungkin akan berhenti melindungi data itu, dan makan siang bersama keluargaku.’’ Dia mengakhiri perkataannya.
Blue Jack terdiam sebentar lalu. ‘’baiklah, kata-kata mu memang benar.’’ Blue Jack pergi melangkah keluar, lalu dia menepuk pundak Shuan, dan membisikannya sesuatu.
‘’baik Boss.’’ Saat Blue Jack keluar, Shuan langsung pergi ke samping pintu dan menekan beberapa tombol. Ternyata sel penjara Bapak Tua tadi terbuka, Shuan menyuruh Skull untuk memnggilnya. Bapak ini hanya heran tidak tahu pasti apa yang akan terjadi. Skull tadi menghampiri Shuan, dan memberikannya. ‘’Boss bilang sebelum kou mati apakah ada salam terahir untuk anakmu.’’ Ucap Shuan dengan sinis.
‘’ohh sudah kuduga baiklah, tapi sebelum itu bisakah kou menembak ku di depan penjara itu.’’ Bapak Tua ini menunjuk sel Om Fury.
‘’baiklah berikan, dia sebuah handphone,’’ Seorang Skull menghampiri bapak ini dan Memberikan sebuah hp hitam. ‘’waktu mu sepuluh menit.’’ Ucap Shuan dan menyender di dinding pintu.
‘thetttt theeet clek’ ‘’halo ini dengan siapa.’’ Sapa putranya.
‘’nakk haha bagaimana kabarmu, kamu makin besar saja yaa.’’
‘’ayah hahh, sudah berapa lama ayah pergi, ibu cemas lohh, ayah kata ibu kangen. Ayo pulang yahh aku ingin bersama ayah lagi.’’
‘’sehat selalu yaa nak ya, bilang ke pada ibu kalau ayah selalu mencintai kalian. Jaga kesehatan terus yaaa, jangan sakit meluluhahah.’’
‘’ehhh yah ayah tidak apa-apa kan.’’
‘’belajar ya nak ya, jangan lupa makan. Berjuanglah bersama ibu dan juga adik laki-laki kamu,’’ meneteskan air mata.’’seorang kaka kamu harus bisa melindungi adik dan ibumu.’’
‘’yahhh ayah kenapa sihh, ayolah yah pulang, ya yah ayahhhhhh,’’ si ibu menghampiri anaknya yang menagis di telepon. ‘’ayah pulang yahhh aku kangen yahh.’’ Bapak Tua ini hanya tersenyum dan mengis mendengarkan itu. Sedangkan Shuan membuang mukannya karena dia di lihati Bapak ini.
‘’selamat tinggal ya nak ya.’’ ‘thet’
‘’AYAHHHHHHHHH YAHHH.’’ Anak ini menangis di Pelukan ibunya. ‘’ayah mau ninggalin kita buuuu ayah kenapa buu.’’ Rintih dia menangis berat.
Bapak Tua ini memberikan hpnya kepada Skull yang memberinya tadi, lalu berjalan melangkah menuju sel Om Fury. Saat sudah sampai Bapak ini sempat berbicara sebentar dengan Om Fury. ‘’gunakanlah di waktu untuk waktu.’’ Bapak ini memberikan benda kotak kecil, sbesar plashdisk kepada Om Fury.
‘’tembak,’’ Perintah Shuan. ‘DORR DOR DOR DOR DOR’ puluhan peluru bersarang di tubuhnya dia jatuh lemas di depan Om fury dan mati. ‘’bakar mayatnya.’’ Shuan pergi dari ruangan itu sembari Skull-Skull membawa mayat Bapak Tua ini keluar. Om Fury memperhatikan benda yang ada di tangan kanannnya.
Di suatu tempat di jawa timur, berdiri sebuah badan ke militeran penjaga barang yang di rahasiakan Negara. Sebut saja beliau BPK\= Badan Penjaga Keutuhan. Eeh gaka ada yang di dunia nyata, seluruh cerita ini hanyalah fiksi nyata ok.
Dari sebuah lorong yang panjang, seorang Jendral berjalan bersama asisitennya. Mereka berbincang tentang keamanan dari tempat ini, apakah sudaha teruji atau belum. Assisten Jendral ini memakai baju kemeja putih, dasi hitam, celana hitam. Dan jendral dia menggunakan jas hijau yang memiliki banyak lencana, dasi hijau, celana hijau, dan juga mantel hitam, jangan lupa topi hitam merahnya, bentuknya seperti topi polisis. Asistennya memulai pembicaraan.
__ADS_1