AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
PENGEJARAN MOBIL BIG BOM


__ADS_3

Kembali ke Zero dan timnya, sekarang mereka dalam perjalanan mengejar mobilBIG BOM. ‘’ini mobilnya lambat sekali jalannya.’’ Zero mengeluh ke mobil avivinya.


Beast menggeplak kepala Zero. ‘’syukur bodoh, kalau cepat nabrak mobil lain, gagal misinya mau.’’


‘’alhamdullilah.’’ Zero bersyukur.


‘’Roo ada pesan dari Kak Jeremy.’’ Ucap Techno si kursi penumpang depan.


‘’hah mana,’’ Zero mulai membaca. ‘‘dua mobil sudah di ledakan, bagaimana kabar mobil ketiga. tulis on the waayyyyy lambat sini aku,’’ Zero mengambil hp Techno. ‘’yang nulis on the wayyyyy hah nih.’’


‘DRUKK JEK JEK’ mobil berhenti seketika. ‘’heh kenapa?’’ Zero menghantam kursi depan.


‘’ini yang bawa ugal-ugalan.’’ Sindir Techno.


‘’tahu lagi bodoh banget.’’ Tambah lagi Beast.


‘’ini macet Cuma karena bmw gepeng.’’ Navy yang emosi karena banyak orang-orang menghalangi jalan.


‘’hah yang benar coba lihat.’’ Zero membuka pintu samping kanan avivi.


‘’kalian bukan focus dengan misi,’’ kepala Navy keluar kaca. ‘’WOYYYYYY MINGIR.’’ Teriak Navy dengan suara berat, membuat semua orang memberinya jalan, tapi menutup lagi.


‘’huuh kita harus cari jalan keluar,’’ Zero mengamati sekeliling. Saat Zero akan menyalakan ac di depan, dia melihat orang yang sangat dia kenal, sedang membawa motor scoopynya dan menggunakan membawa sekotak pizza. ‘’heeehh Marko.’’ Seru Zero di dalam,


‘’orang bodoh.’’ Balas Marko.


Zero ke kaca mobil sebelah kiri, tempat Techno duduk, dia membuka sedikit dan memaksakan dirinya untuk bisa melihat Marko. Techno merasa risih bajunya berantakan. ‘’heyyyy tunggu dulu scoopy siapa itu!!’’


‘’ee e sampai jumpa ya byee.’’ Marko mencoba pergi tapi di tahan Zero dengan sarung tangagan gravitasi, motor yang mengebut membuat kebisingan, karena itu Marko jadi sorotan media.


‘’oke aku dan Navy duluan naik motor, kalian menyusul oke.’’ Zero dan Navy duluan pergi, menyalakan klakson ‘THETTTTTT’ lalu membelah lautan manusia dengan sarung tangannya. ‘NGEMMMMM’ mereka melaju cepat.


Techno menutup keningnya. ‘’bodohhhh kenapa tidak seperti itu dari tadi.’’


‘’tahu Agent idiot nihh, sini sini hahhhh, hehh ini gak apa apa.’’ Beast membuka kotak pizza yang di bawa Marko.


‘’sokk makan saja.’’ Marko yang membayar jasa Zero, dia sekarnag di dalam mobil avivi, lebih tepatnya tiduran di belakang.


‘’wihh enak nih, kamu 4 saya 6 oke.’’ Techno mengusap tangannya.


‘’enak aja.’’


Zero dan Navy sedang berusaha menyalip semua mobil dan motor. ‘’Roo di depan macet.’’ Navy yang sedang membawa motor.


‘’apaaa.’’ Zero tidak kedengaran. Dan memegangi topinya.

__ADS_1


‘’di depan macet.’’ Sekali lagi Navy berbicara.


‘’hahhhhhheh lah.’’ Zero yang masih belum bisa mendengar.


motor berhenti. ‘’di depan macet.’’ Ucap dia santay.


‘’ohh yaudah lanjut ayo,’’ ‘NGENGGGGG’ ‘’hmmm aha lewat situ.’’


‘’yang benar.’’ Navy yang merasa ragu.


‘’yaaa,’’ mereka melewati truk, yang belum di tutup pintu belakangnya, di dalamnya ada bamboo di susun memanjang ke atas, memberikan jalan untuk terbang. ‘’GASSSS.’’ Navy menggaskan kemudinya. ‘NGENGGGGG’


Motor scoopy hampir menabrak seorang pedagang sayuran di jalan. ‘’eee dasar maneh.’’ Bapak itu segera mundur.


‘’maaf pak maaf pak’’


‘’ihh kek helan kasiga pernah nele si eta.’’ Bapak itu mencoba mengingat di tengah jalan, dan hampir di tabrak lagi.


Mereka terbang melewati kendaraan yang macet di bawah, Zero membuat terbangnya agak jauh dengan sarung tangan gravitasi. Zero dengan slowmo. ‘‘JAAAAAAANGAANNN DIII LEPAAAS DRUKK.’’ Navy yang merasa takut saat terbang, tidak sadar akan melepas stirnya namun karena sarung tangan gravitasi, mereka jatuh dengan mulus. di jarak tidak jauh mereka sudah melihat mobil BIG BOM itu.


‘’hhhaaaaa itu dia.’’ ‘NGENGGGG’ saat motor mulai mendekat keluar senjata mesin dari kanan kiri dan atas mobil ‘STUK TUK TUK TUK’ senjata mesin itu menembaki Zero dan Navy.


‘’jalan saja aku yang menahan pelurunya,’’ Zero mengumpulkan peluru yang di tembakan lalu menembaki setengah peluru tadi ke mobil itu, tembakan yang di lancarkan Zero tidak memiliki efek sama sekali kepada mobil BIG BOM, menandakan sekeras apanya mobil itu. Akhirnya setengah peluru di tembakan kembali ke kiri, tempat senjata mesin yang menembaki sudut kiri. ‘DUARRRR’ senjata mesin itu meledak, lalu puingnya berjatuhan ke arah Zero. Navy segera membanting stirnya ke arah manapun.


tinggal senjata mesin atas dan kanan. Zero mencari ide bagaimana menghancurkannya tanpa membuat kesusahan. Akhirnya dia melepas sarung tangan kanannya, lalu di berikannya ke Navy. ‘’Navyyy pakai ini.’’


‘’lepas,’’ Zero memegang stirnya dan Navy memakai sarung tangan.’’ hahhh pegang, jadi seperti ini rencananya kamu bawa motor ini nempel di gedung itu aku akan lompat ke atas mobil ok.’’


‘’ok.’’ Zero membuka topinya, ternyata ada senjata Om Fury yang diasimpan di dalam topi.


‘’belum belum sekarang.’’ Navy mengangkat motornya sehingg terbang dan menempel di depan kaca gedung sebelah kanan, zero langsung menggunkan winter hook. Saat Om Fury akan pergi, dia sempat memberi winter hook ke Zero.


Winter hook di lemparkan, bola besi yang meluncur menjadi seperti bunga mekar lalu mencapit ujung dari senjata mesin itu, Zero melompat sambil menahan peluru dari senjata mesin sebelah kanan, karena dia mencapit senjata mesin yang atas. sedangkan navy lompat dari satu gedung kegedung lainnya, Zero berayun dari kanan ke kiri mobil, saat di kiri dia menurunkan beratnya sehingga bisa mengambang tinggi, saat di atas sebelah kanan dia memberatkan dirinya sehingga senjata mesin yang di atas terlepas dan mengadu dengan yang kanan, ‘DRUKSSSS’ seperti melempar batu dengan tali.


Lalu di belakang ternyata Beast dan Techno sudah menyusul, puing dari senjata mesin itu terhempas menuju mobil Beast dan Techno. ‘’NAVYYYY.’’ Teriak Zero di atas mobil BIG BOM. Navymembawa motornya melompat tinggi. Lalu saat di tengah puing dia memindahkan efek gravitasi ke puing itu, dan membuangnya ke sebelah kanan, dikarena mobil avivi hitam melaju di sebelah kiri, setelah itu dia mendarat di atas mobil avivi.


Zero melongo lalu memberikan jempol, Navy membalas jempolnya. Belum selesai dari itu, mobil BIG BOM mengeluarkan senjata lagi di atasnya, yaitu berupa empat kotak besi, yang berisi misil kecil. ‘DUSHRRRSSSSS’ misil-misl itu bertebangan di area Zero, seperti menolak kehadiran Zero untuk masuk kedalam mobil. Zero segera menggunakan sarung tangan gravitasi untuk menahan serangan itu.


Mobil avivi hitam pun menjadi sasaran juga, Navy menggunakan sarung tangan gravitasi untuk membelokan seluruh misil, ‘DUARR DUARR DUARR’ misil-misil meledak di udara, karena saling bertubrukan, sisa ada yang menabrak gedung sekeliling dan menghancurkan mobil. Zero menarik satu misil dan di pegangnnya, Zero segera melempar misil itu ke sumber dia berasal. ‘DUARRRRR’ sebuah ledakan agak besar terjadi di atas mobil BIG BOM, Zero membuat lambang x dengan tangannya.


Lalu melindungi dirinya dengan pelindung tak terlihat. Setelah selesai, betapa terrkejutnya Zero melihat koyakan besar di atas mobil itu, tidak mengambil waktu banyak Zero pun masuk dengan pintu atas karena di awal dia sudah tahu rangkaian mobil itu.


Saat di dalam, Zero berjalan menuju bom yang sebesar 6 manusia dewasa, dia membongkar bagian bawah bawah bom itu, karena tidak punya obeng untuk melepas baut, Zero menggunakan sarung tangan untuk melepas bautnya. Di dalam mesin itu ada dua buah kabel berwarna merah dan biru, serta banyak mesin lagi, namun hanya dua kabel ini saja yang di ataskan. Zero sempat teringat warna jas yang di gunakan komandan Bull dan Blue Jack.


Dia berfikir agak lama saat akan mengguntin warna merah dia memimilih dua warnanya untuk di gunting, karena Zero selalu menyiapkan barang-barang aneh dia tidak lupa dalam membawa gunting. Saat akan megunting ada keraguan dalam dirinya, tangannya kanannya gemetar, tangan kiri Zero menggeplak tangan kanan, lalu mengambil gunting dan langsung memotong dua kabel itu. ‘DRUKK DRUK DRUKNGINGGGGGgggg…..’ suara mobil BIG BOM behenti beroprasi.

__ADS_1


Zero bersembunyi di balik lengannya. ‘’BERHASIL? BERHASIL YE YE YE.’’ semua Agent senang, tapi kesenangan mereka harus berakhir cepat. Tiba-tiba mobil BIG BOM hidup kembali, lalu terdengarlah suara Blue Jack dari dalam mobil.


‘’luar biasa Zero luar biasa, walau pun kamu Agent class C, tidak ku sangka kamu bisa mengalahkanku tapi apakah kamu ingin suatu kebenaran, hm kebenarannya adalah mobil ini tidak bisa di hentikan, sudah menyerah saja biarkan orang-orang itu istirahat.’’ Ucap Blue Jack dari sebuah layar yang menampilkan gelombang suara.


‘’BERISIK,’’ Zero menembak layar itu. ‘’ayolah pasti ada cara, ayo Zero berfikir berfi…..’’ Zero melihat lubang bekas las di waktu lalu, Zero tersanyum dan naik ke atas serta keluar.


‘’ROOOO KENAPAAA HIDUP LAGI.’’ Teriak Beast keluar kaca.


‘’AKU ADA IDE BEAST BUKA PINTU AVIVINYA,’’ Beast kebelakang dan membuka pintu kanan. ‘’NAVY LOMPAT KESINI.’’ Navy melompat dengan motornya ke gedung yang Zero tunjuk, setelah semua selasai dia melompat ke Navy dan dudk di blakangnya. ‘’Navy kalau mobilnya meledak tahan ledakannya oke.’’


‘’oke.’’ Mengangguk paham.


Dalam lubuk hati Marko. ‘’kokk aing nyesel nya.’’


‘’Beast jaga depan pintu,’’ Beast menjaga di depan pintu tapi dia tidak tahu harus apa, lalu Zero menutup matanya. ‘’PASTI BISA.’’ Zero membuka matanya lalu melompat kesamping menuju tengah mobil avivi lalu dia mengarahkan pistolnya ke lobang bekas lasan lalu. ‘’CUMA HANYA ADA SATU KESEMPATAN.’’ ‘DORR DORR DORR’ Zero menembak tiga peluru, peluru 1 2 tidak berhasil sampai, namun satu peluru terakhir Zero kendalikan dengan sarung tangan gravitasiny dan karena itu pelurunya bisa masuk ke mobil dan Zero terbang bebas menuju pintu mobil yang terbuka.‘TENG TENG TENG TENG HUPPPDUARSSSSSS’ ledakan dasyat tejadi seketika, Zero berhasil masuk kedalam mobil avivi dan Navy menahan ledakan, karena tenaga yang tidak cukup ada puing-puing yang bertebangan memotong kabel listrik sehingga mati lampu di Jakarta.


Lalu Zero juga membantunya, sama-sama memberikan efek gravitasy untuk menahan daya ledakan. Ledakan dikumpulkan menjadi bulat oleh mereka berdua. Terlihat bola merah raksasa berada di depan mereka. Setelah agak lama ledakan pun mereda. Seluruh area tempat mobil meledak, hancur tak tersia, jika saja Zero dan Navy tidak menahan mungkin sudah mengambil belasan kilo meter ledakan itu.


Mereka berempat tidur di aspal bersama, setelah susahnya mengambil misi. ‘’huhh huhhh kita berhasil.’’ Seru Zero. Ohh yaa dari awal pengejaran mobil BIG BOM, itu Marko Cuma bisa bengong doing.


‘’iya kita berhasil.’’ Balas Navy.


‘’kita baru masuk loh sudah mengurusi seperti ini, brengsek hebat banget woyy.’’ Beast yang merasa ke seruan menjadi Agent.


‘’bagus-bagus ada kemajuan.’’ Techno tidak ikutan tidur, tapi dia jongkok takut kotor bajunya.


‘’hehhhhh nice tim huhhhh huhhh ohyaaaa.’’ Zero teringat sesuatu.


‘’apa pizz…’’ beast hampir keceplosan.


‘’stttttt.’’ Navy segera menyadarkan. Zero dan Navy sinis. ‘’eeeee itu ada orang kita kan Agent.’’ Basa-basi apa itu.


‘’ee Roo biang dia, yasudah yaa aku pergi dari sini.’’ Marko yang akan pamit.


‘’eee itu motrnya.’’ Zero yang tidak enakan.


‘’gak apa-apa lagi pula si Pero di depan.’’ Marko nunjuk ke Pero.


‘’hahhh ohhhhhh oke.’’ Zero melihat Pero dengan motor ninja.


Semua tim Zero tercengang. ‘’oke aku pergi dulu byeee.’’ Marko meninggalkan mereka.


‘’ayooo Blue Jack belum tertangkap.’’


‘’yang bawa motor siapa.’’ Navy menunjuk ke motor scoopy.

__ADS_1


Semuanya. ‘’kamu.’’


‘’hehhh iya iya,’’


__ADS_2