
Di dalam tempat yang hitam nan gelap, terdapat seorang yang tangguh dan pemberani, mencari jalan keluar dimana tidak ada seorang pun yang mendengarkan. ‘’HALOOOOO HALOOO HALOO HALO HAL HA H….. buset gak ada orang di sini, ini pertama kalinya aku seperti ini. Weeee ada orang gakKKKKKK. Siallll, hmm coba keliling dulu ahhh, tunggu apa aku sudah mati. TIDAKKKKKK.’’ Di salam gelap penuh kesendirian, Zero tidak haru apa.
Tapi tidak menunggu lama atas keluhannya, alasan dia di sini terjawab oleh suatu suara. ‘DRUKK DRUKK DUSRRS’ Zero menengok ke belakang, sebuah cahaya hijau yang pernah saya bilang di novel ini tapi gak tahu bagian mana. Menerangi mata Zero yang di penuhi kegelapan. ‘DGERR DGREE DURR’ sebuah awan besar berwarna hijau terang di sertai gunturnya, berada tepat di depan Zero.
‘’Ro Ro bangun, gimana cara banguninnya?’’ Navy mengyangkan kaki Zero.
‘’bukan seperti itu lihat dan pelajari.’’ Beast menghampiri Zero yang sedang terbaring, Beast mengangkat kakinya lalu menghantamkan tumitnya ke paha Zero.
‘’AHHHHHH,’’ Zero terkejut dan bangun dari mimpinya. ‘’HUHH HUHHH, ehhh dimana kita, duhhh kok sakit puundak ku.’’
‘’ada apa Zero tenanglah aku sudah punya anak jadi aku punya jiwa seorang ayah.’’ Om Fury memeluk Zero yang sedang kesakitan.
‘’AAAAAaaaaa.’’ Zero yang masih kesakitan
‘’ada apa dengan Zero, Zero apa ini kamu atau setan.’’ Om Fury melilit leher Zero dengan tangannya.
‘’eehhh dia mimpi buruk paman.’’ Jawab Beast.
‘’coba OMM PERGII.’’ Zero mendorong Om Fury sampai terjungking.
‘’parah kamu Roo, gak sopan.’’ Balas Beast.
‘’berisikkk,’’ Zero memegang pahanya. ‘’hahh dimana kita.’’ Zero merangkak menuju batang besi sel.
‘’TIDAKK ZERO JANGAN SENTUH.’’ Om Fury akan menarik Zero.
‘’dimana kita.eee…e.ee.e.’’ Zero tersetrum.
Om Fury memegang Zero, ikutan tersetrum. ‘’ee..e.e.ee.’’
‘’tunggu aku aka menyelamatkanmu.’’ Navy menarik baju Om Fury.
‘’jangann Navy…’’ Techno lambat memberitahu.
‘’.e.e..e.e.eee.e.e.eee…e.’’
Techno berdiri dari duduknya, dan menghampiri mereka yang sedang tesetrum. ‘’TISU…TITIT…SU.U..U.UU.’’ Zero yang sedang berusaha memberitahu.
‘’hahh benar.’’ Techno mengambil tisu di kantongnya. Dia meraba-raba kantongnya, dia melihat kedalam ternyata tisunya sudah habis. Techno melihat ke pojok, dia melihat sebuah tisu bekas yang sudah di pakainya untuk mengelap keringat.
Techno melihat ke arah Beast, tapi Beast langsung membuang mukanya lalu bersiul. ‘’hehe, ayolah Beast kamu itu kan kuat, narik si JEKI BUL BUL aja kamu bisa, masa kamu gak bisa narik mereka pakai tisu.’’ Otak ips aktif.
‘’gak bodo amat.’’ Tolak dia mentah-mentah sambil bersiul.
‘’ayolah Beast.’’ Rayu lagi Techno.
‘’BEE.E.E.E..E.AS..**.T.**.’’ pinta Zero dengan ke setrum.
‘’huhhhh oke iya-iya hooh.’’
Di waktu ini mereka sedang berada di tempat penajra bulat. Lebih tepatnya di sel Om Fury. ‘’hmmm hmmm bau apa ini.’’ Zero menyium bau menyengat dengan menghayati.
Om Fury langsung menjawab dengan muka judes. ‘’ kamu taukan rasanya di penjara Cuma di kasih makan.’’
Beastmengeplak kepala Zero. ‘’gak sopan lihat tuh.’’
‘’heheh gak tahu, jadi kita di mana Om?’’ tanya Zero.
‘’ini adalah bagian tengah dari gedung ini yang aku bikin geram, kita sudah seperti di kebun binatang tapi kita monyetnya.’’ Melihat keluar.
‘’lalu ada cara keluar tidak.’’ Tanya Navy.
‘’tidak ada.’’ Jawab dia dengan putus asa.
Zero berdiri dan menyentuh besi penjara, lalu tersetrum. Om Fury segera bertindak. ‘’Zerooo bodooh apa yang kamu lakukan,’’ menarik Zero dengan paksa, namun Zero tetap menahan. ‘’heyy bantuin jangan liat saja.’’
Beast dan Navy membantu menarik. Sedangkan Techno TURU. ‘’Zeroo jangan nambah bodoh apa.’’ Beast menariknya dengan kencang.
‘’kenapa Roo.’’ Pegangan Zero terlepas.
‘’tidak apa-apa aku pantas menerima ini.’’ Jawab Zero dengan nada rendah.
Di saat Zero yang maasih bertingkah aneh, di luar gedung Blue Jack sudah lepas landas, terlihat pakiran depan gedung terangkat seperti pintu bagasi mobil, keluarlah belasan mobil jeep, mobil tempur Blue jack seerta mobil cepatnya, di tambah keluarlah 2 mobil avivi putih dan yang terakhir mobil BIG BOM, mobil besar itu meninggalkan markasnya, sekarang mereka sudah siap dalam tahap selanjutnya.
‘’apa yang membuatmu sehingga seperti itu?’’ tanya Om fury.
‘’maafkan aku, aku hanya seorang pemimpin bodoh yang menggunakan kekuasaan ku semana-mena.’’
Beast meninju muka Zero, lalu di tahan oleh Om Fury dan Navy. ‘’woooyy aku tahu kamu memang bego tapi tidak usah menambahnya menjadi gilaaaa, aku memukul mu bukan berati aku membenci mu bodoh, itu semua untuk membuatmu menjadi pemimpin yang kuat, karena aku percaya kepada mu.’’ Beast menarik tangannya ingin memukul,tapi dia tidak peduli malah ikut turu dengan Techno.
__ADS_1
‘’Rooo kamu itu kapten yang hebat, kamu rela terluka untuk kami semua, Karena kamu aku bisa bela diri setiap hari kamu melatihku agar kuat walaupun aku tetap lemah kamu tetap mendorong ku, kamu ketua yang hebat.’’ Kesan Navy.
‘’huhhhhh.’’ Zero mendekat ke besi.
‘’kamu megang itu lagi, aku keluar dari timmu.’’ Beast yang akan turu.
Saat Zero melihat sekeliling penjara bulat, dia melihta bapak-bapak yang tersenyum kepadanya, Zero membalas senyumnya, bapak itu memberikan isyarat dengan tangannya, dia mengepal tangannya lalu menunjukan ke Zero, Zero hanya memberi jempol. ‘’ngapain lagi kamu?’’ tanya Om Fury yang dari tadi mengamati Zero tersenyum sendiri menghadap keluar sel.
Zero memalingkan wajahnya ke Om Fury. ’’hahhh enggak.’’ Zero kembali melihat bapak tua itu, namun ‘DUKK’ bapak itu tiba-tiba menghilang dari dalam selnya. Zero berusaha mencari bapak tua itu, tapi hasilnya sama saj tidak ada. dan pada akhirnya dia paham pesan bapak itu. Zero menunduk di depan sel. Zero mengangkatnya kembali kepalanya, semua raut wajahnya berubah menjadi serius. ‘’AYOOOOO KITA TANGKAP ORANG ITUU.’’ Seru Zero ke timnya dengan penuh semangat.
Beast dan Techno terbangun. Navy dan Om Fury tersenyum semangat. ‘’ayooooo.’’ Seru Navy.
‘’apa-apa.’’ Beast ketinggalan info, setelah bangun.
‘’okeee, jadiiiiii pertama bagaimana cara kita bisa keluar dari sini.’’ Zero menatap terang tiang besi selnya. Tidak lama kemudian, berondong-rondong suara peluru terdengar dari luar ruangan itu. ‘THETT THETTTT THETTT’ tiba-tiba pagar penjara naik otomatis.
Sebuah suara dari luar. ‘’awas-awas, semuanya mundur.’’ ‘DUARRRRR’ pintu besi yang menghalau mereka keluar, terbom dari luar, lalu terpental di depan sel penjara Zero. Semua orang melongo. Tim Zero mulai keluar ruangan. Di susul orang yang di sel lain. ‘DUK DUK DUK DUK’ teredengar suara langkah gerombolan orang menuju tempat mereka.
Tidak lama setelah ledakan dan munculnya sekelebat asap, masuk lah gerombolan Pharmy menyelamatkan mereka. ‘’cepat-cepat lindungi area luar, pastikan semua orang keluar dari gedung ini.’’seru seorang Pharmy.
Om Fury menghampiri Pharmy itu. ‘’heyy kamu,’’ orang itu menunjuk dirinya sendiri. ‘’iyaaa kamu, siapa yang mengirim kalian?''
‘’eeh Nona Yosi, pakkkk.’’ Jawab dia.
‘’Bu Yosi selama ini nona, ehhh nona sama Ibu-ibu sama kan?’’ ucap Zero dalam hatinya, di iringi kesinisan.
‘’ohh terimakasih.’’ Om fury dan tim Zero melangkah keluar.
‘’pak tunggu dulu, di mana barang-barang itu?’’tanya dia ke salah satu Pharmy, Pharmy lain datang sambil memberikan senjata tim Zero. ‘’ini pak, senjata mu.’’
‘’ohh terimakasih. Ini barang-barang kalian ambillah.’’
‘’okeeee, jadi bagaimana rencananya?’’ Zero memulai perjalanannya.
‘’eeee.e.e..e.ee.’’ semua orang terdiam.
‘’Rooo kamu yakin kalau ini akan behasil?’’ Navy yang merasa ragu-ragu, tim Zero sekarang dalam perjalanan menuju lift di depan mereka, satu-satunya akses menuju ruangan Blue Jack. Mereka melewaati serangkaian pertempuran. Zero memiliki rencana untuk menghindari semua pertarungan di lantai, jadi jika semua pertarungan berada di lantai bawah, sehingga seluruh penjaga yang berada di lantai atas aka turun untuk membantu. Sooo dengan mudah mereka bisa mengakses lantai atas dengan santay.
‘’hmmm sepertinya seluruh musuh telah turun dari lantai atas, okeeeee.e.e.e.’’ Zero akan melangkah keluar dari persembunyiannya, namun di Tarik oleh Beast.
‘’mau kemana, katanya jangan bantuin. Lihat tuhh sebentar lagi kita sampai lift.’’ Beast dengan gagah.
‘’mau bantuin, kasihan mereka.’’ Zero melihat Pharmy dan Skull saling berperang, ada yang perang bantal.
‘’okeeeee.’’ Zero menarik kedua tangannya seperti menarik kerah tangan. Zero memajukan kedua tangannya. Tiba-tiba seluru senjata Skull terbang ke atas menyentuh udara pahit. ‘’MENYERAHLAHHHHH.’’ Teriak Zero ke para Skull. Semua Skull mengangkat tangannya. ‘’hahahha eeee, kenapa kalian ikut angkat tangan.’’ Pharmy yang berada di depannya ikut mengangkat tangan.
Seorang Pharmy menunjuk ke atas. ‘’apaa ohhhh kebalik, maaf-maaf.’’ Ternyata Zero mengangkat kedua senjata lawan. Beast dengan bahasa isyarat. ‘’BODOHHH.’’ Sedangkan Om Fury menutup mukannya dengan tangan dan menggeleng-eleng. Techno dan navy hanya tertawa. Zero mengembalikan kedua senjata ke pharmy, semua Skull pun mengangkat tanganya.
Zero menghampiri slah seorang Skull. ‘’heyyy dimana Blue Jack?’’ tanya Zero ketus.
‘’cehhh aku tidak akan menjawab itu.’’ Jawab dia membuang mukannya.
‘’oohh ok NAVYGATIONNN!!’’ Skull yang tidak menjawab tadi, sedang mengambang di udara, dan si seluruh badannya terdapat puluhan peluru yang akan menembak ke arahnya, tapi peluru tertahan di udara.
‘’hmm di mana Bossmu.’’
‘’heh parah amat hahahha ahahh.’’ Techno dan Beast ikut tertawa.
‘’ayooo cepat beritahu aku,’’ Zero melirik ke Skull yang lain. ‘’apa liat-liat ingin juga.’’
Skull itu di putar-[utaroleh Zero di udara, Skull yang di wawancara sudah tidak kuat lagi. ‘’baik-baik tapi turunkan aku dulu.’’ Rintih dia alam puluhan peluru yang mengambang menuju dia.
‘’eeeiiyaa GAKKK cepat ku hitung mundur 10 9 terakhir 1.’’ Zero yang tegas.
‘’iya-iya Blue Jack pergi dari tempat ini untuk mrampok bank pusat Indonesia yang ada arsip rahasia.’’ Ungkap dia jujur.
‘’yayaya aku tahu, tapi di mana penjaga tempat ini?’’ Zero memutar Skuul ini di udara.
‘’mereka semua pergi kecuali. EKK HUEKKKK, tim kami yang menjaga bawah dan para 4 The Warior.’’ Dia yang sambal menutup mulu topeng nya.
‘’di mana mereka?’’ tanya lagi Zero. Beast menghampiri Zero lalu memutar tangannya. ‘’weee ngapain, kesia dia.’’
‘’mereka berada di lantai atas menjaga data Blue Jack, HUEKKKKKK.’’ Skulll itu diturunkann oleh Zero, tapi karena Navy memanggil Zero, Skull ini terjatuh keras di sebabkan tariakn gravitasy. ‘’HEEEE maaf-maaf, ini Gara-gara kamu Navy, Zero memegang nadinya. ‘’wahh mati dia.’’ Semua Skull yang angkat tangan, alngsung tidak berkutik dan mengikuti aturan.
‘’masih hidup itu, lihat dia kentut.’’ Techno yang sok tahu.
‘’emang iya, sesat kamu ini.’’ Balas Zero. ‘’ohh kalau begitu terimaksih yaa,’’ Zero berdiri di dampingi timnya. ‘’oke waktunya berangkat.’’ Ajak dia lalu berjalan menu lift.
‘’Rooo ee orang yang menembak bius ke kaki kamu itu.’’ Navy akan mengungkap kebenaran.
__ADS_1
‘’siapa fred?’’ jawab Zero.
Semua terkejut. ‘’kok tahu.’’ Balas Navy.
‘’aku sudah curiga kepadanya, saat membuka galerinya dia memakai baju seperti ******* dan berfoto dengan Blue Jack, saat iu aku belum tahu dia siapa tapi ternyata orang jahat.’’
Om Fury melihat angka di lift. ‘’hehhh liftnya di hack, LIFTNYA DI HACKKK.’’ tiba-tiba Om Fury menjadi panik berat. Lift menjadi berguncang hebat, di tambah lampu yang mati terus-menerus.
‘’coba saja kita lewat tangga tadi.’’ Beast yang sudah tahu kalau ada hal buruk, hanya suram di ujung lift.
‘’dari pada cape.’’ Balas Techno.
liftnya naik turun seperti gempa. ‘’ini kalau jatuh susah juga,’’ ‘STUNKK’ kepala Zero menghantam dinding lift. Wadawww.’’
setelah agak lama lift mereka jatuh dan mereka mengambang di udara, semua orang panik berteriak bukan main. Zero juga sama tapi dia yang paling berisik. ‘’HAAA HAAA HAAA.’’ Beast mengeplak kepala Zero.
‘’berisiki bodoh.’’ Beast berenang di udara pindah ke sudut lift yang lain. Zero hanya sinis. Setelah itu Zero menggunakan sarung tangannya untuk menghentikan lift, Zero segera ke tengah lift, lalu meregangkan seluruh tubuhnya. Lantas lift di selimuti oleh cahaya biru.
Mereka semua masih mengambang di udara, karena efek dari sarung tangan. Zero mengangkat liftnya terbang ke atas menuju lantai terakhir yaitu 20. ‘KREKKK KREEE’ ‘’ada apa ini, nyangkut?’’ Zero tidak bisa mengangkat liftnya lagi. ‘’padahal tinggal sati lantai lagi.’’
Mereka sekarang stak di lantai 19, Beast mengambang di udara dengan gaya jongkok, Zero mematikan efek gravitasynya. beast terjatuh dengan pantat lebih dulu. ‘’ahhh eeee.’’ Dia memegangi pantatnya.
‘’okee di karenakan di atas macet parah, kita bakal masuk lewat sini saja. Zero bersiap-siap untuk membuka pintu dengan sarung tangnnya. ‘’HMM e.eeeee.eeee, kok ini gak bisa.’’ Zero membuka [intu left dengan tangannya.
‘’sini biar aku saja,’’ Beast menatap rendah Zero, dia menempelkan ujung jari di sela-sela pintu lift, mengerasaknnya dan membukanya dengan mudah. Pintu lift pun terbuka memperlihatkan ruangan hotel yang bersih dantentram. ‘’gitu aja gak bisa, gimanasih Agent nih.’’ Sindir Beast membuat Zero sinis.
Mereka memijakan kakinya di lantai ke 19 itu, baru saja berapa langkah, keluarlah Skull-Skull dari segal penjurur kamar, mereka menobrak dari dalam pintu-pintu kamar. Mereka menodongkan senjatanya kepada tim Zero. ‘DOR DOR DOR DOR’ puluhan peluru melesat kencang di udara, Zero segera membuat pelindung gravitasy, seluruh peluru tertahan.
‘’AYOOOO.’’ Zero menjatuh tanganya, membuat seluruh senjata musuh jatuh ke tanah, dan adajuga yang terjepit tangnnya.
‘’haaa haaaa.’’ Zero memandanginya.
Tim Zero segera keluar dari dalam pelindung Zero, meluncurkan serangan balik ke musuh. ‘STANKK STANKK’ Zero menghantamkan pancinya ke Skull yang datang, sama dengan semua orang mereka terus melawan. Beast di rempuk orang banyak, dia di dorong oleh belasan orang ke belakang, Beast menahan dengan enteng, dia mengeraskan tangannya, lalu menarik keduatangannya mundur dan melontarkan dua tinjuan sekaligus, ‘DUSHHH’ Skull yang mendorong Beast terpental jauh, Beast menoel hidungnya dengan jempol seperti bruce lee.
Navy dan Om Fury tidak ikut kalah, mereka maju ke belasan Skull dengan senjatanya masing-masing. ‘STUDKK STUDKK STUDKK’ Navy memukul semua Skull dengan double stikcnya, Navy melesat cepat, maju ke depan dan terus-menerus menghantamkan double sticknya. Om Fury memutar winter hooknya, lalu memajangkan talinya di sekitar Skull, Om Fury menghantamkan seluruh kapal Skull yang berada di dekatnya.
‘STRUG STRUG’ banyak Skull yang pingsan sekali hantam oleh Om Fury. Hmm kalau di imajinasiin kaya scorpion dia MK. Ada Skull yang akan kabur. ‘’Get out of here.’’ Om Fury melempar winter hooknya, menekan tombol yang di pegangannya, seketika bola besi itu berubah seperti mulut yang terbuka, mengincar Skull yang kabur ini. Skull ini berlari tanpa henti, suatu ketika diam melirik ke belakang namun itu adalah akhir banginya. Sebuah cengkraman besar menangkap mukannya seperti film horror.
Zero hanya diam berdiri mengamati. Dia menoleh ke samping kanan. ‘’hehhh, kamu ngapain, gak ikut.’’ Zero complain ke Techno yang santay-santay, dan merapikan kukunya.
‘’ahhh capekkk.’’ Jawab Techno.
‘’apa-apaan kamu ini, Weee Tebhno, astaga, kamu ini Agent lohhh Techno.’’ Zero berusaha keras. Namun Techno hanya merapikan kukunya dengan gunting kuku.
‘’ehhhemm ceppp.’’ Techno memasukan gunting kukunya, lalu berdiri mengambil senjatanya, Zero hanya diam melongo melihat tingkah orang yang satu ini.
Techno menghampiri semua Skull yang sedang berkuda-kuda di depannya. Dia memajukan tangan kanannya sambil memegang tongkat listrik. Techno menekan tombol di tengah tongkatnya, ‘DHUSSSRR RTR’ tongkat memanjang, mengeluarkan cahaya biru terang di ujungnya. Zero hanya mengamati dari belakang, ‘THREEET HRETT THRETT’ cahaya biru serta alunan listrik mencekam semua Skull. Zero mengamati cahaya yang redup hidup redup hidup lagi.
Setelah selesai, Techno menekan lagi tombol di tengah tongkatnya, mengusap kedua tangannya. ‘’ehhhh..e.e. OKE.’’ Zero membuat muka tidak percaya melihat Techno menghabisi semua musuhnya.
‘DUARRRRRRRR’ sebuah suara ledakan besar terjadi di lantai 20, membuat semua orang tidak bisa mendengar, di karenakan mendadak. Seluruh kaca di lantai 20 sampai 18 pecah. ‘’hahh apa itu, ayok-ayok kita harus cepat ke atas.
‘’haduhhh telingaku pengang.’’ Keluh Zero.
Setelah usai menghadapi kroco, Zero dan timnya menaiki tangga untuk naik ke lantai 20. ‘’huhh mereka nih gak ada habis-habisnya.’’ Zero menaiki tangga di belakang Om Fury.
‘’nanti di atas kita akan masuk kedalam ruangan Blue Jack, di pertengahan ruangannya.’’ Om Fury menjelaskan sambil menaiki tangga.
‘’ini siapa yang kentut, ROOO.’’ Beast menuduh Zero.
‘’kokk aku sih, nihh dengar karena doronan dari angin atas. Di karenakan ada ventilasi yang terbuka, atau terus beroprasi, meniup angina segar dari atas menuruni tangga ini, jadi baunya dari atas.’’ Zero melirikan matanya menunjuk Om Fury. Om Fury diam sejenak, lalu menaiki tangga dengan cepat, meninggalkan tim Zero.
‘’heeehh, parah kamu bodoh.’’ Sindir Beast.
‘’tau lagi Zero, gakpunya adab.’’ Tambah Navy.
Techno memanggil Zero dengan tangannya. ‘’sini Ro sini-sini, dia itu,’’ Zero langsung kabur. ‘’eROO Roo hahahha.’’
Mereka berlima sudah sampai di depan ruangan Blue Jack, tapi ada sesuatu yang menganjal di depan pintu ruangan Blue Jack. Yaitu sebuah benda besar berbentuk segitiga trapezium. Itu lohh yang bentuknya kayak segi enam, di setiap ujung segitiga terdapat trapezium yang memiliki sebuah lubang kunci.
‘’hhmmm kayak game aja.’’ Zero menoel benda itu.
‘’JANGAN!! Lihat itu ini adalah key explode, jika saja kamu salah pegang, maka detectornya akan meledak,’’ Zero hanya sinis bingung melihat itu. ‘’kita semua akan mati.’’
‘’gak tau lagi bodoh banget.’’ mukul kepala Zero.
Zero melirik sebuah surat yang terlakban di dinding sebelah pintu. ‘’hmm ada ada surat warna biru apa ini,’’ Zero mebukanya. Zero membacanya. ‘’hmm woyy orang lemah, ku tantang boss kalian tunggu aku di ruang A1,’’ bicara normal. ‘’okeeee ku terima tantangannya.’’
Beast mengambil surat berwarna hijau dan Techno berwarna merah, Beast membaca surat berwarna hijau. ‘’oyy orang lemah, kalahkan aku jika bisa kalau perlu bawa temanmu g4.’’ Bicara normal. ‘’ini orang niat nulis gak sih.
__ADS_1
Techno membuka surat merah, lalu membacanya. ‘’wahai pangeran tampan, aku menunggumu di p7.’’ Techno tersenyum sendiri lalu pergi.
‘’nyari mati kamu yaa Techno ay…. Lah sudah pergi.’’ akhirnya Beast Navy dan Om Fury pergi ke ruangan G4.