
Pindah ke di ruangan komandan Bull, di sini Zero dan timnya bukan di puji tapi di keluarkan dari PAHS dan berhenti menjadi Agent. ‘’kenapa kalian melakukan hal yang bodoh! apa kalian tahu menyerang musuh tanpa persiapan itu berbahaya ha!!. Apa Zero, kami tidak apa-apa pak itu alasanmu, kalian tidak dapat menjaga amanat, aku menyuruh kalian untuk membeli kang-kung tapi ini hasilnya jika itu benar di mana datanya.’’ Komandan Bull memarahi seperti guru matematika.
‘’Techno berikan plashdisknya.’’ Ucap Zero dengan muka jengkel.
‘’bentar,’’ ‘mengodok kantong’ ‘’ehh eh di mana kok hilang.’’ tim Zero menjadi panic.
‘’di kantong belakang mungkin.’’ Ucap Navy menenagkan.
‘’gak ada.’’ Balas Techno.
‘’baju.’’ Balas lagi Beast.
‘’sama juga tidak ada.’’ Jawab Techno yang sudah banjir keringat. Sedangkan Zero menutup kupingnya dan melotot.
‘’karena tidak ada bukti dan tidak menjalankan amanat, ku keluarkan kalian dari sini.’’ Jeremy sangat terkejut bukan main dia seperti membuat rencana yang gagal.
‘’tunggu komandan ada yang tidak benar di sini plashdisk itu ada di kantong Techno setelah Kak Jeremy melihatnya dan mengembalikannya lagi,’’ Zero teringat kalau ada seseorang yang berada di belakang Techno saat ngobrol dengan Kak Jeremy, ‘’orang itu, iya orang itu dia pencurinya saat aku datang dan ngobrol ada orang yang menggunakan baju pasukan Pharmy, mungkin dia mengambil plashdisk itu,’’
‘’jangan menuduh orang tanpa ada bukti, kalian tetap ku pecat.’’ Tegas komandan membuat tim Zero lesu.
‘’tunggu dulu kang-kung pesananmu ada.’’ balas Zero yang berharap ada kesempatan.
Terlihat Zero membuka bagasi mobil belakang avivi yang penyok-penyok dan terlihatlah banyak sayuran bau asem di dalamnya. Bekas badan Marko. ‘’bagaimana.’’ Ucap Zero.
‘’huhhh tetap ku pecat kalian.’’ Komandan Bull menutup dadanya dengan tangannya dan berbicara santay.
‘’pak tapi kami sudah menjalankan amanatnya.’’ Sela Techno yang tidak terima.
‘’memang apa yang anda harapkan dari benda ini dari pada nyawa orang.’’ Balas lagi Zero. Komandan Bull terdiam dan langsung mencekik Zero.
‘’dengar jika kamu tidak bisa mengerti orang lain jangan dulu kou membahas nyawa orang lain paham.’’ Terlihat muka trauma besar pada muka Komandan Bull.
‘’tidak aku tidak paham pemikiran mu, kou tidak memiliki hati komandan ambilah nama komandan mu sampai mati.’’ komandan Bull langsung teringat sesuatu dan melepas tangannya dari leher Zero. Dia mundur perlahan sambil melotot kea rah Zero.
‘’baiklah aku menantang kalian adu panco, jika kalian kalah kalian ku pecat jika kalian menang ku jadikan kalian tukang bersih di sini.’’ Jawab Komandan Bull dengan menatap ke belakang lalu pergi.
‘’oke.’’ Balas Zero tanpa ragu membuat timnya terdiam.
‘’kutunggu penantangnya di ruanganku.’’ Komandan Bull pergi di iringi Pharmy yang mengikutinya
‘’hmmmm.’’ Zero masih sinis karena hal tadi dan berfikir dalam.
‘’Ro bagaimana ini,’’ tanya Navy dengan khawatir, Zero melihat kebawah.
‘’walaupun kita berempaat melawan panconya pasti ujung-ujungnya kalah.’’ Techno yang sudah melihat kenyataan.
‘’haduhhhh pusing aku sudah di kejar-kejar musuh, di tembak baguslah ada sarung tangan itu, kalau tidak kita mati. Terus balapan sama tengkorak.’’ Keluh Beast dengan memegang kepalanya yang pusing.
Zero tersenyum. ‘’AHA AKU ADA IDE NAVY KAMU YANG JADI PENANTANGNYA OKE.’’
‘’hahh kepala bapakmu hialng’’ Zero sinis, ‘’yang bener Ro haha Ro jangan bercada geh haha.’’ Zero sinis, ‘’heh yang benar.’’ Navy merasa ketakutan.
__ADS_1
‘’iya aku benar,tenang aku punya ide.’’ Balas Zero dengan senyum percaya diri.
Waktu menunjukan pukul jam 9. komadan Bull sudah memakai baju ala petinju dan duduk di sebuh meja bulat, dia dari tadi hanya merenung dan mengamati tempat panco yang berwarna biru, satu meja khusus untuk adu panco. Tidak lama kemudian datanglah seorang Pharmy,memberitahu komandan Bull. ‘’mereka datang komandan.’’
‘’buka pintunya.’’ Jawab Komandan Bull yang menerima tantangannya. terlihatlah dari jauh tim Zero, dan di depannya di pimpin oleh Navy, Navy yang memakai baju ala muatai dengan ekpresi sangar, Komandan Bull tidak menertawakan Navy namun dia berkeringat dan berwaspada akan rencana Zero, dia bisa melihat senyum yang tak asing di matanya. ‘’apa yang akan dia rencanakan.’’ Gumam Komanda Bull dalam hatinya. Saya lupa kasih tahu, baju Agent yang mereka pakai di class C sampai B itu rompi kemeja putih dasi dan celana hitam sedangkan class A ditambah jas hitam.
Mereka berjalan menuju ring dengan efek slow dan music epic. saat sudah sampai, Navy menyimpan sikunya di tempat biru dan Komandan Bull di merah, ‘’beradulah.’’ Ucap Kak Jeremy. saat sudah saling memegang, ada Pharmy yang menertawakan Navy, Kak Jeremy yang melihat itu. ‘’buang dia dari lantai dua.’’ Dengan nada santai. Pertandingan ini di saksikan langsung oleh Pak Yoso, dia duduk di kursi roda.
‘’hahah hah ehh tidak maksudku.’’ dua Pharmy membawanya keluar ruangan. Di sini Kak Jeremy sebagai wasit.
Jeremy memberi aba-aba ‘’merah siap.’’
‘’siap.’’
‘’biru siap.’’
‘’siap.’’
‘’baiklah satu dua,’’ mengangkat tangannya. ‘’tiga mulai.’’ Kak Jeremy menjatuhkan lengannya.
Awalnya Komandan Bull hanya diam dan tidak melawan namun di sini Navy tetap berusaha melawan, Pharmy yang ingin tertawa di awasi oleh Kak Jeremy dengan sinis. ‘’aku tahu tidak akan menang,’’ Navy teringat kata-kata timnya, ‘’KAMI PERCAYA PADAMU.’’ karena teringat itu, Navy langsung berteriak. ‘’aaaaaaaaaa.’’ ‘tiba-tiba komandan Bull melotot menjadi kaget di karenakan tenaga Navy yang meningkat drastis dan bisa melawan dirnya.
‘’mana mungkin apa yang orang itu,’’ Komandan Bull melihat Zero yang ngupil dan dia langsung buang muka. ‘’aku aku apa yang harus ku lakukan.’’ Ucap Komandan Bull dengan tegang.
‘’AAAAAAAAAA…AAAAA.’’ Navy terus berteriak sehingga mengingatkan saya ke goku. Zero. Beast, Techno memberi semangat ke Navy ‘’ayo Navy ayo semangat Navy gas teruss.’’
‘’jangan sampe tukang cukur rambut itu menang,’’ Teriak Zero membuat seluruh orang melihatnya. ‘’eeeekenapa.’’
‘’biar semangat.’’ jawab Beast sambil tertawa.
‘’ohhh benar juga ayoo ayo Navy kalau kalah nanti jadi umpan.’’ Zero tersadar.
‘’haahha iya bener jadiin umpan.’’ Techno menambah-nambah.
Navy berusaha dengan sekuat tenaga dan komandan Bull juga sama, sampai muka mereka memerah, di saat ini Navy untuk berfikir seperti Zero mereka berdua seimbang, Kak yang melihat ini pun tidak percaya tapi dia memberi semangat ke Navy, dan Navy pun melepas tenaganya sehingga Komandan Bull mendorongnya sekejap, tapi Navy langsung mengisinya lagi, karena efek lepas tenaga atau kejut itu membuat tenaga Bull hilang semua dan Navy hampir mengalahkannya.
Namun Komandan Bull tidak menyerah tapi dia tetap menahan sampai akhirnya dia melihat Zero dalam slowmo menjadi Blue Jack dengan senyum jahatnya, karena itu dia kalah telak. ‘PRITTTTTTTT’ suara bunyi peliut oleh Kak Jeremy. ‘DRUKKKKK’ Navy membanting tangan Komandan Bull ke kalahannya sampai meja ikut terdorong.
‘’PEMENANGNYA NAVYGATIONNNNN.’’ Teriak Kak Jeremy membuat penoton kagum.
‘’YEYEEEEEEEEE.’’ Zero yang terlalu senang.
‘’hahahahah yes yes,’’ Zero memajukan dua tangannya kedepan dan perutnya kebelakang lalu perutnya di majukan dan tangannya di mundurkan ‘’ye ye ye,’’ ada satu Pharmy yang melihat itu dan menunjuk ketemannya dan semua Pharmy tiba-tiba melihat ke Zero.
‘’apa itu sarung tangan gravitasi.’’ Tanya Kak Jeremy dengan agak tidak percaya.
‘’eeeee.’’ Zero tidak bisa menjawabnya.
Beast dalam bahasa isyarat mulut ‘’BODOHHHH.’’ Techno menutup mukanya dengan tangan dan menggelengkannya ke bawah. ‘’jadi dari awal kamu curang dan kamu yang mencuri benda itu.’’ Kak Jeremy dengan nada rendah.
__ADS_1
Ada salah satu Pharmy yang berteriak di belakang ‘’itu itu curang curang tidak adil gagal diskualivikasi gagal.’‘ di susul Parmy yang lain, membuat kegaduhan di dalam ruan’gan itu.
Komandan Bull tersenyum dengan muka merah dan keringat. ‘’hehh sudah kuduga tidak apa-apa kalian menang. DIAMMMMM.’’ Teriak dia sambil berdiri dari kursinya.
‘’tapi komandan.’’ Salahsatu Pharmy tidak terima.
‘’Agent memang harus seperti itu, tidak ada Agent di dunia ini yang mengikuti aturan, selamat,’’ memegang tangan Navy. ‘’anda menang Navygation.’’ Ucap Komandan Bull dengan senang menerima kekalahannya.
‘’eeee so komandan benda ini.’’ Zero meminta dengan kode garing.
‘’simpan benda itu jaga baik-baik, itu bekas Agent A class 1. Cehh benda yang bersejarah.’’ Jawab Komandan Bull sembari menunjuknya.
‘’wihhhhhhh yang benar Om ee maksudku Komandan.’’ Zero tersenyum lebar.
‘’heh panggil aku dengan sebutan keren.’’ Komandan Bull keluar dari ruangan.
‘’apa itu.’’ Tanya Zero dengan menggaruk kepalanya.
Komandan Bull memalingkan sedikit kepalanya dan berkata ‘’OM.’’ Lalu pergi keluar.
‘’okeeee.’’ Komandan Bull pergi dari tempat itu dan pharmy membersihkan ruangannya.
Kak Jeremy menciwit perut Zero. ‘’kamuuuu karena kamu aku selalu begadang.’’ Kesal dia di campur bercanda.
‘’eee maaf kak.’’ Menggaruk kepalanya.
‘’kamu tahu gak rasanya di omelin komandan.’’
‘’iya aku eeetahu maaf,’’ Jeremy melepas cubitannya. ‘’heyyy ksatria anda hebat,’’ ucap Zero ke Navy sembari memberi jempol.
‘’huhhh tadi di kira bakal kalah ternyata menang.’’ Navy kelelahan.
Beast memukul kepala Zero. ‘’bego amat sih bodoh, hampir saja ketahuan tadi.’’ Sindir Beast.
‘’hampir saja di diskualivikasi, tapi kenapa dengan komandan hmm tapi tidak apa-apa bagus-bagus ada kemajuan.’’ Techno mencoba berbicara yang tadinya diam sok staycool.
‘’hehhh tapi kita tetap menjadi tukang bersih-bersih.’’ Sela Zero.
‘’ngerasa sia-sia aku.’’ Keluh Navy.
‘’Zero Beast Navigation Techno alat-alat kalian tidak di sita tapi tidak boleh di pakai lagi paham kalian beruntung boleh di simpan, biasanya orang lain yang senasib kalian di sita.’’
‘’ohhhokee ayo kita pulang.’’ Ajak Zero ke timnya.
‘’eeeee kalian tidak boleh tidur dulu kalian tidur jam 12 kalian harus bersih-bersih dulu, peralatan ada ruangan kebersihan,’’ sela Kak Jermy agak tidak enakan.
‘’hahhhhhh yang benar saja huhh baiklah ayo.’’ Zero berjalan membungkuk.
‘’sabar Rooo.’’ Beast mengusap kepala Zero tapi sebenarnya niat buruknya pengen geplak.
‘’hehh.’’
__ADS_1