
‘’maaf Jendral sebelumnya anda harus mengikuti rapat antar pemimpin Phas dunia setelah ini, mohon untuk mengisis tanda tangan ini.’’ Jendral langsung mengambilnya dan membuat coretan asal, Asisten ingin marah namun tidak bisa. ‘’ee.ee.ee wowww.’’ Ternyata coretannya menjadi tanda tangan yang bagus.
‘’bagiaimana system perlindungan daerah luar.’’ Ucap komandan sambil berjalan cepat menuju ruangan tertentu.
‘’dari pengamatan Kapten Moryan, bahwasannya ada dua belas tank yang rutin setiap waktu mengelilingi daerah lapangan ohh dan juga mobil militer yang siap-siaga.’’ Ucap Asistennya, melihat ke tablet sebut saja dia Duk.
‘’kou kira itu masih aman HAHHHHH,’’ Mencekik leher Duk, lalu menempelkannya ke dinding. ‘’aku sudah berjuang mati-matian, merelakan kasih sayang istriku,’’ Duk agak sinis. ‘’dan orang itu hanya menggerakan 12 Tankkkkkk,’’ mengeraskan kepalannya, menutup mata dan mengeluh. ‘’jika saja keamanan di tempat ini terjamin, pasti Komandan Bull tidak akan menyuruhku terus untuk rutin mengunjungi tempat kumuh ini.’’ Ucap Jendral Rhyno. Lalu melepaskan cekikannya.
Duk hanya bernafas seperti akan mati dan memegangi lehernya. ‘’HAAAAA HAAA HAAA.’’
Mereka melanjutkan berjalan sampai akhirnya memasuki sebuah pintu yang di jaga dua orang berpakaian seperti Pharmy atau memang Pharmy. Mereka memberikan jalan untuk kedua tamunya dan bisa di lihat di tulisan atas pintunya. ‘Ruang rapat’.
‘’WOYYY DIMANA YANG NAMANYA MORYAN.hampir saja aku lupa, Kapten Moryan itu orang kekar, tinggi, hitam biar sangar, dan menggunakan satu penutup mata, dia memakai baju militer hijau seperti TNI. ‘’hmm itu orangnya, sini kamu,’’ Kapten Moryan sontak berdiri dari kursinya, dia ketakutan dengan Jendarl Rhyno, Jendral Rhyno mengejar Kapten Moryan, mereka berputa-putar di tepi meja besar rapat.
Banyak petinggi sedang berkumpul di tempat itu, namun terkejut bukan main karena ulah Jendral ini. ‘’sini kamu,’’ menunjuk. ‘’eee.. aku bilang kesini.’’ Jendral Rhyno melotot, membuat orang sangar penampilan ini ketakutan. ‘’mau kemana kamu hahh.’’
Kapten Moryan bersembunyi di balik petinggi yang sedang duduk sambil menunjukan telapak tangannya, isyarat berhenti. ‘’Jendral kita bisa bicarakan ini baik-baik Jendral.’’ Ucap dia ketakutan.
‘’enggaakkkkk.. aku masih punya urusan denganmu. Gara-gara kamu Komandan Bull ngalahin aku adu panco.’’ Jendral Rhyno. Membuat orang sangar ini ketakutan.
‘’tunggu Jendral salah ku apa.’’ Kapten moryan berlari menuju pintu luar.
‘’BEBEK JAGA PINTUNYA.’’ Teriak Jendral Rhyno ke asistennya, lalu melompat dan menghantam Kapten Moryan.
Pindah suasana, yang dimana muka Kapten Moryan di penuhi perban, sedangkan Jendral Rhyno sedang menyender di kursi menaruh kakinya di atas meja dan mengemil ayam yang banyak. ‘’baik kita lanjutkan. Akhir-akhir ini banyak sekali pembunuhan di daerah Jakarta, hasil yang menunjukan kalau korban mayoritas pekerja atau pun pns dari suatu pabrik dan bank,’’ orang-orang melirik Jendral Rhyno yang sedang makan, tapi dia lansung di pelototi oleh Jendral Rhyno. Ohh ya Jendral Rhyno adalah orang yang memiliki perawakan seorang gladiator, memilki rambut jamet/panjang, tubuh yang kekar, tapi sering melawak, dia adalah sahabat Komandan Bull.
__ADS_1
‘’korban sempat di wawancara bilang kalu penjarah menggunakan baju tempur lengkap dan ada satu ciri khas dari mereka yaitu, sebuah topeng tengkorak.’’
Semua orang terkejut mendengar kabar itu. Lalu bertanyalah seseorang, untuk menyakinkan kalau itu hanya cerita. ‘’tengkorak, apa kou berbohong. Atau korban itu hanya bercerita Karen takut.’’ Ucap orang ini dengan muka ketakutan.
‘’ini benar, mau tidak mau kita harus menerima kabar ini. Dan tanpa kita harus sadari musuh kita adalah Blue Jack The Head Pierce,’’ Kapten Moryan dengan nada serius. ‘’Jadi, Jendral Rhyno, saya mengundang anda hanya untuk memberi tahu kabar yang sangat genting ini, bahwasannya Blue Jack akan bergerak kembali,’’ masih mengemil ayam. ‘’kami perlu bantuan anda, untuk bekerja sama dengan Komandan Bull.’’
‘’ENGGAK BISA SEPERTI ITUUU.’’ Berdiri sambil mengemil paha ayam. ‘’aku ini musuhnya, ee maksudnya rivalnya. Kalian tidak perlu bantuan dia, aku saja cukup, nyamm enak,’’ tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu dan masuk ke ruangan itu. Dia menghampiri Jendral Rhyno, baru akan memegang pundaknya, dia terhenti karena omongan orang ini. ‘’kalian kenapa butuh bantuan dia hah, mentang-mentang dia menang sekali panco sama aku, kalian mengebelakangkan ku. Yam enak apa lihat-lihat hah.’’ Duk menunjuk kebelakang. ‘’apa hah, ini,’’ Jendral Rhyno menunjuk ke ayamnya. ‘’apa kamu ini gak jelas. Belakang ohh ngomong dari tadi.’’saat memalingkan wajahnya dia melotot terkejut.
Tesnyum. ‘’ehhhh sahabatku sudah berapa lama kamu berdiri, ayo-ayo sini.’’ Jendral Rhyno memberikan kursinya ke Komandan Bull. ‘’ehh kok gak mau, kamu ini gak sopan, mau ayam nihh ambil, ayoo ambil mumpung masih anget.’’ Komandan Bull tetap berdiri sinis. ‘’heheh kamu ini kenapa sih,’’ memegang pundak Komandan Bull, tapi langsung di buang olehnya. ‘’hehhe lihat ayo duduk di sini.’’
‘’Heeeee kamu ini kasar banget, sabar,’’ komandan Bull mendorong keluar Jendral Rhyno dari ruangan rapat.Jendral Rhyno masuk lagi namun di ancam di tonjok oleh Komandan Bull. ‘’iya-iya ettt ett, kamu nonjok aku gak bakal ketemu kamu lagi eeee topi,‘’ Komandan Bull mengambil topinya Jendral Rhyno di atas meja lalu melempar nya keluar, di luar Jendral Rhyno tersenyum. ‘’terima kasih,’’ ‘DUKK’ Komandan Bull
menutup pintunya dengan kencang. ‘’dasar gak berambut, iri kali dia dengan rambutku,’’ Komandan Bull keluar pintu. ‘’ehh iya-ya.’’
Komandan Bull menyuruh Jendral Rhyno untuk pergi. ‘’pulang-pulang.’’
‘’adu panco dulu dong.’’ Jawab dia menodongkan tangan kanannya.
‘’weeee, wee gak kena, weeetak ambil nih sepatunya.’’ Jendral Rhyno mengeluarkan lidahnya. Komandan Bull berlari menuju Jendral Rhyno. ‘’ehh iya iya. Ehhh topi aku ketinggalan.’’
Komandan Bull memasuki ruangan dan memulai rapat dengan serius. Merapikan jas merahnya, dan menggunakan topinya dengan benar. ‘’maaf soal tadi, jadi apa yang membuat kalian menggunadang saya kemari.’’camp pelatihan militer. Agar tidak memancing musuh datang. Komandan Bull sedang terlihat sangat stress seteah keluar dari ruangan itu. Posisi dia sekarang dalam mobil. Di sampingnya Bottle yang menemani Komandan Bull.
‘’jadi seperti ini Komandan.’’ Kapten Moryan mulai menjelaskan.
Rapat sudah selesai, sekarang Komandan Bull sedang di dalam mobil dan anak keluar tempat itu. ‘’entah kenapa aku merasa sangat aneh.’’ Komandan Bull mengamati jempolnya yang sedang di mainin. Tentara memberi mereka jalan keluar gerbang.
‘’Baik sekarang waktunya.’’ Ucap Chisu kepada seseorang, Chisu adalah anak buah Blue Jack kapten divisi 4, dia memakai vest ff berwarna emas ke orange baju serba hitam dan beberapa pelindung anggota tubuh, memilki rambut mangkok, dan berperawakan barbar tidak suka kalah dan sangat bersemangat, tapi mudah terbawa emosi. Dia sedang meneropong dari atas denga drone nya, dalam semak-semak belakang camp itu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian terlihatlah beberapa mobil jip yang di pimpin oleh mobil tempur Blue Jack. Di dalamnya Marko sedang mengendalikannya bersama marko.
‘’sabar aku dalam perjalanan.’’ Balas marko.
‘’ayo cepatlahhh, kamu ini lama sekali.’’ Chisu yang kegirangan.
‘’bisa kah kamu tenang.’’ Shuan yang sedang melihati tampa teropong.
‘’aku tidak sabar membunuh mereka semua.’’ Chisu yang agak tersenyum gila.
‘’terserah kamu saja, yang terpenting setelah Marko dan Pero menabrak ‘gerbang lalu berperang, kita harus cepat-cepat masuk dan kembali dengan kunci itu. Apa kah kamu paham Chisu,’’ Chisu hanya terdiam senyum tidak sabar melihat mobil tempur Blue Jack menghantam gerbang besi itu. ‘’ehh kenapa aku harus bersama orang ini, apa kamu paham Red Lip.’’ Red Lip sedang make up. ‘’apa kamu paham.’’ Shuan menembak ke atas membuat terkejut Red Lip.
‘’Hahhhh lihat apa yang kamu lakukan, ini semua gara-gara kamu. Haduhh bagaimana menghilangkan ini.’’ Lipstiknya tercoret ke atas sampai dahi.
‘’aku tidak peduli. Boowa apa kamu paham,’’ Shuan membalasnya, Dengan muka datar males. Sedangkan Boowa yang sedang makan keripik kentang dan menyender di pohon, memberikan jempol.
‘’apaaaa,’’ Red Lip mengeluarkan senjatanya, namun Boowa segera menangkap tangannya, lalu menggelengkan kepalanya mengisyaratkan jangan lakukan. ‘’xehh jangan pegang-pegang, baiklah tapi kamu harus meminta maaf.’’ Menutup perutnya dengan lengan.
‘’……….aku tidak peduli.’’ Shuan mengambil teropong Chisu lalu meneropong.
Red Lip mengeluarkan senjatanya, yaitu sebuah cambuk listrik yang sangat panjang. ‘’hahhhh mati kou, eee apa ini Boowa lepaskan atau aku yang akan encambukmu Boowa.’’ Boowa memegang ujung cambuk Red Lip membuatnya tidak bisa melontarkannya.
‘’eee siapa itu,’’ salah satu Pharmy melihat kawanan mobil yang akan masuk ke area mereka. ‘’bukannya tidak ada tamu lagi selain Komandan Bull.’’
‘’aku tidak tahu.’’ Balas temannya menaikan bahunya.
Pharmy itu naik keatas tangga yang berada di samping gerbang lalu di susul beberapa Pharmy yang ikut naik. ‘’mohon untuk tidak memasuki area ini, karena tempat ini adalah camp pelatihan militer, jadi berbeloklah,’’ Gerombolan mobil itu tetap melaju. ‘’aku bilang berbelok atau kami akan menggunakan kekerasan,’’ gerombolan mobil itu tetap maju. ‘’sial itu adalah mobil musuh, cepat nyalakan alrm.’’ Perintah dia ke seorang Pharmy. ‘THEEEOWWW THEEEOWW’ suara alrm terdengar seluruh penjuru area itu. ‘’mari kita lihat sekuat apa kamu.’’ Rintih Pharmy ini.
__ADS_1
Dia mengangkat tangannya ke atas, lalu semua pasukan yang berbaris di sisinya menyiapkan kuda-kuda akan menembak. ‘’TEMBAKKKKK!!’’ menurunkan tangannya, sontak ratusan peluru datang ke arah mereka, ‘TANK TANK TANK’ suara peluru yang tidak bisa menembus mobil tempur Blue Jack, sebelumnya total mobil jip yang mengikuti marko 13, dua di antaranya terjungkan dan meledak, karena terkena runtutan tembakan.
‘’sembunyi de balakang ku.’’ Perintah Marko ke para jip yang mengikutinya, dan memang benar saja seluruh peluru di arahkan ke mobil tempur itu, namun nihil tidak ada pelurur yang bisa menembus. Tapi itu hanya ke sengan sementara, gerbang terbuka dan muncul lah dua tank. Mereka mengarahkan moncongnya ke satu titik, yaitu mobil Tempur Blue Jack. ‘’terget di kunci, hitung mundur penembakan 5 4.’’ Seorang pasukan yang menggerakan tanknya.