AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
SI PALING BLUE JACK


__ADS_3

Diperlihatkan Blue Jack membawa mobil cacingnya itu dan di dampingi banyak mobil jip di belakang samping, Blue Jack mengendarai kendaraan yang cepat di depan. Blue Jack mengambil microphone di dalam mobilnya, lalu berbicara di seluruh radio anak buahnya. ‘’jaga semua jalur pastikan tidak ada polisi yang masuk area. Hehh warnai mereka sekarang!’’


Saat Blue Jack dan para Skull beserta The Warior sampai di depan gedung, ada dua mobil jip. Ehh maaf mobil jeep, baru lihat tadi di google. Tentara yang di lengkapi senjata canggih di atas nya, yaitu berupa dua misil peluncur. Mobil jeep itu menembakan sebuah misil yang mengeluarkan bom asap hijau dari atas mobilnya. ‘THETT DUSHHHHH’ masing-masing dua misil gas yang di tembak masuk kedalam gedung melalui kaca. Dengan cepat gas hijau menyelimuti satu gedung itu, membuat orang-orang hilang kesadaraanya, sedangkan beberapa petugas menggunakan masker gas dan siap menghadapi ancaman yang akan datang.


Lalu 2 orang The Warior yaitu Red lip, Boowa dan Blue Jack menggunakan topeng seperti dokter radiasi nuklir berkaca merah, Blue Jack membawa pistol canggihnya, mereka masuk dengan santai mendaki beberapa anak tangga dan masuk melalui pintu gedung yang di luarnya banyak orang berjatuhan karena tak sempat menghirup udara segar di luar.


Saat di dalam topengnya berfungsi sebagai infra merah yang bisa melihat suhu tubuh dan memberi pernafasan bagi tim Blue Jack. ‘’kalian habisi semua orang yang ada di sini aku akan mengurusi target kita.’’


The Warior mengangguk lalu berdiri di samping Blue Jack, mengeluarkan senjata mereka masing-masing, Boowa mengeraskan tangannya, Red Lip melontarkan cambuknya yang di arili listrik.


Di dalam asap hijau yang pekat. Blue Jack terdiam sebentar lalu dia menembak ke arah depan kanan kiri belakang, membuat The Warior kaget. Ternyata dia sudah di kepung di berbagai arah, tapi sebelum di kepung Blue Jack membunuh mereka semua dengan satu peluru yang headshot.


‘’aaaah, mereka para penjaga.’’ Red Lip merasa terkejut, Mengamati mereka.


‘’Red Lip Boowa bersiaplah.’’ B lue Jack berjalan santay m’enuju lift di depannya. Mucul seorang petugas yang membawa tongkat besi, mengarah ke Blue Jack. Red Lip dengan cepat mencambuk penjaga itu, cambuk nya melilit dirinya.


‘’EEE EEEEEE EEE.’’ Penjaga itu terstrum sampai dia jatuh pingsan.


‘’LINDUNGI LIFT INI, JANGAN SAMPAI MEREKA NAIK KE LANTAI 6.’’ Teriak seorang penjaga yang membuka jalan, untuk prajuritnya.


Di dalam tebalnya asap, Blue Jack melihat banyak orang-orang yang berlari menuju mereka dari samping lift, di antara mereka ada yang memegang pistol. ‘’bunuh mereka semua.’’ Perintah Blue Jack ke anak buahnya.


The Warior maju berlari menuju banyaknya musuh di depan mereka, Red Lip melontarkan cambuknya seperti ular, membuat penjaga mundur menjauh. Mereka menembaki Red Lip dan Boowa. Boowa dengan cepat meninju lantai sampai retak, membuat guncangan dahsyat, ‘DRUKK’ seluruh penjaga yang di depannya oleng. ‘DORRR’ Blue Jack menmebaki mereka semua tepat di kepala mereka, padahal itu dalam keadaan oleng.


Blue Jack tidak terkena efek dari guncangan, entah kenapa. Para penjaga jatuh terkapah, lantai di penuhi oleh darah-darah segar, mereka mengalir hingga menutup jalan. ‘’SIALANNNN.’’ Teriak seorang kapten dari penjaga tadi. ‘’TERKUTUKLAH KALIAN.’’ Dia berdiri di samping penjaga yang memegang bazooka, mereka menjaga pintu lift. ‘’TEMBAKKK!!’’ TERIAK DIA. Penjaga yang memgang bazooka segera menembakan bazookanya. ‘DUSHHHHH DUKKKK’ Boowa berpindah tempat ke depan Blue Jack, dia berkuda-kuda dan menahan misil itu dengan tangan kosong. ‘DUSHHHHH’ ‘’APA DIA MENAHANNYA CEPAT KALIAN PERGI.’’


Boowa menahan misil itu dengan sekuat tenaga, lalu dia memegang pucuknya dan di lemparnya terbalik menuju penembak di awal. ‘DUSHH DUARRR’ misil itu meledak di depan lift, membuat banyak kerusakan dan membunuh banyak penjaga. Saat api mulai menghilang, terlihat di dalam kobara api kecil, seseorang menggunakan armor Pharmy tapi di lengkapi sebuah pelindung besar di kedua lengannya.


‘’hmmm senjata murahan.’’ Sindir Blue Jack. Red Lip maju tanpa perintah, melontarkan cambuknya menuju lehernya. Pharmy menahan serangannya dengan pelindung di lengannya.


Red Lip terus melontarkan cambuknya dengan cepat, dia menyambuk sebuah bongkahan besi besar lalu di hantamkannya ke Pharmy ini. ‘DRUKKKS’ Parmy ini menahan serangan, menyatukan pelindungnya, Red Lip melompat ke atas dengan berputar-putar seperti atlet, mencambuk leher Pharmy. Dia meronta kesakitan karena tersrtum. ''ehhh ahhhhhhh.’’ Pharmy ini menarik cambuknya dengan memegangnya ke belakang, dan di lemparnya berputar, Red Lip terpental, menggelinding lalu bangkit dan menyerang kembali.


Dia berlari lalu melontarkan cambuknya lagi, Parmy ikut maju menahan serangannya dengan dua tameng besar. ‘STUMMMNG STRUMNGG’ Pharmy ini berlari menuju Red Lip, dia melompat maju lalu menarik tangannya untuk memukul. Red Lip maju menyeleding ke bawah, meontarkan lagicambuknya lalu di tangkis lagi. Dia masih menahan serangan Red Lip, dari samping Boowa berlari kencang, melompat dan menghantamkan tinjunya ke Pharmy. Pharmy yang menyadari akaa ada pukulan mendarat, dia menyatukan kedua lengannya dan di sampingkan ke kanan.


‘DUKGGGG DRUS DRUS DRUAS’ Pharmy itu terpantal jauh sampai menggelinding, dan terhantam ke tembok. ‘’eeee… eh.’’ Blue Jack hanya berdiri, meberikan senyum merendah ke Pharmy ini. ‘’tidak akn ku biarkannn!’’ Pharmy itu bangkit, berlari menuju Boowa, meluncurkan tinjuan kanannya. Boowa menghindar ke kiri, membalas tinjuan tadi, tapi segera di tahan dengan tameng kanan yang di kebawahkan.


Tameng itu tertinju sampai penyok dalam, dia terpental sedikit jauh, Pharmy ini segera melompat memberi tinjuan kanan lagi ke muka Boowa, tinjuan itu berhasil mengenainya, Booowa membalas serangan, dia memberi tinju kiri mengarah ke perut. Pharmy ini memutar tangan kirinya lalu menangkis serangan. Dia memberi tinjuan kiri dan menghantamkan tameng kirinya setelah meninju ke kepala Boowa.


Boowa memeluk perut dia lalu di bawa larinya sampai-sampai tembok-tembok di gedung ini, di terobos olehnya. ‘’Red Lip carikan aku kursi, aku ingin menonton pertarungan ini.’’ Seru Blue Jack.


Sementar di luar, lebih tepatnya di dalam mobil tempur Blue Jack. ‘MUSIK YANG SAYA GAK TAHU’ Chisu memakai headsheet menggoyangkan kepalanya, ke bawah ke atas, tapi headsheetnya tidak masuk, sehingga suarannya keluar. ‘’CHISU KECILKAN SUARANYA.’’ Teriak Shuan sambil menutup telingannya.


Boowa terus mendorong sampai tiba di ruangan yang agak luas, di sini Boowa mulai berbicara. ‘’HAHA akhirnya ada lawan yang kuat juga.’’ Boowa sambil mengamati Pharmy ini.


Di dalam lubuk hati Pharmy ini. ‘’sial bagaiman aku bisa selamat dari orang ini, aku harus bisa bertahan.’’ Mereka maju berbarengan, Boowa menarik tangannya, di tinju dia ke tameng Pharmy ini. Di menahan sambil berputar sehingga Boowa terdorong oleh majuannya sendiri. Pharmy segera meluncurkan tinjunya, mengarah ke kepala. Di hantamkannya tamengnya, ‘PANGGG’ Boowa membalas dengan tinjuan ke muka, tapi di hindarnya Pharmy ke kanan. Dia memberi tinjuan ke dagunya.


Boowa segera menarik pundak Pharmy dan menghantamkan kepalanya. Pharmy teler dan jatuh ke lantai, Bowa segera melompat ke atas Pharmy ini. Mengeraskan tangannya dan di hantamkannya berbribu-ribu tinjuan. ‘DUK DUK DUK DUK DUK’ gedung pun sampai bergerak, Skull-Skull yang melihat dari luar terkejut dan menunjuknya. Boowa tetap meninju sampai membuat retakan tanah, dan mulai mendelep ke bawah, membuat lobang besar.


‘’HUHH HUHH HUHH.’’ Boowa naik ke atas dan melangkah ke Blue Jack. Pharmy itu tidak terlihat karena dalamnya lubang oleh tinjuan Boowa.


Boowa berdiri di depan Blue Jack. ‘’kerja bagus, ayo kita lanjutkan.’’ Blue Jack berdiri dari kusinya lalu menaiki lift tadi. Di lantai yang ke enam 6, mereka keluar, dari liftnya, dannn terlihat banyak Penjaga yang menunggu mereka. ‘’Boowa Red Lip beristirahatlah, bia aku yang berdiri sekarang.’’ Boowa dan Red Lip mundur dari pertempuran, dan mengamati Blue Jack yang maju sendiri.


Blue Jack berjalan sendirian ke depan dengan santay, membuat semua penjaga mundur dan menyiapkan senjata mereka. ‘’menyerahlah atau kami tembak!!’’ seorang Pharmy berteriak.


Blue Jack menunduk, mebuat kegelapan menyelimuti matanya. ‘’hehh harusnya aku yang berbicara seperti itu.’’ ‘DUSHH’ Blue Jack berlari dengan cepat, menuju puluhan penjaga di depan dia.


‘’TEMBAKKK TEMBAKK.’’ Teriak seorang Penjaga. ‘DORR DOR DOR’ puluhan peluru terbang menuju Blue Jack. Blue Jack dengan mudahnya menghindari setiap peluru. Slowmoooo. Dia melompat salto terbang dan apalah itu. Sebuah peluru terbang di depan matanya, Blue Jack tersenyum meluruskan tangannya dalam tahap terbang menghindari peluru. ‘DORRR DORRR’ setiap peluru yang di tembak, headshot tepat di kepala.


‘’hahhh keluarkan aku, keluarkan akuuu.’’ Seorang penjaga, meminta untuk membuka lift di belakangnya.


‘’dia menembak banyak pasukan tepat di kepalanya, keluarkan kami dari sini.’’ Teriak seorang penjaga dari belakang.


‘DOR DOR DOR’ Blue Jack maju dengan cepat, campuran yang sempurna antara parkour dan apalah itu banyak banget. Dalam hitungan menit seluruh pasukan hanya tertinggal satu di pojok, yaitu yang ingin keluar tadi. Blue Jack berhenti sejenak, setelah membunuh hampir 99% penjaga. Dia melihati semua mayat yang berlobang kepalanya. ‘’hehh…hah masih tersisa satu.’’ Blue Jack berjalan, melangkah demi langkah menuju Penjaga yang jongkok di pojok samping lift.


Penjaga ini berkeringat, sampai-sampai dia asma ketakutan. ‘’haaas haaas has.’’


Blue Jack menyimpan tangannya si belakang di punggung, lalu memajukan mukanya ke bawah. ‘’haloooo, halooo. Kamu sangat ketakutan, baiklah ku beri kamu ke enakan, beri tahu aku di mana orang yang bernama Dobs, dan aku akan membiarkanmu. Aku akan menunggumu.’’ Blue Jack menatapi Penjaga ini dengan senyum iblisnya.

__ADS_1


Sontak dia terdiam dan teringat kata-kata kaptennya. ‘’APAPUN YANG TERJADI, JANGAN BERI TAHU MUSUH, JANGAN BIARKAN MUSUH MEMBERI MU KESEMPATAN HIDUP, MATILAH DENGAN HORMAT.’’ Sekejap bibrnya menjadi putih, serta muka yang memucat. Tanpa sengaja matanya mengarah ke sebuah pintu besi di sampingnya.


‘’ohhh jadi di sana yaa, terima kasih atas info nya yaaa.’’ Blue Jack memberi senyum dan pergi dari tempat itu.


Penjaga ini melihat ke arah Blue Jack yang akan pergi. Di melompat dan mengkap kaki kanan Blue Jack. ‘’STOPP BERHENTI,’’ Blue Jack melihat ke arah Penjaga ini. ‘’jangan melangkah lagi.’’


‘’hehh, ku hargai pengabdianmu, tapiii.’’ Boowa sedang duduk dan di luruskan kakinya.


‘’HUHHH HUU HUU Boowaaa kenapa kamu tidak menangis.’’ Red Lip mengusap air mata denga tisu, sedangkan Boowa hanya diam melihati partner nya. ‘DORRRRR’ ‘’hehhh HUUU HUU.’’ Red Lip tidak kuasa menangis dan Boowa hanya melihatinya.


Blue Jack menghampiri anak buahnya. ‘’ada apa dengan mu, Red Lip?’’


‘’eee tidak ada.’’ Red Lip langsung menghapus air matanya.


‘’ayoo kita selesaikan misi ini.’’ Bala Blue Jack. Mereka berjalan menuju pintu besi tadi, dengan melewati mayat-mayat di depan mereka. Blue Jack melihat ke pintu yang di beri sandi. ‘’hmm Red Lip, beri tahu Chisu untuk membuka pintu ini.’’


‘’tapi kenapa kita tidak minta Boowa untuk meninjunya?’’ tanya balik Red Lip.


‘’kita harus sopan ke tuan rumah.’’ Blue Jack tersenyum ke pintu.


‘THETTT THEEETT’ Shuan yang lagi menutup telinganya, melihat hp Chisu yang berdering. ‘’CHISU, CHISU!,’’ Chisu masih bergoyang ala rock. ‘’CHISUUUUUEEE.’’ Chisu melompat kaget sampai kepalanya menghantam atap mobil.


‘DUKK’ mematikan lagunya. ‘’hahh ada apa,’’ Shuan melepas tangannya dari telinga dan menunjuk ke hp Chisu yang bordering. Mengangkat hpnya. ‘’yaaa ada apa Red Lip.’’


Red Lip menutup hpnya. Dan tidak lama ke mudian pintu besi pun mulai terbuka, perlahan-lahan pintu akan terbuka, saat sudah terlihat agak dalam. Blue Jack melotot kaget melihat seseorang sedang berdiri di dekat kaca dan memegang sebuah bazooka. ‘’HEYYYYY.’’


‘DUSHHHH DEKRRR’ Boowa langsung belari ke depan dan menahan bazooka itu. ‘’hehh kamu aku bodoh, rasakan ini.’’ ‘DORRR’ Dobs menembak satu peluru yang mengenai misil yang di tahan. ‘DUARRRRR’ seluruh kaca di ruangan itu hancur. Terlihat juga dari luar ledakan besar, mebuat seluruh Skull terkejut.


‘HIANGG HINGG’ sebuah suara aneh keluar dari balik asap tempat Blue Jack, ternyata mereka sedang berlindung di balik pelindung listrik, Red Lip memegangnya . bendanya seperti kubus kotak dan di atasnya terdapat lubang yang mengeluarkan cahay biru. ‘’wahhh wahhh sepertinya dia masih menggunakan senjata kuno itu.’’ Blue Jack melihat sebuah bola biru raksasa seperti bola es, di depannya. Yaa bisa di bilang itu pelindung yang di buat oleh Dobs.


‘’kerja bagus Red Lip, kamu cepat tanggap yaa.’’ Red Lip mematikan pelindungnya. Blue Jack menghampiri pelindung itu dengan perlahan, melangkahi tempat bekas ledakan. ‘DOR DOR DOR DOR DOR DOR’ Blue Jack terus menembaki pelindung es itu, sampai terbentuk bulatan. Blue Jack menendang bulatan itu, terlihat Dobs yang sedang memegangi kepalanya. ‘’kesiann.’’ Blue Jack mencekik Dobs dan menariknya keluar, lalu menempelkannya di tembok.


‘’terkutuklah kou Blue Jack.’’ Ucap dia sambil menahan sakitnya di cekik.



Bule Jack membalasnya dengan senyuman, ‘’aku sudah tekutuk dari awal. Boowa bawakan bendanya.’’ Red Lip mengambil sebuah benda di tas yang dia bawa, lalu memberikannya ke pada Boowa, Boowa melangkah ke Blue Jack.


‘’sampai jumpa semoga kamu tidak mati dengan cepat.’’ Blue Jack pergi dari tempat itu dan di susul The warior. Di luar sedang ada peperangan oleh Agen class C 3 2 1, Blue Jack turun tangga dengan perlahan, di backgroundkan dengan gedung yang di penuhi asap hijau. Agent-Agent melihat Blue Jack sudah seperti mahluk buas yang datang perlahan. Mereka memutuskan untuk kabur, tapi ada ke sombongan yang menyelimuti hati mereka, untuk mengalahkan Blue Jack.


Total para Agent ada 3 diantaranya yaitu, satu Snipe, dua Hack, tiga Book. Kok namannya aneh semua. Mereka melakukan perang dengan para Skull, sedangkan Agent ini bersembunyi dari rentetan mobil yang bertabrakan paling belakang.


‘’itu Blue Jack.’’ Teriak Snipe ke temannya.


‘’di mana dia.’’ Book malah mencari orangnya.


‘’Snipe aku ada ide, aku akan tumpahkan air di area Blue Jack dengan drone ku, dan kou tembak kabel listrik itu.’’ Hack memberi usulan.


‘’berisik.’’ Snipe tidak panjang omong, dia langsung me reloud snipernya, lalu mengarahkan ke kepala Blue Jack. Blue Jack sedang turundari tangga perlahan dan masih memakai topeng penghirupnya.


‘’Snipe tunggu dulu aku belum mulai.’’ Hack berteriak ingin menepuk pundak Snipe.


‘STUFSSSSSS STONKKK’ Blue Jack sudah dalam posisi mengeker, dan peluru sniper yang di tembakan mengadu dengan peluru Blue Jack. Membuat seluruh Agent terkejut.


‘’sudah kubilang jangan.’’ Snipe yang marah.


‘’apa..apa ap tadi.’’ Snipe dengan penuh kejutan dan ketakutan.


‘’cepat pakai rencana Hack, mungkin itu berhasil.’’ Seru Book.


Snipe mereloud lagi snipernya. ‘’oke 3 2 1sekarang.’’ ‘STUFSHHHH’ peluru yang di tembak mengenai kabel listrik di atas Blue Jack. Dengan sigap Red Lip segera melontarkan cambuknya yang mengairi listrik. ‘TREHTTTREHT’ arus listrik dari cambuk dan kabel mengadu membuat cahaya kilat biru.


Saat drone di terbangkan menuju Blue Jack. Hack dan rekannya bergembira kalau mereka akan mengalahkan Blue Jack. ‘’heh kalian terlalu meremehkanku.’’ Blue Jack menembak kabel yang jatuh tadi dengan teknologi pistolnya, ‘DORRR’ peluru yang terbang membuat arus llistrik mengalir ke dalamnya dan tertembak ke mobil tempat para Agent bersembunyi.


‘DUARRRRR’ sebuah ledakan besar terjadi di tempat para Agent itu bersembunyi. ‘DUARRR DUARRR’ ledakan itu merembet ke mobil yang berdekatan dengan ledakan. ‘’ahhhh.’’ Hack dengan kesulitan, dia buru-buru menekan tombol di remote drone nya. ‘THET THET the’ ‘’ada apa ini, drone ku tidak berfungsi sama sekali.’’ Hack yang bersembunyi di balik ledakan.


‘’yanggg benar saja, sini ku lihat,’’ Book mengambil remotenya, pelan-pelan dia selidiki dan di amatinya. Kalau drone Hack telah di Hack. Hokum alam apa itu. ‘’drone mu telah di Hack!!’’

__ADS_1


‘’apaaaa.’’ Hack tidak kedengaran karena suara ledakan.


‘’drone mu di HACKKKKK.’’ Book berusaha memberi tahu.


‘’haaaaa tidakk.’’ Hack menangis.


‘’ahaha mereka begitu bodoh mereka kira aku tidak bisa menghack benda rendahan itu.’’ Di balik orang yang menghack drone itu adalah Chisu. Drone Hack berbentuk segititga dengan tiga lubang di setiap pucuk untuk terbang, remotnya sebuah koper, jika di buka akan ada tombol-tombol.


‘’hahh awas listrtiknya mengalir jangan sentuhnya mobilnya. Hah drone mu kesini gawat lari.’’ drone yang di hack menembaki mereka dengan misil, sedang Agent muda ini terus berlari di banyaknya mobil yang bertabrakan, runtutan mobil itu seperti puzzle, membuat mereka harus mencari jalan keluar yang sulit. Karena misil yang di tembakan, mobil di area mereka meledak, ‘DUARR DUARR’ membuat para Agent Class C itu harus terpental karena ledakan.


‘’kalian larilah, lihat di situ ada sebuah motor gunakanlah.’’ Ujar Snipe dengan merasa rishi karena kalah telak.


‘’tapi bagaimana dengan kamu.’’ Balas Book yang peduli.


‘’tidak kou harus ikut!!.’’ Bentak Hack.


‘’jika aku ikut malah kita semua yang akan mati.’’ Snipe mengambil senjatanya dari Book dan menembak drone tadi ’DUSHHH BOMMM’, dan membuatnya hancur.


‘’tidak kita harus melawan dia.’’ Book yang masih tetap berdiri mengajak teman-temannya.


‘’ehhhh.’’ Hack yang merasa ragu.


‘’kamu ikut tidak.’’ Balas Book menanyakan lagi.


‘’eehhhhhhh ehhhee.’’ Muka ketakutan terukir di wajah Hack.


‘’WOYYY!’’ Teriak Book menyadarkan Hack.


‘’iya aku ikut.’’ Jawab Hack dengan ketakutan.


‘’baguslah.’’


Mereka keluar dari tempat persembunyiannya, membuat Blue Jack senang dan melepas maskernya. mereka keluar dengan slowmo di iringi ledakan d mobil di belakang mereka, saat mereka keluar Blue Jack menahan serangan dari anak buahnya dan dia maju sendirian, para Agent sudah siap posisi, Blue Jack datang dan membuka topengnya lalu dia tersenyum.


Hack langsung menembaknya dengan pitol standar, namun Blue Jack hanya memiringkan badannya ke kanan, peluru yang di arahkan itu mengenai salah satu Skull dia terjatuh dan berdiri lagi, membuat Skull yang di sampingnya bertanya dengan bahasa isyarat. ‘’bagaimana kamu bisa hidup.’’


‘’aku tidak tahu.’’


Dan saat memiringkan badan, Blue Jack membalaskan tembakannya dan mengenai kaki Hack, tepat di pahanya. ‘’HAAAAA. Ehh.’’ Karena itu Hack hanya terus menembaki sampai pelurunya habis, Blue Jack hanya memiringkan kepalnya, badan, menarik kepalanya ke belakang. Tapi tidak ada satupun peluru yang mengenai dirinya. Snipe membantu menembaki, karena dari awal dia mencari moment yang tepat.


Saat Blue Jack menghindar dia langsung menembak, Blue Jack yang sedang masa berpindah melihat peluru itu di depan mukanya, tapi dia bisa menghindari lagi dengan putaran samping yang cepat. Book sambil menembak berbicara ke Hack. ‘’Hack pergi dari sini panggil bantuan dengan motor itu.’’ Hack mengangguk dan menurut lalu pergi sembari pincang.


‘’mana mungkin manusia biasa, bisa menghindari peluru yang sudah di depan mata. Pasti sudah tertembak tapi dia masih menghindarinya mahluk apa dia ini.’’ ujar Snipe dengan amarah menembaki Blue Jack.


Book dan snipe berusaha menembaki, namun Blue Jack senantiasa menghindari sampai akhirnya, Blue Jack menembak tangki mobil di kanan Snipe, Book yang tahu itu langsung menarik Snipe, ’DUAARRRR’ Cahaya kuning menyelimuti mata Blue Jack. Karena ledakan itu membuat mereka berdua senyap pendengarannya sementara, lalu Blue Jack menghampiri mereka dengan berjalan dan mereloud pelurunya. ‘’wahhhh Boss sangat keren sekali, Shuan apa aku bisa seperti dia.’’ Chisu yang terkagum-kagum melihat di rekaman video, sedangkan Shuan hanya focus mengamati. Snipe menembak lagi, Blue Jack hanya menghindarkan kepalanya ke kanan dan peluru itu melesat jauh. Blue Jack dengan santainya menembak 1 kali, Membuat peluru itu terbang masuk ke dalam senjata Snipe.


‘’buang itu.’’ Book segera menendang sniper Snipe. ‘DRUKSSS’ senjata Snipe hancur, dan meledak rusak.


Saat Blue Jack sudah menodongkan pistolnya di ’TARANG’ [dahi] di antar mereka berdua, dia ingin menembak kepala Book dulu. ’krek krek krek’ ‘’wahh pelurunya habis tunggu sebentar.’’Blue Jack menekan tombol di pistol nya dan tidak lama, terbanglah satu slot peluru dan langsung merealod sendiri tanpa harus di Tarik. ‘’ soooo ANY LAST WORD,’’ saat Blue Jack akan menarik pelatuknya, terdengarlah suara sirene mobil polisi yang banyak dan di belakangnya terdapat dua helicopter.


‘’BLUE JACK KOU TIDAK BISA KABUR MENYERAH ATAU KAMI AKAN MEMBANTAI KALIAN.’’ Suara seorang polisi dengan pengeras suara, Blue Jack yang tadinya ingin menembak tidak jadi, dan memilih untuk pergi dari situ.


‘’kou bisa menghirup udara hari ini,’’ ucap Blue Jack sembari balasan senyuman yang amat jahat. Blue Jack kabur dengan pasukannya meninggalkan tempat itu, lalu datang lah polisi menanyakan keadaan mereka.


‘’bagaimana kabarmu apakah ada korban.’’ Tanya polisi dengan muka yang khawatir.


Tidak lama dari itu datanglah Komandan Bull dan Pharmy. ‘’maaf kami terlambat.’’ Ucap Komandan Bull yang telah keluar dari mobilnya dan datang terengas-*****.


‘’aku dan timku baik-baik saja tapi tidak tahu di dalam gedung itu, kami kebetulan lewat saja untuk misi, tapi aku melihat asap hijau kukira itu tanda pertolongan tapi ternyata bukan.’’ Book menjelaskan dengan penuh kelelahan.


lalu keluarlah Dobs dari gedung yang masih di penuhi asap hijau. ‘’Dobs bagaimana apakah ada orang hidup?’’ tapi Dobs hanya menggelengkan kepalanya dan menunduk lemas.


‘’Bull asap itu beracun, hanya aku yang di dalam gedung itu membawa masker ini serta seluruh pasukan.’’ Dobs menunjukan maskernya dengan tangan kanannya.


‘’lalu bagaimana dengan pasukannya?’’ Tanya lagi Komandan Bull mengharapkan sebuah kehidupan. Dobs menghampiri Komandan Bull lalu berbisik di telinganya.


‘’hanya aku saja yang berhasil keluar.’’ Dobs berjalan menuju mobil Pharmy.

__ADS_1


Koamandan Bull terjatuh dengan lututnya dan menangis, melihat kenyataan seluruh orang dalam gedung itu mati. ‘’ini semua salahku jika saja aku tidak melakukan itu dulu, ini semua salah ku maafkan aku Dobs.’’ Ucap Komandan Bull dengan penyesalan berat.


Dobs melirik ke belakang. ‘’kou tidak salah Bull, aku yang salah seharusnya tidak tertiupu saat itu.’’ Jawab Dobs dengan lemas. tragedy itu menewaskan 85 orang. dan tragedi ini di sebut dengan tragedy GRENN SMOKE.


__ADS_2