AGENT HERO BLUE JACK MISSION

AGENT HERO BLUE JACK MISSION
LANJUT PART 2 TEST SIALANNYA


__ADS_3

Selanjutnya di tes kedua, yaitu kekuatan dengan cara Tarik Tambang 5 vs 5, di karenakan tim Zero hanya ada 4 dan si kacamata ikut dengan tim Zero. Saat mereka sedang istirahat, di kursi yang di samping jalan jogging, datanglah si kacamata itu dan menyapa mereka, ‘’halo perkenalkan namaku Fred, hmmm hah pasti kamu Zero.’’ Fred datang karena tahu Zero kekurangan orang.


‘’kok tau yaa ada apa.’’ bisik Zero dalam hatinya. ‘‘hmmmm kek gak bener anak ini.’’


‘‘tidak apa-apa aku hanya ingin berkenalan dengan kalian.’’ Lalu semua orang memperkenalkan diri mereka masing-masing. Balas dia.


‘’kamu kan yang tadi ngikutin kita di belakang?’’ Ucap Navy mengingat.


‘’hehe iya bener, karena kalian aku ke peringkat ke lima. Ehh Zero kalau boleh tahu kamu jago mtk kah.’’ Tanya Fred.


‘’wihhh jangan tanya hebat banget, sekelas einstain pun kalah.’’ Beast menyindir sambil menahan tawa, Zero sinis sebentar. Navy Techno berusaha menahan tawa.


‘’ehhhh gimana yaa gak bodoh si Cuma gak bisa.’’ Jawab Zero dengan gagah berani.


‘’yang benar biasanya orang cerdik pandai mtk.’’ ucap Fred tidak percaya.


‘‘ohh berarti.’’ Zero merasa bangga.


‘’jangan kamu menghalu.’’ sindir Beast sertaTechno dan Navy tertawa.


‘’ohya habis ini test apa.’’ Tanya Zero.


‘’Tarik tambang.’’ Jawab Fred dengan serius.


‘’gimana ni Zer lihat musuh tu,’’ Zero melihat ke arah musuh yang sedang berpose kekar seperti JOJO. ‘’kalah kitamah.’’ Navy sudah putus asa.


‘‘EEEEW pasti di suntik itu, hmmmmmm oke coba ku fikir dulu.’’ Zero mengerutkan dahinya menutup mata, dan menunjuk kepalanya dengan kedua telunjuknya.


‘’iri bilang Ro.’’ sindir Beast.


Techno merangkul Zero, berusaha menenagkan sebagai sahabat, katanya. ‘’hmmm uhuk, tenang aja kita kuat kita pasti menang.’’ Zero sinis.


‘PRITTTTTT’ suara Pak Yoso meniup peliut untuk test kedua, di sini Zero dan timnya mendapat kesempatan menjadi final boss. ber jam-jam mereka menunggu akhirnya giliran mereka pun tiba, semua orang telah di tempat masing-masing. Tim lawan meremehkan tim Zero, dengan megembalikan jempolnya. Saat akan di mulai Zero sempat menghampiri dan memohon ke musuhnya. ‘‘eeebang…sessss abang ini kan kuat yang lagi kekar. Aku boleh pinta permintaan tidak sebelum kami kalah.’’ Zero tersenyum lebar dan berlutut.


Pemimpin tim musuh adalah orang bernama Edi, memiliki sifat seperti seorang raja yang ingin popularitas, pasti semua permintaanya akan di turuti itu, ‘’hooho jadi kalian sudah mengakui kekalahan kalian, hmmm bagus-bagus jadi apa itu.’’ memberikan muka sok jantan ke Zero, Zero hanya sinis melihatnya tapi cepat berubah jadi senyum.


‘‘bang di timmu kan pada kekar sedang kan di tim ku itu lemah, ada orang bodoh tapi sok bener,’’ Beast sinis. ‘’kurus, tidak di anggap’’ Techno jatuh dengan jantungnya yang sakit karena mendengar itu. ‘’kerdil,’’ Navy tidak merasa jadi dia hanya diam, lalu Beast Techno melihatinya dengan sinis. ‘‘HEHHHH KENAPA.’’ Kaget dia.


‘’Begitulah aku minta sesuaatu yang saaaaangat sederhana oke, beri kami 2 menit untuk latihan pernafasan oke.’’ Zero tersenyum lebar.


Anak buah Edi merasa ada yang tidak beres dan bebisik ke bossnya. ‘‘Boss aku tidak percaya sepertinya dia punya rencana basi.’’ dengan nada rendah dia memberi tahu.


‘’baiklah silahkan.’’ Jawab Edi sungkan, membuat anak buahnya sakit hati karena tidak di dengarkan.


Setelah itu Zero menghampiri, ke datangannya di sambut ramah malah dia sendiri yang balas menghampiri Zero, Zero sinis, Zero pergi sebentar, membuat Komandan Bull dan seisi stadion mengamatinya. Setelah datang, ternyata Zero membawa sebuah buku. Semua orang bingung dengan ulah orang ini, Zero menghampiri Pak Yoso, membulatkan bukunya seperti teropong lalu menempelkan nya, di telinga Pak Yoso. Pak Yoso dan berbisik di telinganya.


‘’hahahah di kira ngapain.’’ Techno tertawa.


Komandan Bull memijat dahinya. Setelah selesai Zero kembali dan memulai pernafasan nya, menutup mata bersila dan menaruh tangannya di paha. Fred menghitung detik menit di jam tangannya, ‘’Zero sudah satu menit.’’ Fred meresa grogi.


‘‘baiklah.’’ Zero membuka matanya lalu tersenyum lebar sambil bernafas.


‘‘huuuhahhauauhuahuhuah.’’ perlahan Zero mundur dan saat kembali dia membawa mobil golf yang dia lihat sebelumnya, semua orang kaget, Edi ingin menarik talinya namun di tahan oleh Pak Yoso. ‘’belum dua menit.’’ Katanya.


lalu Zero mengkaitkan talinya di pengait, ‘PRITTTTTT’ saat waktu habis dia langsung tancap gas, Edi dan timnya yang menahan tidak sanggup, sehinga mereka ikut terseret oleh mobil yang Zero bawa keliling stadion. Dan test ini di menangkan oleh tim Zero.


hasilnya pun di bacakan oleh Jeremy lagi. dan kawan-kawan serta Zero berada di peringkat teratas mereka semua senang.


‘’BAIKLAH ANAK-ANAK SELAMAT KALIAN TELAH MENYELASAIKAN TEST,’’ semua orang bersorak. ‘’TAPI INI BELUM SEMUANYA.’’ Pak Yoso tersenyum, membuat semua orang heran.


‘’mau apa lagi ini orang.’’ Zero berbicara di hatinya.


Tiba-tiba satu persatu orang jatuh pingsan, ‘’hehhh kenapa ini.’’ Zero kebingungan.


‘’haduh kok kepala ku pusing.’’Zero menangkap Navy. Beast juga pingsan namun langsung jatuh karena tidak ada yang menompang. ‘DUKK’ Zero melotot


‘’eee bukan salah ku, weee Navy-Navy kenapa,’’ Zero melihat sekeliling, semua orang jatuh pingsan dan ada yang bertahan namun seperti mabok yaitu Edi.


Dari semua orang yang pingsan, hanya Zero Fred dan Edi yang masih tegak berdiri kecuali Edi. Zero masih kebingungan, melihati sekeliling orang pingsan, Techno pingsan dengan stay cool. Menutup dadanya dengan legan dan tidur menghadap ke atas, ‘’eeeee kenapa anak ini.’’


‘’SEKARANG ADALAH TEST BONUS, HMM NAMPAKNYA KALIAN YANG SATU-SATUNYA TIDAK MEMAKAN LAUK DAPUR,’’ Zero tersadarkan, dia bersujud karena hanya makan nasi. ‘’NAMPAKNYA KAMU BERUNTUNG LAGI ZERO, BAIK JADI, TEST NYA ADALAH MENDAPATKAN PARFUME INI,’’ Pak Yoso melihatkan parfume nya. ‘’PARFUME INI ADALAH VAKSIN UNTUK MEREKA BANGUN, JADI JIKA MEREKA TIDAK BANGUN DALAM WAKTU,’’ tiba-tiba muncul sebuah layar raksasa di depan kursi penonton, lebih tepatnya di belakang Komandan Bull dan Bu Yosi, memperlihatkan waktu 6 menit. ‘’6 MENIT MAKA, KOMANDAN BULL AKAN MENGAKTIFKAN TOMBOL YANG DIA PEGANG, PERATURANNYA CUKUP MUDAH, KALAHKAN DIRIKU DAN SEMBUHKAN MEREKA, OKE. BAIK TES AKAN DI MULAI DALAM 3…2…1.’’


Pak Yoso memulai Test ini dengan melempar parfumenya ke atas, membuat musuh menjadi panik. ‘’Fred kamu incar parfumenya. Aku dan Edi lawan the yosro oke.’’ Fred mengangguk iya.


Mereka berlari menuju Pak Yoso kecuali Edi yang berjalan sekoyongan.


Pak Yoso berlari menuju mereka, dia mulai dengan tendangan lompat tajam, Zero menepi ke kiri samping, Zero mengambil lutut Pak Yoso, namun Pak Yoso menarik kepala Zero membenturkannya ke lutut, setelah terlepas Pak Yoso memberi tinju membelok ke arah Zero, Zero menangkisnya dengan tangan kiri, memutar. Pak Yoso terpuatar, tapi dia berputar mengikuti putaran Zero, lalu meluncurkan tinju kanannya ke perut Zero.


Zero menghindar ke arah kiri, menarik tangan Pak Yoso, mengadukan lengannya dengan pergelangan pundak Pak Yoso, membuatnya ke sakitan. Pak Yoso membalasnya dengan tendangan belakang kiri.


Zero terpental ke belakang, Pak Yoso mengejarnya.


Pindah ke Fred, Fred berusaha mengambil parfume itu, perhitungan sudah tepat, Fred hanya perlu diam dan tinggal menangkap parfume itu dari bawah. ’DUKK’ suara parfum jatuh ke tangan Fred. Di saat Fred sudah senang Zero berteriak di belakangnya. ‘’FREDDDDD.’’


‘’HUEHHHHH.’’ Slowmo Fred tertendang oleh Pak Yoso dari samping. Parfume itu terpental ke kepala Edi ‘BUKK’ Edi memalingkan kepalanya kebelakang, mencari apa yang menghantam kepalanya dengan muka beler prnuh dosa. ‘’woyyyy CEPAT SEMPROTKAN PARFUME ITU.’’ Teriak Zero dari arah kejahuan. Pak Yoso berlari menuju arah Edi, tapi Zero menahannya.


‘’hehh kamu masih tangguhya, waktu tersisa 3 menit lagi, lihat tuh.’’ Zero melihat ke arah jam layar tadi. Tapi itu hanyalah sebuah tipuan dari Pak Yoso. Nah di sini Pak Yoso mengulti Zero. Dia melancarkan satu pukulan ke perut lalu pipi kiri, leher, dada, uluh hati, tulang rusuk, paru-paru, terus-terus mengulang dengan cepat. Dan yang terakhir tendangan tajam ke depan menuju uluh hati Zero. Zero terpental jauh, menahan seluruh rasa sakit di tubuhnya, dan terbaring.


‘’anak itu akan mati. Sejauh ini aku tidak pernah melihat orang yang bertahan hidup, setelah terkena juru saudaraku.’’ Ucap Bu Yosi. Membuat Komandan Bull terkejut.


‘’cehhh kamu meremehkan orang yang lebih tua darimu.’’ Edi yang masih dalam keadaan beler ternyata sudah menyemprotkan semua orang, sekarang hanya tingal menunggu mereka pulih.


‘’BERANINYA KOU.’’ Tedengar suara yang berbeda, suara rendah yang di penuhi amarah. Pak Yoso berhenti melangkah, saat dia memalingkan wajahnya pelan-pelan ke balakang. Dia kaget bukan main, melihat Zero yang masih berdiri bungku. Dengan wajah agak memar dan sedikit cipratan darah, Zero mengusapnya.


‘’bagaimana bisa, padahal aku sudah mengincar seluruh titik fitalnya’’ Pak Yoso mulai waspada.


‘’SIALLLLLLL.’’ ‘KREK KRE’ suara Zero mengecangkan giginya. Fred ternyata pingsan karena satu tendangan saja, sedangkan Edi sudah mati alias pingsan karena tidak tahan. Zero mengeraskan jari-jarinya seperti harimau. ‘’huhhh..huhhhh.’’ Zero tiba-tiba berlari kencang menuju Pak Yosos, membuatnya tidak siap. Zero melompat tinggi, gak terlalu tinggi amat, Pak Yoso melancarkan tendangan ke atas mengincar perut Zero.


Zero mencengkramnya, sembari turun membalas serangan tadi dengan satu pukulan kanan mengincar muka Pak Yoso. Pukulan Zero sudah di depan mata Pak Yoso, Pak Yoso tidak bisa melihat gerakan secepat itu namun. ‘THETTTTT’ suara alrm menghentikan pertarungannya, dan Zero masih dalam keadaan diam mematung, mengarahkan tinjunya ke muka Pak Yoso. Pak Yoso terdiam menelan ludahnya. Zero tersenyum lebar, mata melotot, entah apa yang merasuki saya, Zero melihat ke bawah, di lihatnya tangan Pak Yoso yang bergetar, tiba-tiba dia tersadar lalu mengicapkan matanya berkali, melepas cengkramannya lalu mengusap mukannya.


‘’ehhhhhh wihh udah selesai haduh gimana ini,’’ Zero berbicara seakan lupa apa yang tejadi. ‘’haduhh o sakitini dagu.’’ Zero terheran-heran merasakan seluruh tubuhnya sakit.


Pak Yoso hanya terdiam, sementara Komandan Bull dan Bu Yosi hanya melongo. ‘’kenapa anak itu.’’ Komandan Bull terheran sinis. Di waktu keheranan masih merajai.


‘’ehhh kok pusing.’’ Navy terbangun dari pingsannya di susul orang-orang di sekitarnya.


Pak Yoso menjaga jarak dari Zero. ‘’ehhh.’’ Zero malah lebih menjauh.


‘’hehhhmm ehh baiklah anak-anak, tadi kalian baru saja melewati test bonus di test kedua ini, jadi selamat untuk pencapain kalian.’’ Pak Yoso agak terbata-bata. Semua orang ingin bertepuk tangan tapi tak bisa, jadi hanya Zero yang bertepuk tangan di kejahuan.


‘’apa lagi yang dia lakukan.’’ Komandan Bull tambah heran.


‘’beristirahatlah untuk test di esokan hari, yaitu test ke pintaran dan kecerdikan. Test terakhir untuk menentukan kalian pantas atau tidak menjadi seorang Agent.’’ Pak Yoso pergi dari sana dengan tangan bergemetar.


‘’huhh memang apa yang terjadi.’’


‘’aku tidak tahu.’’


‘’memang testnya di mimpi.’'


‘’haduhh sakit sekali kepala ku.’’ Semua orang masih bingung sebenarnya apa yang terjadi. Mereka pun pergi di tuntun oleh Pharmy ke ruang kesehatan. Dan menyiapkan untuk test terakhir besok.


Salah seorang dokter mengecek Zero dengan kasar. ‘’hehh sakit, hauhh..ee jangan itu.. e….’’ karena Zero terlalu banyak tingkah dokter keluar dari ruangan sebentar, ‘’huhh selesai juga,’’ saat Zero masih memegangi dadanya yang masih sakit, tiba-tiba sebuah surat keluar dari celah bawah kecil pintu. Zero turun dari ranjang dokter. ‘’eeee apa itu..ahhhh.’’ ‘BRUKKK’ Zero terjatuh dari ranjangnya. ‘’hmm apa ini.’’ Tidak lama, setelah mengamati dan memasukannya ke kantong. Munculah beberapa kaki yang akan masuk ke ruangan Zero, di kiranya kawannya tapi, SALAHHH. Yang ada masuklah 6 dokter ke ruangannya. Terlihat dari luar ruangan Navy Beast dan Techno yang sudah di obati.


‘’AAAAAAAAAAA.’’ Terdengar teriakan Zero dari dalam, membuat mereka terkejut.


Di dalam ruangan Agent baru, kawan Zero sudah menunggu. ‘’hmm mana Zero tumben itu anak gak mati duluan.’’ Beast kangen Zero.


‘’gak tahu bukannya tadi suara Zero.’’ Balas Techno sambil meminum kopi.


‘’tadi kita pingsan yaa.’’ Navy masih terbayang-bayang.


‘’tidak tahu.’’ Jawab Techno.


‘’ahhhhh haaaaa haaaa.’’ Terdengar suara rintik Zero kesedihan di luar pintu.


Pintu terbuka, memprlihatkan seorang yang berjalan bungkuk terselimuti kain-kain di sekujur tubuhnya. Yaaa dia adalah Zero. Zero masuk dengan jalan terpincang-pincang. Semua orang yang melihatnya terkejut bukan main, ada yang makan pisang tapi malah kulitnya yang di makan, ada yang datang ke tongkrongan awalnya ingin bertepuk tangan malah menampar. Dan ada juga yang akan tertawa tapi di tahan.


‘’gak usah sadis juga melihat akunya.’’ Zero berbisik di hatinya.


‘’hahhahahha,’’ Beast tertawa besar, memberi Zero tempat untuk duduk di sampingnya.


‘’hahah kenapa Roo coba cerita-cerita hahah.‘’


Techno dan Navy juga ikut tertawa. ‘’hahahah kenapa kamu kaya mumi.’’ Techno menepak-nepak punggung Zero.


‘’eeee.. SAKITTTT.’’ Bentak Zero.


‘’maaf-maaf.’’ Techno masih dalam ke adaan tertawa.


‘’kamu kenapa Ro..hahha, itu ehh kaya Zombie apa sih..’’ Navy tertawa sampai giginya keluar.


‘’MUMIIII.’’ Balas Zero agak kesal.


‘’hah iya itu.’’ Navy menunjuk Zero.

__ADS_1


‘’hah sudah kuduga akan seperti ini.’’ Zero dengan nada rendah, menatap lantai.


‘’emang gimana ceritanya, coba cerita-cerita.’’ Beast mengelus kepala Zero seperti kucing.


‘’panjang..oke jadi gini.’’ Tiba-tiba Zero menjadi senang.


Setelah menceritakan, semua orang ada yang terpaku dan ada yang tertawa. ‘’hebat-hebat Ro, kamu Agent yang hebat.’’ Beast mengusap punggung Zero yang di penuhi kain kafan ee maksudnya kain medis.


‘’ehh sudah di kasih belum.’’ Techno


mengingatkan Navy.


‘’ohhh ya,’’ Navy mengeluarkan sebuah pakaian lengkap, kemeja putih, dasi ,kaos kaki, celana hitam, dan rompi hitam, dan dua buah sepatu pantopel sleting. ‘’nihh ini punya kamu.’’


Zero menganga lebar, ‘’biasa aja dong,’’ Beast menggeplak kepala Zero.


‘’bilang apa dulu ke yang bawanya.’’ Ingin di beriterima kasih oleh Zero.


‘’ohhh jadi ini baju Agent buset……hmm kok mereka bisa tahu ukuran ku.’’ Zero tiba-tiba sinis.


‘’gak tahu, bisa jadi ngukur pas lagi tidur hah haha haha.’’ Techno tertawa sendiri.


Ke esokan harinya. Zero dan timnya sedang mengamati peraturan yang tertera di Test Kepintaran. Dan tentu saja memakai baju yang seperti semalam, semua orang juga sama. Di Test Kepintaran ini Zero dan timnya prustasi tidak tahu harus apa, di karenakan kurangnya ilmu. Di sini Zero merasa hal buruk dari kurangnya ilmu dan dari itu dia sudah berjanji dalam dirinya untuk tetap belajar. Yaaa kalian bayangkan orang yang jago masak, penulis puisi garing, tukang mancing, dan eee orang pemberani berkumpul, padahal tidak ada salah satu dari mereka yang bisa mtk.


Di depan ruang ujian, Zero melihat daftar pelajaran yang akan di test nantinya, yaitu di sebuah tablet besar yang bergerak otomatis dan menempel di dinding, ‘’hmm coba ku lihat, hmmmm oke oke, hah what is thah ,hahhhh noooo noo.’’ Beast mukul kepala Zero.


‘‘berisik apa jangan kayak orang gak jelas, sudah tahu di depan umum.’’


‘’bagus-bagus ada kemajuan, liat kamu gak malu di lihat wanita itu.’’ sindir Techno dan semua orang menjadi sinis ke padanya.


‘’emang kenapa.’’ Tanya Navy.


‘‘lihat ituuu.’’ Zero menunjuk ke tablet besar


itu.


‘’apa?.’’ Navy berusaha mencari.


‘‘ituuu matematikaaaa.’’ Teriak Zero sambil menunjuk.


‘’yaelah Cuma itu.’’ Beast merasa mudah.


‘‘kayak bisa aja mtk, masih minta bantuan juga.’’ Jawab Techno. Memberi senyum ke atas.


‘’haduh giamana ya.’’ Saat mereka sedang kesulitan tiba-tiba datanglah Fred, di arah timur atau kanan.


‘’tenang saja, aku akan membantu kalian.’’ Ucap Fred sambil menyapa.


‘’hah Fred, huh syukurlah ada otak mu, kami minta batuan.’’ jawab Zero dengan senang.


‘’oke tapi bagaimana caranya.’’ semua orang murung.


‘’apaan ini orang yang nolong tapi tidak tahu cara menolong hmmmmm, aha aku ada ide.’’ Zero berbicara di hati.


Pindah suasana di ruang ujian, dimana para Agent duduk di tempat sesuai nomor. ‘‘hmm zero zero, di mana nol aha itu dia ah,’’ Zero duduk di kursi tingkat atas satu, kanan paling pojok. Dia kaget melihat Navy duduk di sampingnya. ‘’hehhhh kok kalian disamping ku.’’ kaget Zero melihat timnya duduk di sebelahnya.


‘’aku tidak tahu, tapI enak bisa lihat jawaban.’’ Jawab Navy.


‘’hey jangan lupakan saya, oke saya paling ujung.’’ Techno melambaikan tangannya di ujung dekat jalan.


‘‘dimana beast.’’ Navy bertanya ke Zero.


‘’woyyy.’’ Teriak Beast ke , yang membuatnya kaget. Beast duduk di antara Techno dan Navy.


‘‘aaaaaa kaget.’’ Navy lambat kagetnya.


‘’gajelas sekali kamu ini.’’ Sindir Beast.


‘’hey liat ini, nih gini caranya dia nelepon aku, aku pakai headset terus hp dia…’’ Zero mencoba menjelaskan.


‘’shttttt.’’ Beast menghentikan Zero dan menggunakan bola matnya, kalau orang di bawah mengawasi mereka.


Zero melirik kea rah mereka. ‘’eee itu ee emang kapan pelepasan katak terbang,’’ menepok Navy dan mengedipkan mata kanannya.


‘’eee oh yaa itu tanggal 40 mei hahahahha.’’ Orang-orang yang di bawahnya berhenti mengawasi mereka.


‘’sudah.. woyy Roo nanti kasih tahu aku jawabannya, awas saja enggak oke.’’ Ucap Beast mengancam.


‘’yeee.’’ diarah bangku bawah ternyata Edi tidak senang dan terus mengamati Zero diam-diam. Tempat test ketiga ini seperti kelas Naruto, memiliki bangku yang menigkat ke belakang. ‘TENGGGG’ terdengar suara bell dan saat semua orang duduk di tempat mereka masing-masing. Lalu muncul sebuah bom keluar dari samping panggung. berhenti di tengah-tengah panggung, jadi tempat mereka di uji adalah seperti di bioskop. Bom yang di lempar dari samping mengeluarkan asap tebal, tapi tidak ada ledakan sama sekali.


‘’awasssss.’’ Intinya semua orang panik, bukannya meledak tapi malah mengeluarkan gumpalan asap tebal menyelimuti ruangan.


‘’uhuk uhuk.’’ Semua orang terbatuk, namun batuk mereka kalah oleh Zero.


‘’UHUKKKK EEEHH UHUKKKKKK UHKK UHK UHK WOYY FBI EHH MAKSUDNYA SIAPA ITU.’’ Semua orang terdiam. Dan dari atap ruangan itu keluarlah beberapa mesin pengsiap asap, bentuknya kaya ac tapi menyatu sama atap. Asap mulai mereda dan Nampak seseorang sedang berdiri di depan panggung. Lalu dia memperkenalkan dirinya, kepada anak-anak. Bu Yosi geram tidak sabar melihat apa yanag akan terjadi nanti.


‘’Perkenalkan anak-anak namaku Nona Yosi aku di sini sebagai pengawas test ketiga kalian, yaitu test kepintaran jika memang kalian pintar,’’


‘’pedas sekali kata-kata nya.’’ sela Zero.


‘’di test kepintaran ini.’’ Bu Yosi melanjutkan.


‘’ini Pak Yoso yang menyamar atau saudaranya.’’ Sela lagi oleh Zero.


‘‘baiklah sebelum itu aku ingin memberitahu kalian prinsipku yaitu tidak peduli bagaimana kalian menang yang penting kalian harus ikut peraturannya, kalian tidak apa-apa menyontek karena Agent harus pintar mencuri data.’’ Bu Yosi dengan entengnya.


‘’sesat gak salah aku ini pasti Pak Yoso yang sedang menyamar.’’ ‘TENGGG’ terdengar suara bell dan semua Agent mulai mengerjakan, ujian pertama adalah biologi, Zero dari awal sudah berkoneksi dengan Fred. ‘’Ro Ro,’’ berbisik Navy sambil diam-diam.


‘‘nomor lima apa.’’ Zero tidak kedengaran karena memekai headshet.


‘’haduh baru nomor lima, coba Navy panggil Zero.’’ Jawab Beast dengan kesal. Techno mendengarkan lagu sambil minum kopi menunggu jawaban.


‘’hmmm Claustrophobia, kek pernah denger..ee bukannya penyakit sinter claus yaa.’’ Zero mencoba berfikir.


‘’bukannnn, sudah kamu focus mendengarkan saja.’’ Suara Fred dari headshet.


Tiba-tiba Navy menoel Zero, Zero pun terkejut dan berteriak. ‘’AAAAA EEE.’’ Melotot ke Navy.


‘’maaf ini ada semut.’’ semua orang memindahkan pandangannya dan kembali melanjutkan mengisi kembali.


Di saat itu Edi melirik dan ketahuan Bu Yosi. ‘’EDI GAGAL DALAM UJIAN INI.’’ Ucap Bu Yosi dengan microphone.


‘’APA BARU NOMOR SATU.’’ Kesal Edi sampai memukul meja, tapi tangannya yang kesakitan.


Pindah ke ujian kimia, seperti biasa Fred membantu, namun di sini Navy dan Beast saling melirik ke Zero sedangkan Techno menjaga Bu Yosi, ‘’nah psati kita berhasil.’’ bisik Navy.


‘’shhttt diam nantinya keliatan.’’ ucap Beast memukul kepala Navy, ketika Techno sedang meminum secangkir kopi, dia melihat Bu Yosi yang sebentar lagi akan menengok. di karenakan kaget terlalu cepat, kopi yang baru dia minum muncrat ke arah muka Beast yang akan memberikan jawabannya ke Techno. hal itu membuat semua orang melihat ke arah mereka. Techno terjatuh malu kaku. sementar Zero dan Navy melanjutkan mengisi dan orang-orang pun sama.


Di saat itu, bersamaan pulpen Edi jatuh, di sangka nyontek oleh Bu Yosi. Dia mendepankan microphonenya ke mulut. ‘’EDI GAGAL DALAM UJIAN INI.’’


‘’EE BU INI PULPENNYA JATUH.’ Bantah Edi.


‘’TIDAK ADA ALASAN.’’ Jawab bu Yosi dengan tegas.


Edi duduk kembali di tempatnya, sesduadh debat sekedip itu. Lalu sinis kepada tim Zero. ‘’kenapa mereka dapat nilai yang besar.’’ Edi tidak senang karena itu. ‘THENGGGG’ suara bel menandakan ujian selesai. Saat Zero merayakan keberhasilannya, Edi tidak sengaja melihat headsheet di telinga Zero yang tersambung dengan hp di kantong kemejanya. ‘’lihat saja kalian akan gagal di ujian ketiga.’’


Ucap Edi dengan penuh kebencian.


Di waktu istirahat Zero dan timnya melihat tablet besar, nilai Zero dan kawannnya berada di nilai yang tertinggi tapi berbeda dengan Edi, Edi yang mendapatkan nilai nol di ejek oleh temannya secara diam-diam, karena Edi ini boss di tim mereka hanya orang tertentu yang bisa berbicara dengannya. ‘’bagaimana bisa seperti ini.’’ tanya Buds teman dekat dari Edi. Dia berbicara di samping Edi, karena Edi dari tadi berdiri di tempat itu mengamati Tim Zero. Mengganggu jalan orang.


‘’aku tidak tahu sekarang, tapi kita akan tahu di ujian ketiga ini.’’ Jawab dia dengan kelicikan.


Di saat di ruangan ujian, Edi dari awal masuk selalu sinis ke Zero dan selalu melihatnya dengan muka jengkel dan curiga, Zero yang menyadari itu tahu cara ampuh untuk melawannya YAITU\= ‘SWAG’. Edi yang melihat itu jijik dan muntah membuang muka, ‘’huuuaaaaaa huaaa.’’ Edi muntah di depan temannya dan membuat mereka khawatir.


‘’Edi ada apa Edi.’’ tanya Buds dengan panik. Seluruh temannya paniK tetapi Zero tetawa sambil melihat dan menunjuk ke atas seperti ada sesuatu, teman-teman Zero mengangap Zero sedang berulah. Dan itu semua agar mereka tidak merasa Zero yang membuat Edi seperti itu.


Masuk kewaktu ujian, di waktu itu semua orang sengit berlomba-lomba menghitung hasil jawabannya. Yaa karena sekarang test matematika. ‘’oke waktunya otak panas.’’ Ucap Zero sambil tersenyum.


‘’siap.’’ Jawab Fred.


Dari awal ujian sampai pertengahan, Edi selalu mengawasi Zero, dia memiliki rencana untuk menjahtukan Zero. Di saat Zero mulai berbicara, Edi berusaha mencari siapa yang di ajak berbicara oleh Zero dan dia juga menjaga mata Bu Yosi.


Saat masih bingung, Edi tidak sengaja mendengar orang menyebutkan kata Zero, ternyata orang yang berbicara adalah Fred, orang yang duduk di belakang Edi, Edi mengetahuinya karena Fred berbicara sendiri tapi yang ia bicarakan. ‘’nomor 11 A.’’ Edi yang mengetahaui itu dia langsung berdiri. ‘‘Edi gagal….’’ Bu Yosi terhenti suaranya.


‘’diam-diam,’’ gaya artis Bollywood dengan satu jari. ‘’maaf ibu ee maksudnya Nona Yosi atas kelancangan saya, namun saya ingin memberi tahu bahwa dari awal sampai akhir ujian ini, ada beberapa orang yang curang.’’ Ucap Edi dengan tegas.


‘’benarkah siapa itu.’’ jawab Bu Yosi yang tertarik.


‘’ZERO DAN FRED.’’ kencang Edi menjawabnya.


‘DUK DUK’ suara kencang jantung Fred ketakuan. ‘‘Zero Zero ehmm Zero,’’ Bu Yosi memanggil Zero tapi dia tidak terdengar karena focus mengisi jawaban.


Semua orang melihat Zero, Navy menarik-narik Zero. ‘’apa bentar apaaa lagi pusing ini,’’ Beast menggeplak kepala Zero. ‘‘awww apa sabar apa,’’ Zero melepas headsetnya dan Navy nunjuk ke Bu Yosi, ‘’Apa hah ada apa kalian ini gak jelas ganggu aja.’’ Zero dengan muka kebingungan kembali melanjutkan mengisi.


‘’Zero bisa kita berbicara.’’ ucap Bu Yosi dengan microphone.

__ADS_1


‘’ohhhh,’’ melepas headset. ‘‘ya ada apa.’’


‘‘ehem sangat beretika, jadi Edi bilang kepada saya, kalau dari awal kamu itu curang apa itu benar.’’


‘’engggak itu tidak benar, iya kan.’’ Zero memberi isyarat mata ke timnya.


‘’ee iya itu tidak benar hmm betul-betul.’’ jawab tim Zero dengan terbata-bata.


‘‘baiklah Edi bisa kou beri tahu kami kenapa bisa seperti itu dan beri tahu aku buktinya.’’


‘’baiklah Zero menggunakan headset untuk saling memanggil dengan Fred.’’ jawab Edi dengan tersenyum licik.


'‘bagaimana dia bisa tahu.’’ Gumam Zero di dalam hatinya.


‘‘lalu bagaimana Fred bisa menjawab Zero.’’ ucap bu Yosi. setelah mendengar itu Edi merasa ragu namun dia melihat di kantong Fred, ada sebuah hp lalu di mengambilnya.


‘’aha berikan benda itu.’’ mengambil paksa ke kantong Fred, tapi dia menahannya.


‘’jangan heyy hentikan.’’ teman-teman Edi membantunya dan memukul Fred.


‘’BERHENTIIII tidak ada pertikaian antara Agent Fred berikan hp mu.’’ teriak Bu Yosi membuat satu ruangan diam, Fred berdiri dan memberikan hp nya ke Bu Yosi ‘‘sekarang Zero berikan headsheet dan hpmu.’’ seluruh tim Zero lemas tidak tahu harus apa namun Zero memiliki ide.


‘’ohh apa.’’ perlahan memberikan headsheetnya ke Navy, Navy ketakutan namun karena melihat Zero yang percaya diri dia mengambil benda itu.


‘’headsheet dan hpmu.’’ Jawab lagi Bu Yosi.


‘’ohh ok ee tunggu dulu dimana aku tadi menaruhnya ee Beast coba bantu aku hmmmm aha itu di pake lagi.’’


Zero berdiri dan mengambil headset yang di pakai Techno beserta hpnya, setelah itu dia berjalan ke Bu Yosi dan memberikan benda itu, Bu Yosi lalu menggunakan headseetnya dan berbicara ketelepon ‘’halo-halo.’’ Diam. ‘’tidak ada apapun kecuali musik.’’


Edi yang mendengar itu sontak kaget, ‘‘hah yang benar coba aku yang pakai.’’


‘’ini coba kou sendiri.’’ Edi memakai headset nya dan mulai berbicara.


‘’haloo halooo tidak mungkin.’’ lalu dia memutar penglihatannya ke Fred dan tim Zero, yang ia dengar hanyalah lagu bucin yang tadi Techno putar, Zero yang melihat Edi seperti itu menjadi merasa bersalah.


‘’EDI GAGAL DALAM UJIAN, INI KARENA KEGAGALAN YANG TERUS MENERUS DIA DI KELUARKAN.’’ semua orang terdiam dan teman-teman Edi hanya diam ingin protes, Edi lalu berjalan keluar dari ruangan dan memberi barang-barang tadi ke pemiliknya.


‘’MAAF.’’ dia menyebutkan itu ke Zero dan Fred, setelah itu ujian berlangsung.


‘THENGGGGGG’ suara bel menandakan ujian terakhir ini selesai.semua orang bersorak gembira, tapi itu semua tidak bertahan lama. Di arah pintu keluarlah 30 Pharmy dengan masing-masingn senjata pembius di tangannya, mereka berjejer di depan antara Agent baru.


‘’ehhem BAIKLAH ANAK-ANAK SEKARANG ADALAH TEST BONUS DI TEST TERAKHIR KALI INI, MOMENT INI AKAN MENJADI PENENTU KALIAN MENJADI AGENT ATAU TIDAK, BAIK JADI AKAN ADA DUA BUAH PERTANYAAN YANG HARUS KALIAN JAWAB, JAWAB KEDUA-DUANNYA UNTUK KALIAN BISA MENJADI SEORANG AGENT, JIKA HANYA SATU, KAMI AKAN MENGEMBALIKAN KALIAN DALAM KEADAAN SADAR, JIKA NOL KALIAN AKAN PULANG DALAM KEADAAN LUPA DAN TIDAK SADAR, BAIK,’’ Kak Jeremy masuk panggung melewati sisi kanan. ‘’JEREMY AKAN MEMBERI PERTANYAAN, JAWAB DENGAN BENAR, PHARMY YANG BERDIRI DI DEPAN KALIAN AKAN MEMBERIKAN KALIAN MASING-MASING TABLET YANG BERISI JAWABAN YANG HARUS KALIAN PILIH.’’


Pharmy memberikan tablet sebanyak 17, mereka membagikan sama rata, saat bagian area Zero, di dapati hanya 1 tablet. Zero akan memberi tahu Bu Yosi, namun dia yang langsung menanyakan ke Zero. ‘’ada apa Zero kou tidak dapat tabletnya, kalau begitu berbagilah dengan timmu.’’ Bu Yosi memberi tahu sepeti memiliki rencana lain.


‘’hmmm mencurigakan, tapi tidak apa-apa, kalau aku bersama timku ini akan mudah.’’ Zero berbicara sendiri.


‘’baik jadi pertanyaan pertama. Seorang Bos baru saja pulang dari kantornya, baru sampai rumah dan merebahkan badan, tidak cukup 10 menit, sebuah notif pesan masuk ke hpnya, saat di lihat yaitu sebuah video pendek yang berisi kantornya meledak hancur dengan tanah, saat dia kembali ke kantornya, kantornya masih dalam ke adaan utuh. Pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi?.’’


Semua orang tegang, mereka hanya di beri waktu 1 menit untuk mengisi kolom jawaban. Waktu terus berjalan Nampak tidak ada orang yang begitu santay. ‘’huhhhh apa yaaa coba fikirkan baik-baik,’’ Zero mengajak teman-temannya. ‘’hmmm pulang dari kantor terus berak, tiba-tiba ada notif ig muncul, terus video krusty krab meledak, pas datang kantor dalam ke adaan baik-baik saja, tapi ada meteor bakal menghantam.’’ Singkat, jelas ,padat Zero menjelaskan.


‘’emang seperti itu ceritannya?.’’ Techno memasang muka keheranan.


‘’yang bener apa Ro, kamu kan Agent,’’ Beast merasa khawatir. ‘’ ayo cepet tinggal 25 detik lagi.’’


‘’HAHH yang bener, eee ayo pikir Zero apa yaaa ee,’’ Zero menunjuk dahinya untuk berfikir. Di dalam hati Zero ternyata ada sesuatu yang mengganjal. ‘’padahal aku malas berfikir, cepp hah ayolahhhh.’’


‘’vidio hoax kali.’’ Tiba-tiba Navy menyela.


‘’ HAHHHH itu Benar jawaban kamu, yeee syukur ada orang sejenis ini di tempat kita.’’ Zero segera menulis jawabannya di tablet.


‘’ehh yang bener salah barabe nanti.’’ Beast merasa canggung.


‘’heheh pasti bener.’’ Zero menyakinkan.


‘THENNNNG’ suara bel, untuk pertanyaan pertama. ‘’hmm baik jadi waktu untuk pertanyaan pertama sudah selesai, sekarang adalah babak penentuan jawaban siapa yang salah, Jeremy cepat kamu proses.’’ Kak Jeremy menekan beberapa tombol di tabletnya. Dan Nampak lah sebuah layar besar keluar dari bawah menuju aatas panggung, maksudnya di belakang Bu Yosi, dindingnya terbelah terus keluarlah sebuah layar yang sedang ngeleg atau loading.


‘’nomor yang di muncul di layar ini akan di tembak.’’ Nomor yang pertama kali muncul adalah nomor 7."


‘’hehh haa.’’ ‘stuppp’ suara pistol yang mengeluarkan bius suntik. Yang selanjutnya adalah nomor 0, di waktu itu Zero panik, Pharmy sudah menghampirinya, dan menodongkan pistolnya.



Tapi sebelum dia menembak, Zero mengetahui sesuatu. Yaitu layarnya yang ngeleg. ‘’HEHHH NANTI TUNGGU DULU ITU NGELEG, ITU NGELEG.’’ Pharmy tadi tidak jadi menembak Zero. Dan menunggu hasil ternyata nomor 8. ‘’hehhh hampir saja.’’ Zero menghela nafas.


‘’kenapa Ro.’’ Beast berdramatis.


‘’hahh kenapa apa.’’ Zero mengusap keringatnya.


‘’kenapa kamu gak mati aja, saya berharap kamu di tembak.’’ Beast terharu.


‘’sabar Ro sabar Ro.’’ Techno mengusap pundak Zero, karena tidak sampai dia mengusap pundak Navy. Zero hanya memberi senyum cuek.


Dan terus-menerus, di antarnya nomor 10, dan 13.


‘’bawa mereka keluar, bungkus dan taruh di depan merek masing-masing.’’ Perintah Bu Yosi ke para Pharmy.


‘’buset ini mahluk kata-katanya sadis banget.’’ Zero menatap ngeri dari kejahuan. Bu Yosi melihatnya lalu tersenyum, Zero bersembunyidi belakang Navy.


‘’baik sekarang adalah, waktu pertanyaan kedua.’’ Bu Yosi memberitahu.


‘’mulai Jeremy.’’


‘’tebaklah hewan jenis apa yang muncul pada layar ini.’’ Layar besar di belakan Bu Yosi, memperlihatkan sebuah hewan hitam yang memiliki bentuk sangat aneh, berambut, berkaki banyak dan bentuknya itu tidak bisa di jelaskan. Dan yang paling jeals warnanya itu di tutupi, warna hitam.


‘’mahluk apa ini.’’ Zero menyipitkan matanya dan mengangah.


Waktu terus berjalan, di sini tim Zero tidak bisa apa-apa mereka hanya bisa diam mengamati mahluk apa itu,’’hmm Zebra kali. ’’ Techno mencoba menebak.


‘’bukan Zebra tapi Zero.’’ Beast menyindir di waktu-waktu begini.


‘’ehhhh apa yaaa mahluk apa ini, belum lihat akuuu, huu, katak terbang bukan, bukan juga.’’ Zero mulai pusing.


‘’eeee mungkinn.’’ Navy mencoba. Tapi langsung di sela teman-temannya.


‘’SALAHHHH.’’ Mereka tertawa di saat genting. Banyak orang menganngap mereka orang gila, padahal moment ini harunya focus untuk mencari jawaban, tapi malah bercanda. Bu Yosi hanya mengamati mereka dengan senyum.


‘’hmmm apa yaa,’’ Zeromencoba berfikir, tangannya di tempelkan ke dagu, beberapa detik dia berfikir. Lalu tanpa sengaja, pandangan dia buyar ke bawah tablet, memperlihatkan sesuatu Nampak hitam, yaitu bayangan. Mata Zero melongo besar seakan dia tahu jawabannya apa, sekali lagi dia melihati layarnya lalu pindah ke kakinya, berulang terus seperti itu.


‘’lihat tuhh orang jenius.’’ Sindir Beast.


‘’AHAAAAA,’’ Teriak Zero membuat semua orang kaget, ‘’AKU TAHU JAWABANNYA.’’ Zero memperbaiki posisi duduknya, lalu menulis beberapa kata. ‘K-U-D-A D-A-N B-A-Y-A-N-G-A-N-N-Y-A’ [kuda dan bayangannya]. Setelah mengisi dan langsung mengirim, sontak semua temannya kaget buakn main.


‘’eeeh Ro kalau salah gimana.’’ Techno dengan nada kencang.


‘’tahu lagi, bego banget jadi orang, coba sini kepalanya.’’ Zero memberikan kepalanya ke Beastblalu di getoknya.


‘’Ro kamu serius tadi kalau salah bagaimana.’’ Navy yang cemas.


‘’tenang saja aku di sini, tidak tidak, tidak akn salah jawabannya, aku jamin 100%.’’ Zero tiba-tiba berubah menjadi sosok yang tersenyum lebar, dan dengan nada yang aneh.


‘THENNNG’ waktu sudah habis, sekarang adalah penentu, siapa yang akan menjadi seorang Agent. Semua orang tegang menunggu jawaban dari layar besar nomor apakah yang akan tertera. Zero tersenyum lebar, dan waktu penantian pun tiba. Nomor yang muncul adalah. 3 dan 2.


‘’TIDAKKKKKKK. Misi ku belum selesaiieeee..’’ ‘STUPPHF’ orang yang berteriak itu di tembak dan langsung jatuh pingsan.


‘’ehhh waktu ku sudah tiba.’’ Orang ini sudah pasrah Zero hanya mengamatinya dengan muka ngeri. ‘’AAAAA.’’


‘’baiklah, jadi kenapa kalian tidak merayakan kemenangan kalian sebagai Agent baru.’’ Tanya Bu Yosi kepada para Agent. Zero senang sampai-sampai dia melompat tapi jatuh ke kursi yang berada di bawah tingkatnya. ‘’aduhhhhhh.’’


Waktu ujian sudah selesai dan tablet peringkat di keluarkan, Zero dan kawan-kawannya puas akan nilai yang mereka dapatkan, lalu saat Zero melihat peringkatnya, dia melihat Edi yang tercoret namanya, mengetahui hal itu Zero langsung berlari dan mencari Edi, ternyata Edi sudah berada di depan gedung dan akan menaiki mobil untuk pergi, saat dia akan naik menuju mobilnya, dia meliat Zero yang berlari ke arahnya. ‘’woyyyyyyyyy heyyy tunggu dulu eyyy.’’ ‘Edi tidak jadi naik mobil, saat Zero sudah sampai dia menodongkan tangannya ke Edi dan membuatnya bingung.


‘’apa?.’’ Edi dengan muka melas.


‘‘eehhh aku hanya ingin bilang minta maaf karena menghancurkan kerjaanmu.’’ Zero dengan lantang.


‘‘hehh tidak apa-apa lagi pula yang salah disini aku.’’ Edi merendah.


‘’eeeeh kou tidak salah aku yang salah.’’ Zero mengikuti gaya sinetron yang viral.


‘‘tidak ini karena kedengkian ku aku minta maaf.’’ Edi mengambil tangan Zero dan mengayunkannya.


‘’lahh kok malah jadi seperti ini,’’ Edi tertawa dan juga di susul Zero. ‘‘baiklah.’’ bersalaman dengan Zero.


‘’sepertinya kita berdua salah namun ingat pepatah orang jenius tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.’’ ucap Zero sok bijak.


‘’okee kalau begitu selamat tinggal.’’


‘’lahh memang kou akan kemana.’’ Zero merasa penasaran.


‘‘mungkin aku akan mengikuti PHAS yang di luar Negara.’’


‘‘ohhhhh kalau begitu kudoakan kou sukses.’’


‘‘heh terima kasih.’’

__ADS_1


‘‘oke .’’ Zero melepas tangannya. Edi menaiki mobillnya, dan dia pun meningalkan PHAS, ‘’sampai jumpa teman…‘’ Zero kembali masuk ke gedung dan di hampiri timnya, ‘’dari mana saja kamu.’’ tanya Navy.


__ADS_2