
" eughh hm' hm 'hoam " terdengar suara dari ranjang milik seorang gadis yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya .
Ia tertidur dari siang sampai jam tujuh malam tanpa beban dan tidak mengingat tugasnya untuk menyambut sang suami pulang kerja.
"jam berapa sekarang? ASTAGA bagaimana bisa aku tertidur selama itu " ecca berteriak keras dan terdengar sampai ruang baca milik aidar yang berada di samping kamar mereka.
" ternyata bocah itu sudah sadar " ujar aidar kembali melanjutkan bacaannya.
kemudian ecca segera turun kebawah dan melihat pala pelayan sedang menata makanan di atas meja
" malam non " sapa pala pelayan yang ecca angguki dèngan perasaan malu.karna tampilannya saat ini yang masih acak acakan .
Kemudian berlalu kemeja makan karna cacingnya sudah demo minta diberi makan"
" eh bi narni , bibi ada lihat pak aidar gk? " tanya ecca setelah selesai makan.
" tuan ada di ruang baca non" jawab bi narni yang merupakan ketua pelayan . Ia seorang wanita paruh baya yang ditinggal oleh sang suami karna tidak bisa mempunyai keturunan.
" baik .makasih bi"
Kemudian ecca dengan setengah berlari menaiki tangga sampai kakinya tersandung dan akan terjatuh kebawah kalau saja aidar tidak menangkap tubuhnya .
Jangan berharap ada adegan romantis seperti difilm film dimana mereka akan bertatap tatapan karna kenyataannya.
" siapa yang menyuruhmu untuk berlari ? Kau tau apa yang akan terjadi kalau aku tidak menangkapmu ?! Kau mungkin saja akan patah tulang atau kemungkinan buruk lainnya" . Murka aidar pada ecca yang membuat gadis tersebut tersentak kaget.
Ia belum pernah melihat aidar murka kepadanya .
bukan hanya raut marah saja dalam wajah aidar , terdapat kecemasan , kekawhatiran didalamnya.
" ma maaf aku tidak hati hati tadi" mata ecca sudah berkaca kaca karna hatinya sensitif dengan suara keras.
Melihat ecca yang seperti ketakutan padanya aidar memejamkan mata sejenak guna meredam emosinya .
" lain kali jangan seperti itu.jangan pernah berlari lagi seperti tadi " aidar berujar dengan lembut .
" iya " balas ecca dengan suara lirih.
Kemudian atensi aidar berpindah pada kaki jempol ecca yang terlihat mengeluarkan sedikit darah dan terlihat membiru karna tadi terpentok anak tangga.
" kakimu berdarah? Sial ! secepatnya aku akan membuat lift dirumah ini " ucap aidar yang membuat ecca melihat kakinya yang memang mengeluarkan darah . Tapi ia tidak merasakan sakit . Mungkin nanti .
__ADS_1
"ayo sekarang aku bantu kekamar . Biar nanti kusuruh han untuk menelpon dokter takutnya kakimu merdang atau jempolmu infeksi" konyol aidar membayangkan hal yang berlebihan akibat rasa khawatirnya .
" ini hanya luka kecil .tidak perlu sampai memanggil dokter .hanya dikompres saja dan diberi obat merah ' nantinya akan sembuh sendiri " ujar ecca syok melihat tingkah aidar yang berlebihan . Setelah mereka sampai di kamar.
"tidak .pokoknya kakimu harus diperiksa agar tidak terjadi infeksi " ujar aidar tegas dan tidak bisa dibantah .
" hufft terserah bapak saja . Aku mau mandi dulu .tidak mungkin aku bertemu dokter dengan penampilan seperti ini" ujar ecca menyindir aidar
" baiklh .apa kamu perlu bantuan ? Biar kupanggilkan pelayan untuk membantumu mandi "
" tidak perlu .yang sakit hanya jempol ku .sedangkan yang lainnya masih sangat sehat untuk dipergunakan ." ketus ecca .merasa bahwa aidar terlalu berlebihan.kemudian ia berlalu kekamar mandi .
Sementara itu aidar segera menelpon seorang dokter untuk memerikas kaki ecca . Dokter yang merangkap sebagai sepupu nya dari pihak ayah.
Sekitar setengah jam kemudian terdengar pintu kamar yang diketuk .
" toktoktok. Permisi tuan , dokter nita sudah sampai tuan"
" suruh dia masuk bi" titah aidar datar.
Kemudian seorang wanita cantik sekitar umur 30 an memasuki kamar dengan wajah emosi .
Bagaimana tidak emosi .ia disuruh datang jam 8 malam saat ia akan pulang mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah setelah seharian bekerja menyelamatkan orang.
" astaga kau ini ya !!! Tidak bisa apa membiarkanku istirahat dengan tenang . Kenapa juga kau tidak menelpon dokter lain " kesal dokter nita.
" kau berani membantah ucapanku !! .baiklh silahkan kau kembali kerumahmu untuk istirahat .aku akan memanggil dokter yang lain "
" benarkah aku boleh pulang ? Aku akan menelpon rekanku untuk memeriksa kaki nona ecca" girang dokter nita sudah membayangkan akan bertemu dengan anak anaknya melepas rindu.
" tentu saja.kalau perlu kau beristirahat selamanya dan menikmati hidup dengan tenang " ujar aidar dengan tenang.
" tidak seperti itu . Aku tadi hanya bercanda aidar, karna kita sudah lama tidak berbincang seperti ini semenjak kita sibuk dengan pekerjaan kita masing masing." dokter nita menjelaskan dengan panik karna ia tahu bahwa aidar tidak akan main main dengan ucapannya kalau ia sudah memutuskan.
Ecca saja merasa heran karna dokter nita langsung takut dengan perkataan aidar yang hanya main main.
Pikir ecca karna belum tahu karakter aidar yang sesungguhnya .
" cepat periksa kaki istriku ." ujar aidar yang langsung dituruti oleh dokter nita.
kemudian ia mendekat pada ecca yang sedang selonjoran ditempat tidur dengan jari yang saling memilin dan wajah memerah karna malu .
__ADS_1
"nona ternyata sangat cantik dan menggemaskan .pantas saja aidar langsung jatuh cinta " celutuk dokter nita sambil mengobati kaki ecca.
" jangan berbicara melantur dan cepat selesaikan tugasmu " ujar aidar tegas.
"benarkah aku cantik dan menggemaskan " tanya ecca sangat suka jika dipuji oleh seseorang dengan sorot mata tulus.
" tentu saja , apalagi pipi chuby ini.mau ku makan saja rasanya .hehehe"
" anda bisa saja .terima kasih pujiannya dokter" ujar ecca dengan wajah malu malu dan senyum lebar yang membuat kedua manusia lain dalam ruangan itu merasa gemas .
Tetapi aidar segera menormalkan kembali raut wajahnya.
"sama sama nona.kedepannya kita bisa menjadi teman akrab .kalau nona mau "
" mau mau .aku mau berteman denģan dokter nita" ujar ecca dengan cepat.
"Hehe , baiklah kakinya sudah selesai saya obati dan obatnya juga sudah saya resepkan untuk dioleskan sebanyak 3 kali sehari agar jempol nona tidak bengkak.apakah saya sudah boleh pulang tuan aidar ? " tanya dokter nita .
" hmm. Bayaranmu sudah kutransfer " jawab aidar dan langsung dicek oleh dokter nita yang membuat dokter tersebut kegirangan .
" lain kali kalau perlu bantuan .tuan aidar bisa menghubungi saya
Saya akan standbay 24 jam kusus untukmu " ucap dokter nita dengan senyum selebar pintu.
bagaimana tidak senang kalau sekali dipanggil langsung cair 50 juta . Kalau begini mah setiap hari dipanggil pun dengan senang hati dokter nita lakukan.
" dasar mata duitan . Pulang lah cepat " usir aidar
" baiklh kalau begitu .nona ecca semoga cepat sembuh ya" ucap dokter nita sambil beralu keluar .
kini tinggal lah kedua sejoli ini dimana sang gadis yang tidur membelakangi aidar karna masih kesal dengan drama dokter dokteran tadi.
tanpa memedulikan rajukan ecca aidar segera mematikan lampu dan mengambil posisi disamping ecca
Kemudian melilitkan tangannya pada pinggang ramping ecca.
"tidak usah cemberut begitu .sekarang berbaliklah agar aku bisa memelukmu dengan nyaman" ujar aidar pelan yang langsung dituruti oleh ecca dengan senyum malu malu mau.
Aidar kemudian terkekeh melihat ekspresi wajah ecca yang terlihat samar samar .
Mereka pun tertidur dengan nyaman tanpa melepaskan pelukan. Sepertinya Mereka sudah ketergantungan dengan posisi ini.
__ADS_1
Stop✋.segitu dulu ya guys 😂. Author bakal melibatkan lebih banyak tokoh di bab selanjutnya agar cerita semakin menarik.👍
Tungguin ya 👌