
Kini sudah tiba saat saat yang mendebarkan untuk kedua orang yang akan melangsungkan pernikahan tersebut .tepatnya di sebuah hotel mewah milik aidar .
Suasana hotel tersebut terlihat sangat ramai dengan orang orang dari berbagai kalangan yang berdatangan melalui pintu masuk dan di sambut dengan hangat oleh orang tua aidar .
Padahal pengantinnya saja masih siap siap. Wkwk
" aduh jeng , selamat ya .akhirnya udah mau jadi nenek aja ." salah satu teman arisan wulan memberi selamat.
" iya jeng.puji tuhan " jawab wulan sambil tersenyum lebar.
Sedangkan didalam sebuah ruangan dilantai 2 hotel tersebut , terlihat aidar seorang diri setelah tadi selesai bersiap siap di bantu oleh pelayan dan membuat aidar terlihat berkali kali lebih tampan dari biasanya.
terlihat aidar yang sedang berkaca sambil ******* ***** tangannya pertanda ia sedang gugup .
" kenapa aku jadi keringat dingin begini .ini lebih menegangkan daripada memenangkan sebuah tender besar." gumam aidar pada dirinya sendiri.
Ceklek
Tiba tiba sekretaris reyhan datang keruangan tersebut.
" Selamat bro .akhirnya kau menikah setelah selama ini menjomlo tau taunya langsung gas dinikahin" reyhan memberi selamat pada aidar dengan senyum menjengkelkan yang mengalihkan fokus adam yang tadinya gugup menjadi kesal dengan ucapan sahabat yang merangkap menjadi sekretsrisnya tersebut.
" kalau kamu datang hanya untuk membuatku kesal ' lebih baik kamu keluar saja bila perlu keluar dari hotel ini" balas aidar pada reyhan dengan wajah serius .
" saya kan becanda bos .jangan baperan lh "
" tidak lucu " balas aidar dengan muka datar.
" oke oke ." reyhan tidak melanjutkan lagi karna si bos memang tidak bisa diajak becanda.
" gue cuma mau ngalihin perhatian lo doang biar gak gugup .peraaaan gugup itu biasa dialami oleh orang yang mau menikah .intinya lo gak boleh terlalu grogi juga .harus rileks biar nanti gak malu maluin pas acara" celutuk reyhan seakan berpengalaman saja .
" saya tidak gugup. dan juga orang jomlo seperti kamu jangan sok menasehati saya ." ujar aidar pedas
__ADS_1
dan tidak mau mengaku kalau ia memang grogi takut terjadi kesalahan sewaktu acara pemberkatan .
" cih .udah jelas juga dari tangan dan wajahnya bahwa ia grogi masih saja gengsi " gumam reyhan lirih tapi masih sedikit didengar aidar .
" kamu berani mengatai saya ?.apa kamu ingin di lemparkan kekantor cabang yang ada dipelosok sekalian juga menjadi relawan disana!"
" astaga bos saya gak ngomong apa apa .saja hanya bilang bahwa bos sangat tampan .' iya sangat tampan hari ini'
" maksud kamu sebelum sebelumnya saya tidak tampan" aidar sengaja mengerjai sekretsirnya tersebut .
" salah lagi .maksud saya sebelum sebelumnya bos memang tampan.tapi hari ini bos berkali kali lebih tampan karna akan menikah " reyhan memuji untuk menyelamatkan masa depannya.
Kemudian suasana didalam ruangan tersebut berubah ketika wulan datang memanggil anaknya agar segera turun kebawah karna sebentar lagi akan berangkat ke gereja untuk pemberkatan.
"Eh ada sekretaris reyhan" sapa wulan pada reyhan
yang reyhan balas dengan membungkuk memberi hormat .kemudian ijin keluar untuk memberi waktu pada anak dan ibu tersebut untuk saling berbicara.
"Hufft tidak terasa hari hari berlalu dengan cepat .aidar kecil yang masih mama ingat dengan jelas selalu menempel pada mama kemana mana dan selalu mencari mama ketika akan tidur, ataupun lapar . Sekarang ternyata sudah tumbuh menjadi pria dewasa 'dan sebentar lagi akan memiliki tanggung jawab yang samà seperti yang papa emban."
"Mama harap kamu bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Mama tahu kalian masih belum ada rasa cinta berjalannya waktu , cinta itu akan hadir . Intinya kalian hanya harus bisa menjaga komunikasi kalian . " ujar sang ibu tersebut dengan mata berkaca kaca , pertanda terharu karna mereka telah berhasil membersarkan putra semata wayangnya sampai saat ini akan melangsungkan pernilkahan.
Aidar menatap dengan cinta wanita yang ada dihadapannya tersebut .wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang .yang jasanya tidak akan bisa aidar balas dengan hal apapun .
" mama jangan bersedih .aidar tidak suka .bukankah ini hari bahagia aidar seharusnya mama senang karna sebentar lagi aidar akan menikah ."
" mama hanya terharu sayang .bukan bersedih " ujar wulan dengan kembali menerbitkan senyum sesuai perkataan putranya tersebut.
kemudian aidar mengambil selembar tisu dan mengelap dengan hati hati sisa airmata diwajah wanita paruh baya tersebut ' takut tidak sengaja melukai wajah sang mama.
" sudah sudah .kita jadi lupa waktu kan .tujuan mama kesini ingin mengajak kamu kebawah karna kita akan berangkat ."
" ayo nak.papa sudah menunggu dibawah"
__ADS_1
" baik bu" jawab aidar.
Kemudian mobil yang aidar beserta kedua orantuanya tumpangi pun melaju diikuti keluarga dekat yang juga ikut menghadiri pemberkatan . meninggalkan tempat pesta digelar beserta para tamu undangan ' karna memang kusus pemberkatan hanya perlu diikuti oleh keluarga saja.
Sesampainya di tempat pemberkatan disusul dengan pengantin perempuan yang juga baru sampai .mereka pun bersama sama memasuki gereja tersebut dengan becca yang menggandeng tangan aidar dengan keringat dingin dan jantung yang berdetak cepat seakan sedang berlomba ' ketika saling memandang dan mengagumi satu sama lain.
kemudian acara pemberkatan pun dimulai.mulai dari pengucapan janji yang akan mereka pegang sebagai pondasi dalam rumah tangga mereka .
"Saya mengambil engkau menjadi istri ku untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." janji pernikahan aidar ucapkan dengan lantang sambil memandang pada ecca.
"Saya mengambil engkau menjadi istri suamiku untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus" ecca kembali mengucapkan janji yang sama sambil meneteskan air mata haru karna sekarang ia sudah resmi menjadi istri dari aidar .
kemudian disusul dengan tukar cincin dan serangkaian acara lain dan terakhir cium kening dan tangan yang diakukan oleh pengantin .
Setelah selesi acara pemberkatan yang penuh dengan air mata haru para orangtua tidak terkecuali hendri dan wibnu yang juga meneteskan sedikit air mata bahagia.
" huaaa ' ibu , ecca sekarang udah nikah bukan tanggung jawab ayah dan ibu lagi.
Pokoknya ayah dan ibu gak boleh lupain ecca" tangis ecca dengan memeluk kedua orangtuanya tersebut
" Abang juga harus jagain ayah dan ibu .jangan sampai mereka sakit .awas aja nanti " ecca masih sempat sempatnya mengancam sang abang ditengah tangisnya .
" iya bek .lo jangan lupa sama rumah .jangan karna keenakan dirumah aidar , lo sampai lupa buat datang ke rumah " ujar bryan sempat sempatnya bercanda untuk menutupi kesedihannya karna sang adek akan mengikuti suaminya . tidak ada lagi suara cempreng yang akan menghiasi rumah mereka dan juga tidak ada lagi yang bisa ia usilin setiap hari.
"huaaaa " tangis ecca kembali pecah sambil menubruk badan sang abang dengan sedikit kencang .
"Hiks hiks"
" udah jangan nangis .entar make up lo luntur terus si aidar jijik lagi sama lo "
kemudian mengelap air mata adiknya dengan hati hati .
Segini dulu ya guys 😁.karna udah kepanjangan author lanjut di bab selanjutnya .
__ADS_1