Aidar & Becca, Pernikahan Dadakan

Aidar & Becca, Pernikahan Dadakan
Ketemuan


__ADS_3

Ketika ecca sedang berjalan di parkiran kampus setelah selesai mengikuti kuliah ,tiba tiba hp nya berbunyi .ternyata ada yang menelpon dari nomor baru


" halo. Dengan siapa ya? ' tanya ecca sopan.siapa tahu yang menelpon itu kerabatnya atau temannya yang ganti nomor.


" hm sekarang kamu dimana ? Ada hal yang ingin saya bicarakan dan kita perlu bertemu langsung ."kata aidar datar tanpa menjawab pertanyaan ecca .


Yang membuat perempuan tersebut bingung karna ia tidak kenal dengan suara tersebut dan juga sipenelpon tidak memperkenalkan diri tetapi langsung ngajak ketemuan.


' mungkin mas ini salah nomor kali ya' kata ecca dalam hati.


" eh . Maaf mungkin mas salah nomor .' kalo gitu saya tutup dulu mas" ujar ecca bersikap bodo amat karna berfikir mas masnya salah orang dan akan menutup telpon tetapi kemudian


" hey bocah ! Kau tidak kenal suaraku ya " ucap aidar emosi karna ecca mengabaikan telponnya.


" maksud mas apa ya .kok nyolot .kita ini gak kenal ya


lagian kamu siapasih nelpon orang bukannya kenalin diri tapi langsung ngajak ribut" ujar ecca berteriak ikut emosi dengan bekacak pinggang yang membuat para mahasiswa yang berlalu lalang melihat kepadanya. Tapi ecca bodoamat lh.


"hufft aku harus sabar .tidak boleh terpancing deñgan tingkah bocah ini." ujar aidar berusaha sabar dan berusaha meredam emosinya karna pasti kedepannya hal seperti ini akan sering terjadi lagi setelah menikahi bocah tersebut ' pikir aidar yang sudah memprèdiksi.


" saya aidar . Dan saya ingin berbicara hal penting dengan kamu secara langsung .saya tunggu di kafe melati jam 2 " kata aidar langsung mematikan telpon tanpa menunggu jawaban diseberang sana.


tutu tutu! Terdengar suara telpon yang dimatikan secara sepihak.


"ternyata pak aidar .sangat tidak sopan sekali . Hufft bagaimana nanti kalau kami sudah menikah .aku pasti akan terkena tekanan darah tinggi karna menghadapi manusia irit bicara dan monoton sepertinya" ucap ecca mengeluh pada dirinya sendiri.


'aidar kuno' begitu ecca memberi nama pada kontak nomor aidar dengan emot gorila.


"ha haha .pak aidar memang cocok sih diibaratkan dengan gorila" ecca tertawa senang dengan pemikirannya.


Kemudian ecca bergegas ketempat yang diberitahukan oleh aidar karna memang sudah jam 2 kurang 15 menit.


Untung aidar bosnya sehingga ìa tidak perlu merasa cemas karna terlambat bekerja.


Sesampainya di kafè melati ecca celingak celinguk mencari keberadaan aidar dengan muka bete karna tidak melihat keberadaan aidar. Karna kf tersebut juga lumanyan ramai.


Ting '


bunyi notifikasi di hp ecca


' saya ada di meja pojok sebelah kanan' pesan masuk dari aidar. Yang hanya ecca baca .


hos hos ' deru nafas ecca yang sudah seperti habis lomba lari .

__ADS_1


padahal hanya berjalan dari pintu masuk saja ' batin aidar .


" bapak kalo ngambil tempat duduk kurang jauh " kata ecca menyindir aidar .


" baik. lain kali akan saya ingat ." kata aidar yang membuat ecca kesal dengan muka datar aidar yang menjawabnya.


"silahkan duduk dan pesan sesuka kamu"


yang langsung diangguki oleh ecca dan segera memesan makanan tersebut dengan banyak menu untuk mengembalikan mood perempuan tersebut.


' mumpung dibayarin pak aidar ' batin ecca sambil tersenyum cerah seakan lupa bahwa tadi mereka baru saja berdebat .


" kau rakus sekali .badan kecil makan seperti kuli" sindir aidar melihat banyaknya menu yang ecca tulis sedangkan aidar hanya memesan nasi goreng seafood dan lemon tea saja.


" bapak kalo gk iklas bayar ini semua bilang .gausah pake ngejek ngejek saya.porsi makan saja memang segini.prinsip saja hidup itu hanya sekali jadi harus kita nikmati .salah satunya adalah dengan makan ." ujar ecca dengan tegas sambil memandang aidar.


Seketika jantung aidar berdetak kencang saat memandang perempuan dihadapannya tersebut yang sedang memandang padanya dengan wajah tegas yang dibuat buat yang mana terlihat sangat menggemaskan bagi aidar. Yang mana wajah imut tersebut tidak cocok beraut wajah tegas .intinya apapun ekspresi emosi gadia tersebut tetap jatuhkan akan terlihat menggemaskan.


"ada apa dengan jantungku.kenapa ia berdetak cepat saat aku memandang gadis ini." batin aidar yang seketika takut jantungnya bermasalah.


Seketika aidar mengirim pesan pada sekretarisnya agar pulang hari ini ke indonesia dan menyiapkan pertemuannya dengan dokter spesialis jantung .


Dia tidak tau bahwa pesan yang disampaikannya pada sekretarisnya ditanggapi dengan berkebihan karna mengira sang bos sakìt keras sehingga ia lansung memesan tiket tercepat ke indonesia.


" astaga .sepertinya banyak hal yang sudah kulewatkan tentang si boss " kata sekretaris aidar yang bernama reyhan dengan wajah cemas.


Hendry bukan hanya sekretaris bagi aidar .ia juga merupakan sahabat aidar sejak smp yang sudah sangat hafal dengan sifat aidar .sehingga apapun yang aidar perlukan dan masalahnya hañya akan ia ceritakan pada reyhan .bahkan tidak dengan orangtua nya .


Skip .kembali lagi pada aidar dan becca.


" silahkan dinikmati makannya " seorang waiters menghidangkan makanan diatas meja tersebut dengan hati hati. Sambil tersenyum malu malu memandang wajah aidar yang teramat tempan dan dingin.


" terima kasih " jawab ecca tersenyum manis dan pura pura tidak tau bahwa pelayan tersebut mencuri curi pandang pada aidar .yang menjadì fokusnya adalah makanan yang terlihat memanggil manggil untuk segera di santap oleh ecca.


kemudian aidar mengisyaratkan dengan tangannya agar waiters tersèbut pergi .


" wahh aromanya sangat menggugah selera " guman ecca yang masih didengar oleh aidar .


"Selamat makan" ucap ecca yang kemudian makan dengan rakus seperti tidak makan 2 hari.


"tidak ada yang akan mengambil makananmu .jadi makanlah dengan pelan" ucap aidar datar yang membuat ecca malu karna ia tidak ada anggun anggunnya saat makan .


Setelah beberapa saat kemudian , mereka pun telah selesai makan .

__ADS_1


Aidar heran terbuat dari apa perut gadis tersebut sampai bisa menampung semua makanan yang ia pesan tadi.


Perempuan rakus' itulah yang cap diberikan aidar pada ecca.


" ah kenyangnya "


" terima ķasih pak atas traktirànnya .sering sering ya pak sperti ini" kata ecca dengan tidak tau malu pada akhir kalimatnya .


" cih dasar gadis kuli " dengus aidar pelan yang tidak


di dengar ecca.


" baiklah 'karna kamu sudah kenyang saya ingin bicara ba......"


" bapak kalo mau ngomong , ngomong aja .gak perlu izin " ucap ecca dengan tersenyum manis yang membuat aidar jengkel karna ecca memotong ucaoannya.


" cih dengarkan dulu kalau saya berbicara .jangan memotong perkataan seseorang ketika sedang berbicara " nasihat adrian agar ecca tidak kebiasaan


yang dijwab ecca dengan anggukan takut kena omel lagi kalau mengeluarkan suara.


"saya ingin memberitahu bahwa untuk baju dan cincin kita, sudah disiapkan oleh mama wulan dan tante sofia . Jadi kita perlu fithing lagi.


Dan juga terkait kebebasan kamu nanti setelah menikah' saya tidak akan mengekang kamu, kamu bebas melakukan apa saja ,asalkan dalam batas wajar dan juga setiap kamu akan bepergian kamu harus memberitahu saya 'karna bagimanapun kamu sudah tanggung jawab saya sepenuhnya nanti."


Ujar aidar mènjelaskan dengan panjang lebar pada becca .


"ecca setuju setuju saya tapi ecca juga ada syarat sama bapak" ujar ecca yang dibalas aidar dengan menaikkan alis pertanda agar lawan bicàranya melanjutkan perkataannya.


" ecca mau kalau bapak juga kalau bepergian kemna mana harus memberitahu ecca" balas ecca agar adil saja kan!.mereka berdua jadi saling mengabari .pikir ecca dengan otak kecilnya seakan mereka adakah pasangan yang saling mencintai sehingga harus selalu mengabari satu sama lain.


Syarat yang ecca sampaikan sontak mengundang kernyitan pada wajah aidar karna merasa heran dengan jalan pemikiran gadis tersebut 'sampai akhirnya aidar mengiyakan saja karna sedikit banyaknya aidar sudah tahu bahwa ecca itu kadang kadang bersikap absruk.


"baiklh .saya setuju ."


"Karna pembicaraan kita sudah selesai , saya pergi duluan karna saya masih banyak pekerjaan .kamu tidak perlu kerestoran hari ini .kamu langsung pulang saja " pamit aidar pada ecca dengan gaya khasnya .


" jangan lupa bonnya dibayar pak" teriak ecca pada aidar yang sudah berjalan lumayan jauh , yang di bahas anggukan oleh aidar.


Hari itupun ecca lewati dengan makan bersama aidar dan langsung pulang kerumah.


" kok aku nurut nurut aja ya kalau disuruh pak aidar " batin ecca bertanya tanya .sudah 2 kali aidar menyuruhnya dan ia langsung nurut nurut saja .sungguh bukan sifatnya sekali yang sering berontak kalau disuruh.


"Bodoamat lh .mungkin karna pak aidar itu sudah tua makanya ecca nurut " wkwkk tawa ecca dalam taksi yang akan mengantarkannya pulang .

__ADS_1


__ADS_2