
Selepas mereka mendaftar , ecca dan nova sudah bisa ikut kursus mulai besok.
Kursus make up diadakan 2 kali pertemuan setiap minggu. Nova mungkin akan terkendala dengan pekerjaannya tapi ecca memaksa sahabatnya ini untuk ikut kursus.
"kau tenang saja soal itu aku yang akan mengatakannya pada aidar . Aku akan melakukan segala cara agar kau diperbolehkan terlambat datang setiap 2 kali seminggu" ujar ecca sambil menyombongkan diri.
Padahal mah iya tidak yakin aidar akan setuju .karna aidar itu profesional.
'Tapi dengan iming iming aidar pasti mau ' batin ecca
sambil menyeringai licik yang membuat nova paham .
'pasti dia sudah merencanakan sesuatu .ckckc sudah menikah tapi tingkahnya tetap saja seperti itu' batin nova sambil menggelengkan kepala.
" baiklah .kalau begitu aku pergi bekerja dulu ya ! Aku sudah memesan ojol didepan"
" iya hati hati ya sahabatku tercinta . Jangan lupa traktir kalau udah gajian " teriak ecca karna nova sudah berjalan jauh.
Yang nova balas dengan jempol keatas.
Padahal seharusnya ia yang mentraktir temannya karna ia lebih kaya , tapi ini beda konsep.
" Aku enaknya kemana ya ? kalau langsung pulang bosan dirumah gk ada kerjaan " ecca merenung sejenak sambil menatap supir yang selalu standbye mengikutinya.
"hehe aku kekantor aidar saja kalau begitu .kan aku belum pernah melihat kantornya"
"pak , kita kekantor aidar ya ! Tapi bapak jangan kasih tau aidar kalau kita mau kesana. biar kejutan " ujar ecca sambil tersenyum
" baik nona "
Kemudiàn sekitar 20 menit ecca sudah sampai di perusahaan aidar yang menjulang tinggi.
" wah ternyata aidar sekaya ini ya.kenapa dari awal aku tidak sadar " ecca mengagumi bangunan megah yang menjulang tinggi di depannya ini dengan mata berbinar .
Tampak disepanjang jalan masuk terdapat taman bunga yang sedang berbunga warna warni.
Ecca semakin terpukau saat melihat banyak batu batu disepanjang taman yang berwarna warni.
kemudian ecca tersadar kalau ia kesini ingin menemui aidar .
__ADS_1
Ecca melihat ke arah resepsionis perempuan yang sedang tersenyum ramah .
" siang nona .ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut dengan ramah .walaupun dalam hati bertanya tanya ada keperluan apa gadis belia didepannya ini datang keperusahaan ini.
" emm saya ingin menemui pak aidar .apakah paka aidarnya ada ?" tanya ecca dengan tersenyum polos.
" sebelumnya apa nona sudah membuat janji ? Karna pak aidar hanya bisa ditemui jika sudah membuat janji terlebih dahulu"
" tidak . Aku tidak memberitahunya kalau aku datang kesini .aku ingin memberi kejutan .emm sebelumnya perkenalkan aku istrinya pak aidar " ujar ecca sambil mengulurkan tangan pada resepsionis tersebut.
Tapi resepsionis tersebit hanya diam dan terheran heran .
" heh nona .masih kecil kok kelakuannya udah ganjen.
pake ngaku ngaku istri pak aidar lagi" seorang karyawan perempuan berbaju ketat dengan heels tinggi mendorong pelan bahu ecca sambil mencibir ecca.
Iya mengamati ecca dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis.
" bukan sekali ini ada yang mengaku kekasih pak aidar . Tapi baru nona yang berani ngaku ngaku jadi istrinya . Asal nona tau pak aidar itu belum menikah jadi kalau mau berbohong berfikir dulu" kata karyawan tersebut dengan suara keras yang membuat seluruh mata karyaawan melihat kearah mereka.
" aku tidak mengada ada .aku memang istrinya pak aidar. Kalau kalian tidak percaya panggil pak aidar kesini dan tanyakan langsung padanha" ecca balas berteriak karna terpancing emosi.
" dasar tidak tau diri .memang pak aidar kurang kerjaan hingga mau meladeni bocah halu sepertimu" balas karyawan tersebut dengan senyum mengejek
" satpam segera seret nona halu ini keluar" suruh karyawan tersebut dengan lantang yang akan dilakukan oleh satpam tersebut sebelum sebuah suara menghentikannya.
"JANGAN SAMPAI TANGAN KOTORMU ITU MENYENTUHYA" aidar datang dari lantai atas ketika resepsionis yang tadi melayani ecca menelpon aidar dan mengatakan ada seorang nona muda yang mencarinya.
Awalnya aidar akan berteriak karna siresepsionis tersebut mengganggu waktunya untuk hal yang tidak penting.
Namun ketika resepsionis tersebut menyebutkan ciri cirinya aidar langsung terpikir dengan ecca.
Kemudian ia turun dan melihat ecca seorang diri dan si depannya terdapat sekumpulan karyawan yang sedang mengata ngatainya .
sontak hal tersebut membuat darah aidar mendidih ditambah ia melihat mata ecca yang berkaca kaca dan ketakutan saat akan di seret oleh satpam.
" siapa kau hingga berani menyentuh wanita ku " aidar membogem satpam itu dengan kuat sampai sampai satpam tersebut tersungkur.
"Sudah bos .jangan mengotori tangan anda dengan manusia hina seperti mereka" sekretaris rey menengahi dan menarik bosnya untuk mundur.
__ADS_1
Sontak karyawan yang memaki ecca tadi ketakutan dengan wajah pucat begitu pula para karyawan yang hanya menonton kejadian tadi.
Aidar kemudian mendekat pada ecca dan menangkup wajah ecca
" kau baik baik saja ? Apakah mereka menyakitimu ?" aidar memeriksa badan ecca takut ada yang terluka.
" aku baik baik saja .jangan kawatir .aku hanya sakit hati karna melihat moral karywanmu sangat minus.
bagaimana bisa mereka memperlakukan tamu seperti itu .seperti orang yang tidak berpendidikan. " ujar ecca yang membuat aidar kembali melihat para karyawan yang melihat kejadian tadi dan lebih fokus dengan karyawan yang tadi memaki ecca.
" maaf sayang .aku tidak tau kalau kelakuan mereka ternyata sangat tidak bermoral seperti itu . Aku menyesal mempekerjakan orang orang seperti itu"
Perkataan aidar seperti berita kehancuran bagi karyawan yang terlibat kejadian tadi baik hanya menjadi penonton.
" maafkan saya tuan .saya tidak tau kalau ini adalah nyonya .maafkan saja tuan .tolong jangan pecat saya"karyawan yang memaki ecca tadi bersimpuh dihadapan aidar dan ecca.
" maafkan saya nyonya .tolong maafkan saja "
ia menangis tersedu sedu. Ia menyesal telah bertindak kurang ajar pada ecca.
ia sudah bekerja disini selama lebih 5 tahun dan merintis karirnya mulai dari nol dengan kerja kerasnya sendiri.
Dan ketika ia sudah naik pangkat , ia menjadi sombong dan sering memandang rendah orang lain.
" tutup mulut busukmu itu .kau masih berani meminta maaf pada istriku .dasar tidak tau malu " aidar marah besar dan ingin sekali mencekik karyawan tersebut kalau tidak ingat ia sedang ditonton oleh semua orang.
" rey .segera kau urus mereka semua yang terlibat dengan kejadian tadi .baik yang terlibat langsung maupun yang hanya jadi penonton"
" baik tuan"
Kemudian aidar menggandeng tangan ecca menuju mobil yang akan membawa mereka kerumah moodnya sudah buruk sehingga ia tidak berniat lagi melanjutkan pekerjaannya.
Sepanjang perjalanan aidar terus memeluk ecca sambil mengelus kepala ecca dan sesekali melabuhkan kecupan dikepalanya.
" harusnya aku mengumumkan tentang pernikahan kita agar hal seperti ini tidak pernah terjadi . Aku merasa gagal melihat kau dicaci oleh mereka.maafkan aku ya " aidar memandang wajah ecca yang ada dipelukannya dengan wajah merasa bersalah .
" kau ini ngomong apa ? Ini bukan salahmu .lagipula karyawan itu yang tidak punya sopan santun hingga bersikap seperti itu padaku . Kalau saja ia tidak ketahuan kedoknya sekarang mungkin ia akan tetap berlanjut melakukan hal yang sama pada tamu yang lain" ecca menatap aidar dengan mendongak dan senyum manis dipipinya yang menular pada aidar.
" kau sangat murah hati sayang " ujar aidar yang membuat wajah ecca merona karna dipanggil sayang oleh aidar.
__ADS_1
lanjut kebawah 👇.
beri semangat untuk author lewat ike ,komen and vote nya 👌