
" sudah ya sayang aku sudah lelah"
" sebentar lagi , aku belum puas "
" tapi aku capek tau diatas terus , tanganku sakit " ia lalu turun dari atas aidar .
" baru juga sebentar ' tapi kalau kau diajak jalan jalan seharian kau tidak ada mengeluh capek ' jangan banyak alasan ' atau aku akan benar benar maraha"
dengan menggerutu ecca pun melanjutkan naik lagi keatas aidar dan duduk bersimpuh di punggung aidar yang lebar dan terasa keras sehingga membuat tangan ecca sakit ketika memijat nya .
Lanjut ia memijat punggung aidar dengan sesekali ia tekan tekan dengan lututnya .
" punggungnga kok keras sekali ? Dia ini makan apa sih ?" batin ecca konyol jelas jelas mereka setiap hari makan makanan yang sama
...bedanya aidar selalu menyempatkan diri untuk olahraga di sebuah ruangan di rumah mereka untuk yang sudah didesain seperti tempat gym ....
Setelah lama sevis pijat ecca berlangsung ' aidar pun tertidur .
Ecca mengintip kebawah untuk memastikan aidar sudah terpejam , baru kemudian ia turun dari atas aidar dengan hati hati
hah'' aman . Aduh tanganku yang malang , kau jadi merah begini karna memijat punggung kerasnya '' ecca mengelus tangan kananya yang lebih banyak bekerja sehingga terlihat lebih merah.
Otak ecca sedang berpikir apa yang akan ia lakukan selanjutnya sambil mengetuk telunjuk di bibir
Senyum ecca terbit saat ia memikirkan makanan.
Lalu ia pun keluar dari kamar setelah berganti baju sampai dilantai bawah ia mendatangi restoran dan memesan berbagai makanan yang tidak terlalu berat seperti kue kuean ,eskrim , dan aneka dessert.
Kemudian membawanya kelantai atas kembali kekamar mereka dan meletakkan makanan tersebut dengan hati hati di atas meja .
' hah kalau tidak diijinkan jalan jalan , makan makanan enak ini sambil maraton drama terdengar menyenangkan juga ' dengan semangat ecca mencari tablet dan headset agar suaranya tidak terdengar
Mulai menonton drakor favoritnya dengan posisi berbaring disofa sambil mencomot makanan diatas meja .
sepanjang menonton ecca kadang menangis , kadang tertawa dengan menggigit bajunya agar keluar suara. Pokoknya segala ekspresi ecca tidak boleh mengeluarkan suara .
Sepertinya acara maraton yang direncanakan tidak jadi karna ecca kini sudah tepar tertidur disofa denga n posisi yang sama dan tablet yang masih menyala
Menangis dan tertawa juga menguras energi dan pikiran membuat ia capek hingga akhirnya tertidur .
Detak jarum di jam dinding terus berputar hingga kini menunjukkan pukul 12.00
__ADS_1
Terlihat aidar yang mulai menggerakkan mata dan membukanya secara perlahan lahan . Menyadari kasur disampingnya terasa kosong .
" dimana ecca" guman aidar sambil bangun dan duduk bersandar diatas ranjang , mengumpulkan nyawanya yang masih belum terkumpul sepenuhnya .
Setelah tersadar sepenuhnya ia pun melihat ke arah sofa yang terdapat seseorang sedang tertidur dengan berbagai makanan di atas meja yang berserakan
'Apa saja yang dilakukan anak ini saat aku tertidur '
Aidar lalu bangkit dan mendekat ke arah ecca dan melihat wajah ecca yang tertidur pulas dengan mulut belepotan seperti bekas eskrim
'Ceroboh sekali ' ketus aidar lalu membersihkan mulut ecca dengan tisu.
'"bagaimana bisa ia tertidur dengan penampilan jorok seperti ini? Bagaimana kalau banyak semut yang mendatangi mulutnya " pikir aidar menduga duga .
Setelah bersih iapun memindahkan sang istri ke atas ranjang dan ikut berbaring kembali
namun kini ada sekelebat rencana dipikirannya ingin menjahili sang istri agar bangun .
Aidar pun tersenyum menyeringai dan melancarkan aksinya .
Ia menyibak sedikit rambut ecca dan menciumi lehernya seluruhnya membuat ecca menyerngitkan dahi mungkin sedikit terganggu .
Hingga ecca melenguh namun masih terpejam dan kemudian memiringkan badannya membelakangi aidar .
" rupanya kau belum mau bangun ya " aidar melanjutkan aksinya namun kini sudah mengarah kepada benda kesukaannya.
Pelan pelan jemarinya meloloskan tali baju ecca kebawah sampai melorot . Lalu asik bergelut disana sampai ecca merasa terganggu dalam tidurnya.
Ia berpikir bahwa ia sedang bermimpi namun kenapa terasa nyata yah pikir ecca .
Dengan enggan ia membuka matanya dan langsung dihadapkan dengan aidar yang sedang bermain dengan benda keramatnya .
" aaaak"ecca terlonjak kaget dan reflek mendorong aidar hingga terjengkang kebelakang dan buru buru membenahi bajunya .
"eh sayang .maafkan aku " ecca turum dari ranjang dan membantu ecca aidar bangun dari atas lantai namun aidar menepis tangannya .
" berani , beraninya kau mendorongku " teriak aidar murka . Ia tidak terima didorong seperti itu oleh sang istri seperti ia merupakan pencuri saja
harga dirinya terkoyak seakan ia merupakan pria cabul yang ingin memperkosa seorang gadis.
Tangan ecca reflek ia turunkan kembali mendengar teriakan keras aidar disertai wajah marah .
__ADS_1
tubuhnya seketika bergetar takut disertai dengan mata yang berkaca kaca . Belum pernah ia dibentak seperti ini oleh seseorang karna ia selalu dijaga dengan baik selama ini dan tidak pernah ada yang meninggikan suara didepannya
Tidak tahu kenapa Ada bagian pada dadanya yang terasa sakit saat ini .
Aidar yang menyadari hal tersebut segera merututi kebodohannya yang cepat termakan emosi .
" sayang maksudku bukan seperti itu . Aku hanya kaget saja tadi sehingga reflek mengatakannya
Aku menyesal sayang .sungguh aku tidak bermaksud sama sekali " aidar berkata dengan mendekati ecca yang kini sudah meneteskan airmata.
Ia panik melihat ecca yang malah menangis semakin deras .
Ecca tidak menjawab melainkan memalingkan wajahnya dari hadapan aidar .
Aidar menahan bahu ecca dengan tangannya dan menatap wajah sang istri dengan intens.
" ecca , sayang .tolong jangan seperti ini .aku benar benar tidak sengaja tadi .kau kan tau kalau aku ini pria temprament kedepannya aku akan berusaha untuk mengendalikan emosiku" aidar membujuk ecca dengan wajah memelas.
Sungguh ia tidak suka dan ikut merasa sakit saat istrinya menangis apalagi itu karna perbuatannya sendiri.
Lihatlah semudah itu ecca luluh dengan bujukan aidar . Ia terenyuh dengan perkataan aidar dan menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia telah memaafkan sang suami
"lain kali jangan seperti itu lagi . Aku kaget tau .aku tidak suka dibentak seperti tadi " ecca segera memeluk tubuh aidar yang tiba tiba ingin ia lakukan .
" iya sayang .maafkan aku " aidar balil memeluk ecca dan mencium mata ecca yang masih memerah.
Mereka saling bertatapan dengan intens dan entah siapa yang memulai duluan kini mereka sudah berakhir di atas ranjang saling tindih menindih
dan ecca pun kali ini tidak protes karna ia juga menginginkannya .
Aidar tersenyum disela sela aktivitasnya melihat wajah ecca yang memerah dan sesekali memalingkan wajah namun segera di tahan aidar.
sore itu terjadi aktivitas sepasang pengantin masih bisa dikatakan baru tersebut namun akan ecca sesali dan merututi kebodohannya besok.
Bersambung...
Kira kira menyesal karna apa ya guys🤣.
Simak bab selanjutnya oce 👌
Banyak cinta untuk kalian yang masih setia nungguin novel author🤗
__ADS_1