
Selepas drama pertengkaran mereka semalam ,kini mereka kembali beraktifitas seperti biasanya
Bedanya hari ni aidar menambahkan peraturan tidak tertulis untuk ecca agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi.
" apa ? Aku harus bersama sopir jika kemana mana !.
aku juga harus melapor padamu dengan siapa saja aku pergi?.
Gila! itu terlalu berlebihan! Kau tau?" protes ecca namun dengan suara pelan.ia tidak berani lagi membesarkan suara di depan aidar .
Melihat wajah aidar yang tidak menunjukkan raut apapun dan tetap datar , ecca sudah tau kalau percuma saja kalau ia protes.
"baiklah 'terserahmu saja , asalkan aku bisa beraktifitas bebas 'aku sudah senang" ecca tersenyum yang dipaksakan.
"hm mari kita makan. Aku sudah sangat lapar 'apalagi karna semalam" membuat para pelayan tersenyum malu karna berpikiran yang tidak tidak.
Sedangkan ecca yang merasa tersindir dengan ucapan aidar hanya tersenyum dongkol.
Tiba tiba sekretaris rayhan datang seperti jalangkung dan duduk di bergabung dimeja makan.
"hufft . untung saja kalian belum makan.aku juga kebetulan belum sarapan ." ujar rey tanpa dosa.
" apa kau tidak punya sopan santun ?. Datang sudah seperti jalangkung dan meminta makan tanpa ditawarkan lebih dulu " ujar aidar pedas.
" hey kau ini berlebihan sekali . Sudah sekretaris reyhan jangan ditanggapi .kebetulan aku masak banyak jadi kita bisa makan bertiga " ecca tersenyum kepada reyhan yang membuat mata reyhan betbinar binar menatap ecca.
Ecca sungguh wanita yang baik dan lembut .temannya ini beruntung memiliki wanita seperti ecca.
" jadi kau yang memasak ini semua.kalau begitu rey tidak bisa ikut makan.karna ini hanya cukup untuk kita berdua saja " aidar sebenarnya tidak mau berbagi masakan ecca karna hanya ia yang boleh memakannya .
" memang kau bisa menghabiskan makanan sebanyak ini ? Dasar pelit .aku sudah tau apa yang ada dipikiranmu " ujar rey menatap aidar dengan tersenyum miring.
Yang dibalas aidar dengan pandangan tajam .
' awas kau jika mengatakan yang tidak tidak ' begitu arti pandangannya.
" sudah sudah kalian ini selalu bertengkar .padahal setiap hari selalu bersama . Mari kita makan .makanan ini cukup kok untuk bertiga bahkan porsinya banyak " ecca menengahi dan menyendokkan makanan ke piring aidar dan dirinya .
Ketika ia akan menyendokkan nasi ke piring rey aidar mencegahnya.
" biarkan saja dia yang ambil sendiri .dia punya tangan yang masih lengkap untuk dipergunakan.
" iya nona biar aku saja yang mengambil punyaku ,karna nanti akan terjadi sesuatu kalau kau yang mengambilnya " ujar rey .
" baiklah .selamat makan "
__ADS_1
Kemudian mereka makan dengan tenang . Hanya ecca saja sih yang tenang .karna kedua pria tersebut asik makan sambil saling melemparkan tatapan tajam .
Skip
Setelah mereka selesai makan ecca mengantarkan aidar sampai kedepan pintu dengan menenteng tas aidar .
Sedangkan sekretaris rey menunggu di depan pintu mobil.
" aku berangkat kerja dulu.kau hati hati kalau kemana mana "
"iya . Nih tas mu"
"kau tidak mau memberiku salam perpisahan biar aku semangat bekerja " aidar memberi kode .
" oh iya aku lupa " ecca menepuk jidatnya lalu mengambil tangan aidar kemudian menciumnnya.
Yang membuat wajah aidar yang tadinya berbinar kini merengut karna kepolosan otak ecca yang tidak mengerti kode yang ia berikan "
Sekeretaris rey yang mencuri curi dengar pembicaraan mereka ikut tertawa tertahan melihat raut masam aidar.
" kau ini tidak pernah paham. Yang aku maksud itu bukan itu . Tapi ini"
Aidar langsung mencium kedua pipi ecca lalu turun kehidung kemudian menatap bibir mungil ecca sebentar
Ecca yang diperlakukan seperti itu sontak menjadi kaku dan tidak bergerak sama sekali .
" buka mulutmu " ujar aidar pelan.
Yang langsung dituruti ecca secara otomatis yang membuat ecca malu karna tubuhnya berhianat.
Kemudian aidar ******* dengan sedikit rakus bibir ecca sampai ecca memukul dadanya baru ia berhenti.
" bibirmu sangat manis. Aku mau kia melakukannya setiap pagi" aidar berucap dengan lembut sambil menghapus sisa saliva di bibir ecca.
Ecca tidak menjawab karna otaknya masih bleng .
sekretaris rey yang melihat adegan tadi langsung memalingkan mata dan mengumpati bosnya yang tidak tau tempat dan membuat jiwa jomlonya meronta.
" kalau begitu aku pergi dulu " aidar mengacak rambut ecca lalu berlalu menaiki mobil .
Setelah mobil aidar tidak terlihat lagi baru ecca tersadar dan berteriak
"khiaakk hua. Apa yang barusan kami lakukan " ecca berteriak dan berlari masuk kerumah karna malu siapa tau ada pelayan yang melihat aksi tidak senonoh mereka.
Padahal para pelayan sudah langsung ke bagian rumah yang lain ketika melihat sang tuan yang akan bermesraan dengan nona nya . Karna untuk itulah mereka digaji dengan mahal oleh aidar.
__ADS_1
ecca menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sambil berguling guling di ranjang sampai capek .heheee
Sementara aidar yang dalam perjalanan kekantor tersenyum senyum mengingat kejadian tadi' yang membuat mulut sekretaris reyhan gatal ingin mengatai bos nya yang lebay seperti anak abg .
" dia tersenyum seperti orang gila . Tingkahnya sama dengan anak abg " gumam rey tapi masih bisa didengar aidar yang memiliki pendengaran tajam
" berani kau mengatai bosmu ! Bulan ini gajimu dipotong 50% " putus aidar mutlak.
"APA? Memang aku mengatakan apa ? Kenapa gajiku dipotong "rey tidak sadar dirinya sudah mengatai bosnya .
" kau pikir aku tidak dengar kau mengatakan kalau aku ini seperti orang gila dan seperti anak abg "
" yakhh aku hanya keceplosan tadi bos . Aku bisa tidak makan nanti kalau gajiku kau potong setengah " rey mendramatis.
" tidak ada bantahan atau gajimu kupotong 70% . Itu pelajaran agar kedepannya kau tidak sembarangan berbicara"
Sekretaris rey hanya bisa diam dengan wajah cemberut jelek sambil menyetir.
......................
Ecca saat ini sedang bimbingan skripsi bersama dosen perempuan yang sudah di pilih oleh aidar melalui sekretaris rey tentunya.
Ia hanya perlu merevisi sedikit skripsinya untuk kemudian ia resmi menjadi wisuda tahun ini .
" baiklah nona ecca . Anda sepertinya sudah bisa mengambil wisuda tahun ini. Semoga berjalan lancar"
" terima kasih bu " balas ecca tersenyum cerah.
Kemudian ecca berlalu dari ruang dosen ke parkiran ' menunggu sahabatnya nova karna hari ini mereka janjian akan ikut kursus make up dengan ecca yang membayar biaya nova dengan kartu debit hitam pemberian aidar .
" kau yakin bek untuk membayar uang kursusku .bagaimana kalau aidar marah . Tidak terlalu penting juga aku ikut kursus ini " ujar nova yang takut dianggap memanfaatkan ecca.
padahal sebenarnya ia butuh juga kursus make up untuk modal jika melamar kerja nanti karna mereka berdua selama ini buta dengan semua alat make up
" sudah tidak apa apa . Aidar sudah menyerahkan kartu ini menjadi milikku jadi kau tidak perlu kawathir
lagian aku juga sudah mengatakan hal ini tadi pada aidar" .' lewat pesan ' tambah ecca dalam hati.
"baiklah .nanti kalau aidar marah itu bukan urusanku ya " ujar nova.
"hmm tenang saja"
Kemudian mereka pergi mendaftar kelas make up yang dekat dengan perusahaan aidar .kursus make up sederhana namun semua pegawainya wanita sehingga ecca tidak perlu cemas .
Lanjut chapter selanjutnya 👇
__ADS_1