
"Kalau kau memang seorang pemberani , bicaralah langsung di ďepan orangnya jangan cuma hanya ngedumel sendiri" sindir aidar .
" iss terserahku ! Pokokñya aku mau kau pergi sana jangan temui aku lagi . Aku gak bakal luluh dengan rayuanmu. Kalau kamu bisa selingkuh aku juga bisa .
Bahkan aku akan mencari yang lebih segalanya darimu " ecca tidak tau saja bahwa kalimat seenaknya yang ia keluarkan tanpa berpikir itu ditangkap serius oleh aidar
Dan menyulut api kemarahan sang tuan arogant tersebut.
" berani beraninya mulutmu mengucapkan kata terkutuk seperti itu. Kau sudah terlalu lancang dan melebihi batasanmu . Sekarang kau ikut aku pulang dengan cara baik baik atau dengan paksaan?"
Tidak ada lagi raut bercanda dalam wajah aidar karna kini ia diliputi kemarahan yang teramat membayangkan sang istri selingkuh dengan pria lain dan meninggalkannya.
Seujung kuku ecca saja tidak aidar biarkan seorang laki lakipun menyentuhnya apalagi seluruh tubuh ecca yang akan di miliki oleh pria lain .
Ecca syok melihat kemarahan aidar dengan aura sekelilingnya yang terasa mencekam di tengah suasana malam begini .
Ia reflek mengangguk saat aidar memberikan pilihan
Aidar kemudian menarik tangan sang istri dan membawanya masuk kemobil dan melaju ke kediaman mereka.
Dalam perjalanan tidak ada percakapan apapun di antara mereka bahkan aidar yang biasanya menempe l pada ecca kini terlihat agak menjauh dengan duduk mepet ke samping pintu mobil.
Lain dengan ecca yang sudah grasak grusuk di tempatnya melihat aidar yang tidak seperti biasanya.
Ia merututi mulutnya yang asal ceplas ceplos dan tidak memikirkan terlebih dahulu dampak dari kalimat spontannya.
Ia sudah membayangkan kalau sampai di rumah aidar pasti memberikan hukuman padanya bahkan bisa jadi hukumannya lebih berat dari yang biasanya
Asik dengan pikirannya ecca tidak menyadari bahwa mobil sudah berhenti di depan sebuah bangunan tempat mereka tinggali setelah menikah .
" nyonya kita sudah sampai " ucap sang sopir menyadarkan ecca.
" ah sudah sampai ya " ecca melihat ke sampingnya dan tidak melihat sang suami ternyata aidar sudah berjalan masuk terlebih dahulu .
" sepertinya dia benar benar marah kali ini " guman ecca menyusul sang suami dengan langkah cepat .
" selamat malam nyonya . Makan malam sudah siap
nyonya " lapor salah seorang pelayan yang menyambut ecca.
__ADS_1
" iya bi terima kasih ya .kami akan makan sebentar lagi " balas ecca dengan senyuman dan segera berlalu ke atas lebih tepatnya ke kamar mereka.
Sesampainya di kamar ecca tidak mendapati keberadaan aidar tetapi terdengar suara gemericik aidar dari dalam kamar mandi.
" ia pasti di kamar mandi . Kenapa aku jadi takut begini ya kalau dia marah ?" ecca memegang wajahnya dan mengusapnya kasar .
Sungguh ia tidak tenang kalau aidar hanya diam sedari tadi . Ia jadi overthinking menyikapi kemarahan aidar yang tidak tau sampai kapan.
Ecca kemudian memutuskan untuk duduk di tas ranjang menunggi aidar selesai mandi
Beberapa saat kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka dan terlihat aidar yang masih hanya memakai handuk setengah badan bawah berlalu menuju ruang ganti tanpa melihat sang istri .
" lama lama aku jadi kesal dengan sikapnya . Marah kok seperti perempuan " batin ecca menarik narik ujung bajunya dan mulut yang komat kamit.
Ia tidak ambil pusing dan segera menuju kamar mandi karna ia sudah gerah seharian tidak mandi .
Saat ini sepasang manusia yang sedang dalam suasana marahan tersebut terlihat sudah duduk saling berhadapan di mejà makan.
"ekhmm" ecca berdehem memecah suasana yang sunyi kemudian mengambilkan nasi dan lauk ke piring aidar namun langsung aidar cegah.
" aku bisa sendiri " kalimat pendek tersebut terasa menusuk hati ecca menimbulkan rasa sakit yang ia tidak tau asalnya dari mana.
Kemudian mereka makan dengan diam .
Ecca hanya makan sedikit karna tidak berselera makan setelah penolakan aidar tadi .
Aidar pergi tanpa sepatah kata ke ruang kerja sedangkan ecca segera menuju kamar mereka untuk mengistirahatkan raga dan pikirannya yang sudah terlalu lelah beraktifitas seharian ini.
'tak tak tak' jarum jam sudah menunjukkan jam 9 malam namun ecca belum dapat memejamkan matanya .
Tubuhnya lelah namun matanya tidak mau diajak kompromi hingga jam segini belum meunjukkan bahwa ia akan terpejam .
" hufft aku tidak bisa tidur ." ecca mengacak acak rambutnya dan akhirnya terduduk .
Ia memutuskan untuk berjalan jalan ke balkon kamar mereka.
Suasana malam itu terlihat sunyi di lihat dari atas namun terlihat indah sebab lampu lampu bangunan yang terlihat berkelap kelip di sepanjang ibu kota .
"Semuanya dapat terlihat dari atas sini. Menenangkan .kenapa aku baru tahu ya tentang balkon ini ? "
__ADS_1
" spertinya ini akan jadi tempat favoritku mulai saat ini kalau ingin menenangkan diri " ecca berbicara sendiri dan sesekali tersenyum melihat suasana malam ibukota yang terlihat indah .
Ia tidak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang ikut mendengarkan perkataannya namun setelah ltu kembali berlalu dari sana .
Orang tersebut tidak lain adalah aidar yang baru selesai mengerjakan pekerjaannya dan akan beristirahat ke kamar namun tidak melihat keberadaan sang istri .
ia mencari cari di sekitar kamar dan menangkap bayangan seseorang yang sedang berada di balkon kamar .
Setelah itu ia kembali ke atas ranjang tanpa menghampiri sang istri karna masih dalam mode marahan.
Sudah sekitar 1jam lebih namun ecca belum menunjukkan tanda tanda akan kembali ke ranjang membuat aidar yang tidak bisa tertidur menjadi gusar dan uring uringan antara menghampiri atau tidak.
Akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri sang istri daripada lelah berdebat dengan pikirannya.
Aidar menghampiri ecca dan melihat ecca yang masih asyik melihat pemandangan kota dengan tatapan lurus seperti memikirkan sesuatu.
Membuat hati aidar bertanya tanya dan sedikit khawatir takut sang istri berfikir terlalu berat.
"Kenapa kau masih disini ? Ayo masuk " ujar aidar menyentuh lengan ecca
Membuat lamunan ecc buyar dan tersentak kaget.
" akh huft" ecca menghembuskan nafas lega lantaran terkejut dengan kemunculan aidar yang tiba tiba.
" aku masih mau disini . Aku tidak bisa tidur jadi aku memutuskan untuk di sini saja sampai aku mengantuk " ujar ecca masih dalam posisi membelakangi aidar.
"angin malam tidak baik untukmu .sebaiknya kau segera masuk" ujar aidar terkesan memerintah.
"aku tidak bisa tertidur aku masih mau disini " suara ecca terdengar sendu saat mengucapkannya
Membuat aidar merasa aneh dengan sikap ecca yang tidak pernah seperti ini sebelumnya .
Dengan menurunkan gengsi aidar segera memeluk tubuh yang sangat ia rindukan tersebut membuat sang empunnya tersentak namun kemudian balas memeluk tubuh sang suami yang juga sangat ia rindukan kehangatannya.
Bersambung.......
salam cinta untuk pembaca di manapun kalian berada ❣.semoga saat ini dalam keadaan sehat dan sukacita .amin
Mari kita semangatin author dengan mengapresiasi karya author dengan cara like, komen dan kirim hadiah untuk author
__ADS_1
See you di bab selanjutnya ✋