
sore itu sepulang dari kantor sekretaris rey mampir ke sebuah restoran dipinggir jalan ibukota
Terlihat didalam tidak terlalu banyak pengunjung .tempat itu adalah restoran langganan rey .
Rey memarkirkan mobilnya dengan pelan kemudian memasuki restoran tersebut yang disambut dengan pelayan yang menunduk hormat
Mereka tentu kenal dengan rey , tangan kanan pengusaha nomor 1 di indonesia ini dan memiliki banyak cabang dinegara luar.
Oleh karna itu setiap rey berkunjung mereka akan sibuk mempersiapkan menu terbaik mereka .
Sama seperti bos mereka yang juga ikut mondar mandir , cek sana , cek sini agar maksimal
Rey memilih duduk di mèja paling pojok, tempat ia biasanya duduk.
Pemilik restoran bernama yanto datang menghampiri rey dengan buku menu ditangannya .
" selamat datang tuan rey .senang melihat anda mampir kembali " ucap pak yanto dengan binar senang diwajahnya .
rey hanya menganggukkan kepala
" aku lapar dan sepertinya enak makan stick daging ditengah cuaca dingin ini " rey berkata dengan mengelus elus lengannya seperti orang yang kedinginan.
" segera tuan.minumannya apa seperti biasa ?" tanya pak yanto memastikan
" hehe. bapak sudah hapal dengan hal itu .iya pak seperti biasa " sahut rey terkekeh.
Yang juga menular dengan pak yanto ikut terkekeh . Sedikit banyak ia sudah tau keptibadian rey yang supel dan mudah bergaul dengan orang .
" baik tuan " pak yanto segera menuju dapur resto dan menyuruh chef membuat pesanan aidar .
Beberapa saat kemudian terlihat pak yanto menghampiri meja rey dengan membawakan pesanan.
" ini tuan .silahkan dinikmati selagi hangat " ia menata makanan tersebut diatas meja dengan hati hati .
" duduklah pak .temani aku makan " titah rey sambil menunjuk kursi didepannya .
" aa baik tuan ,bila tidak mengganggu "
Selalu seperti ini .setiap rey mampir kesini ia akan selalu meminta pak yanto menemaninya makan sambil mengobrol banyak hal kemudian pamit pergi meninggalkan sesuatu untuk pak yanto atau para karyawan resto.
" bagimana kabar anak anak bapak?. Semuanya lancar ? " rey bertanya sambil memotong motong daging di piringnya lalu memakannya pelan pelan
__ADS_1
merasai rasa lezat stick restoran ini yang tidak pernah mengecewakan .
" baik tuan .berkat tuan kami bisa menjadi seperti sekarang .bisa hidup dengan nyaman dan sekolah anak² saya pun terjamin .terima kasih tuan" pak yanto berucap penuh ketulusan dan bersyukur.
" aku sungguh bosan mendengar bapak terus berterima kasih setiap kita bertemu .seperti aku merupakan orang paling baik didunia ini" ucap rey tidak suka .
" bagi kami sekeluarga tuan merupakan malaikat yang dikirim tuhan untuk kami " pak yanto berucap sungguh sungguh.
"hahaha. Sudah lah pak .bapak ini berlebihan sekali .lain hari aku tidak mau mendengar kata terima kasih berulang ulang untuk hal yang sama .dan ini merupakan perintah" tegas rey setelah tadi tertawa .
" kalau ini perintah .baik tuan " hormat pak yanto lagi yang tidak bisa rey cegah agar tidak terlalu hormat padanya.
Ini berawal dari beberapa tahun yang lalu rey pernah membantu seorang pria yang sering parkir berjualan roti roti didepan perusahaan .
Tidak banyak yang membeli dagangannya karna sanksi dengan kehijenisannya melihat pak yanto yang berjualan dengan gerobak dorong buruk dan sehingga terlihat tidak bersih .
Rey yang sering melihat pak yanto saat akan kekantor
penasaran dengan pak yanto yang selalu jualan didepan perusahaan walaupun terlihat sepi.
rey menghampiri pak yanto yang terlihat merapikan dagangannya
Ia memepuk bahunya hingga pak yanto menoleh dan terkejut melihat rey .
" kenapa bapak ketakutan melihat saya " kernyit rey merasa heran .
Lalu ia mengedarkan pandangannya ke arah para karyawan yang berhenti melihat mereka.
" mungkin karna mereka kali ya yang berkerubung melihat ke arah kami " batin rey menerka .
" kalian semua cepat bubar dan kembali kepekerjaan kalian " perintah rey dengan tegas .
Kemudian orang orang tersebutpun seketika bubar dan meninggalkan rey dan pak yanto yang masih terlihat ketakutan.
" maaf sebelumnya tuan .ada apa gerangan tuan menghampiri saya" ia sudah menduga duga akan diusir karna berfikir rey risih ia parkir didepan gedung perusahaan.
" bukan apa apa pak.saya hanya penasaran dengan roti bapak.sepertinya enak" basa basi rey tersenyum.
Wajah pak yanto seketika ceria.
" ini tuan silahkan dicoba .tidak perlu dibayar" karna dengan rey mencoba kue buatannya saja sudah menjadi kebanggaan baginya.
__ADS_1
" baiklah kalau bapak memaksa " kekeh rey kemudian mengambil sebungkus roti rasa coklat dan mencobanya. Ternyata rasanya enak tidak kalah dengan toko kue ternama di kota .
"enak .rasanya enak tapi kenapa setiap saya perhatikan tidak banyak yang mampir membeli kue bapak" rey bertanya tanya .
" itu pasti karna gerobak saya dan juga pakaian saja yang terlihat buruk sehingga banyak orang yang sanksi dengan dagangan saya tuan " ucap pak yanto dengan tersenyum namun rey dapat menangkap kesedihan di mata pak yanto.
" apa bapak sudah berkeluarga " rey penasara. Jika memang sudah apakah cukup dengan penghasilan segitu menghidupi keluarganya .
" kurasa untuk dirinya saja kurang " pikir rey
" sudah tuan . saya bahkan sudah punya 2 putri tuan "
dengan mata berbinar pak yanto menjawab.
selayaknya seorang ayah pada umumnya ia juga merasa bahagia dihati jika teringat mengenai anaknya.
rey tersenyum melihat reaksinya
" apa istri bapak juga bekerja '? " rey bertanya sudah seperti wartawan . Tapi ia menanyakan hal tersebut karna ia berfikir mungkin saja istrinya bekerja juga sèhingga bisa membantu menghidupi anak anak mereka.
" tidak tuan.istri saya hanya sebagai ibu rumah tangga untuk mengurus putri putri kami "
"kalau istri bapak tidak bekerja apakah penghasilan bapak cukup untuk menghidupi keluarga ?"
" apa yang ada itu kami cukup cukupkan tuan "masih dengan senyum yang sama .
Aidar terenyuh mendengar sedikit cerita hidup penjual kue tersebut. Betapa beruntungnya ia sejak lahir sudah dengan berkelimpahan dan tidak pernah kesusahan . ia juga tersadar bahwa nasib tiap tiap orang hanya tuhan yang menentukan dan tidak bisa dibuat buat oleh manusia . Tugas manusia hanyalah menjalani takdir tersebut dengan sabar sambil tetap berusaha untuk maju.
" bagaimana kalau saja menawarkan batuan pada bapak untuk mengembangkan usaha bapak ini? " rey bertanya.
" àpa tuan ? Tuan serius?"
Sontak pak yanto terkejut dan mengira ia salah dengar sehingga bertanya untuk memastikan
" iya .saya ingin menawarkan bapak bantuan untuk mengembangkan usaha bapak " rey mengulangi dengan tersenyum.
" terima kasih tuhan . saya mau tuan saya mau " dengan cepat dan tubuh bergetar pak yanto menjawab .
" kalau begitu datangi saya besok di kantor ini . Ini nomor saya bapak telpon besok kalau sudah didepan perusahaan " rey memberikan kartu pengenal pada pak yanto kemudian segera berlalu kembali kekantor meninggalkan pak yanto dengan keterkejutannya lalu melihat ke arah tangannya terdapat kartu yang rey berikan.
dengam meneteskan air mata pak yanto mengucapkan banyak terima kasih pada rey walau tidak rey dengar dan tidak henti hentinya mengucap syukur pada tuhan.
__ADS_1
Bersambung
Semangat buat yang pembaca yang ada masalah hidup hari ini dan selamat untuk pembaca yang merasa banyak kebahagiaan hari ini 💪😘⚘