Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
Episode 10


__ADS_3

Angga membuka pintu restoran dan mempersilahkan Aika masuk terlebih dahulu. Aika duduk di salah satu meja. Perlahan ia memijit kakinya yang keseleo akibat ditarik paksa oleh ketiga orang tadi.


Ssttt...


Ringis Aika saat memijit sendiri kakinya. Pandangan itu tak luput dari Angga yang berdiri tak jauh darinya. Angga segera melangkah ke dapur mengambil baskom dan isi dengan Air dingin tak lupa handuk kecil, setelah itu ia pergi menemui Aika. Ia menunduk ke gadis itu, baskom yang ia bawa di letakan di lantai dan Angga berjongkok lelaki itu mengambil sebelah kaki Aika, ia letakan kaki itu di pahanya agar menjadi tumpuan.


''biru Ai...'' kata Angga panik. Dengan pelan Angga memegang oergelangan kaki Aika dan memutarnya pelan


''auuw sakit kak...'' ringis Aika sambil memegang tangan Angga yang memegang kakinya tapi Aika melepas kembali dan menegakan tubuhnya. Angga sempat terhenti namun ia lanjutkan lagi ia mengambil kain basah di dalam baskom itu lalu mengompresnya ke kaki Aika, pandangan itu tak luput dari Aika.


''masih sakit Ai...'' tanya Angga sambil melihat Aika. Aika menggeleng sambil mencoba menurunkan kakinya namun di tahan oleh tangan besar Angga.


''celana kakak basah...'' kata Aika sambil menunjuk paha Angga. Angga tersenyum sambil tersenyum lembut


''gakpapa nanti kakak bisa ganti!!... kata Angga sambil menggosok kembali kaki Aika dengan kain basah. Aika hanya diam lama kelamaan hal ini membuatnya ngantuk, Aika melihat ke sekitarnya ia mengambil bantal dan meletakannya di belakang punggungnya lalu Aika bersandar sambil mengeluarkan hpnya di tas lalu memainkannya hingga matanya terasa berat


Pluk!! Hp yang ia pegang jatuh ke lantai. Angga langsung mendongak ke Aika. Angga menghentikan aktivitasnya ia berdiri lalu memungut hp Aika


''Ai...'' panggil Angga sambil menepuk pipi Aika pelan namun Aika tidak bergerak malah ia mendengkur. Angga tertawa pelan '' kamu tidur rupanya..'' gumam Angga. Dengan pelan Angga menaikan kaki Aika di sofa panjang lalu menyangga salah satu kaki Aika yang sakit dengan bantal. Angga memperbaiki kaos hitamnya tangannya terus memegang hp Aika. Angga menatap layar hp Aika yang ber walpaper hello kitty. Angga nampak menimang hp Aika


''buka gak yaa..'' kata Angga '' buka aja deh!! Keppo...'' kata Angga, perlahan ia duduk di dekat kaki Aika. Angga mulai menggeser layar hp Aika namun terkunci. Angga nampak mengisi password hp Aika dengan beberapa huruf namun gagal


Aika


Alayka


Malayka


AiAi


Cantik


Angga menegerang frustasi tapi ia tidak mudah menyerah hingga ia memasukan satu kata sandi lagi


Anggabaya Cakara


Layar hp itu terbuka sepenuhnya. Angga nampak tersenyum ternyata namanya yang menjadi kata sandi hpnya Aika. Angga mulai memeriksa hp Aika mulai dari chat, media sosial Aika hingga gallery foto. Angga mengerutkan keningnya saat melihat beberapa fotonya yang sedang berada di dapur dan juga kasir. Angga menengok ke Aika yang masih tidur


''ai apa yang ada di dalam hatimu tentang kakak...'' gumam Angga. Lamunan Angga terbuyar saat hp Aika bergetar di tangannya. Angga membuka instagram Aika di situ Angga melihat fotonya yang sedang tersenyum sambil berbaur dengan beberapa teman- temannya di dapur di bawahya tertulis captions


''tidak ada yang buruk jika terlihat dan terasa baik. Kamu kembali seperti yang kupikirkan.And you're my drug breathe you in' til my face numb...


Angga merasakan tempat duduknya bergoyang dengan cepat Angga mengembalikan hp Aika seperti semula dan mengunci kembali setelah itu ia meletakannya di atas meja. Aika menggeliyat mencri posisi ternyaman untuk tidur. Angga membukungkan tubuhnya ke Aika


'' Ai apa kamu mencintai kakak sama seperti kakak mencintai kamu...'' ucap Angga pelan. Angga bisa melihat wajah Aika jelas bibir ramun bewarna ping pipi yag sedikit cabi. Wajah mereka hanya berjarak lima senti. Entah dorongan mana Angga ingin sekali mencium bibir Aika. Dengan pelan Angga mengecup bibir Aika hingga beberapa saat lalu melepaskannya kembali. Angga segera bangun saat mendengar lonceng pintu berbunyi. Abra yang baru saja masuk langsung syok, Angga menunjuk bibirnya dengan jari isyarat untuk diam. Abra melototkan matanya tak percaya sambil mengangguk.


''ada apa...?" tanya Angga sambil bangkit dari dudukannya. Abra hanya menggeleng


''tidak ada kak, hanya melihat kondisi restoran aja...'' kata Abra sambil duduk. Ia melepaskan tas selempangnya lalu mengeluarkan beberapa buku pelajaran


'kamu kuliah...'' kata Angga sambil melihat buku- buku itu. Abra mengangguk antusias


''iya kak aku kuliah di (unmul) universitas mulawarman jurusan manajemen keuangan dan pemasaran...'' kata Abra. Mata Abra melihat Angga memegang bukunya


''kakak gak kuliah...'' kata Abra. Angga tertaw sambil menggeleng ia meletakan buku yang ia pegang tadi di atas meja


''lulus SMA aja kakak gak bisa apalagi mau masuk kuliah dek...'' kata Angga sambil duduk di depan Abra.


''pendidikan gak kenal usia kak.. contohnya seperti aku!! Walaupun kuliah tapi pemikiran belajarnya masih kayak anak SMA, jadi susah gimana gitu...'' kata Abra sambil mendesah lesu.


''berarti harus belajar lebih giat lagi dek!! Kamu masih muda jadi harus semangat jangan kaya kakak karena cinta masa depan hancur ckckck!!!" kata Angga. Abra tersenyum ia mencondongkan tubuhnya ke depan


''tapi kakak bahagia kan!! Apalagi ada kak Ai...'' ucap Abra pelan sambil menunjuk Aika. Angga menunduk sambil tertawa ia mengangguk tanda senang.


''kak Aika segalanya bagi kakak! Kakak rela pertaruhkan nyawa demi dia esok lusa nanti...'' kata Angga sambil ikut melihat Aika.


''kakak so sweet sekali sih!! Ah suatu saat aku juga bisa seperti kakak mencintai seorang wanita dengan tulus...'' kata Abra.


''belajar dulu yang bener baru punya cewek!!'' kata Angga sambil mengacak rambut Abra. Mereka tertawa secara bersamaan menciptakan atmosfer persahabat erat walaupun umur mereka beda sembilan tahun.


*****


Restoran Ocean balikpapan


Barraq duduk di depan tuan pemilik perusahaan terkemuka Agatha corp. Ardi mengundang Barraq karena ingin mengajukan kerja sama tentunya Ardi di temani oleh Adrian dan Ratna sedangkan tripplet dan Abra sama Aika tidak ikut. Barraq pun di temani oleh Khatrina dan Ed. Mata Kathrina tidak lepas dri Ardi yang sedang memotong steaknya. Ardi sengaja memilih untuk mendatangi Barraq di Balikpapan.


''lumayan nieh mangsa buatku mengeruk hartanya tuan Agatha...'' batin Kathrina. Ratna yang melihat itu langsung tersenyum iblis


''pah aku minta steaknya...'' kata Ratna sambil memegang pergelangan lengan Ardi. Ardi langsung menengok ke Ratna sambil mengangguk


''ini sayang...'' kata Ardi sambil menukar miliknya dengan Ratna.


''makasih sayaang...'' kata Ratna sambil mengecup pipi Ardi sekilas.


Kalian pasangan romantis sekali yaa...'' puji Barraq. Ardi tersenyum sambil mengangguk


''karena Ratna adalah istri saya ibu dari ke enam anak saya...'' jawab Ardi.


''wow enam!! Hebat sekali anda tuan Ardi...'' kata Barraq tidak menyangka.


''biasa saja tuan Barraq, tapi mereka berlima tidak ikut karena sedang asik dengan aktivitas sendiri jadi saya hanya mengajak putra pertama saya Adrian...'' kata Ardi.


'' tuan Ardi dan ibu Ratna orang tuanya Aika kan...'' kata Eduardo pura- pura girang. Nyatanya ia merutuki mereka


Ratna mengangguk. ''iya Aika anak kami...'' jawab Ratna


''Aika rupanya mirip sama ibu begitu cantik ...'' kata Ed. Ratna hanya tersenyum


''Ed apa kamu mengenal Aika...'' tanya kathrina. Ed mengangguk


'' dia adik kelasku waktu SMP mom aku pernah mengajarinya bahasa Thailand...''kata Ed sambil memasukan ke dalam mulutnya potongan steak.

__ADS_1


''oh ya, bagaimana jika Ed di jodohkan dengan Aika saja sepertinya mereka cocok...''kata Kathrina lumayan ia bisa berdekatan dengan Ardi. Ratna tertawa sambil menggeleng. Hal yang Ratna tidak sukai adalah dengan seenaknya orang lain ingin menjodohkan anaknya dengan siapapun


''maaf bu, bukanya nolak tapi Aika sudah saya jodohkan dengan pria lain...'' jawab Ratna sopan, Kathrina nampak tak enak hati.


''oh ya dengan siapa...'' tanya Kathrina


''dengan seorang pria biasa, seorang pelayan di restoran anak saya! Tampangnya sangat tampan dan berwibawa bejiwa besar dan pemberani, jago berkelahi dan yang terpenting ia mencintai anak saya dengan tulus...'' jawab Ratna sambil mengingat sosok Angga. Ed mengepalkan tangannya kuat.


''oh ya siapa namanya..'' tanya Kathrina


''Anggabaya Cakara pria berusia dua puluh tujuh tahun, saya bangga memiliki menantu seperti dia nantinya...'' kini yang jawab Ardi. Barraq mengkerutkan keningnya


Angga? Berarti Ethan anaknya. Barraq menyembunyikan senyumannya dalam hati. Anaknya Ethan


''oh ya? Angga aku mengenalnya dulu dia pernah bekerja denganku di pembangunan hotel...'' kata Barraq.


''oh ya..?' kini yang bersuara Adrian


''ya, dia juga yang menyelamatkan aku dari kematian, dia rela terkena bongkahan batu demi aku...'' jawab Barraq '' jadi, jadi gimana kabarnya anak itu apa tuan Barraq tau..?'' tanya Barraq antusia. Ardi mengangguk


''ya!! sekarang dia baik- baik saja dan di bawah perlindunganku, kemarin dan beberapa waktu lalu ia sempat di keroyoki oleh orang- orang suruhan. saya pikir ia akan kalah rupanya anak itu jagoan dengan sekali hentakan ia menghabisi orang- orang itu!! Saya takjub mendengarnya dari Aika saat itu...kebetulan Aika sedang bersamanya...'' jawab Ardi. Barraq diam orang- orang suruhan itu adalah perintah dari Ed namun Barraq hanya pura- pura tidak tau. Beberapa waktu lalu ia pergi keluar kota untuk mencari keberadaan Adelia bukan untuk bekerja, ia mencari istri tercintanya yang ia buang dulu.


''ah Angga sungguh hebat saya harap Eduardo seperti dia!! Berjiwa pemberani dan tidak mengandalkan pengawal...'' kata Barraq. Perkataan itu tidak sengaja menyentil hati Ed. Ed berusaha menahan amarahnya.


"angga berjiwa pemberani karena hidupnya keras di luar sejak kecil. Ia harus berani bertarung di medan pertempuran jika ia ingin menjadi baik dan tidak rusak!! Saya senang memiliki calon saudara ipar seperti dia om dan tante...'' ini kata Adrian '' saya tidak perlu takut memberikan adik saya ke dia, karena saya yakin kalau Angga sangat mampu menjaga miliknya...'' kata Adrian lagi. Barraq terharu mendengar tuturan mereka. Angga di jaga baik oleh keluarga Agatha tidak seperti dirinya yang tidak mampu menjaga Ethan dan Adelia karena nafsu.


''ah nyonya Kathrina, bisakah anda menemani istri saya ke kasir, saya takut kalau dia sendirian nanti ia akan di goda oleh kasir setempat...'' kata Ardi sambil menatap Ratna penuh cinta.


''Ar...'' kata Ratna malu. Ardi bisa melihat kalau pipi Ratna merah. Kathrina nampak kesal namun kekesalan itu ia sembunyikan.


''boleh ayo bu..'' kata Kathrina sambil beranjak dari kursi. Ratnapun ikut berdiri sambil melihat Ardi mengangguk. Singkat cerita akhirnya mereka berdua pergi hingga menyisakan empat pria berbeda generasi.


''hey Ed maukah kamu menemani aku menikmati pantai malam...'' tawar Adrian. Ed nampak terkikuk sebelum akhirnya mengangguk kini mereka berdua pamit ke papah mereka masing- masing sebelum akhirnya pergi.


Ardi mengubah ekspresinya menjadi dingin dan datar. tidak ada ramah ketamahan kecuali di depan istrinya.


''aku sebagai orang tua Aika ingin meminta restu untuk menikahkan Angga dengan putriku, apa kamu merestuainya...'' kata Ardi. Barraq yang sedang menyeruput tehnya langsung terhenti ia menatap Ardi dengan tatapan tersembuyi. Perlahan Barraq meletakan cangkir tehnya.


''aku merestui Angga menikah dengan Aika, putraku sudah besar dan akan segera menikah tanpa kehadiranku..'' kata Barraq lirih. Ardi mengekuarkan amplop putih lalu di lekatan di atas meja dan menggesernya ke Barraq.


''aku ingin kau datang bersama seorang wanita yang ada di dalam amplop ini...'' kata Ardi. '' nanti saja di buka kalau kamu sudah berada di rumah...'' kata Ardi lagi. Barraq mengambil amplop itu lalu dimasukannya ke dalam jas


''baiklah.


Di sisi lain.


Setelah yakin cukup jauh Ratna membalikan badannya menghadap Kathrina


Bugh


Bugh


Bugh


''sekali lagi matamu menatap suamiku rakus, tidak segan- segan aku akan membunuhmu...'' ancam Ratna.kathrina hanya memegang kepalanya ia nampak syok akibat pukulan tadi. Ratna merapikan penampilannya lalu pergi meninggalkan Kathrina sendiri.


*****


Jam menunjukan pukul enam sore, Aika melengguh dari tidurnya perlahan ia mulai sadar, Aika membuka matanya malas sayup- sayup ia melihat Angga tengah serius sambil memegang pulpen



''kakak tampan sekali...'' gumam Aika dalam hati. Aika mulai bangun i menegakan tubuhnya sambil memperbaiki ikatan rambutnya. Setelah selesai Aika menghampiri Angga dan duduk di sampingnya. Mata Aika sempat kaget saat melihat tulisan tangan


And you're my drug breathe you in' til my face numb...


mata Aika melirik ke sana ke mari ia mencari hpnya yang tidak sengaja ia jatuhkan saat tidur


''kakak gak liat hp Ai...'' tanya Aika sambil mengawasi gerak gerik Angga. Mata Angga melirik Aika namun kepalanya tetap pada kertasnya. Angga menunjuk dengan dagunya. Aika segera mencari hpnya rupanya dapat di bawah tumpukan kertas. Dengan sgap Ai mengambil hpnya dan meletakan di depan dada ia sedikit menyerongan tubuhnya membelakangi Angga. Angga melirik ke Aika yang tengah berkomat kamit sendirian, Angga **** senyum ia menggeleng sambil melanjutkan tulisannya. Angga sedang mengerjakan tugas Abra. Walaupun ia tamatan SMP tapi otaknya setara dngan anak kuliahan.


Aika cepat- cepat membuka kata sandi hpnya. Ia memeriksa denganteliti namun tidak ada yang mencurigakan.


''aman'' gumam Aika dalam hati. Perlahan ia berbalik menghadap Angga sambil berdehem pelan. ''kakak emang tau arti yang kakak tulis itu...'' tanya Ai curiga, dengan santai Angga menggeleng pelan namun fokusnya masih menulis sa,bil membaca buku, Aika mengangguk anggukan kepalanya. Sebenarnya Angga tau artinya tapi ia memilih untuk pura- pura tidak tau saja.


''kak Aika sudah bangun....'' sapa Abra sambil membawa nampan berisi mie goreng instan dan teh hangat tiga buah. Perlahan Angga membantu Abra ia berdiri lalu megambil alih nampan tersebut. Abra duduk di depan Aika dan Angga. Abra menyingkirkan kertas yang berserakan di meja lalu Angga meletakan nampan tersebut di atas meja yang sudah di bersihkan Abra tadi.


Mata Aika berbinar dengan cepat ia meraih mie goreng yang di tangan Angga! Ingat di tangan Angga jadi itu harusnya milik Angga tapi diambil oleh Aika.


''ish kakak itu punya kak Angga dan yang itu punya kak Ai..'' tunjuk Abra. Aika hanya menggedikan bahunya dan makan mie goreng


''gakpapa dek!! Kakak yang ini aja...'' jawb Angga sambil mengambil mie goreng di nampan.


Aika melirik mie yang di makan Angga. Rasanya kok enakan puny kak Angga yang ia sedang makan daripada mie goreng yang ia pegang, Aika menelan mienya lalu sisanya di piring ia letakan di atas meja.


''udah kenyang Ai...'' tanya Angga sambil mengunyah mienya, Aika mengangguk pelan matanya melirik mie yang sedang di ayun- ayunkan oleh Angga pakai sumpit. Angga nampak mencari arti tatapan Aika lewat gerak geriknya. Angga hampir tersedak saat dalam hatinya berbicara.


Dia menginginkan mie mu Angga...


Aika segera mengambil teh hangat lalu di beri ke Angga. Mata Angga menatap perhatian dari Angga.


''makanya pelan- pelan kak....'' ujar Aika. Angga nampak terdehem sambil mengambil mienya pakai sumpit


''aaaa...'' perintah Angga ke Aika. Aika langsung membuka mulutnya dan menerima suapan Angga. Mata Aika berbinar senang sungguh mie yang di suapkan Angga sungguh enak. Angga nampak tertawa pelan melihat Aika.


''Ai cariin kakak pacar dong...'' pinta Angga. Aika langsung menunjukan aura tidak suka. Pacar?? Aika menggeleng cepat


''Ai gak punya teman cewek...'' jawab Aika cuek. Abra tersenyum licik ia meletakan mie goreng sisa di atas meja


''kakak mau pacar, Abra ada temen cantik bodynya cantik, lugu, pintar masak dll..'' kata Abra


''oh ya, sekalian bisa di jadiin istri biar kakak ada yang urusin...'' kata Angga sambil melirik Aika. Aika merasa hatinya sakit. Angga hanya mengetes apakah Aika cemburu atau tidak. Aika segera meraih tas kecilnya lalu berdiri

__ADS_1


''loh kak Ai mau kemana...? tanya Abra pura- pura tidak mengerti.


''cari calon suami tau aja dapet!!" jawab Ai sambil mengeluarkan hpnya, ia menghubungi seseorang


''hallo kak Ed...'' sapa Aika. Tubuh Angga menegang ia mencengkram sumpit yang ia pegang


''....''


''hah!! Kakak di Balikpapan sama papah dan mamah juga!! Hah sama abang!! Huahhh Ai di tinggal dong...'' kata Aika sedih


''....''


''yaudah deh berarti gak jadi ngajarin Ai bahasa Thai dong...'' kata Ai lagi


''...''


''yaudah deh kalo gitu...'' Aika mematikan hpnya.


''Abra entar malam kakak boleh gak ketemuan sama calon ISTRI kakak nanti!!!" kata Angga tak lupa ia menekan kata ISTRI agar Aika mendengarnya. Aika menghembuskan nafasnya tanpa pamit ia langsung pergi keluar, Aika sempat meneteskan air matanya saat membuka pintu. Entah perasaannya seperti apa.


Sepeninggal Aika, Angga nampak terlihat sedih dan lesu


''kak, apa kakak jadi ingin bertemu dengan temanku...'' tanya Abra memastikan. Angga menggeleng pelan


''gak jadi dek!! Kakak tadi hanya gangguin kakak kamu...''jawab Angga '' kalo gitu kakak nyusul kak Ai dulu ya!! Takutnya nanti dia kenapa- napa...'' kata Angga sambil beranjak pergi.


Angga nampak berlari keluar namun Aika sudah pergi jauh.


''Ai kamu di mana sayang..'' gumam Angga sambil melihat area sekitar hari mulai menjelang maghrib tapi Angga terus mencari Aika hingga ia tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita


''akhh...'' pekik wanita itu, ia terjerembab ke bawah akibat tertabrak oleh Angga. Angga langsung berjongkok dan reflek memegang tumit wanita itu.


''maaf aku tidak sengaja...'' kata Angga sambil melihat memar pada tumit wanita itu


Boleh juga... batin wanita itu


''auw..'' ringis wanita itu di buat- buat. '' saya gakpapa mas, maaf atas kecerobohan saya...'' ujar wanita itu sambil mencoba untuk berdiri namun ia terjatuh dengan sigap Angga menangkap tubuhnya. Mata wanita itu sempat terpanah melihat pupil mata Angga bewarna hitam legam. 'aduh maaf...'' wanita itu berdiri kembali


''gakpapa, kalau gitu saya permisi dulu...'' ucap Angga. Wanita itu langsung mencari akal agar Angga menetap di sisinya.


''ssshh aduh mas kaki saya, bisa tidak mengantarkan saya ke mobil di ujung sana...'' tunjuk wania itu. Angga nampak berfikir hari mulai gelap Angga khawatir dengan Aika, ia takut Aika akan di incar oleh anak buah Ed. Tapi ia juga merasa bersalah akibat kejadian tadi. Angga menimang- menimang pemikirannya.


''baiklah...'' Angga membantu wanita itu berjalan


''kalau boleh tau siapa namanya mas?" kata wanita itu.


''Angga...'' jawab Angga sambil melangkah sedikit cepat karena ia harus mencari Aika.


''mas pelan- pelan dong jalannya sakit..'' kata wanita itu manja. Angga memutar kedua bola matanya jengah. Setelah sampai Angga langsung melepaskan wanita itu


''saya pergi dulu...'' pamit Angga dingin dan datar.


''namaku Sherlly terima kasih yaa...'' teriak wanita itu sambil membuka pintu mobilnya dan masuk. Wanita itu mengeluarkan hpnya dan mengetikan sebuah pesan


Ed sodara loe hot banget, boleh buat gue mainin!! Thanks udah kasih tau gue akan memisahkan dia dari pujaan hatinya


Wanita itu tersenyum setan. Ia akan mengguncang perasaan Angga dengan caranya sendiri.


Di sisi lain Aika membuk kedua matanya hal yang pertama ia lihat adalah dua gundukan tanah di sampingnya


''tempat ini...'' gumam Aika. Masa lalu mulai berputar di otaknya. Tempat di mana ia perkosa oleh Angga.


''sudah bangun darling!!'' Aika mundur sambil duduk hingga ia mentok ke dinding, hari mulai gelap Aika tidak bisa melihat apalagi di dalam sebuah gedung kosong. ''easy Ai, aku tidak akan berbasa basi!! Jika kamu ingin selamat maka jauhi Angga biarkan aku membunuhnya atas perintah seseorang!! Biarkan juga Angga bersama wanita lain bukan kamu gadis labil dan ingusan!!" kata lelaki itu. Derrek adalah tangan kanan Ed. Aika hanya diam tapi matanya terus mengalirkan cairan bening dadanya ia silangkan dengan kedua tangannya. ''aku bisa saja memperkosamu di sini menikmati tubuh menjijikanmu...'' kata pria itu yang mulai mencengkram tangan Aika, dan mengrobek baju di bagian lengan. Aika meringis takut ia tidak berani mengeluarkan suara.


Kakak.... batin Aika. Aika melihat ke area sekitar dengan cahaya bulan Aika mencari sesuatu. Aika melihat sesuatu yang bergerak


''ular...'' gumam Aika sambil melihat dua ular kobra menghampiri dirinya. Aika memutar otaknya berfikir gimana caranya agar ular itu bisa menggigit seseorang yang berada di depannya. Tangan Aika meraba ular yang sedang derdesis dengan segenap doa Aika mengambil kepala ular itu lalu di pegangnya erat


''kamu salah jika mengancamku seperti itu tuan!! Kau pikir dirimu siapa rasain ini...'' kata Aika sambil melilitkan ular itu ke kepalanya lalu kepala ular itu pas menancap wajahnya hingga kuat sengaja Ai mengarahkan mulut ular itu ke wajah Derrek dan mematuknya.


''akhh!!" ringis Derrek


''pergilah ke neraka!! Kuharap tuhan menghukummu...'' maki Aika sambil berlari sejauh mungkin, sedangkan Derrek berusaha melepaskan ular itu hingga terlepas tapi bisa racun itu membuat Derrek sulit bernafas dan terjatuh tumbang.


Setelah berlari cukup jauh Aika berhenti dan mengatur nafasnya. Mata Aika tak sengaja melihat Angga tengah berbaur dengan perempuan di depan mobil. Aika tertawa sumbang tiba- tiba saja rasa nyeri di hatinya terasa hingga membuat Aika menjatuhkan air mata.


Aika segera berbalik ia pergi sambil terpincang- pincang


Di kota lain Ed nampak tersungging licik, ia berhasil menyuruh Derrek untuk menculik Aika selagi Sherly mengalihkan perhatian Angga.


''kenapa tersenyum...'' kata Adrian curiga. Ed langsung bersekedap ia menaikan kaca mata beningnya


''tidak ada...'' jawab Ed sambil memasukan kembali hpnya ke dalam saku celana.


''jangan macam- macam Eduardo!! Jika kamu berbuat sesuatu yang mengancam nyawa orang- orang terdekatku!! Kupastikan hidupmu tidak akan bertahan lama...'' Ancam Adrian sambil menabrak pundak Ed hingga lelaki itu hampir terjungkang. Adrian tersenyum iblis sambil memegang hp Ed yang berhasil ia ambil saat menabrak Ed. Tidak sia- sia Adrian belajar trik mengalihkan pikiran orang.


Dengan cepat Adrian menghampiri papah dan mamahnya yang kebetulan sang mamah nampak tersenyum Anggun


''ayo kita pulang...'' kata Adrian sambil pergi duluan ke parkiran mobil. Ardi dan Ratna mengangguk sambil berdiri lalu pamit dan pergi.


''saya dan istri saya pamit dulu!! Terima kasih telah bersedia makan malam dengan saya tuan Barraq!! Saya akan menunggu kabar baiknya tentang perusahaan kita..'' kata Ardi sambil menjabat tangan Barraq lalu pergi.


Setelah sampai di dalam mobil.


''jadi bagaimana...'' kata Ardi sambil melihat Adrian di samping kemudi.


''aku mendapatkan hp Ed mungkin dari sini kita bisa cari tau informasi.'' Jawab Adrian Ardi dan Ratna nampak tersenyum lega.


''great Ar, kamu selalu membanggakan papah...'' ujar Ardi sambil menyetir mobil. '' oh ya sayang, tadi istrinya Barraq kamu apakan...'' tanya Ardi karena melihat Khatrina memegng kepalanya yang sakit


''hanya memukulnya dengan tas guess  yang papah belikan di paris sayang...'' jawab Ratna bahagia.

__ADS_1


''uuhh'' ringis Ardi berbarengan Adrian. Wajahnya mereka sengaja di buat buat ketakutan


''habisnya jalang itu menatap papah kamu nak.... mamah tidak terima itu...'' kaya Ratna berapi – api. Ardi dan Adrian hanya tertawa enteng. Adrian menggelengkan kepalanya menghadapi sifat cemburu mamahnya ke papah. Sedangkan Ardi merasa senang karena sifat cemburu istrinya.


__ADS_2