
akh sial mati lampu...’’ umpat Elsa saat di dapur, ia mengganti pakaiannya dengan sopan lalu pergi keluar, ia akan lapor ke resepsionis untuk mengadukan keluhan padam listrik
Blam....
Setelah Elsa pergi, seorang wanita tengah masuk ke dalam apartemen Elsa, ia mencari ruangan di mana lelaki itu di tahan
‘’kakak...’’ panggil wanita itu sambil memasang pendengarannya baik- baik.
‘’kakak...’’ panggil wanita itu sekali lagi dengan nada sedikit keras.
Lekaki itu bangun dari tidurnya, dengan susah payah ia menegakan kepalanya, ia mendengar suara yang sangat asing.
‘’kakak’’
“Ai kakak di sini sayang...’’ kata Angga lemah, lemah karena gak makan “Aika...’’ panggil lelaki itu.
Clekkk
‘’huahhh kakak...’’ jerit Aika, ia menutup pintu lalu mencari sesuatu agar bisa membuka pasungan suaminya.
‘’sakit...’’ kata Angga dengan nada lemah. Aika mencari apapun di sekelilingnya.
‘’kak listriknya padam, coba kakak tarik tangannya pelan biar lepas...’’ kata Ai sambil melepaskan pasung di kaki Angga. Sekuat tenaga suami Aika menarik tangannya
Bruk
Angga jatuh ke lantai, sungguh tubuhnya sangat lemah, dengan sigap Aika memberikan minuman yang ia bawa
‘’minum kak...’’ kata Aika pelan sambil membantu Angga minum. Angga berusaha untuk menenggak air minum.
‘’hah... kirain kakak bakal mati Ai...’’ kata Angga sambil mengatur nafasnya. Sekilas Angga melihat istrinya, ia nampak tersenyum
‘’awas ya wanita jalang itu harus bayar semuanya! ‘’ kata Aika emosi. ‘’ayo kak kita balas dendam huh!! Hampir aja dedek kehilangan ayahnya...’’ kata Aika berapi- api. Angga memegang perut Aika dan mengusapnya.
__ADS_1
‘’ayah sayang kalian berdua, maafin ayah sudah melibatkan kalian berdua yah...’’ kata Angga.
‘’ayo kak kita pergi entar wanita itu keburu datang...’’ kata Aika.
‘’baju Ai...’’ kata Angga. Aika menepuk jidatnya ia lupa jika suaminya hanya memakai celana dalam. Aika mengeluarkan pakaian Angga dari dalam tas kemeja hitam dan celana jeans ia membantu Angga memakai pakaiannya. Aika sempat meringis saat melihat bekas cambukan di mana- mana.
Flashback
Brak
‘’kakak...’’ pekik Aika dengan cepat ia menghampiri Angga dan memeluknya
‘’kakak hiksa...’’
‘’sstt Ai, kakak gakpapa...’’ bisik Angga, Aika berhenti menangis ia mendongak ke bawah, mata Aika terbelalak melihat Angga yang tengah menahan tawa. ‘’ gakpapa hanya lecet dikit, mobil itu sengaja mau nabrak kakak, kalo kakak menghindar entar rencana mereka gagal jadi kakak sengaja nabrakin diri walaupun begini hehe...’’ kata Angga
Aika menyeka darah yang keluar dari kening Angga.
‘’hih kakak ini, sebenarnya apa yang kakak rencanain sih...’’ kata Aika kesal.
Aika kesal dengan suaminya
’’nanti kakak jelasin mereka- mereka itu siapa yah, sekarang kakak pura- pura pingsan dulu, sebelum itu sini cium dulu...’’ kata Angga sambil memegang payudara Aika.
‘’ish kakak sempat- sempatnya megang...’’ bisik Aika, bahkan kepala Angga menekan bagian tengah antara payudara kanan dan kiri. Aika mendekatkan wajahnya ke Angga dan
Cup
Angga melumat bibir istrinya sebelum pingsan, Aika menangis histeris sebelum akhirnya Elsa dan kedua saudaranya datang.
Flashend
Aika memapah suaminya keluar dari ruangan rahasia,
__ADS_1
‘’well done mr. Anthony....’’ kata Elsa ketahuan, ia tersenyum sambil bertepuk tangan. Angga yang menahan sakit berusaha menegakan tubuhnya. Aika naik pitam karena wanita itu suaminya harus sekarat.
‘’sabar kak biar ini bagian Ai...’’ kata Aika tak sabaran. Angga tersenyum sambil mempersilahkan istri tercintanya mengurus Elsa. Belum tau jika berhadapan dengan wanita pencemburu apa akibatnya ckck.
‘’gak usah so imut loe jalang!! Laki gue loe sekap maksudnya apa...? psikopat!! Gak ada angin gak ada ujan main nyiksa laki gue!!!” tidak segan- segan Aika mendatangi Elsa dan menarik rambutnya. ‘’ikut gue loe...’’ bentak Aika sambil berjalan menuju keluar apartemen. Mata Aika melihat satpam yang lewat
‘’excuse me sir, can you help me please...’’ kata Aika. Elsa tertawa satpam itu tiba- tiba saja mencekal Aika dan mendorongnya kuat hingga jatuh
‘’akh...’’ pekik Aika. Aika berdiri walaupun perutnya nyeri, ia tersenyum evil. Aika mengambil hpnya
‘’bukankah apartemen ini milik papahmu Elsa? Bagaimana jika apartemen ini ku bangkrutkan dan menghancurkannya...’’ kata- kata Aika membuat Elsa melotot
‘’ka- kamu!! Siapa kamu berani- beraninya menghancurkan usaha papahku...’’ kata Elsa.
‘’kamu berurusan dengan orang yang salah...’’ kata Aika. Aika menempelkan hpnya di telinga
‘’pah bangkrutkan Limonia Apartement, dan hancurkan bangunannya...’’ kata ke papahnya. Aika tersungging melihat ekspresi Elsa. Elsa membelalakan matanya, ia barusan sadar jika Aika memanglah turunan Agatha. Angga dengan santai menghampiri istrinya
‘’ka- kalian dasar licik...’’ berang Elsa, Elsa mengambil pisau yang berada di pinggang satpam dan berlari menuju Aika. Dengan sigap Angga mencekal pergelangan tangan Elsa lalu memutarnya keras
‘’akh!!’’ ringis Elsa.
‘’berani- beraninya kau ingin menusuk istriku dan membahayakan calon anakku...’’ desis Angga tak suka.
Aika merasakan pandangannya mulai gelap, dunianya seolah berpurar dan tiba- tiba saja ia ambruk ke lantai
‘’Aii...’’ pekik Angga. Angga melepas cengkramannya dari Elsa. Elsa kabur begitu saja bersama satpam. ‘’Ai... sayang bangunlah...’’ kata Angga, mata Angga terbelalak saat melihat darah di kakinya. ‘’astaga...’’ pekik Angga. Dengan cepat ia membopong tubuh istrinya dan membawanya ke rumah sakit.
Flashback
Angga memuntahkan isi perutnya di atas wastafel tiba- tiba saja Elsa memukul tengkungan Angga dengan kayu hingga tersungkur.
Angga yang sudah sadar mengerang sakit saat tubuhnya di cambuk dan menyuntikan obat- obatan keras.
__ADS_1
Aika yang merasakan firasat tidak enak langsung terbang ke Amerika, setelah sampai di sana ia meminta bantuan orang papah untuj memadamkan listrik. Elsa keluar dari apartemen di saat itu Aika masuk dan menolong suaminya