
Jam sepuluh waktu setempat...
Aika menyeret kopernya di bandara sepinggan balikpapan, ia mengenakan pakaian santai celana bewarna putih dan blues bewarna soft senada dengan tas tangannya. Di samping Ai terdapat Adrian yang sedang bersama seorang wanita seumuran dengan dirinya. Sedangkan mamah dan papah berada di belakang mereka lagi urus bagasi. Mereka berempat baru saja sampai di ruang ke datangan bandara.
''welcome Balikpapan!!'' pekik seorang gadis di samping Adrian yaitu Adriana. Gadis asal tanah Grogot itu akan pulang ke tanah kelahirannya namun ia tidak sengaja bertemu dengan bos besarnya.
''eh lu diem, jangan berisik...'' kata Adrian ketus '' udah bolos kerja, gaji lu gue potong..'' lanjutnya lagi. Adriana menengok Adrian tidak terima
''maaf ya pak! Saya sudah izin selama dua minggu dan bapak secara langsung mengizinkan saya pulang...'' jelas Adriana, Adrian hanya memelototkan matanya entah kesialan apa yang menimpa Adrian hingga bisa satu pesawat dengan sekertaris barunya itu.memang ia Adrian mengizinkan Adriana pulang kampung karena ibunya sedang sakit.
''huh kalian berdua mengganggu suasana aja...'' kata Aika sambil melangkah pergi, ia akan ke foodcart terdekat untuk membeli minum. Setelah membeli minum Aika kembali ke tempat Adrian dan gadis itu.
"Mah itu kan teman Aika bukan abang..." elak Adrian. Aika baru saja datang dan melihat mamahnya tengah mengomeli Adrian seperti anak kecil. Aika diam sambil menyeruput minumannya. Ratna menatap Aika, Aika langsung melihat Adrian yang memelas.
"Iya ini temannya Ai mah..." kata Aika sedangkan Adriana hanya tersenyum masam.
"Beneran nak kamu teman Ai..." selidik Ratna, Adriana meneguk slavinanya ia sempat melihat Adrian namun tatapan Adrian mengintidimasinya.
"Iya tante saya temannya Ai, kebetulan saya tidak sengaja satu pesawat dengan Ai...'' jawab Adriana berbohong.
"Hm baiklah tante percaya, awas aja kalo bohong!! Tante nikahin kamu sama Adrian...'' ancam Ratna. Adriana langsung menggeleng dan tersenyum yang dipaksakan.
"Demi Allah Ran, jika kamu bohong mamah akan tarik kalian berdua ke KUA..." desis Ratna saat melewati anak tertuanya itu.
''abang ada pa sih...' bisik Aika
''sssttt!! Mamah tadi liat abang sama Adriana, tidak sengaja dia jatuh karena tersandung dan abang nangkep dia...'' balas Adrian
__ADS_1
''terus...'' keppo Ai
''terus nabrak...'' kata Adrian gemes sambil langsung pergi.
''dasar gak jelas...'' gerutu Aika sambil mengekori Adrian. Sedangkan Adriana pergi dengan arah yang berlawanan.
01010101
Lelaki berpostur tegap itu tengah melayani pengunjungnya, hari ini adalah hari pertamanya untuk bekerja di restoran ini. Angga memiliki tampang yang sangat tampan mirip dengan Mike aktor thailand. Tampangnya Angga membuat setiap pengunjung betah berlama- lama, terutama kaum hawa.
''ada yang bisa saya bantu...'' sapa Angga dengan ramah ia memegang pulpen dan kertas. Sepasang ke kasih paruh baya itu tidak mengerti bahasa indonesia. Mereka menautkan kedua alisnya, Anggapun menunggu mereka berbicara namun mereka tetap diam hingga salah satu dari mereka bersuara
'' sing thi rea samarth sang xahar ( apa saya bisa memesan makanan )..?'' tanya kakek dengan bahasa thai. Angga tersenyum ia baru tau kalau sepasang kekasih itu bukan orang indonesia. Angga menautkan ke dua tangannya mengatupkan telapak tangannya dan di letakan di kening sambil menunduk.
'' xasirphcn ( salam kenal )...'' kata Angga ramah, kakek dan nenek itu kaget Angga bisa megerti bahasanya.
Mereka akhirnya berbaur sesekali Angga tertawa akibat lelucon kakek itu sambil mencatat pesanannya.
"Hay juga adek kakak yang cantik dan tampan!! " jawab Angga gak kalah riang bahkan ia mencubit pipi tripplet masing- masing. Angga mengenakan pakaian pelayan namun sedikit seperti koki bewarna putih berleres hitam senada dengan warna celana kainnya
"Kakak sekarang lagi ngapain?" Tanya Lista, Angga melihat kertas yang ia genggam
"kakak habis nyatat pesanan pengunjung tadi" jawab Angga sambil memberikan kertas itu ke pelayan satunya. Restoran punya Abra tidaklah besar karyawan nya pun hanya Angga seorang dan lima lainnya.
"oh gitu, Yaudah kita bertiga jemput papah dan mamah dulu ya kak..." kata Arjuna sambil meminta gendong ke Angga lalu mencium pipi pria tersebut. Angga tersenyum lalu mengacak rambut Juna. Angga mencium pipi tembem juna balik membuat Marsyita dan Lista ikut minta di gendong. Angga menurunkan juna lalu menggendong dua gadis mungil itu
Angga pura- pura syok saat di cium Maryita dan Marlista mereka berdua terkikik bahagia sambil meminta turun.
__ADS_1
"Bye.. bye.. bye.. kakak tampan..." kata tipplet serempak sambil melambaikan tangannya dan pergi, Angga hanya tertawa pelan sambil melambai balik.
"Bye.. bye.. kids..." jawab Angga.
Angga mulai kembali bekerja ia harus giat mencari uang untuk bisa bertemu dengan Aika.
12 : 00
Restaurant yang bernama tripple A itu sangat penuh oleh pengunjung kantoran. Kelima pelayan restaurant pada sibuk dengan layanannya masing- masing. Terlebih lagi Angga karena tetampanan dia, banyak sekali wanita dari kalangan remaja yang meminta pelayanan darinya.
"Kak minta foto bareng dong!!" Pinta remaja SMA. Angga bersikap datar dan dingin.
"Di sini saya bekerja dek, bukan untuk di foto permisi..." jawab Angga sambil berlalu.
"Ish dasar pelayan sombong..." rutuk remaja itu. Angga berhenti sejanak dan langsung berbalik matanya menatap tajam ke anak cabe- cabean itu, sontak saja mereka langsung menutup wajah mereka dengan buku menu.
Angga menggeleng sambil kembali ke tempat asalnya duduk di depan kasir sambil melayani pembayaran pembeli.
"Selamat siang kaka tampan..." ucap tripplet serempak.
"Eh ada tripplet, selamat siang juga sayang..." balas Angga sambil memberikan kembalian uang ke custemernya.
"Tripplet..." pekik sang seorang wanita saat sampai di depan pintu. " kembalikan kalung kakak bawa kesini..." pinta Aika kesal.
"Ayolah kak ini hanya kalung bersayap malaikat!! Buat Juna aja..." kata Arjuna. Angga yang sudah selesai kerjanya tak sengaja melihat wanita yang berteriak tadi.
"Ada apa ini,,," perkataa Angga terputus saat melihat wanita di depannya. " A---"
__ADS_1
Tubuh Angga menegang, benarkah di depannya ini Aika. Angga tidak bisa melupakan wajah gadis itu hingga kini. Tuhan cepat sekali mempertemukan dirinya dengan Aika.
''tuhan berpihak padaku...'' ujar Angga dalam hati.