Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
Episode 12


__ADS_3

''Ai kamu mau jadi biduan dangdut atau cabe- cabean,” kata Adrian pelan ‘’ganti’’ kata Adrian sedikit keras.


Posisi Adrian sedang duduk tangannya ia letakan di atas sandaran kursi sebelah kakinya ia naikan satu ke kaki lainnya.


‘’ih abang Ran ini sebentar aja!! Ai juga mau nyabe sekalian, yaudah kalau gitu sini Ai cium...’’ kata Ai sambil mendekati Adrian dan mencium pipinya


‘’aduh abang Ai tampan banget tapi sayang jones! Datengin gih Si Gadis Kandilonya...’’ goda Aika. Masksud dari Si Gadis Kandilo adalah Adriana, rupanya gadis itu tinggal di tanah Grogot bersama ibu dan satu adiknya. Hidupnya sangat miskin namun Adriana pantang untuk mengemis ia memilih untuk bekerja apapun yang penting halal. Mata Adrian  sayu ia merindukan gadis itu.


‘’Ran bawa ke sini gadis itu mamah pengen liat...’’ kata Ratna.


‘’iya Ran siapa tau bisa jadi mantu papah...’’kata Ardi sambil tiduran di paha Ratna. Adrian menatap papah dan mamahnya lalu beralih ke Aika yang meleletkan lidahnya jail


‘’iya mah, Aika juga pengen punya keponakan ganteng and tampan...’’ kata Aika sambil melihat Adrian jail. Dengan cepat  Adrian bangkit ingin mengejar Aika. Namun Aika sudah lari duluan ke luar. Aika membawa mobilnya sambil tertawa. Pasti di rumah Adrian sedang di sidang habis- habisan oleh papah dan mamah soal calon menantunya.


15 menit kemudian...


Aika sampai di restoran dengan gaya angkuh ia keluar dan masuk ke restoran di sana ia bertemu dengan Angga dan Sherly


'‘Ai...’’ panggil Ed ia melambaikan tangannya, Ai tersenyum layaknya wanita dewasa ia membalas lambaian Ed sambil menghampirinya


‘’maaf menunggu lama...’’ kata Aika yang langsung duduk di depan Ed.


‘’tidak, aku baru sampai juga...’’ jawab Ed sambil meneguk air liurnya. Mata Ed sedikit terpana melihat kecantikan Aika yang berpakaian seperti orang dewasa.


Aika mengangkat tangannya agar pelayan mendekat. Angga di ujung sana mengambil nampan dan juga menu ia menghampiri Aika dengan seribu kemarahan karena pakaiannya terlalu minim di bagian bawahnya.


‘’ada yang bisa saya bantu...’’ kata Angga datar


‘’saya pesan jus mangga dua sama air mineral dua botol,’’ kata Ai sambil melihat Ed tengah menulis


‘’kakak mau makan apa...’’ tanya Aika


‘’nasi aja Ai lauknya terserah kamu...’’ jawab Ed. Aika mengangguk paham


‘’saya pesan nasi dua sama laukanya kepiting asam manis, cah kangkung sama kepiting lada hitam..’’ kata Aika ke Angga.


Angga hanya mengangguk sambil mencatatnya. Angga sempat melihat mata Aika sebelum akhirnya pergi


pemandangan itu tak luput dari Sherly yang sedang menatap mereka cemburu. Aika sadar jika ia di perhatiin dari belakang. Aika berdiri lalu berjalan mendekati Ed yang sedang sibuk dengan pemikiranya


‘’aw...’’ pekik Aika saat jatuh di pangkuan Ed. Lihatlah Aika seperti jalang kebanyakan namun ia tak hiraukan itu. Sherly langsung bangkit mendekati Aika begitupun Angga. Ed menekan perut Aika dengan lengannya tanda agar Aika tidak boleh berdiri. Ed ingin meraba di balik rok Aika namun Aika bergerak. Aika mencoba untuk berdiri namun tidak bisa karena merasakan sesuatu


‘’kakak...’’ pekik Aika. Angga langsung menarik Aika dengan sekali hentakan.


‘’jauhkan tangan kotormu dari punyaku Ed...’’ kata Angga sambil membawa pergi Aika ke kamarnya di lantai atas. Setelah sampai Angga menarik kasar Aika hingga tertubruk ke dadanya.


‘’apa yang kamu lakukan Ai...’’ kata Angga sambil menahan emosi. Aika hanya menatap Angga datar ia merogoh saku tasnya dan mengambil hpnya lalu membuka sesuatu.


‘’ini apa, aku membencimu sangat membencimu Angga!! Laki- laki brengsek...’’ umpat Aika. Ini perdana ia berkata kasar. Aika menghentakan tangannya dari cengkraman Angga. Angga mengambil hp Aika dan melihat video. Video berisikan hal panas


‘’itu bagian dari sandiwara Ai...’’jawab Angga.


Plakkk


Aika menampar Angga.


‘’sekali binatang tetap binatang!! Aku tidak mempercayaimu!! Sandiwara atau tidak itu urusanmu... ‘’kata Aika pedas ia berbalik melangkah keluar ia meraih handle pintu, belum sempat Ai memutarnya Angga sudah menahan Aika. Angga mengunci pintu itu dan membawa Aika ke atas kasur. Seringaian licik terpampang di wajah Angga. Melihat hal itu membuat Aika mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu. Angga membuka seragam putihnya hingga menampilkan tubuh atletnya, perlahan ia merangkak ke atas tubuh Aika. Tubuh Aika serasa tertahan ia ingin memberontak namun tubuhnya menolak


‘’apa yang kakak lakukan...’’ kata Aika sambil mencari benda sekitar


‘’membuatmu hamil Ai, agar kamu tidak kabur dari kakak... kamu tau kakak sangat mencintaimu, kakak tau kakak melakukan kesalahan!! Kakak mohon maafkan kakak...’’ kata Angga pelan ia menatap Aika di bawahnya .Aika hanya diam ia mengalihkan pandangannya ke samping


‘’kita tidak ada hubungan jadi kakak gak usah minta maaf....’’ ujar Aika sambil berusaha keluar dari kukungan Angga.


‘’kalau gitu mari kita buat hubungan...’’ kata Angga sambil mencium bibir Aika pelan. Aika memberontak berkali- kali ia memukul dada Angga.


‘’kak—ah...’’ desah Aika saat Angga menciumi lehernya.


‘’video itu gak semuanya benar Ai, kakak hanya mencumbunya tanpa lebih...’’ kata Angga serak ‘’ video itu banyak yang di edit! ‘’ Angga bangun dari tubuh Aika dan mengambil hp Aika tanpa turun dari tubuh wanitanya ‘’perhatikan video ini baik- baik...’’ kata Angga sambil menunjukan video tersebut ke Aika. ‘’lelaki itu hampir mirip kakak tapi bukan kakak. Lihat dia memiliki rambut hitam pekat walaupun terkena sinar matahari rambutnya tetap hitam dan lihat rambut kakak, rambut kakak warna hitam tapi kalau kena matahari jadi kelihatan warna coklat dan sedikit panjang....’’ jelas Angga. ‘’demi Allah kakak gak ada warnain rambut kalau kamu curiga Ai. Tonton video itu sampai habis karena di akhir pengeditan kamu akan tau mereka siapa!!! ...’’ kata Angga lagi  sambil memberikan hp Ai ke Aika. Aika nampak serius melihat video tersebut sedangkan Angga ia tersenyum jail perlahan tangan kekarnya membuka baju Aika pelan


‘’tapi ini kok di rumah kakak di sana...kata Aika sambil bangun karena bajunya di buka oleh Angga. Ia tidak menyadari hal tersebut.


‘’mirip apanya?  kalo yang pertama iya di taman itu kakak kalo di rumah itu bukan, mereka sengaja buat seperti itu agar kamu meninggalkan kakak’’ jawab Angga jujur matanya melihat dada sintal Aika yang di balut bra bewarna merah merekah, putih mulus dan padat. Dengan pelan Angga membuka bra Aika. kebetulan kaitan bra Aika berada di depan antara kanan dan kiri. Mata Angga berbinar- binar melihatnya tanpa sadar kedua tangan itu memegang dada Aika yang polos


‘’padat dan sintal...’’ gumam Angga sambil meremas pelan.


Aika selesai menonton video tersebut, di dalam video itu adalah Ed dan sherly. Aika meletakan hpnya ke sembarang arah matanya melirik ke dadanya dan


‘’kakak...’’ pekik Aika saat melihat Angga tengah menciumi.


‘’Ai dadamu indah sekali beda dengan sepuluh tahun yang lalu...’’ kata Angga


‘’apa yang kakak lakukan...’’ kata Aika


‘’pengen Ai...’’ kata Angga.


Aika menggeleng keras ia mencoba untuk bangun


‘’dosa kak!! ‘’ kata Aika. Angga segera melahap dada Aika cepat menyesap dan lainnya. Aika menahan rasa yang tidak dapat diartikan ia mencengkram rambut tebal Angga.

__ADS_1


‘’kakak udah...’’ kata Aika sambil menjuhkan wajah Angga dari dada Aika. Setelah lepas ia meraih bajunya namun di tahan Angga


‘’pakai aja baju kakak jangan lupa pake sarung, kakak gak mau penampilanmu kayak tadi!! Bikin kakak emosi...’’ kata Angga sambil meraih seragamnya lalu di pakaikan ke Aika, tak lupa ia mengambil sarung sholatnya dan di pakaian ke Aika juga. Penampilan Aika seperti ibu- ibu yang barusan beranak.


‘’kakak....’’ pekik Ai kesal.


‘’Ai...’’ ucap Angga tegas dan tak ada bantahan


‘’baiklah...’’ kata Aika sambil melilitkan sarung itu di pinggangnya. ‘’kakak juga jauhi cabe- cabean itu!! Jangan percaya kata katanya !!jangan- jangan kakak sandiwara di depanku ya...’’ kata Ai curiga.


Angga memakai seragam baru yang ada di lemarinya


‘’Ai cemburu sama kakak yah....’’ tanya Angga sambil tersenyum. Aika gelagatan ia membuang mukanya dan langsung pergi ke bawah.


Di sisi lain...


‘’bagaimana dengan Angga...?tanya Ed ke Sherly.


‘’ia tidak mau bercinta denganku jadi aku buat video itu bercinta denganmu di rumah kumuh itu...’’ jawab Sherly jutek.


Ed hanya mengangguk paham


‘’besok anak buahku akan membunuh mereka, jadi menjauhlah dari Angga biarkan Aika ikut bersamanya !! aku ingin membuat skenario untuk ini....’’ kata Ed


Ed akan menyuruh anak buahnya untuk memukul Angga dan menculik Aika saat itu juga. Aika akan ia bawa ke Bangladesh bersamanya.


‘’buat apa? Terus bagaimana denganku??” kata Sherly tak terima


‘’oh sayang, kau harus ikut denganku nantinya...’’ kata Ed manis.


‘’oh manis sekali kata- katamu tuan Eduardo...’’ balas Sherly dengan nada yang sama.


Aika turun dari tangga dengan susah payah karena ia memakai sarung, semua pengunjung melihat Aika seperti ibu yang baru saja melahirkan


‘’aduh mbak kalau miss v nya sakit duduk dulu...’’ ujar salah satu pengunjung, Aika membulatkan matanya. ‘’ saya tau mbak baru melahirkan kan??” kata wanita itu lagi.


What, batin Aika sambil memegang pingganya sebelah.


Angga yang baru saja selesai langsung menapaki anak tangga ia mengenakan seragam bewarna hitam berleres putih di bagian tepinya.


‘’oh itu suami mbak ya!!” kata wanita itu sambil menunjuk Angga. Angga langsung menengok ‘’ eh mas itu tuh bininya di bantu jalan dong!! Kasian banget sih udah di kasih anak juga malah gak bantu bini buat jalan...’’ oceh wanita itu. Angga tak kalah kaget namun sedetik kemudian ia tersenyum


‘’ah iya, ayo sayang duduk dulu kasian jaitan kamu belum kering kan baru pulang dari rumah sakit...’’ kata Angga sambil pura- pura menuntun Aika. Aika menatap Angga tajam


‘’gitu dong...’’ kata wanita itu sambil membujuk anak bayinya di dalam gendongan


agar diam


Angga dan Aika mikir bersamaan


‘’di atas’’ jawab Angga


‘’sama neneknya ‘’ jawab Aika


Jawab mereka bersamaa.


Wanita tu nampak bingung.


‘’eh maksudnya lagi di atas istirahat sama neneknya...’’ kata Angga membenarkan. Wanita itu mengangguk. Tak lama Wanita itu melihat keluar dan panik saat seorang pria seumuran Angga melihat dirinya


‘’hm mbak boleh saya titip anak saya sebentar? Saya ingin ke toilet...’’ kata wanita itu sambil memberikan anaknya ke Aika. Aika dengan bingung cara menggendong anak langsung menerima bayi itu. ‘’ bunda ke toilet dulu ya sayang...’’ kata wanita itu sambil mencium pipi gembilnya


‘’ini tasnya mbak... saya ke toilet dulu...’’ kata wanita itu sambil berlari kecil ke arah toilet.


Oekk


Oek


Bayi dalam gendongan Aika menangis


‘’uh sayang cup cup...’’ kata Aika sambil menimang- nimang bayi berjenis kelamin laki- laki itu. ‘’kakak dia haus coba carikan di tas susunya...’’ kata Aika sambil mencari tempat duduk. Aika duduk di sofa empuk di sudut ruangan. Angga mencari susu di tas bayi itu dan mendapatkannya tapi belum di buat.


‘’belum di seduh Ai...’’ kata Angga sambil menunjukan botol susu yang masih bersih.


Angga dan Aika sama- sama panik.


‘’aduh!! Yaudah kakak buat aja dulu...’’ kata Ai sambil membujuk bayi itu agar diam. Angga menggaruk kepalanya


‘’kakak cepat...’’ kata Aika setengah teriak.


‘’gimana caranya...’’ kata Angga. Ya ampun rasanya ingin Aika catuk kepalanya dengan mainan anak bayi.


Tuk


Tuk


Aika mencatuk kepala Angga dengan mainan krincingan anak bayi


‘’aduh Ai...’’ eluh Angga

__ADS_1


‘’di baca cara pembuatannya kak itu ada di kotak susunya...’’ kata Aika sambil berdiri lalu menimang bayi. ‘’ kakak bagaimana kalo sudah jadi ayah kalau buat susu bayi aja gak  tau...’’ kata Aika kesal


‘’ya kakak gak tau lah Ai, anak aja belum punya...’’ jawab Angga sambil membaca cara membuat susu dan satu tangannya sedang memegang sendok susu untuk di tuangkan ke dalam botol


‘’bikin susu gak tau tapi kalau bikin anak tau kan...’’ kata Aika kesal


Angga melihat Aika ia cocok sebagai ibu.


‘’ayo kita bikin Ai, kakak tau caranya dan kakak mau kok tanggung jawab...’’ kata Angga sambil tersenyum membuat Aika jengah


‘’ih kakak cepetan keburu haus dedenya....’’ teriak Aika emosi, ia sudah tidak memikirkan pengunjung restoran. Angga menutup sebelah matanya dan menunduk


‘’iya sayang...’’ balas Angga sambil menyeduh susu. Setelah selesai ia berikan sebotol susu itu ke Aika dan Aika memberikannya ke anak bayi berusia kira- kira dua bulan. Angga menuntun Aika duduk bersamanya.


‘’Ai kakak pengen dede bayi ...’’ bisik Angga.


‘’bikin sana pake tepung sama telur...’’ kata Aika sambil serius memberikan susu ke ade bayi.


‘’maunya sama kamu Ai...’’ kata Angga di belakang telinga Aika. ‘’ Ai kakak boleh minta di susuin juga, boleh gak? ‘’ kata Angga mesum. Aika ingin sekali ia mencubit pinggang Angga namun tidak bisa karena tangannya ia gunakan untuk menggendong dan memegang botol susu bayi.


‘’kakak mesum...’’ desis Aika kesal,


Angga tertawa lumayan keras.


Sorang ibu- ibu datang menghampiri mereka saat Angga sedang menganggu Aika


‘’wah bayinya lucu banget! Siapa namanya nak...’’ tanya wanita paruh baya itu sambil memperhatikan wajah bayi yang di gendong Aika. Aika tidak bisa menengok karena masih fokus dengan bayinya. Angga menengok ke ibu itu ia tersenyum kikuk lalu beralih ke ade bayi.


‘’namanya Arjuna Nathael Antony oma...’’ kata Angga. Angga menggunakan nama tengahnya karena ia tidak tau nama asli bayi itu siapa.


‘’wah bagus sekali namanya..’’ kata wanita itu sambil berlalu pergi. Sejenak Aika dan Angga terdiam sampai akhirnya mereka tertawa.


‘’rasanya begini ya kak kalau punya anak, setiap ketemu orang pasti di tanyai ini itu...’’ kata Aika. Angga mengangguk


‘’iya Ai... tapi kakak senang kok!! Begini aja senang apalagi kalau beneran Ai...’’ kata Angga tanpa mengalihkan pandangannya dari bayi itu. Aika mengangguk sambil menyandarkan sebagian tubuhnya ke Angga.


Angga memeluk langsung pundak Aika lalu bermain dengan Natha nama pemberian mereka berdua.


‘’Ai juga kak...’’ jawab Aika


Cekrekk


Dari jauh Abra berhasil mengambil foto kakaknya dan kak Angga. Ia terkikik geli sambil mengirimkan foto itu ke keluarganya


‘’abra pastikan keinginan kalian terwujud kakak Angga sayang...’’ kata Abra sambil melangkah pergi.


Hampir dua jam akhirnya ibu dari si pemilik bayi itupun kembali.


‘’mbak...’’ tegur wanita itu. Aika dan Angga tengah tertidur dalam duduk. Aika bangun dari tidurnya


‘’eh ini bayinya ...’’ kata Aika sambil melepaskan  Natha dari pelukannya,


‘’terima kasih mbak udah mau di titipin tadi saya di kejar sama bapaknya!!hehe..’’ kata wanita itu.


‘’oh tadi itu suami kamu..’’ tanya Aika.


Wanita itu menggeleng


‘’bukan mbak dia itu pria brengsek yang sudah menelantarkan saya dan Athan...’’ jawab wanita itu. Aika mengangguk anggukan kepalanya.


‘’nama kamu siapa hm...’’ tanya Aika mungkin mereka bisa menjadi teman baik.


‘’nama saya Lily kak dan anak saya Athan...’’ kata Lily


‘’oh kalo aku Aika dan di sebelahku namanya Angga ...’’ kata Aika.


‘’salam kenal ya kalau gitu Aika...’’ kata Lilly sambil bersalaman dengan Aika.


‘’iya...’’ jawab Aika ramah ‘’jadi kamu mau kemana habis ini?” tanya Aika.


‘’pulang ke Banjarmasin...’’ jawab Lilly sambil melihat anaknya yang sedang tertidur. ‘’aku ingin pulang ke kampung halaman...’’ sambungnya lagi. Aika tersenyum sambil mengangguk ia meraih uang di kantong Angga tadi ia tidak sengaja melihat uang seratus ribuan baru di saku Angga.


‘’terimalah ini Anggap saja ongkos pulang ly, jangan coba- coba untuk menolaknya...’’ kata Aika.


Lilly terharu sungguh saat ini ia bingung untuk mendapatkan uang dari mana tapi sekarang tidak lagi.


‘’te—terima kasih ya Ai....’’ jawab Lily sambil menerima uang itu. ‘’aku pamit dulu sebelum di kejar oleh bapaknya Athan lagi...’’ kata lily sambil meraih tas Athan. Aika mengagguk sebelum wanita itu pergi.


Sekarang masalahnya selesai dan tinggal satu, Angga. Seenak jidatnya ia tidur sambill memasukan tangannya di kemeja Aika


‘’kakak...’’ panggil Aika sambil mengeluarkan tangannya Angga dari kemeja Aika.


‘’hm...’’ jawab Angga sambil mengeratkan pelukannya


‘’kakak gak kerja... ini masih jam tiga siang...’’ kata Aika. Angga membuka matanya lalu menegakan tubuhnya.


‘’Natha mana...’’ tanta Angga seperti anak kecil


‘’diambil bundanya tadi barusan pergi...’’ kata Aika. Angga mengacak rambutnya sambil merenggangkan tubuhnya yang pegel.

__ADS_1


‘’hmmh yaudah kalau gitu kakak ke dapur dulu...’’ kata Angga sambil mencium pucuk kepala Aika dan pergi.


Dari jauh Eduardo dan Sherly nampak melihat mereka tidak suka. Sejak beberapa jam yang lalu mereka memperhatikan Aika dan Angga tanpa beranjak pergi sedikitpun. Entah apa maunya mereka berdua hingga ingin merecoki hubungan Aika dan Angga terus tanpa alasan yang jelas.


__ADS_2