Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
Episode 27


__ADS_3

Di sisi lain...


‘’bagaimana dengan Angga...?tanya Ed ke Sherly.


‘’ia tidak mau bercinta denganku jadi aku buat video itu bercinta denganmu di rumah kumuh itu...’’ jawab Sherly jutek.


Ed hanya mengangguk paham


‘’besok anak buahku akan membunuh mereka, jadi menjauhlah dari Angga biarkan Aika ikut bersamanya !! aku ingin membuat skenario untuk ini....’’ kata Ed


Ed akan menyuruh anak buahnya untuk memukul Angga dan menculik Aika saat itu juga. Aika akan ia bawa ke Bangladesh bersamanya.


‘’buat apa? Terus bagaimana denganku??” kata Sherly tak terima


‘’oh sayang, kau harus ikut denganku nantinya...’’ kata Ed manis.


‘’oh manis sekali kata- katamu tuan Eduardo...’’ balas Sherly dengan nada yang sama.


Aika turun dari tangga dengan susah payah karena ia memakai sarung, semua pengunjung melihat Aika seperti ibu yang baru saja melahirkan


‘’aduh mbak kalau *** nya sakit duduk dulu...’’ ujar salah satu pengunjung, Aika membulatkan matanya. ‘’ saya tau mbak baru melahirkan kan??” kata wanita itu lagi.


What, batin Aika sambil memegang pingganya sebelah.


Angga yang baru saja selesai langsung menapaki anak tangga ia mengenakan seragam bewarna hitam berleres putih di bagian tepinya.


‘’oh itu suami mbak ya!!” kata wanita itu sambil menunjuk Angga. Angga langsung menengok ‘’ eh mas itu tuh bininya di bantu jalan dong!! Kasian banget sih udah di kasih anak juga malah gak bantu bini buat jalan...’’ oceh wanita itu. Angga tak kalah kaget namun sedetik kemudian ia tersenyum


‘’ah iya, ayo sayang duduk dulu kasian jaitan kamu belum kering kan baru pulang dari rumah sakit...’’ kata Angga sambil pura- pura menuntun Aika. Aika menatap Angga tajam


‘’gitu dong...’’ kata wanita itu sambil membujuk anak bayinya di dalam gendongan


agar diam


‘’mbak ngomong- ngomong bayinya mana...’’ tanya wanita itu


Angga dan Aika mikir bersamaan


‘’di atas’’ jawab Angga


‘’sama neneknya ‘’ jawab Aika


Jawab mereka bersamaa.


Wanita tu nampak bingung.


‘’eh maksudnya lagi di atas istirahat sama neneknya...’’ kata Angga membenarkan. Wanita itu mengangguk. Tak lama Wanita itu melihat keluar dan panik saat seorang pria seumuran Angga melihat dirinya


‘’hm mbak boleh saya titip anak saya sebentar? Saya ingin ke toilet...’’ kata wanita itu sambil memberikan anaknya ke Aika. Aika dengan bingung cara menggendong anak langsung menerima bayi itu. ‘’ bunda ke toilet dulu ya sayang...’’ kata wanita itu sambil mencium pipi gembilnya


‘’ini tasnya mbak... saya ke toilet dulu...’’ kata wanita itu sambil berlari kecil ke arah toilet.


Oekk


Oek

__ADS_1


Bayi dalam gendongan Aika menangis


‘’uh sayang cup cup...’’ kata Aika sambil menimang- nimang bayi berjenis kelamin laki- laki itu. ‘’kakak dia haus coba carikan di tas susunya...’’ kata Aika sambil mencari tempat duduk. Aika duduk di sofa empuk di sudut ruangan. Angga mencari susu di tas bayi itu dan mendapatkannya tapi belum di buat.


‘’belum di seduh Ai...’’ kata Angga sambil menunjukan botol susu yang masih bersih.


Angga dan Aika sama- sama panik.


‘’aduh!! Yaudah kakak buat aja dulu...’’ kata Ai sambil membujuk bayi itu agar diam. Angga menggaruk kepalanya


‘’kakak cepat...’’ kata Aika setengah teriak.


‘’gimana caranya...’’ kata Angga. Ya ampun rasanya ingin Aika catuk kepalanya dengan mainan anak bayi.


Tuk


Tuk


Aika mencatuk kepala Angga dengan mainan krincingan anak bayi


‘’aduh Ai...’’ eluh Angga


‘’di baca cara pembuatannya kak itu ada di kotak susunya...’’ kata Aika sambil berdiri lalu menimang bayi. ‘’ kakak bagaimana kalo sudah jadi ayah kalau buat susu bayi aja gak  tau...’’ kata Aika kesal


‘’ya kakak gak tau lah Ai, anak aja belum punya...’’ jawab Angga sambil membaca cara membuat susu dan satu tangannya sedang memegang sendok susu untuk di tuangkan ke dalam botol


‘’bikin susu gak tau tapi kalau bikin anak tau kan...’’ kata Aika kesal


Angga melihat Aika ia cocok sebagai ibu.


‘’ih kakak cepetan keburu haus dedenya....’’ teriak Aika emosi, ia sudah tidak memikirkan pengunjung restoran. Angga menutup sebelah matanya dan menunduk


‘’iya sayang...’’ balas Angga sambil menyeduh susu. Setelah selesai ia berikan sebotol susu itu ke Aika dan Aika memberikannya ke anak bayi berusia kira- kira dua bulan. Angga menuntun Aika duduk bersamanya.


‘’Ai kakak pengen dede bayi ...’’ bisik Angga.


‘’bikin sana pake tepung sama telur...’’ kata Aika sambil serius memberikan susu ke ade bayi.


‘’maunya sama kamu Ai...’’ kata Angga di belakang telinga Aika. ‘’ Ai kakak boleh minta di susuin juga, boleh gak? ‘’ kata Angga mesum. Aika ingin sekali ia mencubit pinggang Angga namun tidak bisa karena tangannya ia gunakan untuk menggendong dan memegang botol susu bayi.


‘’kakak mesum...’’ desis Aika kesal,


Angga tertawa lumayan keras.


Sorang ibu- ibu datang menghampiri mereka saat Angga sedang menganggu Aika


‘’wah bayinya lucu banget! Siapa namanya nak...’’ tanya wanita paruh baya itu sambil memperhatikan wajah bayi yang di gendong Aika. Aika tidak bisa menengok karena masih fokus dengan bayinya. Angga menengok ke ibu itu ia tersenyum kikuk lalu beralih ke ade bayi.


‘’namanya Arjuna Nathael Antony oma...’’ kata Angga. Angga menggunakan nama tengahnya karena ia tidak tau nama asli bayi itu siapa.


‘’wah bagus sekali namanya..’’ kata wanita itu sambil berlalu pergi. Sejenak Aika dan Angga terdiam sampai akhirnya mereka tertawa.


‘’rasanya begini ya kak kalau punya anak, setiap ketemu orang pasti di tanyai ini itu...’’ kata Aika. Angga mengangguk


‘’iya Ai... tapi kakak senang kok!! Begini aja senang apalagi kalau beneran Ai...’’ kata Angga tanpa mengalihkan pandangannya dari bayi itu. Aika mengangguk sambil menyandarkan sebagian tubuhnya ke Angga.

__ADS_1


Angga memeluk langsung pundak Aika lalu bermain dengan Natha nama pemberian mereka berdua.


‘’Ai juga kak...’’ jawab Aika


Cekrekk


Dari jauh Abra berhasil mengambil foto kakaknya dan kak Angga. Ia terkikik geli sambil mengirimkan foto itu ke keluarganya


‘’abra pastikan keinginan kalian terwujud kakak Angga sayang...’’ kata Abra sambil melangkah pergi.


Hampir dua jam akhirnya ibu dari si pemilik bayi itupun kembali.


‘’mbak...’’ tegur wanita itu. Aika dan Angga tengah tertidur dalam duduk. Aika bangun dari tidurnya


‘’eh ini bayinya ...’’ kata Aika sambil melepaskan  Natha dari pelukannya,


‘’terima kasih mbak udah mau di titipin tadi saya di kejar sama bapaknya!!hehe..’’ kata wanita itu.


‘’oh tadi itu suami kamu..’’ tanya Aika.


Wanita itu menggeleng


‘’bukan mbak dia itu pria brengsek yang sudah menelantarkan saya dan Athan...’’ jawab wanita itu. Aika mengangguk anggukan kepalanya.


‘’nama kamu siapa hm...’’ tanya Aika mungkin mereka bisa menjadi teman baik.


‘’nama saya Lily kak dan anak saya Athan...’’ kata Lily


‘’oh kalo aku Aika dan di sebelahku namanya Angga ...’’ kata Aika.


‘’salam kenal ya kalau gitu Aika...’’ kata Lilly sambil bersalaman dengan Aika.


‘’iya...’’ jawab Aika ramah ‘’jadi kamu mau kemana habis ini?” tanya Aika.


‘’pulang ke Banjarmasin...’’ jawab Lilly sambil melihat anaknya yang sedang tertidur. ‘’aku ingin pulang ke kampung halaman...’’ sambungnya lagi. Aika tersenyum sambil mengangguk ia meraih uang di kantong Angga tadi ia tidak sengaja melihat uang seratus ribuan baru di saku Angga.


‘’terimalah ini Anggap saja ongkos pulang ly, jangan coba- coba untuk menolaknya...’’ kata Aika.


Lilly terharu sungguh saat ini ia bingung untuk mendapatkan uang dari mana tapi sekarang tidak lagi.


‘’te—terima kasih ya Ai....’’ jawab Lily sambil menerima uang itu. ‘’aku pamit dulu sebelum di kejar oleh bapaknya Athan lagi...’’ kata lily sambil meraih tas Athan. Aika mengagguk sebelum wanita itu pergi.


Sekarang masalahnya selesai dan tinggal satu, Angga. Seenak jidatnya ia tidur sambill memasukan tangannya di kemeja Aika


‘’kakak...’’ panggil Aika sambil mengeluarkan tangannya Angga dari kemeja Aika.


‘’hm...’’ jawab Angga sambil mengeratkan pelukannya


‘’kakak gak kerja... ini masih jam tiga siang...’’ kata Aika. Angga membuka matanya lalu menegakan tubuhnya.


‘’Natha mana...’’ tanta Angga seperti anak kecil


‘’diambil bundanya tadi barusan pergi...’’ kata Aika. Angga mengacak rambutnya sambil merenggangkan tubuhnya yang pegel.


‘’hmmh yaudah kalau gitu kakak ke dapur dulu...’’ kata Angga sambil mencium pucuk kepala Aika dan pergi.

__ADS_1


Dari jauh Eduardo dan Sherly nampak melihat mereka tidak suka. Sejak beberapa jam yang lalu mereka memperhatikan Aika dan Angga tanpa beranjak pergi sedikitpun. Entah apa maunya mereka berdua hingga ingin merecoki hubungan Aika dan Angga terus tanpa alasan yang jelas.


__ADS_2