Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
Episode 17


__ADS_3

Sudah sebulan Angga dan Aika menetap di kota intan, cukup susah bagi Angga untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar karena secara tutur bahasa mereka beda. Kebanyakan mayoritas masyarakat di sini menggunakan bahasa banjar sedangkan Angga berbasa indonesia tulen tanpa logat apapun. Maka dari itu Angga lebih betah di dalam rumah, sedangkan Aika tidak susah baginya untuk beradaptasi karena Martapura adalah tempat kelahiran papahnya Ardi.


Jam menunjukan pukul delapan pagi, Lilly dan Aika sedang menyiapkan jajanan kuenya untuk diantarkan keliling berjualan, Aika nampak serius memasukan kue- kue tersebut. Angga melihat Aika perasaannya menjadi tak enak harusnya Aika tidak perlu berjualan. Angga menghampiri Aika


‘’Ai kakak boleh ikut jualan...’’ kata Angga pelan. Aika diam sejak kejadian sebulan yang lalu Aika membatasi dirinya dengan Angga. Tanpa permisi Aika menyibak kaos biru Angga dan melihat luka yang mulai mengering. Aika juga melihat tampang Angga yang sudah tidak pucat lagi.


‘’mending kakak main sama Athan aja biar Ai sama Lily yang berjualan!! Gak lama kok kak !...’’ kata Aika sambil menyibak rambut Angga. Angga menundukan pandangannya ia melihat Aika, perlahan Angga mendekatkan dirinya dan mencium bibir Aika. Aika menerima ciuman itu sebelum ia melepaskannya.


‘’kakak mesum ih...’’ pekik Aika pelan membuat Angga tertawa pelan.


‘’Ai di tempat RT lagi ngadain nikah massal!! Kita nikah dulu yuk Ai, gak lama kakak udah urus semuanya.. kita tinggal tunggu antrian lalu ijab kabul yah yah...’’ kata Angga penuh harap. Aika membelalakan matanya


‘’oh jadi tadi itu Cuma modus aja ujung- ujungnya minta itu...’’ kata Aika dengan nada tak enak, Angga menggaruk kepalanya


‘’kalo gak mau yaudah! Kakak ajak Lily aja...’’ kata Angga sambil ingin memanggil Lilly, Aika memelototkan matanya


‘’kakak yang di perkosa itu sini bukan Lily isss...’’ kata Aika kesal ia menarik angga menuju kamar Aika.


Angga lagi- lagi berhasil membuat Aika ikut dengannya. Aika tak lagi menjauhinya dan berdiam diri ckck!!


Flashback


Angga sedang di suruh Aika untuk ke warung membeli sekotak santan instan , ia berjalan sambil menendang kerikil kecil, Angga tak sengaja melihat pak RT tengah mengangkat kursi yang cukup berat. Dengan sigap angga menghampiri pak Rt


itu dan membantunya mengangkat kursi


‘’makasih ya nak...’’ kata pak RT. Angga hanya terseyum sambil mengangguk setelah selesai ia membersihakan tangannya.


‘’kalau boleh tau nama ikam sapalah...’’ ( kalau boleh tau nama kamu siapa ) kata RtT itu karena ia belum perah melihat Angga. Angga menautkan kedua alisnya karena ada beberapa kata yang tidak ia mengerti.


‘’saya orang baru di sini pak, hm perkenalkan nama saya Ethan...’’ kata Angga dengan menyebutkan nama aslinya.


‘’oh baru, kalau boleh nak Ethan bisa bantu saya untuk mempersiapkan nikah massal...’’ kata Rt itu. Angga melihat sekitarnya sebuah tenda sederhana dan juga beberapa buah kursi. Angga mengangguk


‘’boleh pak...’’ jawab Angga sambil mulai membantu pak RT  itu. Mulai dari menyusun kursi, mempersiapkan meja dan membantu mendekorasi sebagian dinding. Dengan cekatan Angga membantu acara pernikahan itu hingga selesai.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka selesai, Angga turun dari tangga besi setelah memasang rempel pernak pernik pernikahan, ia nampak puas dengan hasil kerjanya, Angga menyeka keringat yang membanjiri dahinya.


‘’nak Ethan terima kasih sudah membantu Kami, dan sebagai imbalannya terima ini...’’ ucap pak rt itu sembari meraih tangan Angga dan memberikan secarik amplop putih ke tangannya. Angga ingin menarik tangannya namun tertahan oleh pak RT tersebut. ‘’ terima aja nak, tidak apa- apa!! Walaupun gak banyak...’’ kata rt tersebut.


‘’terima kasih ya pak RT...’’ kata Angga tak enak sambil menerima amplop yang berisikan uang. Angga nampak menimang uang tersebut lalu matanya melihat acara nikah massal


‘’kalau boleh tau, biaya untuk nikah massal berapa ya pak...’’ tanya Angga.


‘’nikahnya gratis nak, kamu hanya mempersiapkan palaian pernikahan dan cincinnya saja...’’jwab RT tersebut. Angga namak berfikir ia sedikit menjauh dan berbalik dari RT . angga membuka amplop itu dan melihat isinya  yang di berikan pak RT tadi.


‘’tujuh puluh ribu...’’ gumam Angga lesu. Ia kembali memasukan uang  tersebut ke dalam amplop lalu ke kantung celananya. Angga berbalik ia menghampiri pak RT kembali.


‘’permisi pak, kalau boleh, saya ingin menjadi salah satu kandidat untuk nikah masal...’’ kata Angga. Pak Rt menganguk sambil melihat Angga.


‘’boleh, saya boleh minta surat- surat nak Ethan seperti Ktp dan lainnya.’’  Angga tiba- tiba saja menepuk keningnya.


‘’saya gak punya pak, bagaimana kalau nikah sirih saja saya dan calon istri saya, bagaimana...’’ tawar Angga dan berharap di terima,  pak RT nampak berfikir


‘’nak Ethan kasian anak kalian kalau ibu dan bapaknya hanya nikah sirih nantinya si anak tersebut susah untuk mendapatkan surat- surat penting dari negara!!” beritahu pak RT tersebut.

__ADS_1


‘’hanya untuk  sementara pak, dan nantinya setelah kami pulang ke kampung akan segera kami resmikan secara negara...’’ balas Angga dengan nada sedih. Pak Rt nampak mellihat ke sungguhan di mata Angga., tidak tega bagi dirinya untuk menolak. Sejenak RT itu menghembuskan nafasnya lalu menatap waja Angga.


‘’ baiklah nak, besok pagi kembalilah ke sini untuk acara pernikahan massal nanti. Lupakan soal surat dan lainya!! Jam sembilan sudah harus ada di sini yah...’’ kata RT itu. Angga tersenyum sumringah


‘’terima kasih ya pak...’’ kata Angga sambil memeluk Rt itu.


‘’kalau gitu saya pulang dulu, permisi...’’ angga langsung berlari menuju kosannya dan menemukan Aika tengah bermain dengan Athan, Angga hanya perlu menunggu besok dan semuanya akan berubah.


******


Kini Angga dan Aika duduk di tempat antrian nikah massal, Angga memakai baju koko sederhana berwarna putih sedangkan Aika memakai baju muslimah dengan warna yang senada dengan Angga. Angga dan Aika tidak ambil pusing masalah restu dari orang tua toh mereka yakin kalau pihak masing- masing akan merestui hubungan mereka. Aika dan Angga menikah demi menghindari zinah dan menjalankan ibadahnya sebagai seorang muslim.


Kini giliran Aika dan Angga yang menikah, berkali- kali Angga menghembuskan nafasnya seraya menjabat tangan penghulu. suasana nikah massal sangat ramai bahkan sampai ada peliput berita segala.


‘’ayo nak Ethan sudah siap...’’ ucap penghulu. Angga mngangguk mantap ia menarik nafas dan


‘’saya terima nikahnya Malaika Putri Ardiansyah dengan seperangkat surat Al- fatihah di tunai!!” dengan sekali tarikan nafas Angga mampu mengucapkan kalimat suci itu. Aika mengatupkan kedua tangannya sambil menangis sebagai tanda hormat pada suami Aika mencium tangan Angga. Angga pun membalasnya dengan mencium kening Aika. Tidak ada acara seserahan atau seperangkat alat sholat dan juga cincin pernikahan, yang ada hanya sebuah surah yang ia bacakan sebagai gantinya. Jujur Angga tidak mampu untuk mewujudkan hal seperti itu. Mungkin setelah ini mereka akan berbicara serius.


*******


Triplet Syita, lista dan juna tengah berada di ruang tv. Juna sibuk dengan tabnya sedangkan syita tengah bermain boneka di samping juna dan lista tengah memainkan remot tv. Lista mengganti channel dengan bosan hingga ia melihat sebuah berita, awalnya biasa saja tapi di dalam berita tersebut menampilkan  sesosok dua orang yang ia kenal. Lista memfokuskan matanya ke layar tv tersebut dan


‘’kak Ai dan kakak tampan!!’’ pekik Lista membuat Juna dan Syita melihat acara berita tersebut


‘’kak Angga...’’ teriak Juna, membuat seisi rumah menghampiri mereka


‘’mamah, papah, kak Ran!! Ada kak Ai sama kakak tampan di dalam tv...’’ pekik Lista sambil melompat lompat di atas sofa, Ardi yang sampai duluan langsung melihat berita tersebut dan benar saja  itu adalah anaknya dan Angga. Ardi menautkan alisnya


‘’mereka menikah...’’ gumam Ardi. Ratna, Adrian dan Abra yang baru sampai dan melihat berita itu langsung ternganga.


‘’mereka menikah...’’ gumam Ratna. Di dalam berita tersebut menampilkan Angga tengah membaca ijab kabul.


‘’di mana tempatnya..’’ kata Adrian sambil melihat keteragan di acara berita itu. Ardi menepuk jidatnya karena lupa. Namun sayang keterangan itu hilang bahkan Angga dan Aika sudah terganti oleh calon pengatin nikah massal yang lain. Juna yang sempat membaca walaupun terbata mencoba untuk mengingat.


“Martapura...’’ pekik Juna setelah mengingat teks narasi di tv tadi.


‘’beneran Jun, di Martapura...’’ kata Abra menyakinkan. Juna mengangguk pasti


Semua orang tertawa. Dengan cepat Ardi memesan pesawat pribadi untuk ke sana


‘’ Ran segera persiapkan pesawat detik ini juga kita akan ke sana...’’ kata Ardi tak sabar. Adrian nampak berfikir heran


‘’pah di sana gak ada bandara yang ada hanya di Banjarmasin!! Kalau mau kita naik mobil aja...’’ kata Adrian. Ardi merasakan ada yang menghantam kepalanya.


Kejadian masa lalu saat ia ke tanah Grogot membuat Ardi kapok untuk berjalan jauh menggunakan mobil


‘’tidak mau, papah tidak ingin encok, cukup waktu papah jemput mamah kamu dan Abra dulu menggunakan mobil sisanya no...’’ tolak Ardi.


‘’ emang papah pernah jalan jauh...’’ tanya Abra polos.


‘’pernah waktu umurmu tiga tahun, dan Aika juga Adrian baru saja kecelakaan. Papah menjemput mamahmu di Grogot menggunakan mobil kurang lebih sembilan jam tanpa henti!! Fuihh untung cinta...’’ kata Ardi. Ratna hanya tersipu malu. Ke lima anaknya hanya mengangguk seolah mengerti.


‘’yaudah kalau gitu kita naik pesawat lalu turun di bandara Banjarmasin dan seterusmya menggunakan mobil jaraknya gak jauh kok pah. Kurang lebih setengah jam sudah sampai di MArtapura....’’ kata Adrian sambil mengambil hpnya untuk menyiapkan pesawat pribadi mereka.


******

__ADS_1


Barraq tengah melihat berita di tv ia nampak kaget saat melihat anaknya menikah secara massal dengan seorang wanita cantik dan anggun. Barraq nampak sedih melihat anak satu- satunya seperti itu.  Barraq mengetikan sebuah pesan kepada seorang kepercayaannya untuk mengirimkan pengawal untuk melindungi mereka selama di sana.


*******


Malam haripun tiba, kini Angga maupun Aika tidur bersama di sebuah kamar. Lily beserta Athan pergi dari rumah karena di kejar oleh seorang pria yang bisa di perkirakan adalah ayah biologis Athan. Rumah nampak sepi yang terdengar hanyalah suara jangkrik. Aika baru saja selesai mandi dan memoleskan minyak zaitun ke seluruh tubuhnya sedangkan Angga ia sudah berbaring sambil menatap Aika di depannya. Angga menghembuskan nafasnya berkali- kali ia sedang berfikir bagaimana kelanjutan kisah perjalanannya ke depan nanti. Aika sudah sah menjadi istrinya jangan di tanya betapa bagahianya Angga terlebih Aika bukan tipe wanita yang pemarah dan pendendam. Angga mengubah posisinya menjadi terlentang ia menatap langit- langit kamar otaknya sedang berputar pada kejadian dulu, mulai dari ia kecil.


Mommy


Mommy


Mommy


Apa mommy mengingat dirinya? apa mommy sekarang memikirkannya? Bagaimana keadaan mommy sejak ia di usir.


Aika menghampiri Angga yang sedang melamun dengan pelan ia menaiki kasur tipis itu lalu tidur di dada suaminya


‘’kakak mikirin apa...?” tanya Aika sambil sambil mengelus dada Angga dengan jarinya. Angga memperbaiki posisinya agar mudah melihat Aika.


‘’gak ada Ai...’’ kata Angga sambil memegang jari Aika yang sedang bermain di dadanya.


‘’sepi ya kak, gak ada Athan!! Biasa kalo gini masih mainan bareng dia dan mamahnya...’’ kata Aika sambil mengingat Lily dan anaknya.


Flashback


Aika keluar dari kamarnya setelah berdandan untuk menikah, ia melihat Lily tengah mengemasi pakaian dan keperluan Athan raut wajahnya memancarkan ketakutan luar biasa.


‘’mau kemana lily...’’ tanya Aika


‘’pergi Ai, lelaki itu menemukan keberadaanku dan Athan!! Ak- aku takut dia akan mengambil anakku Ai...’’ jawab Lily sambil mengambil sarung panjang lalu diikat ke tubuhnya dan Athan. ‘’ Ai tinggalah di sini selama beberapa hari lagi. Dan tolong jangan katakan pada siapapun aku pergi!!  siapapun...’’ ucap Lily.


‘’li, kenapa kalian tidak bicarakan baik- baik, daripada begini...’’ kata Aika sambil melihat Athan di dalam gendongan. aika memang tidak tau kisah rumit Lily tapi ia mencoba untuk memahami.


‘’aku lelah bertahan di sisinya Ai, aku lelah menghadapi sifat ke tidak sukaan ibunya denganku... lebih baik begini... Ai kumohon jangan beri tau siapapun dan terima kasih selama sebulan ini mau membantuku mengurus Athan...’’ kata Lily sambil menggenggam tangan Aika.


‘’aku yang harusnya berterima kasih, bertemu deganmu dan memberikanku tumpangan Li... kamu benar- benar tulus membantuku tanpa imbalan apapun!!’’ kata Aika sambil meneteskan air matanya. ‘’ semoga kita bisa bertemu lagi....’’ Aika memeluk Lily, walaupun mereka baru kenal namun sudah dekat melebihi saudara.


‘’aku pamit dulu ya Ai...’’ kat Llly sambil melangkah pergi.


Flashend


Lama mereka terdiam, Aika tiba-tiba saja mengingat keluarganya.  Mamah, papah dan juga abang Ran terlebih untuk adik kembarnya.


‘’kak kok aku kangen mereka ya, Abang Ran, papah, mamah dan juga tripplet...’’ kata Aika. Angga memeluk Aika.


‘’kakak ingin pulang ke sana Ai, tapi apalah daya!! Di sana kita gak aman dan selalu di hantui oleh kematian!!” kata Angga pelan.


‘’mereka siapa sih kak!! Kenapa kita di incar seperti itu!!” kata Aika sambil bangun. Angga ikut bangun dan duduk di hadapan Aika.


‘’ kakak gak tau Ai, tapi... mungkin ada hubungannya dengan Ed dan keluarga kakak!! Mungkin juga karena harta..’’ jawab Angga.


‘’kalau mereka mau harta yaudah kasih aja!! Kenapa harus nyakitin kakak dulu...’’ kata Ai kesal.


‘’ karena kakak adalah pewaris sahnya sayang! Seluruh harta daddynya kakak atas nama kakak semua!! Harta itu sudah tertulis sejak kakak baru lahir!! Itu cerita dari daddy dan mommy kakak dulu...’’ jawab Angga. ‘’mungkin mereka ingin kakak mati hingga harta warisan itu jatuh ke tangan Ed, dan Ed di akui sebagai anak kandung daddy dan ibu Katrina di depan publik nantinya...’’ sambung Angga.


‘’kalau gitu kakak kasih aja hartanya ke mereka dari pada begini!! Atau kakak pilih pertahanin harta dari pada nyawa sendiri, begitu” selidik Aika. Angga tertawa pelan.

__ADS_1


‘’kalau boleh jujur, kakak gak ingin harta Ai, hidup kakak miskin dan itu sudah terbiasa, bagaimana menahan lapar, makan makanan basi bahkan sisa di tempat sampah...!! kakak tidak masalah kehilangan harta yang penting kakak gak kehilangan kamu...’’ Angga menggengggam tangan Aika. ‘’karena kamu adalah pusatnya kakak tempatnya kakak tau jalan pulang!!” kata Angga . tanpa sadar Aika meneteskan air matanya. Aika langsung memeluk Angga dan enggn untuk melepaskannya. Nyatanya ia mencintai Angga bukan membencinya. Angga membalas pelukan Aika kuat


‘’I love you Ai...’’ bisik Angga sambil mengusap punggung Aika


__ADS_2