
Angga melihat tangan sebelah kirinya ia mencoba untuk menggerakan pergelangan tangannya namun sedikit nyeri, kejadian beberapa waktu lalu membuat tangan Angga sakit. Kini Angga tinggal di restoran atas suruhan Abra. Angga sempat aneh dengan keluarga itu, bagaimana tidak? Angga memperkosa Aika dan mereka mau menerima Angga setelah itu. Angga memijit pelipisnya ia duduk di tepi kasur. Hari ini Angga libur dari rutinitasnya sebagai pelayan jadi ia berniat untuk jalan- jalan. Angga segera bangkit sambil memperbaiki kaos hitamnya, lalu segera pergi keluar.
Di sisi lain
Aika mematut dirinya di depan kaca sambil memakai lip gloss bewarna ping. Ia ingin keluar mencari udara segar. selalu di dalam rumah membuat diri Aika sakit semua.
''kakak mau kemana...?" tanya Syita yang baru saja berada di depan pintu
'' kakak mau keluar sebentar Sy...'' kata Aika sambil mengambil tas kecilnya bewarna putih lalu di pakainya. Syita hanya mengagguk lalu pergi bermain.
Ratna menautkan alisnya saat melihat anak keduanya itu nampak cantik
''mau kemana Ai....'' kata Ratna sambil meletakan piring di meja makan
'' jalan- jalan mah...'' kata Aika.
''handphone jangan lupa Ai...'' kata Ratna. Aika mengangguk sambil minum es
''ada mah, yaudah Ai berangkat dulu..'' Aika mencium tangan Ratna lalu pergi.
Aika menapaki kakinya di pinggiran trotoar sambil memegang tali tasnya di dada. Sepanjang jalan ia hanya termenung sejak kejadian beberapa hari lalu di restoran Aika tidak lagi melihat Angga, pertama Angga tidak masuk selama tiga hari dan di hari kemudian dia di liburkan oleh Abra karena tangannya yang sedang di perban dan yang terakhir hari ini weekend. Aika menggelengkan kepalanya
''Ai kamu gila! Di mana- mana kalau di perkosa sama orang itu harus trauma dan benci tapi kenapa ini enggak!!! Kalau benci emang iya kalau trauma? Aku tidak tau...'' kata Aika ke dirinya sendiri. Aika mendongakan wajahnya ke samping matanya tidak sengaja melihat Angga tengah membaca sebuah buku sambil berjalan di belakangnya ada seseorang yang megekori Angga sambil memegang sebuah benda.
''astaga!!'' pekik Aika sambil menyebrang jalan. '' kenapa setiap ketemu selalu gak beres...'' gumam Aika sambil melewati sebuah mobil. Di dalam mobil itu terdapat seorang pria sedang menaikan kacamatanya.
''sial bisa gagal...'' dengus Ed sambil keluar dari mobil.
''Ai...'' panggil Ed. Namun Aika tidak menghiraukan panggilan itu
''kak Angga awas di belakangnya...'' teriak Aika. Angga yang mendengar suara Aika langsung menengok ke Aika yang sedang menunjuk ke belakangnya. Angga mencengkram buku yang ia pegang lalu melirik sedikit ke belakangnya. Angga sedikit tersenyum remeh dengan santai Angga berbalik 90 derajat, hingga ia bertemu dengan tiga orang berpakaian serba hitam. Angga menggulung buku itu hingga menjadi persegi panjang. Angga memainkan alisnya
''ada masalah?" tanya Angga. Ke tiga orang itu terlihat kikuk karena merasakan aura dingin dan tatapan membunuh Angga walaupun lelaki itu sedang tersenyum. Di ujung sana Ed nampak menendang mobilnya karena kesal. Sedangkan Aika hanya tergedik ngeri. Eduardo mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sebuah pesan singkat untuk ke tiga orang suruhannya itu. Setelah mengirim pesan ia tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya ia pergi begitu saja dari tkp.
Salah satu ketiga orang itu mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan singkat Ed, angga nampak melihat ponsel itu dari jauh. Ketiga orang suruhan Ed nampak saling melihat dan mengangguk. Mereka merapikan pakaiannya lalu pergi melewati Angga begitu saja. Angga hanya menggeleng ia merenggangkan buku yang ia baca tadi
__ADS_1
''akhh...'' pekik Aika. Angga membulatkan matanya alarm diotaknya langsung berbunyi. dengan cepat ia berbalik dan benar saja Aika tengah di bawa ketiga orang tadi ke dalam mobil. Angga langsung berlari dengan cepat dan menerjang ketiganya.
Bugh
Bugh
Bugh
Angga menghajar membabi buta
''brengsek!! Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuh punyaku hah!!" kata Angga bengis. Aika berusaha keluar dari mobil dan langsung memeluk Angga
''kakak hiks!!'' kata Aika. Angga memeluk Aika kuat sampai mencium pucuk kepala Aika berkali- kali
''gakpapa Ai!! Kakak di sini...'' Angga memegang kedua pipi Aika lalu di dongakannya agar angga bisa melihat wajah Aika.
''pergi...'' bentak Angga. aura jiwa trouble makernya menguar begitu saja hingga membuat mereka ketakutan dan masuk ke dalam mobil lalu pergi.''
''ingat kita akan kembali bedebah...'' teriak salah satu ketiga orang itu. Angga lansung menunduk untuk mengambil hils milik Aika dan langsung melemparkan hils itu ke lelaki yang mengatainya bedebah. Lemparan Angga pas menusuk bola matanya. Angga menunjukan tampang bengisnya dan mereka dapat melihat itu dari kaca spion.
''kita pulang...'' kata Angga lembut.
''nanti kakak belikan yang baru...'' kata Angga yang langsung menarik Aika pergi. Angga tidak perduli dengan tatapan pejalan kaki yang lewat toh dia bukan aktor ataupun artis terkenal.
*****
Kathrina menyemburkan orange jusnya saat mendengar orang suruhan Ed kalau mereka kalah melawan Angga, terlebih lagi salah satu orang suruhan itu buta karena matanya kena ujung hills yang runcing. Ed memukul meja kaca hingga pecah
__ADS_1
''bodoh kalian semua!! Membunuh dua orang saja tidak becus...'' teriak Eduardo di dalam rumah, kebetulan Barraq sedang berangkat ke Eropa karena pekerjaan jadi aman.
''tuan gadis itu anak dari pemilik Agatha corp dan Angga sepertinya di bawah perlindungan mereka!! Terlihat begitu banyak pengawal yang menyamar di area sekitar... saat saya membawa Aika ke dalam mobil saya melihat M. Hiqab di balik tembok!! Lelaki itu salah satu pembunuh berdarah dingin yang paling terkenal di dunia hitam. Pembunuhan yang dilakukan sangat tersembunyi bahkan pemerintah seluruh duniapun tidak tau!! Dan juga dia seorang putra dari M. Rizky kepala agen rahasia di dunia.
Eduardo membelalakan matanya. M. Rizky? M. Hiqab? Mereka berdua bagaikan bom atom untuk Eduardo, siapa yang tidak kenal mereka bahkan makluk haluspun tau kalau mereka berdua adalah seseorang yang sangat di takuti. Agatha corp perusahaan yang memiliki aset hampir di seluruh benua bahkan tidak sebanding dengan perusahaan Anthony
''sial!!" umpat Ed.
*****
Ardi menghembuskan nafasnya lega di ruangannya sedangkan Ratna hanya menahan tangisnya.
Flashback
''assalamualaikum'' salam Ardi saat memasuki rumahnya, ia baru saja pulang dari pemakaman Ratni dan Arda. Sepuluh tahun ia tidak menjenguk mereka dan baru hari ini ia berkesempatan mengunjungi adik ipar dan keponakannya
''walaikumsalallam sayang..'' kata Ratna
''anak- anak mana sayang...'' kata Ardi sambil mencium Ratna
''tripplet sedang tidur, Adrian sedang keluar sama Abra dan Aika pergi jalan- jalan...'jawab Ratna
''Ai ja-jalan...'' kata Ardi terbata. ''kenapa kamu mengizinkannya keluar mah'' kata Ardi panik ia merogoh ponselnya dan mencari daftar nama untuk di telepon.
''hallo riz, aku minta anak buahmu untuk mengawasi Aika dan cari tau di mana!! Cukup awasi saja dia dari jauh dan jangan terlalu mencolok, karena dia tidak suka di awasi'' kata Ardi.
''....''
''terima kasih kawan!!" kata Ardi sambil mematikan ponselnya.
''ada apa Ar...'' kata Ratna
Flashend
''kamu tau Na, daddy nya Angga mempunyai seorang anak tiri dan anak tiri itu menyuruh beberapa pengawalnya untuk membunuh Angga dan mereka juga akan membunuh Aika karena anak kita selalu berada di dekatnya!!aku tidak bisa memisahkan Aika dengan Angga karena kamu tau kan kenapa!!" kata Ardi. Ratna menganggukan kepalanya
__ADS_1
''aku tau Ar, tapi kamu tau dari mana kalau yang ingin membunuh Angga adalah saudara tirinya?" tanya Ratna
"aku mencarinya lewat mata- mata waktu beberapa waktu lalu...''kata Ardi yang mulai tenang. Ardi memijit pangkal hidungnya