Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
episode 14


__ADS_3

Angga terbangun dari tidurnya. ia sempat meringis saat merasakan nyeri di bagian perut dan sekujur tubuh. Angga membuka mata, hal yang ia lihat adalah langit- langit plafon ia mengerjapkan matanya sambil meraba bagian dada yang terasa berat, tangan Angga mencoba meraba lalu Angga melihat di dadanya.


''Ai...''gumam Angga, ia meremas tangan Aika pelan. Angga melihat jam dinding lalu beralih melihat wajah Aika. Perlahan Angga bangun.


''ssstttt...'' gumam Angga yang melihat Aika menggeliyat di sampingnya. Jam menunjukan pukul lima subuh. Sambil menahan nyeri Angga mencoba bangkit setelah berhasil ia duduk di tepi sofa guna meredakan rasa sakitnya. Angga melihat di sekelilingnya matanya melihat infus yang tertancap di tangan


''aiiisssshh!!!....'' kata Angga jengah, ia paling benci di infus. Dengan cepat ia melepaskan infusnya


''auwwcchh'' ringis Angga. Setelah melepas Angga berdiri ia melihat aika sejenak sebelum akhirnya mengangkat wanita itu menuju kamarnya di atas. Angga menapaki anak tangga pelan sambil melihat wajah Aika


''Ai, kakak mencintaimu...'' gumam angga sambil mencium kepala Aika.


Setelah sampai di kamar, Angga mendekat ke kasurnya dan perlahan ia meletakan Aika ke kasur tersebut dan menyelimutinya. Angga berdiri tegak sambil memegang luka yang sudah terbalut. Angga membuka pakaiannya dan menuju kamar mandi. Angga membasuh wajahnya, rambut dan lain- lainnya.



Setelah selesai Angga memakai seragam kerjanya bewarna putih rambutnya ia sisir seadanya dengan tangan.


''kakak kerja dulu sayang...'' bisik Angga sambil mencium kening Aika lalu turun ke bawah



Aika terbangun dari tidurnya saat sinar matahari menembus tirai. Aika mengerjapkan matanya sambil merenggangkan tubuhnya. Aika diam sejenak sambil melihat sekitar, tak lama ia langsung bangun dan melihat kanan kiri.


''kakak...'' gumam Aika yang telah pindah di kamar Angga. Dengan cepat ia menyingkap selimut tipis lalu turun ke bawah. Aika diam di anak tangga sedang melihat Angga tengah melayani pembelinya di meja kasir. Aika melipat kedua tangannya sambil turun dari tangga


''terima kasih, silahkan datang kembali...'' kata Angga ramah.


''kakak...'' panggil Aika yang langsung masuk ke dalam kukungan Angga.


''Ai, apa yang kamu lakukan sayang...'' bisik Angga sambil mengembalikan uang kembalikan ke pembeli.


''kakak yang ngapain, liat baru semalam sakit sekarang udah begini!! Ayo kembali ke kamar...'' kata Aika ketus. Angga menarik nafasnya pelan


''sayang, kakak gakpapa. Kakak harus kerja sayang... gak enak sama yang lainnya...'' kata Angga sambil melihat pelayan sekitar.


''mereka kan tau kalau kakak sakit...'' kata Aika sambil menghadap Angga. Angga mengelus pipi tembem Aika.


''kakak kerja sebentar ya. Sebentar aja sampai jam makan siang...'' kata Angga pelan dan lembut


''kakak udah sarapan, sudah minum obat belum..?'' tanya Aika. Angga menggeleng lalu dengan cepat ia mengangguk dan tersenyum layaknya anak kecil. Aika mengacak pinggang


''bagus gak sarapan dan juga gak minum obat!! Ingat ya kak Ai gak mau jadi janda sebelum nikah. Jadi daripada nanti kakak mati muda mending sarapan dan minum obat." Kata Aika sambil menarik tangan Angga menuju dapur. Angga menahan dirinya


''Ai nanti kakak ngantuk!! Gak bisa kerja...'' rengek Angga. Aika menggeleng keras sambil berusaha menarik Angga


''kalau ngantuk istirahat...'' jawab Aika sambil mendorong pintu kaca menuju dapur di bantu oleh Angga. Para petugas di dapur memperhatikan Aika dan Angga. Tak jarang mereka berbisik tak suka.


Aika terdiam sambil melihat pelayang di dapur berbisik


''siapkan saya sepotong ayam bagian paha dan sayap saja sama kentang!! Saya ingin buat ayam kecap...'' kata Aika dengan suara yang lantang. Angga memegang perutnya yang sangat nyeri


''Ai kakak duduk dulu ya, perut kakak sakit sayang...''ujar Angga sambil pergi ke luar. Setelah keluar ia berjalan menuju sofa panjang dan duduk langsung


''ahh...'' ringis Angga. Angga mencari bantalan empuk lalu di letakannya di sudut sofa. Dengan pelan ia membaringkan kepalanya dan kakinya ia naikan di sofa hingga posisi Angga kini sedang tidur terlentang.


I've been reading books of old


Telah kubaca buku-buku tua


The legends and the myths


Legenda dan mitos


Achilles and his gold


Achilles (Prajurit Legendaris) dan emasnya


Hercules and his gifts


Hercules dan karunianya


Spiderman's control


Spiderman dengan pengendaliannya


And Batman with his fists


Dan Batman dengan tinjuannya


And clearly I don't see myself upon that list


She said, where'd you wanna go?


Dia berkata, kemana kau akan pergi?


How much you wanna risk?


Berapa banyak kau ingin ambil risiko?


I'm not looking for somebody


Aku tak mencari seseorang


With some superhuman gifts


Dengan sedikit pemberian kemampuan luar biasa


Some superhero


Some fairytale bliss


Sedikit kebahagian dongeng


Just something I can turn to


Hanya sesuatu yang bisa merubahku


Somebody I can kiss


Seseorang yang bisa aku cium


I want something just like this


Aku inginkan sesuatu seperti ini

__ADS_1


Doo-doo-doo, doo-doo-doo


Doo-doo-doo, doo-doo


Doo-doo-doo, doo-doo-doo


Oh I want something just like this


Oh aku inginkan sesuatu seperti ini


Oh I want something just like this


Oh aku inginkan sesuatu seperti ini


I want something just like this


Aku inginkan sesuatu seperti ini


I've been reading books of old


Telah kubaca buku-buku tua


The legends and the myths


Legenda dan mitos


The testaments they told


Wasiat mereka mengatakan


The moon and its eclipse


Bulan dan gerhana


And Superman unrolls


Dan superman membeberkan (jubah)


A suit before he lifts


Menyesuaikan sebelum dia terbang


But I'm not the kind of person that it fits


Tapi aku bukanlah orang yang cocok


She said, where'd you wanna go?


Dia berkata, kemana kau akan pergi?


How much you wanna risk?


Berapa banyak kau ingin ambil risiko?


I'm not looking for somebody


Aku tak mencari seseorang


With some superhuman gifts


Dengan sedikit pemberian kemampuan luar biasa


Some superhero


Some fairytale bliss


Sedikit kebahagian dongeng


Just something I can turn to


Hanya sesuatu yang bisa merubahku


Somebody I can miss


Seseorang yang bisa kurindu


Oh I want something just like this


Oh aku inginkan sesuatu seperti ini


I want something just like this


Aku inginkan sesuatu seperti ini


I want something just like this


Aku inginkan sesuatu seperti ini


Oh I want something just like this


Oh aku inginkan sesuatu seperti ini


She said, where'd you wanna go?


Dia berkata, kemana kau akan pergi?


How much you wanna risk?


Berapa banyak kau ingin ambil risiko?


I'm not looking for somebody


Aku tak mencari seseorang


With some superhuman gifts


Dengan sedikit pemberian kemampuan luar biasa


Some superhero


Some fairytale bliss


Sedikit kebahagian dongeng


Just something I can turn to

__ADS_1


Hanya sesuatu yang bisa merubahku


Somebody I can kiss


Seseorang yang bisa aku cium


I want something just like this


Aku inginkan sesuatu seperti ini


Oh I want something just like this


Oh aku inginkan sesuatu seperti ini


I want something just like this


Aku inginkan sesuatu seperti ini


Dan yang jelas aku tak lihat diriku di daftar itu


Angga mendengar salah satu lagu yang di putar oleh restoran Abra dari penyanyi kesukaannya, yaitu the chainsmokers dengan judul Something just like this. Dari lagu tersebut Angga bisa mendiskripsikan dirinya. Ia bukan siapa- siapa bukan seseorang yang terkenal dan kaya, mempunyai kekuasaan dan memerintah se enaknya! Dia bukan lelaki yang bisa membuat hati wanita luluh karena harta dan cinta sementara. Tapi ia hanya bisa memberikan cinta seutuhnya. Angga tidak berharap apa- apa untuk menjadi seperti itu, dengan keberanian Angga mencari kebahagiannya sendiri yaitu bersama Aika. Aika gadis itu mampu mengubah Angga menjadi laki- laki yang lemah lembut dan penyayang matanya selalu memancarkan cinta. Aika adalah penerangnya di dalam kegelapan diri sendiri cintanya yang sudah tidak bisa di pisahkan


Aika mampu mengubah dirinya setelah pemerkosaan itu.


'' I'm not looking for somebody With some superhuman gifts Some superhero Some fairytale bliss Just something I can turn to Somebody I can kiss I want something just like this Oh I want something just like tis I want something just like this...'' nyanyi Angga dengan suara pelan seiringan dengan habisnya lagu itu lalu berganti dengan lagu lain.


Aika melihat di depan pintu kaca sambil membawa nampan, kak Angga nampak menikmati lagu yang sengaja ia putar di ruang kontrol sebelum ia masak. Aika tersenyum sebelum akhirnya menghampiri dia.


''kaka...'' panggil Aika sambil meremas kepala Angga pelan. Angga yang sempat menutup mata langsung membukanya. '' makan dulu kak...'' kata Aika sambil mengambilkan nasi dan sepotong paha ayam kecap beserta kentang. Angga bangun dari tidurannya


"suap Ai...'' manja Angga. Entah aika tidak bisa menolak perintah Angga. Sekecil apapun itu pasti Aika akan mengikutinya.


''aaaa'' printah Aika sambil menyuapi Angga. Angga membuka mulutnya lebar- lebar lalu menerima suapan Aika, mata Angga terbelalak sambil mengacungkan kedua jempolnya


''enak ai...'' pekik Angga di sela kunyahannya. Aika hanya tersenyum sambil menyuapi dirinya sendiri lalu Angga.


Angga tidak ingin membahas kejadian semalam ke Aika, sebisa mungkin ia akan menutupinya. Ia tidak mau melihat kekasihnya itu sedih dan menangis. Suapan demi suapan tandas di perut Angga hingga menyisakan satu paha ayam yang ia ambil lalu di makannya.


''habisin ayamnya kak!!" kata Aika sambil mengambil obat di tas aika untuk angga. Angga mengangguk sambil menggigit paha ayam. Setelah makan paha ayam angga meletakan tulangnya di piring lalu memberikan kedua tangannya ke aika. Aika menggeleng sambil mengambil air kobokan


''ceburin tangannya di situ...'' kata Aika. Aika mengambil tisu basah dan mengelapnya ke mulut Angga yang kotor


''kakak ini kaya Juna aja, kalo makan belepotan...'' kata Aika setelah selesai mengelap. Angga hanya cengengesan.



Aika mengambil beberapa kantung obat bewarna biru lalu mengeluarkan isinya perbutir dan memberikan ke Angga beserta air putih


''tenggak semuanya kak...'' perintah Aika.


''tapi Ai, nanti kakak ngantuk...'' kata Angga sambil meninmang obat dan minumnya. Aika melotot ke Angga sambil mengacak pingganya dengan cepat Angga langsung memakan obatnya lalu di susul oleh minum air putih


''gitu dong!!'' kata Aika tersenyum senang. Angga ikut tersenyum sambil mencium kepala Aika.


''yaudah kakak kerja dulu...'' dengan berat langkah angga meninggalkan Aika



Sembilan orang suruhan Ed di tambah preman yang semalam mengeroyoki Angga tengah berkumpul.


''ingat bawa wanita itu kepadaku dan laki- laki itu kalian bunuh saja...'' perintah Ed. Sungguh hati Ed sangat sakit karena ayah kandungnya mati begitu saja. '' datang saja ke restoran adiknya dan hancurkan...'' perintah Ed



Jam menunjukan pukul empat sore, perasaan Angga tiba- tiba saja tidak enak. Sesaat ia menatap Aikan yang tengah membantunya melayani pesanan. Angga melihat Aika baik- baik saja namun mata Angga tidak sengaja melihat salah satu preman semalam. Dengan sigap Angga mengawasi gerak gerik mereka


''ga, anterin makanan ini ke meja nomor tiga...'' kata sang koki. Angga mengangguk ia mengambil nampan berisi makanan dan mengantarnya ke meja nomor tiga.


''silahkan di nikmati...'' kata Angga ramah. Setelah meletakan makanan mata Angga melihat segerombolan orang yang masuk ke dalam setoran sambil membawa sebatang kayu. Dengan cepat Angga medatangi Aika yang tengah membersihkan meja makan.


''kenapa...'' tanya Aika. Angga hanya diam ia menggeleng pelan, Aika mendongakan sedikit kepalanya ke samping Angga. Mata Aika terbelalak nafasnya tercekat erat


''kakak, mereka...'' desis Aika.


''pegang tangan kakak yang kuat Ai...'' bisik Angga di depan Aika. Aika mengambil tas kecilnya dan langsung memegang tangan Angga.


'itu dia!! Tangkap...'' teriak salah satu preman sambil menunjuk Angga yang membelakanginya. Dengan sigap Angga langsung berbalik ia mencoba untuk keluar agar restoran tidak hancur. Para pelanggan dan lainnya berteriak histeris.


Dor


Dor


Dor


Salah satu dari mereka mencoba untuk menembak Angga dan Aika. Angga melindungi dirinya dengan nampan yang ia bawa.


''tunggu kakak di depan pintu Ai, usahakan lawan mereka dengan apapun...'' kata Angga sesaat ia berpisah, Angga duduk di meja lalu menendang dada preman itu dan memukulnya dengan nampan setelah itu ia berbalik menuju Aika dan menariknya keluar.


''hahaha... dapat...'' pekik diantara preman itu sambil menarik tas Aika.


''kakak...'' pekik Aika. Angga segera menarik kuat tas Aika setelah berhasil ia menuju pintu keluar. Sepanjang jalan ia berlari sambil bergandengan tangan, tak banyak dari preman itu yang melemparinya dengan kayu, batu, bahkan mengacungkan senjata tajam dan tembakannya. Nafas Angga dan Aika mulai terengah. Angga menelisir segala arah matanya tertuju pada bus yang sedang ingin berjalan.


''Ai kita ke bus itu ayoo...'' kata Angga yang memegang perutnya dengan sebelah tangan. Angga dan Aika segera berlari menuju bus yang sudah berjalan pelan. Angga mengetok pintu bus itu kuat hingga terbuka. Setelah terbuka Angga menarik Aika untuk masuk duluan lalu dirinya. Angga menutup kembali pintu bus itu yang sudah melaju kencang.


Aika menengok kebelakangnya dari balik kaca bus preman itu tengah menodonhkan senjatanya dan siap membidik


Dor


Dor


Dor


Angga langsung memeluk Aika dan menunduk. Untung saja peluru itu tidak dapat menembus kaca bus.


''kakak tidak apa- apa...'' kata Aika setelah aman dari mara bahaya. Angga merenggangkab pelukannya ia melihat Aika yang terengah- engah.


''enggak sayang...'' jawab Angga.


''ayo kita duduk kak...'' kata Aika sambil mencari tempat duduk. Mereka duduk di paling belakang dan hanya berdua. Angga dan Aika tidak berfikir bus yang di naikinya bertujuan kemana, yang terpenting mereka selamat dulu. Mereka berdua nampak mengatur nafas masing- masing. Angga merasakan nyeri di perutnya, Aika yang melihat itu langsung mengeluarkan obat Angga beserta Air mineral. Kebiasaan Aika yaitu selalu membawa air minum kemana- mana agar di saat ia haus bisa langsung meminumnya.


''minum dulu obatnya kak..'' kata Aika sambil memberikan beberapa butir obat. Angga mengambil obat itu dan menenggaknya bersama air putih. Aika menemukan di tasnya sebuah roti. Ia membuka roti itu dan memberikannya ke Angga


''makan ini, biar perutnya gak kosong...'' kata Aika sambiol menyuapi Angga, Angga yang melihat Aika yang sangat khawatir terhadap dirinya langusng bersyukur dalam hati. Angga meraih roti itu lalu membaginya menjadi dua.


''kamu juga harus makan sayang, dari pagi kamu belum makan...'' kata Angga sambil memberikan setengah roti itu ke Aika. Aika tersenyum lalu menerima roti itu dan memakannya hingga habis.

__ADS_1


__ADS_2