Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
Episode 15


__ADS_3

Hari mulai pagi, Aika terbangun dari tidurnya perlahan ia membuka mata. Aika mengucek matanya lalu ia menghadap jendela bus. Aika melihat hamparan kebun dan juga sawah- sawah. Aika merogoh tasnya untuk mengambil hp namun tidak ada, ia merogoh tasnya berulang- ulang kali hingga membuat Angga terbangun di pundaknya.


''huam, cari apa Ai...'' tanya Angga menguap dan bangun dengan suara serak.


''hp Ai gak ada kak...'' jawab Ai lesu. Aika mencoba mengingat- ingat di mana ia meletakan hpnya. ''hp Ai jatuh kak pas lari kemarin...'' sambung Aika lagi. Ia baru ingat pas berlari ia tidak mengancing resleting tasnya. Aika merogoh tas untuk melihat barang yang lain.


Dompet masih ada, make up masih ada


''maafin kakak Ai....'' kata Angga penuh penyesalan, jika saja Angga tidak bersama Aika mungkin wanitanya selamat tidak seperti ini.


''maaf buat apa kak...'' kata Aika sambil menghadap Angga. Angga mengembuskan nafasnya sambil tertunduk lalu menegakan kepalanya kembali


''karena kakak kamu begini, ikut menanggung beban kakak...'' jawab Angga. Aika tersenyum sambil mengelus wajah Angga lembut.


''gakpapa kak, Ai yakin kakak bisa lindungin Aika!!...'' kata Aika. Angga menggenggam tangan Aika dan membawanya ke bibirnya.


''Ai mungkin ini tidak romantis tapi kamu mau nikah sama kakak, walaupun kakak melamar kamu tidak menggunakan bunga dan beserta lilin di atas meja terutama cincin berlian mahal...'' kata Angga lalu bergumam lesu. Aika nampak berfikir, apa ia mampu menikah dengan lelaki yang sangat di bencinya. '' kakak gak mau berduaan terus kalau tidak menikahimu Ai, kakak gak mau zinah!! Dosa Ai...'' sambung Angga lagi. Aika menarik tangannya lalu mduduk membelakangi Angga.


''ayokkk turun- turun bus sudah sampai di terminal Martapura...'' teriak kenek bus. Angga berdiri dari duduknya.


''lebih baik kita berpisah Ai... kakak akan pinjam hp penumpang sekitaran bus untuk nelfon Abra agar menjemputmu...'' kata Angga sambil merogoh saku, Angga mengeluarkan satu lembar uang seratus ribu dan lima ribu. Angga hanya membawa uang seratus lima ribu, Angga segera mengantongi kembali uang lima ribu danmemberikan Aika uang seratus ribu.


''kakak turun duluan Ai...'' kata Angga setelah meletakan uang seratus ribu di tas Aika. Aika hanya diam namun air matanya sudah mengalir , mata Aika melihat Angga sudah di luar dan mencoba untuk meminjam hp penumpang setempat. Sebelum keluar Aika melihat Angga mengeluarkan uangnya dan mirisnya Angga hanya mengantongi lima ribu


''hiks kakak jahat...'' Aika segera bangkit dari duduknya dan langsung keluar, ia berlari menuju Angga dan langsung mendekapnya dari belakang.


''kakak hikss...'' pekik Aika yang sudah berada di belakang Angga. Angga yang sedang berusaha meyakinkan orang untuk mau meminjamkan hpnya langsung berbalik. Aika memeluk Angga sangat kuat.


''Ai...'' panggil Angga pelan


''Ai mau, Ai terima kak! Jangan tinggalin Ai hiks...'' kata Aika sebelum Angga melanjutkan kata- katanya. Angga hanya tersenyum


''kakak gak bodoh Ai mau ninggalin kamu sendirian di sini! Apalagi kota orang ckck!! Akhirnya Ai kakak dapetin kamu...'' kata Angga dalam hati


Flashback

__ADS_1


Hari mulai malam namun bus yang tumpangi Angga belum berenti juga, Angga memutuskan untuk maju ke depan dan bertanya ke supir bus.


''maaf pak, permisi saya mau tanya bus ini arahnya tujuan kemana...'' tanya Angga


''tujuannya ke Banjar mas, Martapura...'' jawab supir tersebut. Angga nampak kaget


''jauh sekali ya pak, apa tidak bisa turun di Balikpapan...'' kata Angga.


''bus yang mas tumpangi ini sudah lewat Balikpapan mas, dan ini sudah di gunung rambutan...'' jawab supir itu. Angga langsung nampang lesu


''yasudah mas kalau gitu saya permisi, sekali lagi terima kasih...'' kata Angga sambil kembali ke tempat duduk. Terpaan cahaya jalan menyibak wajah Aika yang tengah terleap. Angga menyingkirkan anakan rambut Aika yang menutupi wajahnya


'' Ai kamu seperti oase di tengah gurun, dan oase itu menyelamatkan setiap pejalan yang melewatinya!! Seperti kakak yang menemukanmu di tengah kerasnya untuk hidup,'' kata Angga. '' kakak yakin kamu bukan fatamorgana yang ada hanya bayangannya saja.'' Angga memutar otaknya bagaimana agar ia bisa menikah. Bagaimanapun mereka tidak ingin berzinah.setelah berfikir beberapa saat akhirnya Angga memutuskan untuk melamar Aika besok, mungkin lamaran itu butuh usaha yang sedikit keras berhubung Aika orangnya rada keras kepala.


Besok paginya Angga bangun terlebih dahulu ia menggaruk kepalanya. pagi ini ia bertekad untuk melamar Aika walaupun tidak romantis, di saat Aika mulai bangun Angga pura- pura tidurdi bahu Aika.


Flashend


Angga tersenyum dalam hati, mungkin ia akan mengerjai Aika sebentar.


''mas jadi gak pinjam hp saya...'' kata cewek seumuran Aika. Aika yang menutup matanya langsung terbuka dengan kasar ia mengusap matanya lalu mengendurkan pelukannya. Aika melihat cewek itu


''suami saya gak butuh hp anda!! Jadi silahkan pergi...'' kata Aika tak suka. Dengan cepat Aika menarik Angga pergi menuju suatu tempat untuk mereka sarapan dan mengganti baju. Angga menyunggingkan senyum bahagia.


Aika melihat sekitar pinggir terminal di sana terdapat beberapa kantin dan di sana juga terdapat boutique khas kota Martapura. Martapura Aika pernah ke sini sewaktu Ardi ada urusan kerja. Kalau di Samarinda di sebut kota Mahakam maka di Martapura di sebut kota Intan berbeda dengan Banjarmasin, Banjarmasin di sebut kota seribu sungai.


''kota Intan...'' gumam Aika sambil melihat baju khas Martapura. Angga menautkan alisnya.


''kota Intan...'' kata Angga. Aika mengangguk lalu melihat Angga.


''kota ini di juluki kota Intan karena di sini penghasil intan kak sama halnya dengan Balikpapan, kalau balikpapan di sebut kota minyak karena menghasilkan minyak bumi terbesar. Tenggarong kota raja sedangkan Samarinda kota Mahakam...'' jelas Aika seperti guru SD.


''kakak baru tau kalau kalimantan banyak kota julukan huhh!!'' kata Angga sambil mengambil kaos khas daerah karena hanya pakaian itu yang tersisa.


''kalimantan kan keren hehe!!'' jawab Aika sambil menuju kasir.

__ADS_1


''berapaan mbak...'' kata Aika sambil mengeluarkan dompetnya.


''pakaiannya dua buting aja lah ini,''(pakaiannya hanya dua mbak) kata kasir itu sambil menghitung barang belanjaan Aika.


''hi' ih untuk di pakai awak aja...'' (iya dua aja untuk langsung di pakai di badan)balas Aika menggunakan logat Banjar, Aika terbiasa menggunakan bahasa Banjar karena keluarga papahnya, Ardi orang banjarmasin. Angga terbengong seperti orang bodoh karena di beberapa perkataan mereka Angga tidak mengerti.


'' sorangan lah Mbak ke sini...'' ( sendirian mbak kesini) kata tukang kasir. Aika menengok ke belakang mencari Angga rupanya Angga tengah mencoba topi bulu khas kalimantan Dayak.


''oh kada, ulun ke sini lawan kakak itu...'' (oh enggak, saya kesini sama kakak itu ) balas Aika sambil menunjuk Angga yang tengah memegang alat senjata khas jaman dulu dan bergaya di depan cermin sendiri.


''oh itu, terus ikam wadah sapa lah ke sini...'' (oh, terus kamu kesini ke tempatnya siapa...'' tanya kasir itu lagi membuat Aika jengah


''kada tau, ulun salah bus kayaknya, makasih...'' (gak tau. sepertinya aku salah bus.) kata Aika cepat sambil mengambil belanjaannya lalu pergi mendatangi Angga. aika mulai jengah dengan kasir tadi.


Setelah mengganti baju Angga dan Aika berjalan sepanjang trotoar ia tidak tauarah dan tujuannya ke mana karena tidak tau tempat.


******


ratna nampak berurai air mata saat melihat kejadian di tv tadi sebuah insiden percobaan pembunuhan di sebuah restoran. restoran milik Abra di masuki oleh segerobmolan preman sebanyak sepuluh orang lebih dan lebih parahnya preman itu mngincar Angga dan jugta Aika. ardi nampak geram sedangkan Adrian meredam emosinya.


''cari Aika Ar, ku mohon!.." pinta Ratna di dalam tangisnya.


''tenanglah, Ran cobba telfon adikmu...'' kata Ardi sambil melihat Adrian, Adrian menggeleng sambil mematikan hpnya.


''hp Ai gak aktif pah...'' kata Adrian khawatir. adit memijit pelipisnya.


adit ???


ah ya, Adit dan kiran pulang ke Samarinda saat mengetahui Ardi dan keluarganya pulang.


''anakku hikss...'' tangis Ratna di bahu Kiran.


''anakmu gakpapa Na, dia aman bersama seorang pria...'' kata Kiran sambil menerawang pikirannya. '' tapi aku tidak tau di mana keberadaan mereka..." sambung Kiran.


Adrian geram dengan cepat ia berdiri. Cukup Ed bermain- main dengannya !! Adrian akan menghabisi Eduardo dengan tangannya sendiri. Berkat hp Ed Adrian bisa tau kalau Ed adalah dalang di balik semua ini.

__ADS_1


__ADS_2